NovelToon NovelToon
Kupu Malam Sang Ajudan

Kupu Malam Sang Ajudan

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Kehidupan Tentara / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Disfungsi Ereksi / PSK / Tamat
Popularitas:307.7k
Nilai: 5
Nama Author: NaraY

Cinta adalah sebuah anugerah dari Sang Pemberi Hidup namun terkadang manusia bisa salah melabuhkan cinta. Tapi bagaimana jika sebuah kesalahan fatal malah bisa mengartikan kata cinta?

Dalam sebuah tugas.. sang ajudan menemani istri muda sang jenderal yang ternyata adalah seorang 'kupu malam'.

A. Kesalahan dari pertemuan itu akhirnya membuatnya memahami arti hidup yang sesungguhnya dan dari kehidupan baru ini pula dirinya mengenal arti cinta dan sabar

B. Kisah masa lalunya yang tiba-tiba saja kembali benar-benar menghantam rumah tangganya di saat sang istri tengah mengandung buah hatinya. Mampukah situasi kembali membaik atau akan terpisah karena hadirnya sang mantan.

***
Tidak membawa unsur SARA saat berkomentar, apalagi membawa instansi tertentu, harap mengikuti alur cerita dan bagi yang tidak tahan konflik harap SKIP.

Cerita hanya rekayasa dalam karya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Di dekatkan karena musibah.

Nadilla menutup seluruh jendela, tidak biasanya udara begitu dingin. Angin pun bertiup kencang dari segala arah. "Ada apa ya? Kenapa angin kencang sekali." Nadilla langsung menggendong bayi kecilnya dan menunggu di ruang tamu.

braaakk..

Terdengar suara benda jatuh menimpa atap rumah. Tak lama hujan turun membasahi bumi.

"Aaaaaa.."

"Naad..!!!" Bang Alden yang baru datang segera mencari Nadilla di dalam rumah. "Kalian nggak apa-apa??"

"Nggak apa-apa bagaimana?? Nadilla takut rumah ini roboh. Apa yang jatuh di atas atap??"

"Buah kelapa, jatuh terkena genteng." Jawab Bang Alden.

"Hhh.. di tebang saja..!!" Kata Nadilla.

"Tuhankuuu kita ini harus keluar dari rumah.. cari tempat yang aman, ada angin ****** beliung. Jangan ributkan pohon kelapa..!!!!"

gubraaaakk..

"Menunduk..!!!!" Bang Alden sedikit menekan kepala Nadilla, angin semakin kencang berhembus.

"Maass.. pantangan menekan kepala orang." Protes Nadilla.

"Pilih saya tekan kepalamu atau kayu di atas ini yang menekan kepalamu????" Bentak Bang Alden.

Mau tidak mau Nadilla menunduk saat Bang Alden memintanya berlindung di sudut ruangan yang lebih aman.

Secepatnya Bang Alden membereskan perlengkapan bayi milik Rhaken.

bruugghh..

"Aaaaaa...." Pekik Nadilla.

"Naaadd.. bagaimana disana??" Tanya Bang Alden masih membereskan seluruh perlengkapan.

"Atapnya roboh Mas." Jawab Nadia.

"Astagfirullah.." Bang Alden menghampiri Nadilla lalu memeluknya. "Ayo kita keluar pelan-pelan..!!"

Begitu membuka pintu, angin masih berputar-putar menerbangkan segala apa yang ada. Bang Alden menjegal kaki Nadilla lalu mengarahkan agar gadis itu berbaring di bawahnya dan ia sendiri melindungi tubuh Nadilla dan bayi kecilnya di bawah penjagaannya dalam posisi mengambang dengan tumpuan siku dan kaki mirip seperti posisi plank

Banyak benda berserakan hingga jatuh menimpa tubuh Bang Alden.

"Ughh.." Bang Alden memercing merasakan sakit namun demi buah hatinya, apapun akan di lakukannya.

Tak lama angin mereda meskipun masih menyisakan hembusan yang cukup kuat.

"Dantoon..!!" Beberapa orang anggota mencari Bang Alden di rumahnya.

"Saya disini..!!" Jawabnya kemudian mengangkat tubuhnya, tak lupa ia menutup rok Nadilla karena para anggota sudah berjalan menuju ke arahnya.

"Ijin Danton, ada yang bisa kami bantu?"

"Nanti tolong cek keadaan rumah saya.. bagian kayu yang lapuk segera diperbaiki. Apakah kantor kompi dan gedung ikut roboh??" Tanya Bang Alden sambil membantu Nadilla untuk berdiri.

"Siap Dan..!!"

...

Angin memporak-porandakan lingkungan sekitar sampai banyak rumah yang rusak akibat terjangan angin. Listrik pun padam total.

Nampak Bang Alden sedang berunding dengan para anggota lain tentang kerusakan parah yang terjadi di lingkungan mereka.

"Bagaimana ini? Rumah kita masih roboh tapi warga masyarakat juga butuh bantuan." Kata Bang Argo.

"Di bagi dua kelompok, sebagian tinggal disini dan sebagian membantu warga.. bergantian seperti itu sampai selesai..!!" Arahan Bang Alden pada para anggota. "Keadaan rusak sangat parah. Buat dapur umum..!!"

Bang Alden memantau para anggota yang sedang membangun tenda darurat. Para anggota dan keluarga juga harus berbesar hati dan mengalah sebab sebagian tenda pun di pergunakan untuk warga masyarakat sekitar.

"Saya ada tenda sendiri. Biar saya tempati tenda saya sendiri..!!" Kata Bang Alden.

...

Bang Alden melihat keadaan Nadilla dan bayinya, baru saja terlahir ke dunia bayinya itu sudah harus menerima berbagai macam cobaan. Di dalam tenda itu Nadilla sedang tertidur dan bayi kecilnya bermain sendirian tanpa tangisan.

"Aduuhh.. kasihan sekali jagoan Papa..!! Main sendirian ya nak, ayo sini ikut Papa..!!" Bang Alden menggendong bayinya. Di ciumnya pipi baby Rhaken, masih ada wangi khas bayi yang menenangkan. "Jangan nangis ya, biar Mama tidur.. kasihan Mama capek..!!"

Selama beberapa menit Bang Alden bermain dengan putranya sampai akhirnya ia melihat luka di sekitar kaki Nadilla.

"Sudah tau luka begini, kenapa tidak bilang??" Gumam Bang Alden kemudian mengambil tas yang masih bisa tergapai dalam jangkauannya.

Pelan-pelan Bang Alden mengeluarkan obat dalam kantong P3K kemudian segera mengobati luka Nadilla.

"Eeghmm.." lenguh kecil Nadilla terdengar manja di telinga, apalagi geliat tubuhnya sedikit mempengaruhi naluri laki-laki seorang Letnan Alden. "Cckk.. apa nih Maaas.. perih."

"Sebentar, saya obati kakimu." Kata Bang Alden.

"Nadilla nggak apa-apa." Nadilla menyingkirkan kakinya karena memang lukanya sangat perih untuk di rasakan.

"Biar saya obati, lukanya lumayan dalam. Kalau tidak di obati kamu bisa demam. Sekarang saja badanmu sudah demam." Bang Alden kembali menarik kaki Nadilla dan mengoleskan obat di kakinya.

:

Karena musibah tak terduga ini seluruh anggota bahkan keluarga ikut sibuk termasuk Bang Alden. Ia benar-benar memastikan keadaan seluruh anggota beserta keluarga terjamin.

"Apa ada yang belum makan?? Jangan sampai ada yang belum makan ya, kesehatan itu nomer satu. Cuaca sedang buruk, kita harus pandai jaga kesehatan..!!" Ucapnya pada seluruh anggota dan keluarga tapi dirinya sendiri belum sempat makan. Tak hanya itu, Bang Alden juga membagikan vitamin untuk anggota nya.

"Ijin Danton..!! Sebaiknya Danton makan dulu..!!" Kata seorang ajudannya.

"Kamu duluan.. saya gampang..!!" Tolak Bang Alden tapi kemudian kepalanya tiba-tiba terasa pening.

Beberapa anggota segera membantu Dantonnya yang tiba-tiba kesehatan nya nge-drop lalu membawanya ke tenda.

"Ijin ibu..!!"

Nadilla membuka penutup tendanya dan melihat Bang Alden sudah di gotong beberapa orang rekan anggota.

"Biar disini saja om. Terima kasih, nanti saya yang rawat Mas Alden." Kata Nadilla.

~

"Sakiit dek.. pelaan..!!" Bang Alden sampai menggelinjang, punggungnya terluka dan memar akibat terhantam benda-benda yang berserakan akibat angin ****** beliung.

"Tahan sedikit..!! Tentara apa nih, tidak tahan sakit..!!" Ledek Nadilla sambil mengoles salep luka dan memar di punggung Bang Alden.

"Tentara juga manusia. Bisa sakit.. bisa lelah juga." Jawab Bang Alden sedang malas ribut.

"Coba balik badan..!!" Pinta Nadilla. Ia melihat bekas luka di sekitar perut sixpack Bang Alden. "Mas Al oles sendiri saja..!!" Kata Nadilla.

"Kamu saja sekalian. Jangankan mau lihat perut, bangun saja rasanya badan saya remuk..!!" Pinta Bang Alden terus menatap wajah Nadilla.

Akhirnya Nadilla memencet tube salep itu lalu mengoleskan lembut di perut Bang Alden.

Sedikit terasa nyeri karena sedari tadi Bang Alden lebih banyak beraktivitas menggunakan otot perut. "Eghh..!!"

Nadilla menarik tangannya, ia sedikit khawatir karena Bang Alden sepertinya merintih kesakitan. "Nadilla nggak mau lagii aahh.."

"Kenapa?" Tanya Bang Alden.

"Takut salah tekan, Nanti Mas Al sakit." Jawab Nadilla.

"Yang ada juga saya yang salah tekan."

Nadilla pun bingung tidak bisa menebak arah pembicaraan Bang Alden.

.

.

.

.

1
Ghiffari Zaka
AQ sukaaaaaa bngt semua novel mbk Nara,semangat mbk ....💪💪
Wahyu Kasep
hei Thor kalau gak mau di protes mending gak usah bikin cerita

sue looo
Surati
semangat thor 💪🙏🏻
Surati
bagus ceritanya 👍👍 sangat suka dgn ceritamu thor🙏🏻🙏🏻
Tiffany_Afnan
Allahu kariimm.. jadi Nobar adegan biru 😆🤣🤭
Tiffany_Afnan
ngeyel teroooss... 🤣🤣🤣🤣 "Langka" emang kalian tu..
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
🤣🤣🤣🤣🤣
Mira Lusia
njelei tenan ko bocah 2 iki🤪🤪
Mira Lusia
iki wedok do ngopo sih..bukane terpelajar kok kekanak2an ya..
Mira Lusia
cium aja kenapa bang al
Mira Lusia
gek kroso yo bang
Mira Lusia
janji beneran gak nih baanngg
Mira Lusia
semangat ya leaa. 🥰
Mira Lusia
hubungan macam bang al dan syandrina inilah yg dulu tetsaji didepan mata..jadi ya percaya aja nek ada pak tentara yg mendua hati
Mira Lusia
hanya napsu bang al..
Mira Lusia
mau terus baca takut ikut sakit hati..tapi penasaran juga..bismilah aja laahh..😁
Mira Lusia: lanjut dong mbakk🥰🥰
total 2 replies
Lilin Ratna
cerita Kk Nay selalu KEREN THE BEST LAH
Ersa
Luar biasa
syamsul anam
cerita kehamilan e kok podo ae karo lea..
Yana Septiana
ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!