Mengandung konten dewasa 21+
mohon bijak dalam memilih bacaan
Shay terpikat dengan laki laki berkharisma yang sedang membaca koran, terlihat tampan dan kaum hawa dari pelosok manapun akan terpikat oleh pesonanya. Dengan ukuran tubuh yang proposional, badan tegab,kulit sawo matang, kepala sedikit plontos, dan terlihat cool memiliki usaha konter hp walau tidak terlalu besar toko itu termasuk lengkap pelayanan sudah seperti toko hp profesional memiliki 2 orang pegawai yang salah satunya adalah adiknya.
adikya yang baru lulus smk akan tetapi dia juga tertarik dengan shay, dan sudah berulang kali menyatakan perasaannya, shay menjadi bingung mana di antara mereka berdua yang akan menjadi tambatan hatinya, keputusan apa yang akan di ambil ?
setelah sebelumnya shay pernah mengalami kegagalan dalam percintaan dan akhirnya menemukan seorang pengganti yang bertanggung jawab dan mencintainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Sayekti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21.Shay Penasaran Dengan Bos hp
Sudah hampir satu bulan Shay libur kuliah setelah akhir semester, karena kuliah libur dan Shay malas pulang cerpet karena sampai di rumahpun tidak ada yang di ajak ngobrol jadi merasa kesepian. setiap sampai rumah ayah dan ibunya sudah terlelap tidurnya karena jam 2 malam harus bangun untuk belanja ke pasar.
Shay berencana pergi ke toko Rakes sekalian beli pulsa, siapa tau bisa ketemu dengan bos toko hp yang pernah di lihat waktu itu, sambil senyum2 sendir.setelah turun dari bus kota ada perasaan berbeda DEG. Sambil memegang dadanya ada apa ini ya, kok merasa ada yang aneh, berdebar di dada panas, perut mulas, apa jangan2 saya sakit masuk angin ya, Shay bimbang antara lanjut ke toko beli pulsa atau pulang tapi hati kecil dia menyuruh untuk tetap lanjut ke toko akan tetapi ketika mendekati toko itu perasan aneh itu semakin nyata, Shay mampir ke warung rokok untuk membeli minuman dingin sambil mengatur pernapasan.
"Waah, ada angin apa Shay sampai ke toko ini" Aji menyapa dan menggoda Shay yang baru sampai di toko hp.
"Ada angin malam yang menuntunku kemari mas, apa kabar?" sambil mengulurkan tangan ke arah Aji.
"Kabar baik, eh iya...kenalin ini istri saya "sambil menunjuk perempuan berkulit hitam manis yang sedang mengendong bayi berumur 7 bulan di pangkuannya.
"Anak pertama ya mba?" Shay tersenyum ke arah perempuan yang di tunjuk Aji, anak bayi itu tiba2 tangannya mengarah ke Shay dan minta untuk di gendong.
"Anak ke 2 teh, yang perama sudah mau SD"
"ih..... mau ikut tante ya? istrinya Aji mendekat ke tempat shay dan duduk berhadapan dengan istrinya aji, Shay meraih anak lucu itu kemudian meletakkan ke pangkuannya di ajaknya bermain anak bayi yang baru berumur 7 bulan itu.
"Hati2 teh nanti kena ompol dedek" istrinya Aji cemas takut anaknya ngompol di pangkuan Shay.
"Kena ompol ya di cuci ya dek" lengan baju Shay penuh iler anaknya Aji yang keasikan memainkan gelang tangan yang di pakai oleh Shay.
"Rakes lagi nganterin aku yang pertama ke ind***** mumpung dia masih bujang, byr belajar momong anak "kata Aji sambil tersenyum kepada Shay.
"Saya nggak cari Rakes mas, mau beli pulsa kebetulan paket habis" sambil matanya melihat lingkungan toko...tapi tidak ada tanda bahwa orang yang di cari tidak ada di sana.
"Oh kirain mau ketemu Rakes, dua minggu lalu beneran jalan kaki dari mall sampai rumah shay?"Aji mulai mencari tahu apa yang terjadi malam itu.
"Iya, kok mas Aji tau, Rakes cerita ya?" Shay tidak menyangka kalau rakes bisa bocor seperti itu...tidak lama lemudian orang yang di bicarakan sampai ke toko sambil menenteng satu kantong plastik jajanan untuk anak Aji.
"Pantesan telingaku panas, ternyata ada yang ngomongin saya di sini, masuk ke dalam toko saja Shay jangan di luar" Rakes menggeser etalase toko untuk jalan masuk dan tanpa izin langsung menarik tas yang di pundak Shay dan di letakkan di atas meja yang ada di dalam toko.
Istri Aji langsung mengambil anaknya yang sedang di pangku shay ayo dek, kasihan tante shay baru pulang kerja capek, Raka sudah salim sama tante?" istri Aji mengingatkan abaknya untuk bersalaman.
"Belum ma" anak yang dipanggil Raka itu nurut dan mengulurkan tangan untuk salim kepada Shay.
"Raka jajan apa?, tante nggak di bagi?"Shay berusaha menyapa anak manis yang mencium tangan Shay.
"Raka di jajanin om Rakes tante, tante minta sama om Rakes saja...uangnya tadi masih banyak si dompet" sambil sibuk memasukkan makanan ke dalam mulutnya sambil memegang kantong plastik yang di bawa Rakes tadi sudah berpindah tangan.
"Masuk sini, jangan di situ nanti pembelinya takut" kata Rakes dengan muka serius menggoda shay yang masih duduk di luar etalase toko.
" Saya juga pembeli pak, tapi belum di layani sama mas aji" jawab Shay yang belum di layani dari tadi menunggunya.
"Udah nanti saja, ngapain sih pulang buru2, masuk sini" Rakes sambil menarik tangan Shay untuk masuk ke dalam.
"Nggak enak ah, nanti bosmu datang...tolong di isiin pulsaku saja, biyar bisa cepet pulang" Shay meminta untuk segera di isikan pulsanya.
"Jam segini dia nggak akan dateng ke toko, biasanya kalau dateng itu sore sekitar jam 3 sampai habis magrib" jawab Rakes serius ...Aji sibuk ngotak atik hp dan istrinya aji sibuk dengan kedua anaknya.
Akhirnya Shay terlibat obrolan berdua dengan Rakes, sambil melihat keseruan anak Aji yang sebentar2 merapat ke Rakes, anak itu sepertinya sangat dekat dengan Rakes.
Karena sudah dapat jawaban dari Rakes kalau bosnya tidak akan dateng lagi ke toko maka Shay meminta tas yang di bawa Rakes ke dalam toko tadi dan ingin berpamitan pulang karana sudah tau tidak akan datang orang yang di carinya. pupus sudah harapan untuk bertemu pria ganteng pujaan Shay. kalau mau ketemu dia berarti harus dateng sore, sedangkan sore masih di kantor .....tipis harapakuuuuuu .ngapain duduk berlama2 di sini kalau yang di cari nggak bakal ketemu
"Mas tolong tas saya, dan isikan pulsa saya mau pulang dan istirahat" Shay pura2 lelah agar Rakes segera memberikn tasnya
"Masih sore, nanti saja pulangnya....aku nggak mau ambilin tas kamu, masuk aja dan ambil sendiri "Rakes meminta shay untuk mengambil tasnya sendiri di dalam toko
"Yang mindahin ke dalem situ kok saya suruh ambil, dasar tidak bertanggung jawab" Shay mengeluarkan ucapan cabe rawitnya kepada Rakes.
"Raka sayang, tante boleh minta tolong ambilin tas tante yang di meja itu nak?" Shay menunjuk tas warna coklat yang ada di atas meja. anak yang si auruh itu menghampirin tas yang di maksud shay tapi sebelum menyentuh tas itu tiba2 dia melihat ke arah Rakes.
"Raka masih mau di jajanin sama om nggak? kalau Raka ambil tas itu besuk2 om nggak mau ajak Raka ke ind**** lagi, duitnya om masih banyak" Rakes memberikan peringatan kepada anak kecil itu yang akhirnya mundurvlagi dan tidal jadi mengambil tas yang di minta olah Shay.
Anak itu jadi bingung dan tidak jadi mengambil tas karena dapat ancaman dari Rakes....dia hanya melihat ke arah om dan tante bergantian....dan akhirnya malah meninggalkan tas itu dan kembali ke tempat adik dan ibunya berada. anak itu begitu cerdas jadi lebih nurut kepada Rakes dari pada Shay sendiri.
keren
sukses
semangat
Alhamdulillah,Melly kasi saran baik jadi kabur nya ke umi
lha ini mau ke Bali , 🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑
berani sosor bibir 🙄
konflik ditunggu 🤭
JGN SAMPAI LO KTEMU ARMAN, HATI LO LEMAH, DN MAU DI RAYU DN DICIUM ARMAN LAGI
TU BOSS KYK SENGAJA TK KASIH SHAY RESIGN, KN BISA PASANG INFO LOKER BUAT KARYAWAN BARU..