NovelToon NovelToon
Bosku Perawan Tua

Bosku Perawan Tua

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Wanita Karir / Romansa / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: dtyas

Sarah dan Arya, pernah kecewa akan cinta lalu dipersatukan sebagai Direktur dan asisten pribadi. Sifat Sarah yang tegas dan perfeksionis bertentangan dengan Arya yang cengengesan dan masih kinyis-kinyis alias berondong.

Disebabkan oleh kondisi, Arya pun hanya pasrah ketika Sarah memanfaatkannya. Bukan hanya diakui sebagai asisten priadi, Arya dikenalkan sebagai kekasihnya.

===

“Mana mungkin aku suka dengan bocah polos begitu.” -- Sarah Alesha --

“Cinta itu buta bahkan kadang juga tuli, seperti aku yang klepek-klepek padamu seakan tidak mendengar ocehan mulutmu yang memekakkan telinga.” -- Arya Bimantara --

Follow IG : dtyas_dtyas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 21 ~ Tidak Waras

Arya menatap Sarah dan Ares bergantian, tentu saja dia resah dan khawatir kalau identitasnya akan terbongkar. Setelah ini ia akan menemui Ares dan membuat perhitungan karena sudah berani menyapa Sarah walaupun pertemuan ini mungkin tidak sengaja.

“Iya Bu, saya pastikan dulu Felix tidak cari ibu ke sini,” ujar Arya berdalih tidak ingin meninggalkan Sarah dengan Ares.

“Sepertinya Ibu Sarah akan pergi, kalau begitu saya permisi,” pamit Ares lalu mengangguk pada Sarah dan sempat melirik Arya.

“Ayo,” ajak Sarah, tapi Arya masih terpaku di tempat menatap punggung Ares yang memasuki restoran. “Ayo,” ajak Sarah lagi sambil menarik tangan Arya.

 Pasangan itu sudah berada dalam mobil kembali ke kantor. Sarah terlihat sibuk dengan ponsel dan tablet, sedangkan Arya selain fokus pada kemudi ia berencana akan menemui sang kakak malam ini. Kebebasannya bisa berhenti jika identitas terbongkar dan Sarah belum tentu welcome seperti sekarang kalau tahu dibohongi. Apalagi wanita itu sudah mulai mengisi hari-hari Arya dan gairah dan semangat kerja Arya meningkat berkali lipat.

“Bu, nanti malam jangan lembur ya. Saya ada keperluan jadi antar ibu nggak bisa kemalaman.”

“Keperluan dengan pacar kamu?”

Arya terkekeh mendengar pertanyaan Sarah, sempat menoleh ke belakang saat berhenti karena lampu lalu lintas.

“Bu Sarah gimana sih, pacar saya ‘kan ibu. Kita sudah direstui oleh orangtua bu Sarah loh,” seru Arya. “Kapan kita kencan Bu, nggak sabar nih nerusin yang tadi.”

“Yang tadi apa maksud kamu?”

“Ck, masa lupa sih.”

“Baiknya kamu fokus mengemudi deh, dari pada nanti nabrak karena isi kepala kamu mesum,” titah Sarah dan Arya hanya senyam senyum tidak jelas.

“Ibu juga senang aku mesumin,” gumam Arya.

“Eh, bilang apa kamu?”

“Sudah Bu, saya harus fokus nih. Ibu marah-marah malah tambah menggemaskan, jadi pengen ngurung ibu di kamar.”

“Arya!!”

***

Arya mengantar Sarah sampai ke unitnya. Bahkan langsung menyajikan makan malam yang sempat dibeli saat dalam perjalanan. Sedangkan Sarah sejak tadi memasang wajah datar, entah mengapa dia merasa kesal karena Arya izin ada keperluan.

Dalam benaknya Arya pasti ingin menemui seseorang dan sudah pasti perempuan, lebih muda bahkan mungkin lebih cantik dari dirinya.

“Mau saya buatkan teh sekalian atau ….”

“Tidak perlu, saya butuh air mineral saja siapa tahu bisa awet muda.”

“Bu Sarah memang awet muda kok,” ujar Arya belum menyadari kalau Sarah mungkin saja sedang … cemburu.

Pria itu mengambilkan air mineral dalam lemari es dan meletakan di hadapan Sarah yang sedang menikmati makan malamnya.

“Istirahat Bu, jangan lanjut lembur.”

“Kamu kenapa nggak beli makan sekalian sih, atau mau makan malam di luar?”

Arya menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Sarah di meja makan. Sejak bertemu Ares, wanita itu selalu ketus dan marah-marah. Padahal tidak ada pekerjaan yang dilakukan sudah sesuai dan tidak ada yang salah.

“Jangan marah-marah terus, nanti ….”

“Cepat tua? Aku memang sudah tua, kamu baru sadar atau gimana? Jangan-jangan waktu kamu dengan yakin menyanggupi menikah denganku lagi nggak sadar,” sentak Sarah setelah meletakan sendoknya.

“Astaga,” ucap Arya sambil mengusap dadanya. “Saya sadar Bu, sesadar-sadarnya. Tadi saya sudah bilang kalau ibu marah-marah itu tambah menggemaskan. Nggak paham amat sih,” ujar Arya lalu beranjak dari kursinya dan menghampiri Sarah.

“Kamu mau apa?” tanya Sarah karena Arya sudah berdiri di sampingnya dan menatap dengan tatapan nyalang.

Arya menelan salivanya memandang bibir wanita itu, kemudian menunduk dan menangkup wajah Sarah lalu melummat bibirnya. Mata Sarah terbelalak karena tidak menduga Arya akan melakukan hal itu.

Kalau sebelumnya Sarah tidak merespon, kali ini dia menyambut. Pandangannya perlahan meredup dan memberi celah untuk Arya mengeksplorasi lebih dengan pagutannya.

“Hahh.” Arya menghela nafasnya saat melepaskan pagutan karena nafas Sarah terengah-engah.

“Ingat ya Bu, kalau marah-marah nggak jelas lagi saya kasih hukuman kayak tadi. Hukuman enak kok,” ancam Arya.

“Kamu jangan kurang ajar.”

“Kurang ajar kalau ibu nolak, tapi Ibu nikmatin juga ‘kan?”

Sarah sudah berdiri dan akan mendorong tubuh Arya, tapi pria itu bisa membaca gerakan Sarah. Arya langsung menahan kedua tangan Sarah dan menarik tubuh ramping itu ke dalam pelukan.

“Arya, lepas!” Sarah berontak, tapi Arya semakin mengeratkan pelukannya.

“Saya akan temui seseorang dan orang itu laki-laki, Ibu nggak usah cemburu dan lanjutkan makan sampai habis. Kalau kangen bisa telpon, besok pagi saya sudah ke sini lagi kok.”

“Siapa yang cemburu,” ucap Sarah kembali duduk dan melanjutkan menikmati makan malamnya.

Arya pamit pulang dan sempat mengusap kepala Sarah. Katakanlah dia kurang ajar, bagaimanapun Sarah lebih tua darinya. Namun, dia lakukan itu untuk memberi kenyamanan pada Sarah.

Akhirnya Arya tiba di lokasi. Sudah memastikan keberadaan Ares ada di apartemen dan Doni pun sudah menunggu kedatangan Arya di lobby.

“Mas Arya,” panggil Doni.

“Kak Ares sudah pulang?”

“Sudah Mas, ada di atas tapi sama istrinya.”

“Hah, masih akur? Kirain udah bubar,” seru Arya lagi sambil berjalan menuju lift bersama Doni.

“Bubar gimana, mereka mau punya anak. Istrinya Pak Ares sedang hamil.”

“Mereka dijodohkan oleh Papi, kirain nggak bakal langgeng.”

Arya dan Doni sudah berada di depan unit apartemen Ares. Bel sudah dua kali ditekan, tapi belum ada pergerakan pintu terbuka.

“Lo yakin Kak Ares sudah pulang?”

“Yakin Mas, ‘kan saya ikuti sampai sini dari kantor.”

Pintu apartemen pun dibuka, Ares berdiri dengan penampilan agak berantakan dengan memakai celana pendek dan bertel4njang dada. Arya dan Doni saling tatap kemudian kembali menatap Ares.

“Mau apa kalian?”

Arya berdecak lalu mendorong tubuh Ares dan memasuki apartemen. Doni tersenyum lalu menganggukkan kepalanya, Ares memberi kode agar ikut masuk.

“Kita perlu bicara Kak, tapi kayaknya lagi nanggung ya,” ujar Arya lalu terkekeh. “Selesaikan dulu lah, kita bisa nunggu kok,” ujarnya lagi.

Ares menuju kamarnya, tidak lama kembali sudah dengan pakaian lengkap.

“Dih cepet amat sih. Kakak ipar mana, katanya dia tinggal di sini juga?” tanya Arya, tapi dihiraukan oleh Ares.

“Mau bicara apa, aku tidak ada banyak waktu.” Ares duduk di sofa berada hadapan dengan Arya, sedangkan Doni di samping Arya dengan berjarak.

“Jangan muncul lagi di depan Ibu Sarah, apalagi sampai membocorkan identitasku.”

Ares mendengus mendengar pernyataan Arya.

“Aku serius Kak dan aku akan menikah dengan Bu Sarah,” tutur Arya.

“Arya, apa kamu sudah tidak waras?”

 

1
R Melda
terima nasib mu doni🤭🤭🤭
bunda DF 💞
bikin ketawaa,, asiik ceritanya
R Melda
dasar otak mesum😅😅😅
R Melda
boro² bangunin sarah🤣🤣🤣🤣
Relimawati Sihombing
terimakasih bagus ceritanya sukses lh
Camera Gaming
ya Alloh Arya gesrek bgt 😄😄😄
Camera Gaming
baru tau kalo tonggeret semacam ulat bulu🤣🤣🤣
Camera Gaming
aku malah baru baca ,ug ke 2 si yg pertama malah baca kisah anaknya yg bungsu🤭 maaf y thor aku baru nemu karyamu thor🙏
Ridwani
👍👍👍
Rahmawati
bagus bgt
gina altira
nah kan bener, Arya anak Orang kaya
gina altira
jd mikir klo sebenernya Arya itu anak orang kaya juga
gina altira
Lanjut aktingnya
gina altira
Aryaaa yang sabar yaaa
Mefazha ghania
ada bab yg mengrh kalo nela tau siapa arya..
Sri Udaningsih Widjaya
Luar biasa kak
Ellya Sari
🤣🤣🤣
Siska Febriana
bagus
Maya Mawardi
suka ceritanya
Maya Mawardi
asli bagus ceritanya....i love u MBK author sehat selalu
dtyas (ig : dtyas_dtyas): aamiin, terima kasih sudah mampir kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!