NovelToon NovelToon
"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:602
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Arkan Alesandro Knight adalah seorang King Mafia dari organisasi Black Eclipse yang memiliki reputasi mematikan, namun ia menyimpan satu rahasia konyol: ia menderita Mysophobia akut. Baginya, kuman lebih berbahaya daripada peluru. Hidupnya yang steril dan kaku berubah total ketika ia terjebak dalam sebuah perjodohan dengan gadis pilihan ayahnya, Evelyn Valentina Grant.

​Evelyn tampil sebagai sosok "My Nerdy Wife"—gadis culun dengan kacamata tebal, daster bunga-bunga yang aneh, dan sifat ceroboh yang luar biasa. Namun, di balik penyamaran konyolnya, Evelyn sebenarnya adalah Queen EVG, seorang peretas kelas dunia dan pemimpin organisasi spionase yang sangat tangguh. Ia sengaja berakting bodoh untuk melindungi identitasnya sekaligus memata-matai Arkan.

penasaran dengan cerita mereka jangan lupa mampir yapp🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Pagi di Zurich, Swiss, menyambut dengan suhu yang cukup untuk membuat hidung manusia biasa memerah, namun bagi Arkan Alesandro Knight, udara pegunungan ini adalah filter alami yang paling ia percayai. Ia berdiri di lobi utama Knight Medical Center, sebuah rumah sakit pribadi yang lebih mirip hotel bintang lima dengan tingkat kesterilan laboratorium NASA.

Di sampingnya, Evelyn Valentina Grant melangkah dengan gaya "nerdy" andalannya: menyeret kaki, memeluk tas ransel bergambar kelinci yang salah satu telinganya copot, dan kacamata tebal yang sengaja ia buat sedikit berembun.

"T-tuan Arkan... kenapa Eve harus ke sini? Eve sehat kok, cuma kalau kena debu emang suka bersin-bersin lucu," cicit Evelyn, mencoba memelas.

Arkan tidak menoleh. Ia sibuk menyesuaikan sarung tangan kulitnya. "Kemarin kau bilang brokoli itu mengandung 'mineral keberuntungan'. Itu diagnosa orang gila, Evelyn. Aku harus memastikan otak dan paru-parumu tidak terkontaminasi bakteri pegunungan yang aneh."

Evelyn menelan ludah. Sial. Jika dokter di sini mengambil sampel darahku, mereka akan tahu kalau fungsi paru-paruku di atas rata-rata atlet olimpiade karena latihan pernapasan EVG!

Mereka memasuki ruang periksa VIP yang sudah disemprot cairan antiseptik dosis tinggi. Di sana, seorang dokter dengan jas putih bersih, rambut klimis, dan kumis tebal yang terlihat sedikit tidak simetris sudah menunggu.

Arkan menyipitkan mata. "Siapa kau? Mana Dokter Hans?"

Dokter itu berdehem keras, suaranya dibuat-buat menjadi berat. "Dokter Hans sedang diare karena makan sosis pinggir jalan, Tuan Knight. Saya Dokter Fransiscus, spesialis penyakit langka dan... eh, alergi eksotis."

Evelyn hampir saja tersedak air ludahnya sendiri. Abang?! Kenapa kumisnya kayak sikat wc begitu?! batin Evelyn menjerit melihat Franco Adrian Grant, abangnya sendiri, sedang menyamar dengan sangat buruk.

"Dokter Fransiscus?" Arkan melangkah maju, menjaga jarak satu meter. "Kenapa wajahmu terlihat familiar? Dan kenapa kumismu... bergerak-gerak saat kau bicara?"

Franco (Dokter Frans) langsung menekan kumis palsunya dengan jari telunjuk. "Ini... ini tremor otot wajah, Tuan. Akibat terlalu sering meneliti virus di bawah mikroskop. Sangat berdedikasi, bukan?"

Arkan manggut-manggut, meski matanya tetap penuh selidik. "Cek istriku. Dia mengaku alergi debu, tapi gerakannya kadang terlalu cepat untuk ukuran gadis culun."

Franco mendekati Evelyn dengan stetoskop. Ia pura-pura memeriksa detak jantung adiknya. Di saat yang sama, ia berbisik sangat pelan, "Eve, jangan tegang! Edward sudah meretas layar monitornya. Apapun hasilnya, di layar Arkan cuma bakal muncul 'Lemah Syahwat' eh maksud abang, 'Lemah Imun'!"

Evelyn melotot. "Abang fokus!" bisiknya balik.

Franco kemudian berdiri tegak, memasang wajah sangat serius. "Gawat, Tuan Knight. Ini sangat gawat."

Arkan menegang. "Apa? Dia kena virus apa? Apa aku harus membakar bajunya?"

"Lebih parah," ucap Franco sambil menunjuk hasil rontgen di layar (yang sebenarnya adalah gambar paru-paru orang merokok yang sudah diedit Edward). "Nyonya Evelyn menderita Sindrom Fragile-Beauty-Allergy. Dia alergi pada polusi, debu, dan yang paling unik... dia alergi pada frekuensi suara pria tampan jika jaraknya terlalu dekat tanpa pelindung."

Kenan Miller yang berdiri di pojok ruangan menutup mulut agar tidak tertawa.

Arkan mengernyit. "Alergi pada... suaraku?"

"Benar! Jika Tuan bicara terlalu keras atau terlalu dekat tanpa masker, paru-parunya akan... eh, mengkerut seperti kerupuk disiram air," bual Franco dengan penuh percaya diri. "Dia butuh udara pegunungan yang sangat bersih dan istirahat total dari tugas-tugas berat. Jangan biarkan dia menyentuh sapu atau pel, itu bisa memicu serangan jantung!"

Evelyn pura-pura terbatuk lemah. "Uhuk... uhuk... bener Tuan... dada Eve rasanya kayak kena 'smash' shuttlecock kalau dekat Tuan..."

Arkan terdiam. Ia menatap Evelyn dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada rasa kasihan, tapi juga rasa kesal karena ia tidak bisa mendekati istrinya sendiri tanpa risiko "mengkerutkan" paru-parunya.

"Baiklah," ucap Arkan akhirnya. "Kenan, siapkan isolasi mandiri di vila Alpen. Dan belikan dia masker oksigen portabel yang dilapisi berlian agar tetap higienis."

Franco mengacungkan jempol (diam-diam) pada Evelyn. Penyamaran aman! Namun, saat Arkan hendak keluar, mata elangnya menangkap sesuatu di lantai. Sebuah label kecil bertuliskan: "Properti Teater Grant Group".

Arkan berhenti tepat di depan pintu. Ia melirik label itu, lalu melirik ke arah Dokter Frans yang sedang sibuk membetulkan kumisnya yang hampir copot sebelah.

"Dokter Frans," panggil Arkan dingin.

"Y-ya, Tuan?"

"Lain kali, pakai lem yang lebih kuat untuk 'tremor' otot wajahmu itu," ucap Arkan tanpa menoleh, lalu melangkah keluar diikuti Kenan.

Evelyn dan Franco membeku.

"Abang... kita ketahuan?" bisik Evelyn panik.

Franco mencopot kumisnya dengan sekali tarikan. "Aduh! Sakit! Kayaknya nggak... dia cuma curiga. Yang penting datanya sudah aman di sistem. Sekarang cepat balik ke mode nerdy, sebelum dia balik lagi bawa detektor kebohongan!"

Evelyn segera membetulkan rambutnya yang acak-acakan. Pertarungan di rumah sakit dimenangkan oleh tim EVG, tapi ia tahu, Arkan Alesandro Knight tidak akan melepaskan masalah ini begitu saja. Apalagi sekarang, Arkan punya alasan medis untuk "mengurung" Evelyn di bawah pengawasannya di vila mewah yang terpencil.

"Vila Alpen ya?" gumam Evelyn sambil menyeringai tipis. "Tempat yang bagus untuk latihan menembak tanpa suara disinfektan."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!