Areksa Rexander seorang selebriti yang bertemu dengan seorang gadis cantik pemikat hatinya bernama jesselyn stevania yang merupakan mantan pacar dari sang kakak.
bagai manakah kisah cinta Areksa dan Jesselyn???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Izza naimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
mereka telah sampai di restoran dan duduk bersebelahan begitupun dengan Bobby dan Selly berada di hadapan mereka.
" foto dulu dong" kata Bobby mengeluarkan kamera ponselnya kepada Alaska dan Sofia.
" agak deketan dikit" titah Selly mengarahkan mereka dan Alaska merangkul Sofia Soraya mendekatkan wajahnya kepada Sofia.
" cakep kan, kayak couple goal banget kalian, mana mirip lagi" Puji Bobby.
" Masa sih? Emang kita mirip ya Al?" tanya Sofia.
" entahlah" Alaska mengedipkan bahunya.
" kalian kalau jadi pasangan beneran cocok banget tahu, Pantas aja tim Alfia garis kasar" Timpal Selly.
" jadian beneran aja yuk" ajak Alaska.
" lo nembak ceritanya?"
"iya" sahut Alaska santai.
" nggak romantis banget deh nembaknya kayak gitu"
" terus biar romantis harus kayak gimana?"
" pakai bunga kek atau apa gitu, terus nyatain di tempat yang romantis"
" ah bocah, harus emang kayak gitu?"
" harus lah, biar berkesan"
" Jadi kalian mau Beneran pacaran nih? go publik nggak nih?" goda Bobby.
" Kalian cocok banget sih, cocok tapi kan udah punya pacar masing-masing" timpal Selly.
" gue udah putus" sahutnya berbarengan dan langsung Saling pandang.
" serius lo udah putus?" tanya Sofia terkejut.
" lo juga?" Alaska balik bertanya dan Sofia mengangguk.
" oke fix deh ini kalian mending pacaran aja tapi jangan langsung go publik pos tipis-tipis aja biar fans kalian Makin penasaran" usul Bobby.
" bener banget, kalaupun ada yang nanya tentang status hubungan kalian Jawab aja ambigu. dijamin fans kalian Mati penasaran" Timpal Selly.
" kalau pada mati Ntar fans-fans kita banyak dari alam lain dong" canda Alaska.
" fans dari dua dunia" Timpal Sofia kemudian tertawa karena obrolan mereka Entah sudah mengarah ke mana.
setelah selesai menikmati makan malam, kini mereka pulang ke kediaman masing-masing.
masukin telah sampai di depan pintu apartemennya, dia menekan pin apartemennya harinya Cukup melelahkan namun cukup memuaskan, kebersamaannya dengan Jesslyn ataupun Sofia dapat mengusir rasa galaunya.
Alaska masuk ke dalam unitnya dan terkejut oleh seseorang yang langsung tiba-tiba memeluk tubuhnya.
" maafin aku Alaska" ucapnya Seraya menitihkan air mata.
" Lo ngapain Di Sini?" tanya sinis Alaska begitu kesal dengan kehadiranmu Willa unit apartemennya.
" please dengerin penjelasan aku" mintanya dengan lirih namun Alaska terus berusaha melepaskan pelukan Willa walaupun Willa tetap memeluknya.
" pergi!" usir Alaska.
" aku mohon, dengerin aku dulu"
"PERGI!"
" Aku cinta sama kamu Al, aku nggak mau putus sama kamu"
"cinta? dengan cara lo mau ditidurin cowok lain?"
" aku terpaksa" sahutnya.
" terpaksa sampai menikmati seperti itu? Wow keterpaksaan yang membuat lo melayang ke langit ya" cibir Alaska.
" aku terpaksa, karena aku dijodohin sama dia, Al. tapi aku cinta sama kamu makanya aku terima kamu dan kamu harus ingat kepada siapa aku memberikan keperawanan aku dulu? itu udah menjelaskan bahwa kamu selalu jadi yang utama" tutur Willa.
"lalu?" tanyanya males.
" please, kita balikan dan aku akan membatalkan Perjodohan sama dia"
"TELAT!! gue nggak sedih sama orang yang pernah dipakai sama orang lain"
" tapi kamu juga selalu menikmati tubuh aku kan Al!" Willa mulai terpancing emosi.
" gue udah bayar lo dan lo tahu sendiri kan udah berapa banyak duit gue yang lo habisin Jadi lo mendingan pergi sekarang!" usirnya kembali.
" Apa kamu sedang playing Victim Alaska? atau kamu sudah punya pacar lagi? oh... apa jangan-jangan berita tentang hubungan kamu sama Sofia di media itu benar?" sengak Willa memberikan tuduhan balik.
" iya, gue sama Sofia udah jadian dan itu baru tadi sebelum gue balik ke sini. puaskan lo? jadi jangan ganggu gue dan gue nggak akan ganggu hubungan lo sama laki-laki pengecut itu! gue nggak perduli!" jelas Alaska.
mendengar penjelasan Alaska membuat hati Willa merasa sangat pedih, pasalnya Willa sangat tahu bahwa Alaska adalah orang yang sangat Setia kepadanya selama 4 tahun ini dan selalu Royal dengan apapun yang Willa inginkan dan gara-gara kecerobohannya membuat semua yang Willa tutup-tutupi selama bertahun-tahun ini terbongkar habis. walaupun seperti itu tentu saja Willa tidak rela jika laki-laki sebaik Alaska berpaling darinya dan mencintai wanita lain.
" silakan pergi dari apartemen gue!" ucap Alaska dengan penuh penekanan.
" kasih aku kesempatan terakhir Al, Aku mau punya momen indah sebelum perpisahan kita" bujuk Willa.
" moment indah?" Alaska tersenyum dan terlihat meremehkan.
" Iya aku akan kasih kamu servis terbaik malam ini, jadi Izinkan aku menginap di sini malam ini"
Alaska berdecak kesal mendengar perkataan Willa yang sangat membawakan dan Entah kenapa hati Alaska tidak tersentuh sedikitpun. dia malah menjadi Semakin jijik oleh kelakuan Willa yang terlihat sangat murahan. yah, Alaska sangat membenci wanita murahan dan selama ini dia tidak sadar bahwa Willa dengan mudahnya untuk dia tiduri, harusnya dari situ Alaska sadar serendah apa Willa , namun rasa bersalah telah mengambil keperawanan Willa lah yang membuat Alaska terus terbelenggu dalam hubungan itu terlebih dia selalu merasa Willa hanya melakukan itu dengannya saja.
" aku mohon hanya malam ini" cintanya kembali dengan sangat Lirih.
"pergi Willa!"
"Al-"
" gue bilang PERGI! " Alaska menyentak kasar Willa dan itu membuat Willa berderai air mata, Entahlah itu Air Mata Buaya atau memang Willa telah menyesali perbuatannya. dengan langkah gontai Willa pun keluar dari unit apartemen milik Alaska dan Alaska segera menutup pintu dengan kasar, nafasnya masih memburu karena emosi.
"Sialaaaann!, gue baru aja merasa lega dia malah datang lagi merusak mood gue!" gerutu Alaska.
"Aaaaaggghh!" teriak Alaska menjambak rambutnya sendiri untuk menahan kemarahan nya dia berjalan menuju dapur di mana lemari pendingin yang banyak menyimpan berbagai minuman berada di sana termasuk minuman yang mengandung alkohol.
Alaska mengambil salah satu botol dan menegangnya langsung dengan kasar.
"sialan, cewek murahan!" gumamnya Seraya memegang kuat botol itu.
Alaska membuka ponselnya karena mendengar beberapa notif dari ponselnya.
ada pesan masuk dari Willa yang enggan untuk Alaska buka apalagi membalasnya.
matanya teralihkan untuk membuka media sosialnya dan ternyata banyak yang mengetahui dirinya dan foto-foto saat dia sedang berjalan dengan Sofia.
" nggak perlu nunggu 24 jam, berita kayak gini langsung up aja" gumam Alaska melihat salah satu notif itu.
Alaska melihat notifikasi bahwa akun milik Jesslyn telah menjadi pengikut eksklusif berbayar miliknya dan Alaska menyunggingkan senyumnya.
" tante-tante ini kayaknya mulai tertarik sama gue" ucap Alaska tanpa sadar menyebut Jesslyn tante-tante, dia mulai sedikit meracau efek dari minuman yang telah diminumnya.
dengan kewarasan yang seadanya di ambang batas, Alaska mengetik pesan ke akun milik Jesslyn.
Alaska:
Kamu di mana?
di seberang sana Jesslyn yang sedang aslik menulis novel terganggu dengan sebuah notifikasi dari ponselnya. Jesslyn membuka notifikasi itu dan ternyata sebuah pesan dari akun milik Alaska.
Jesslyn menautkan kedua alisnya setelah membaca pesan singkat itu. sedikit ragu untuk membalasnya walaupun Jesslyn tetap membalas pesan itu.
jesslyn:
di apart, kenapa Al?
selang beberapa menit Jeslin melihat pesannya terbaca namun tidak mendapati balasan kembali, sepertinya Alaska hanya iseng mengirimkan pesan itu kemudian Jesslyn melanjutkan kembali menulis novelnya yang selalu menemaninya dikala waktu senggang.
tepat saat jesslyn telah menyelesaikan part di novelnya, Jesslyn berniat melanjutkan untuk istirahat namun terdengar bel pintu apartemennya berbunyi.
Jesslyn menghampiri dan lihat siapa yang datang malam-malam seperti ini ke apartemennya.
" Alaska?" gumam Jesslyn setelah melihat seseorang di balik pintu menggunakan door viewer sebelum membuka pintu.
Jesslyn sempat ragu untuk membukakan pintu namun dia Mengingat bahwa Alaska sedang galau berat karena putus cinta dan akhirnya Ia memutuskan untuk membukakan pintu.
" Alaska" ucapnya.
Gep.
Alaska langsung memeluk tubuh Jesslyn dan mendustakan wajahnya pada leher Jesslyn, walaupun Jesslyn jauh lebih pendek dari Alaska dan Jesslyn terlihat menjinjit dalam pelukan Alaska.
" Alaska are you oke?" tanya Jesslyn dengan lembut dan menahan rasa risihnya saat ini.
Namun bukannya menjawab Alaska tiba-tiba melepas pelukannya dan menyerang Jesslyn.
"emmppp-" Jesslyn terkejut sesekali memberontak saat Alaska melompat bibirnya tiba-tiba.
"Al--" ucapan Jesslyn saat Jesslyn berhasil sedikit mendorong tubuh Alaskan namun dia kembali diserang Alaska lagi.
Jesslyn yang kalah perlawanan akhirnya pasrah walaupun tidak membalas semua ciuman Alaska, dia mengingat saat Alaska berkata tidak menyukai wanita yang lebih tua tapi dia melakukan ini padanya. sungguh terasa sedikit sesak sejujurnya Jesslyn merasa minder dan sangat malu dengan kelakuannya saat dirinya terpengaruh alkohol waktu itu. tapi kali ini? Ada apa dengan Alaska? Jesslyn sungguh tidak mengerti.
selang beberapa saat Alaska pun melepaskan pagutannya dan matanya menatap lekat wajah Jesslyn dengan tangan berada di sebelah pipi Jesslyn. Jesslyn langsung menundukkan kepalanya tidak berani menatap Alaska, dia yakin ada yang tidak beres dengan Alaska karena saat Alaska sadar dia tidak mungkin melakukan hal itu.
" cantik" ucapan yang keluar dari mulut Alaska saat menatap wajah Jesslyn. Jesslyn semakin dibuat tidak nyaman dan melangkah mundur dari Alaska.
" kamu mabuk?"
.
.
.