NovelToon NovelToon
Zandra Van Houten ( Cahaya Untuk Zayd )

Zandra Van Houten ( Cahaya Untuk Zayd )

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Nike Julianti

Cerita tentang dua keluarga hebat, bersatu melalui penerus mereka. Yang mana Zayd, dari keluarga Van Houten. Dan si cantik Cahaya, dari keluarga Zandra...

Ingin tau kisahnya?? Cuss... otewe keun guys🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mimpi Cahaya

"Euhh" terdengar suara lenguhan, Cia yang sejak tadi duduk di sofa. Yang ada di kamar Cahaya, langsung bangun dan mendekat.

"Sayang, bagaimana perasaanmu sekarang?" tanya Cia, perlahan Cahaya membuka kedua matanya.

"Ibuuu" panggilnya lirih, dengan suara bergetar. Cia terkejut, saat melihat Cahaya meneteskan air mata.

"Sayang, hei... kenapa hmm?" tanya Cia, seraya mengusap pelipis Cahaya yang basah. Bukannya menjawab, Cahaya memeluk Cia dan menaruh kepalanya di pangkuan sang ibu. Pecahlah tangisan Cahaya, memuat Cia semakin panik. Namun ia membiarkan putrinya menangis, melepaskan semua beban yang mengganjal di hatinya.

Cia mengusap kepala Cahaya, dengan sayang. Tubuh putrinya terasa bergetar, beberapa bagian tubuhnya terasa basah.

Ceklek

"Sa..

"SSSTTTT" Cia menempelkan jari telunjuknya di bibir, Sigmund langsung menghentikan ucapannya. Namun ia memberi kode, yang berarti tanya kenapa? Cia menggelengkan kepalanya, dia meminta Sigmund untuk menjemput triple. Sigmund mengangguk, ia pun kembali keluar dari kamar Cahaya.

Meski ketiga anaknya sudah besar, Cia masih tak mengijinkan mereka untuk pergi dan pulang tanpa orang rumah. Padahal usia triple, sudah menginjak 15 tahun.

Setelah sekian menit, Cahaya menghentikan tangisannya. Namun ia masih betah, dengan posisinya. Hanya saja, wajahnya kini menghadap ke atas. Cia mengusap kening putrinya, dan menghapus air matanya.

"Ibu..."

"Hmm?"

"Cahaya bertemu dengan Bapak sama ibu, hiks... kenapa ibu ga cerita, kalo bapak sama ibu meninggal karena di bakar warga?"

DEG

Tubuh Cia menegang, ia tak menyangka Cia kan melihat masa lalunya. Masa lalu, dimana orang tua nya di bakar oleh warga desa. Selama ini, Cia merahasiakan penyebab kematian pak Makmur dan bu Indah. Namun ia tetap memberitahukan, bila Cahaya dan abangnya Amar bukanlah putra dan putri kandung nya.

Karena bagaimana pun, saat menikah nanti. Cahaya membutuhkan seorang wali, tentunya Sigmund tak bisa menikahkan putrinya. Sedangkan Amar, ia hanya tau bila orang tuanya meninggal karena warga desa. Di apakan oleh warga desa, Amar tak mengetahui hal tersebut.

"Maafkan ibu sayang, ibu hanya tak ingin menyakiti perasaanmu. Dan juga mengotori hatimu, dengan dendam yang tak berkesudahan. Karena mengetahui, bagaimana kedua orang tua mu meninggal." jawab Cia pada akhirnya

"Sekarang putri ibu Cia dan ibu Indah sudah besar, sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Sudah tau, bila sifat dendam adalah sifatnya setan. Hmm?" Cahaya mengangguk, tetapi air matanya kembali lolos. Rasanya begitu sakit, mengingat bapaknya di fitnah dan di bakar warga. Tak lama dari itu, ia melihat ibunya yang juga di seret dan di bakar di tempat yang sama.

'Astaghfirullah ya Allah' Cahaya menutup kedua matanya, dengan lengan.

"Bu..."

"Kenapa sayang?"

"Bagaimana warga desa sekarang?" tanya Cahaya lagi, Cia menghembuskan nafas panjang

"Beberapa hari setelah insiden pembakaran orang tua mu, Allah yang murka, membalas para warga dengan membumi hanguskan satu desa." jawab Cia, Cahaya menghembuskan nafas panjang. Jujur saja, ada rasa lega di hatinya. Jahat? Mungkin, tapi itu sepadan dengan apa yang telah dilakukan warga pada orang tuanya.

"Sudah lebih baik?" Cahaya mengangguk, Cia mengambilkan minum di dekatnya. Cahaya mendudukkan diri, ia menerima gelas dari sang ibu.

"Terima kasih ibu, sudah menyelamatkan dan membesarkan Cahaya juga aa Amar. Cahaya sayang banget sama ibu, sayang banyak-banyak." Cahaya memeluk erat Cia, Cia tersenyum dan membalas pelukan putrinya.

"Ibu juga sayang Cahaya, bahkan mungkin rasa sayang ibu lebih besar di bandingkan pada si triple." Cahaya mengangguk, ia bisa merasakan hal itu. Karena itulah, ia membalasnya dengan mencintai dan menyayangi ketiga adiknya itu.

"Bagaimana kasus itu bu?" tanya Cahaya, setelah ia ingat. Cia menggelengkan kepalanya, ia mengingat saat si pelaku di seret paksa ke mobil polisi. Karena saat ia mendatangi TKP, bertepatan dengan si pelaku di seret paksa. Setelah sebelumnya dia diminta, untuk melihat kakaknya untuk terakhir kali.

'BAJINGAN KALIAN SEMUA, KALO BUKAN KARENA KALIAN MENEMUKAN KAKAK GUE. KAMI PASTI MASIH BERSAMA, BRENGSEK!!!' pelaku melihat Cahaya, yang sedang tak sadarkan diri. Dengan cepat dan kerasnya, dia melepaskan pegangan polisi. Pelaku berlari dan mengambil batu cukup besar, berniat untuk membenturkan batu itu pada Cahaya.

Beruntung Cia sudah datang, dengan sekali gerakan. Pelaku terpental dan membentur body mobil, dengan begitu keras. Sehingga pelaku, langsung tak sadarkan diri. Warga yang sibuk melihat jenazah, tak melihat kejadian tersebut.

"TEMPATKAN DIA DI SEL, YANG BERISI TAHANAN YANG SAMA-SAMA MENYIMPANG. BIARKAN IA MERASAKAN, BETAPA JIJIKNYA DI PAKSA." ucap Cia dengan suara dinginnya

GLEK

"B-BAIK"

Cahaya menggelengkan kepalanya, tubuhnya merinding. Setiap kali membicarakan orang-orang, yang menyimpang dalam seks nya.

"Apa dunia akan kembali ke jaman jahiliyah bu? Jaman di mana umatnya nabi Luth, berperang dengan kaum LGBT." Cia hanya bisa menghembuskan nafasnya

"Ibu tidak tau, tapi kita sudah hidup di jamannya umat Allah mengerti agama. Masalah mereka yang memiliki kelainan seks, hanya mereka yang bisa mengobatinya. Tentu dengan dukungan dari orang sekitar, kita tidak bisa memaksa. Tapi kita tentunya bisa membedakan, mana yang harus di ikuti dan yang tidak. Alangkah baiknya, bila kita bisa membantu mereka untuk kembali pada kodrat mereka." jawab Cia, Cahaya mengangguk

'Sepertinya pada kasus, yang baru saja aku bantu. Itu akan sulit, karena pelaku sudah sangat terobsesi. Sampai tega, menghilangkan nyawa saudaranya sendiri.'

.

.

"Kak Cahaya" panggil Michio, anak Cia yang lahir terakhir

"Kenapa sayang?" tanya Cahaya, seraya menutup buku nya

"Nih" Cahaya mengerutkan dahi, saat adiknya memberikan satu buket bunga lili putih.

"Dari siapa?" tanya Cahaya, namun enggan menerima bunga itu

"Dari guru Sejarah di sekolah, katanya waktu liat kakak pertama kali udah suka." jawab Chio

"Ade udah bilang, kalo kakak udah punya tunangan?" Chio mengangguk

"Tapi pak Darius bilang, selama janur kuning belum melengkung. Masih ada kesempatan, buat dia mengejar kakak." Cahaya membulatkan kedua bola matanya

'Bahaya banget kalo sampe abang tau ini'

"Kakak ga bisa terima, besok kembaliin sama gurunya ade ya. Katakan maaf, ada hati yang harus di jaga." Chio tersenyum dan mengangguk

"BEREESSS" jawab remaja tampan itu

"Megumi sama Masaru mana?" tanya Cahaya, tumben banget ga kumpul bertiga ade-ade nya ini

"Megumi kerja kelompok di rumah Elviana, kalo Masaru dia latihan sepak bola." jawab Chio

"Kamu kok ga ikut Masaru?" Chio menggelengkan kepalanya

"Malas, pasti ada ulet keket di sana. Hiiii... Masaru pilih keluar dari klub, daripada di deketin ma dia. GATEL SEBADAN-BADAN!!" Cahaya tertawa mendengar ucapan adiknya

"Hati-hati, jangan terlalu benci sama orang. Nanti Allah balikin hati kamu, malah kamu yang bucin nanti." Chio langsung menggelengkan kepalanya cepat

"Kalo sama dia, Chio yakin ga akan kak." jawab Chio, ia melihat ke segala arah. Takut ada yang mendengar nya, lalu mendekatkan diri pada Cahaya.

'Dia udah pernah hubungan suami istri, sama kakak sepupunya.' bisik Chio

"APA?!

...****************...

Jangan lupa masukin ke favorit, like, komen, gift sama vote nya yaaaa ❤️❤️❤️❤️

1
Adi Ningsih
bagus banget
ule_keke (IG: ule_keke26): terima kasih kak🙏
total 1 replies
Salma Suku
Hadir lagi thor
Cia Sanu
luar biasa
ule_keke (IG: ule_keke26): makasih kak❤️
total 1 replies
irena
luar biasa ceritanya thor.. seperti novel novel yg lain yg sudah saya baca thor.. semua bagus bagus ceritamu thor..
ule_keke (IG: ule_keke26): makasih kak❤️
total 1 replies
Ayuk Witanto
ih gemes deh
Ayuk Witanto
wah enaknya
Yati Jenal
bagus bgt gk da lanjutan nya gitu thor
ule_keke (IG: ule_keke26): makasih kak🙏
belum kepikiran😅
total 1 replies
Yati Jenal
trs si pembunuhnya gk di apa apain gitueya
Yati Jenal
🤣🤣🤣 nyai atuh klo buya tau bakal di skor angkat kaki pegang telinga loh 😂😂😂
Yati Jenal
wah nyai pun ternyata jagoan jga 🤣🤣🤣
Yati Jenal
biar ja di ambil jantung nya si Florentina ngeyel di kasih tau benci gue
Yati Jenal
emang ini satu keluarga ajib gk tua gk muda bikin kaku pelut 🤣🤣🤣
Yati Jenal
palelan itu pangeran ya mbul 🤣🤣🤣 jdi ngakak deh
Yati Jenal
ahirnya ketemu jga ma novel ini awal bca keluarga Van Houten lama2 inget jga asik ini anak zara udah gede aja
Sopi Yani
sangat luar biasa
ule_keke (IG: ule_keke26): Makasih kak❤️❤️❤️
total 1 replies
Wiwin Winarti
pasangan terkocak🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Wiwin Winarti
selalu mengikuti author,swmangat terus kak,biar bisa mengeluarkan cerita2 baru lagi🥰🥰🥰🥰
ule_keke (IG: ule_keke26): makasih kak Wiwin❤️
total 1 replies
Tyah Misnifah
👍👍👍
ule_keke (IG: ule_keke26): makasih kak❤️
total 1 replies
Yanuaretnaning Sekar Laras Laras
ih.. sama kayak aku, umur 7tahun kelas 3 SD, bedanya bukan karna jenius... tapi emang kecepatan sekolah🤭🤭
Siti Musyarofah
aku pengen banyak duit biar bisa kayak cahaya😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!