Seorang wanita dari jaman modern masuk ketubuh Permaisuri yang di jadikan pilar Kekaisaran, Dinny Winata.. umur 25 tahun, Dinny terkejut saat jiwanya di tarik paksa oleh cahaya yang datang ke tubuh nya
"Siapa kau?" tanya Dinny
"Aku jiwa yang dihianati dan di buang ke dalam jurang kebencian" jawab wanita yang persis dengan Dinny
"Apa mau mu? sampai menarik jiwaku yang sedang duduk di balkon" ucap ketus Dinny
"Hahaha... balaskan rasa sakitku, aku serahkan putriku dan putra untuk kau jaga, bukan nya kau di dunia ini hidup sendiri" ucapnya dengan nada penuh kebencian. Dinny menggerutu tidak jelas
"Tidak mau tiba-tiba punya anak, dsini aja aku masih single-single loh" jawab kesal Dinny. wanita yang menatap penuh kebencian langsung menatap penuh kerapuhan
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir kecerita Nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
Kaisar Rui Ning berteriak kencang karena marah pada putranya yang tiba-tiba memotong lengannya.
Semua juga terkesima, Ang Bei menatap penuh kebencian kepada ayahnya sendiri. dia benar-benar muak dengan lelaki yang harus diakui sebagai ayah.
"Nenek... Ang Bei minta maaf sudah membuat keputusan ini, rasa benci Ang Bei kepadanya membuat Ang Bei tidak bisa menahan nya lagi" ucap nya sambil menatap tajam kearah Kaisar Rui Ning. Yang memegang lengan kanan nya yang terputus oleh putra nya itu.
Ibu suri Ning tersenyum bangga, kenapa dia harus marah kepada cucu lelaki satu-satunya itu. bukan salah cucunya kok itu salah putra sambung nya yang tidak tahu diri.
"Nenek tidak marah kepada cucu nenek ini... nenek bangga pada mu! karena sudah membalas rasa sakit hati ibu yang sudah melahirkanmu itu, Jadi untuk apa nenek marah kepadamu" ucap Ibu suri Ning. Ang Bei mengangguk mengiyakan ucapan sang nenek, ibunya adalah hidupnya. apalagi kemarin saat dia terluka, ibunya yang menggendong dia dan adiknya itu. jadi sudah sepantasnya bagi dia untuk berbakti kepada sang ibu.
Kaisar Rui Ning yang lengan nya terpotong hanya bisa meringis, sedangkan Yeuer yang dibikin botak oleh Nuning meringis apa lagi luka di pipi dan bibir nya, Nuning sudah seperti psikopat yang begitu menikmati dengan apa yang dia lakukan, Nuning secara diam-diam menambah racun gatal.
Nuning tersenyum miring dengan apa yang dia lakukan secara diam-diam itu, dia melirik kearah ibunya. Permaisuri Ai Ning terkekeh geli melihat tingkah Putri nya, dia bukan tidak melihat dengan apa yang dilakukan Nuning. dia melihat tangan mungil putrinya membuang bubuk putih yang jernih, Nuning mengedipkan mata nya kepada sang ibu.
"Dasar bocah nakal... lakukan apa yang kau inginkan, ibu tidak akan pernah menghalangi mu! Untuk bersenang-senang" gumam hati Permaisuri Ai Ning. Permaisuri Ai Ning pun balik mengedipkan sebelah matanya, Ang Bei melihat tingkah ibu dan adiknya hanya menggelengkan kepalanya.
"Haa... ibu dan anak ini, saat seperti ini masih bisa bercanda? mau aneh tapi itu ibu dan adik ku" gumam Ang Bei.
...****************...
Saat hukuman dimulai, Kaisar Rui Ning menunduk tak berdaya. Yeuer masih terus menangis memohon pada Tuan Nam Ai, dia meminta maaf kepada ayahnya itu. Nyonya Go Yang hanya meludah marah dengan kepura-puraan putri suaminya itu.
"Hiks.... ayah tolong maafkan Ye'er, Ye'er hanya mencintai Kakak Rui... apa Ye'er salah mencintai lelaki seperti Kakak Rui, ayah dia cinta pertama ku" ucap Yeuer. sambil menangis kencang, semua orang menatap jijik kepadanya.
PLAK
"Anak tidak tahu diri... kau bertanya kepada ku? apa kau salah mencintai dia? tentu salah BODOH.... dia suami dari putriku, kakak yang selalu membela mu dan menuruti keinginan mu... kau ini sama seperti ibumu," teriak murka Tuan Nam Ai. ketiga kakak Permaisuri Ai Ning pun menatap penuh kebencian, mereka benar-benar muak.
"Hiks.... ayah yang salah, kau menikah kan Kakak Ai! padahal aku yang mencintai kakak Rui... dan kakak Rui juga sangat mencintai ku, apa karena aku anak dari wanita yang tidak kau inginkan! jadi kau begitu pilih kasih padaku? hanya karena kakak Ai putri dari Nyonya Go Yang, jadi kau selalu membela nya?" teriak histeris Yeuer. Nyonya Go Yang dan ketiga putranya hanya memutar mata malas mereka, Permaisuri Ai Ning hanya terkekeh melihat kelakuan adik tirinya itu. benar-benar tidak tahu diri.
"Cukup.... kau hanya membuat aula ini semakin tercemar oleh tingkah mu, Pengawal.... bawa kedua BADJINGAN ini ke tempat penggal, jadi jual para pengikutnya..." teriak ibu suri Ning. dia sudah muak dengan apa yang dilakukan adik tiri Permaisuri Ai Ning.
"Tidak.... lepaskan aku brengsek... aku ini calon Permaisuri Ning... kalian akan mendapatkan hukuman dari Kaisar Rui Ning" teriak Yeuer. dia terus memberontak, dengan sekuat tenaga Yeuer berontak. dan terlepas.
"Kalau aku tidak bisa hidup dengan Kaisar Rui Ning... kau juga tidak boleh" teriak Yeuer sambil menarik pedang prajurit yang menarik nya. Permaisuri Ai Ning terkekeh miring, dengan raut wajah santai Permaisuri Ai Ning. hanya melihat apa yang akan di lakukan Adik kesayangan nya itu.
"Mati kau jalang......" teriak Yeuer sambil mengarahkan pedang prajurit yang dia ambil, Ang Bei yang melihat perempuan tidak tahu diri itu. ingin membunuh ibunya pun dia langsung melompat.
BUG
DUG
Mata tajam Ang Bei melirik kearah Yeuer yang dia tendang dengan marah.
"YEUER.........
BERSAMBUNG......
2 kaki = 10 kilo?
siapa yang batuk?? 🤭