NovelToon NovelToon
Lima Tahun Setelah Perceraian

Lima Tahun Setelah Perceraian

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Lari Saat Hamil / Single Mom / Tamat
Popularitas:136.8k
Nilai: 5
Nama Author: Jalur Langit

Viola dan Rasta dipertemukan kembali setelah lima tahun perceraian mereka. Rasta pikir, Viola telah bahagia bersama selingkuhannya dan anak dari hasil perselingkuhan mereka dulu. Namun ia dibuat bertanya-tanya saat melihat anak perempuan berusia empat tahun yang sangat mirip dengannya.
Benarkah dia anak dari hasil perselingkuhan Viola dulu, atau justru anak kandungnya Rasta?

Instagram : @jalur_langitbiru13

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jalur Langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

"Iya, Ma. Malam itu aku mengusir Viola dalam keadaan hamil. Aku pikir dia hamil anak dari laki-laki lain." Rasta menunduk dalam. "Aku udah berdosa sekali, Ma. Aku gagal jadi suami sekaligus ayah. Lima tahun aku nggak kisah nafkah, nggak ngasi perhatian, kasih sayang. Viola jadi harus kerja demi anak yang dulunya tidak aku anggap."

Rasta juga mengeluarkan hasil tes DNAnya dengan Vita. "Aku udah tes DNA. Dan dia memang anak kandung aku."

Liana menggeleng, pelan-pelan dia mengusap bahau Rasta, lalu memeluk anaknya. "Kamu nggak salah, Ta. Mama yang salah. Maafin mama ya udah bikin kamu terpisah dengan Viola dan anak kamu. Mama minta maaf, mama menyesal."

Tidak segampang itu Rasta memaafkan mamanya. Kekecewaan Rasta tidak bisa menghilang begitu saja. Tapi ia tidak bisa meluapkan amarahnya dengan wanita ini. Wanita yang telah melahirkannya, seberapa besar pun kesalahannya.

"Mama jelasin sama aku, kenapa mama ngelakuin itu?" tanya Rasta, suaranya tercekat.

Pelukan mereka terlepas.

Liana meremas kedua tangannya. Ragu-ragu, ia menjawab, "Dari dulu mama nggak suka kamu berhubungan sama Viola, Ta, tapi kamu tetap maksa nikah sama dia."

"Why?" Rasta menahan rasa sesak yang bergumul di dadanya. "Kenapa mama segitu nggak sukanya sama Viola? Viola salah apa sama mama? Dia perempuan yang baik, dia cantik, dia selalu nemenin aku bahkan di saat aku nggak punya apa-apa."

Rasta tak habis pikir, alasan apa yang membuat mamanya sangat membenci Viola. Bahkan berpura-pura baik terhadapnya, berpura-pura sudah menerima dan menyayanginya hanya untuk mendepak dia dari dunianya Rasta. Bukankah itu sangat jahat?

Liana tidak memberi jawaban apapun. Dia hanya diam, menahan isakan sambil sesekali menghapus air matanya.

"Coba mama bayangkan seandainya aku nggak ketemu sama Viola dan anak aku sekarang. Aku akan bertambah menyesal, Ma. Aku hidup berkecukupan tanpa kekurangan, sementara anak aku nggak ikut merasakan harta yang aku miliki."

Liana mengusap-usap bahu Rasta, mencoba menenangkan anak lelakinya.

"Pasti kamu kecewa dan marah banget sama mama. Mama minta maaf, Ta."

Rasta berkata dengan suara tegas, "Yang harus Mama lakukan itu bertemu dan minta maaf sama Viola. Dia yang paling terluka, Ma. Bukan aku."

Liana menghapus air mata di pipi. Tidak mengangguk atau pun menggeleng, dia hanya diam. Nampaknya sangat berat baginya untuk meminta maaf dengan Viola.

Rasta berkali-kali menghela napas. Ia memejam, berusaha mengendalikan emosi yang menguasai dirinya.

"Yang paling membuat aku sedih sekarang ini Viola sudah kehilangan kepercayaan terhadap aku, Ma." Suara Rasta lirih, nyaris seperti bisikan.

Mendengar itu, wajah Liana terangkat. Dia menatap Rasta, lalu mencoba menebak. "Viola nggak mau kembali sama kamu?"

Liana tahu, selama lima tahun ini Rasta tidak pernah benar-benar melupakan wanita itu. Berkali-kali Liana mencoba mendekatkan Rasta dengan wanita pilihannya agar Rasta segera melupakan Viola.

Namun, dengan berbagai alasan, Rasta selalu menolak. Tidak pernah satu kali pun Liana berhasil membuat Rasta berkencan dengan perempuan lain.

Rasta menggeleng lemah. Mengingat kembali jawaban Viola semalam, membuat tenaganya seolah habis tak tersisa terenggut oleh kenyataan pahit.

Merasa sangat lelah, Rasta berjalan gontai ke kamarnya.

Liana terduduk, menghapus jejak air mata di pipi. Ia menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan.

"Kenapa Viola harus hadir lagi di hidupnya Rasta?" Liana menggeram tidak suka.

Kenapa pula Rasta harus mencari tahu tentang Yuda dan kenyataan masa lalu mereka?

Lima tahun ... Teryata waktu lima tahun tidak cukup untuk membuat Rasta berpaling dari Viola. Bahkan sekarang menjadi lebih rumit dengan kehadiran anak kandung Rasta.

**

"Kamu semalam nginep di mana sama Rasta?" Sinta bertanya dengan suara ketus.

Viola, sambil berusaha mengikat rambutnya, menjawab, "Nginep di hotel, Ma."

Sinta kontan melotot. "Hotel? Viola?! Kamu tidur sama Rasta di hotel?"

Viola menghela napas. "Ma ... Aku nggak tidur sama Rasta. Nggak mungkin. Rasta satu kamar sama Vita, aku tidur di kamar lainnya."

Sinta tidak serta merta mempercayai penjelasan Viola. Dia masih menatap curiga. Biar bagaimanapun sikap Rasta, pria itu pernah menjadi lelaki yang sangat dicintai Viola. Bukan tidak mungkin Viola akan tergoda, dan mereka sama-sama khilaf.

"Beneran, Ma..." kata Viola. "Sumpah, aku nggak tidur sekamar sama Rasta, apalagi sampai melakukan hubungan itu."

"Yakin?"

"Ma ... Nggak percayaan banget sih sama aku."

Sinta akhirnya menghela napas. "Ingat ya, Vi, kamu nggak bisa terus dekat sama Rasta. Hubungan Rasta ya hanya dengan Vita saja, kamu lebih baik jauhin dia."

Viola memasukkan ke dalam tas, beberapa barang penting yang akan dia bawa kerja. "Iya, Ma," jawabnya pelan.

Sinta tidak puas dengan jawaban itu, "Mama serius. Sebelum kamu baper lagi sama dia—"

"Nggak lah, Ma." Viola memotong ucapan mamanya, kemudian menggeleng. "Aku sama Rasta nggak akan lebih dari pada sekedar orang tuanya Vita."

"Aku juga mau genapin sebulan aja kerja di tempatnya Rasta, habis itu mau resign. Cari kerja di tempat lain biar gak terus ketemu sama dia tiap hari."

"Bagus deh."

"Aku berangkat kerja sekarang ya, Ma. Titip Vita, kayaknya nanti siang Rasta bakalan ke sini. Mama jangan ngelarang kalau dia mau ngajak Vita pergi."

"Hmmm."

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam. hati-hati, Vi "

...****************...

1
Lilis Yuanita
y kok udhan kiraain blum
ya Allah masih ga jelas aja ini hubungan nya Rasta n Arum
Harwanti Jambi
𝑠𝑒𝑑𝑖ℎ 𝑏𝑎𝑛𝑔𝑒𝑡
Yunita Sophi
mungkin itu jodoh nya Rasta yg udah di siapin othor 🤭😀
Yunita Sophi
thor 👍🏻😍😍
Yunita Sophi
aq tdk setuju maaf ya tante... ada yg lebik baik untuk Viola kok
Yunita Sophi
Viola Naren lah... buat apa suami yg gak percayaan dan ngusir istri malam malam dgn hujan deras
Yunita Sophi
untuk apa balik lg dgn Rasta... ada yg lebih kok malah mau balik dgn mantan..
Yunita Sophi
semoga Naren laki laki yg tulus mencintai ... gak percaya fitnah
Yunita Sophi
di selingkuhin itu sangat sakit luka yg tak berdatah... sampai kapa pun gak akan bisa di lupakan..
Yunita Sophi
ayo Naren di percepat nikah nya yah.. semoga aja Naren menjadi suami dan ayah sambung yg baik dan setia
Yunita Sophi
nah gitu dong Vio... aq suka klo perempuan yg tegas... emang gak ada laki laki lg selain Rasta🌹
Yunita Sophi
readerdi sini semua nya wanita tentu aja gak ada yg setuju klo mereja mau bakinan
Yunita Sophi
gombal bin modus... gak bisa hidup tanpa kamu... selama 5 thn sehat dan normal normal aja tuh...
Yunita Sophi
klo Viola masih mau balikan dgn si Rasta...males banget kaya gak ada laki laki lain yg lebih baik dari dia aja
Yunita Sophi
Liana orang tua yg kurang akhlal...
Yunita Sophi
jgn bodoh kamu Vio kamu balikan lg sama si Rasta... 5 thn dia berbuat apa dan waktu pertama kerja kamu di kerjain habis habian... gak luci aja
Yunita Sophi
semangat thor dan tetap sehat sll....
Yunita Sophi
sangat wsaar klo ibu nya Vita membenci Rasta...
Yunita Sophi
cemburu boleh Rasta... tp selidiki dulu lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!