NovelToon NovelToon
Bos, I Love You

Bos, I Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Supernatural / Cintamanis / Patahhati / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:265.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: della meyna

Alissa Moon seorang yatim piatu yang tumbuh di sebuah panti asuhan, ia memiliki kecerdasaan yang luar biasa hingga mampu menghidupkan dirinya sendiri semenjak remaja, berkat beasiswa yang di dapatkan, Alissa telah menyelesaikan pendidikan diusia dini. Selain itu, Alissa memiliki kelebihan berbeda, gadis itu bisa membaca masa lalu dan mengetahui masa depan seseorang.

Hingga suatu waktu, Alissa di hadapkan pada hubungan sepasang kekasih yang pelik, Alrescha Nero sangat mencintai Arabella Kalista, kekasihnya. Sayangnya gadis itu tidak mencintai Alrescha, ia menyukai saudara tirinya bernama Georgi Nero, membuat Alissa percaya di dunia ini manusia adalah makhluk yang tidak tahu diri dan paling egois.

Namun hal tak terduga terjadi, Alissa tidak bisa melihat dan membaca masa depan serta masa lalu Alrescha, namun anehnya setiap kali pria itu berada dalam bahaya, Alissa selalu ada disana, terjerat di dalam takdir yang membuatnya terjebak untuk melindunginya, hingga akirnya Alissa mencinta Alrescha sekalipun ia sadar, jika pria itu masih bertahan pad Arabella yang sudah mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon della meyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[Episode : 21] Jangan sentuh Alrescha.

Beberapa orang memasuki kamar hotel tempat Alisaa hilang kesadaran, mereka semua menyamar sebagai pelayan Hotel dan bersiap-siap untuk membawa Alissa pergi, dan mereka keluar dari pintu balkon yang ada di samping kamar Hotel, solah ada sesuatu yang menanti disana.

Dan ya, sebuah Helikopter telah menanti bahkan siap menaiki Alissa keatasnya, Alisaa yang berhasil di bawa pergi membuat seorang pria tersenyum kecut, lantaran wanita yang katanya bisa membuat Alrescha Nero berjaya ada di dalam genggaman tanganya.

Ya, pria itu adalah Georgi Nero yang menculik Alissa, dan ingin mengambil Alissa dari Alrescha. Tentu Georgi sudah menyiapkan obat untuk memanipulasi igatan Alissa yang sudah lulus uji dan amat ampun untuk di berikan pada seseorang.

“Bagunkan dia” perintah pria itu kepada anak buahnya untuk membangunkan Alissa, membuat mereka memberikan penawar rancun bius dengan sebuah suntikan di leher gadis itu.

Beberapa saat kemudian akirnya Alissa megerjapkan mata dengan rasa pusing yang mendera kepalanya, Alissa melihat seorang pria yang tidak asing di kedua matanya hingga membuat gadis itu menajamkan mata penuh ketidak sukaan.

“Kenapa kau menculik ku” ketus gadis itu saat memegang kepalanya.

Membuat Georgi berdecak kagum jika kalimat itu yang keluar untuk pertama kalinya, padahal Georgi sudah mengira ia seperti wanita yang akan kepanikan, dan berteriak “Simana aku” “Siapa kau” “Kenapa aku disini” dengan segala hal yang mungkin bisa mengakses kepanikan seorang wanita.

Tapi sekarang lihatlah gadis itu, ia amat tenang dari perkiraan, seolah memang sudah mengetahui hal ini akan terjadi, jika Georgi menculik dirinya. Alissa yang terus saja menetralkan rasa pusing di kepala itu, di buat kaku saat Georgi Nero mendekatkan wajahnya untuk menyelisik kedua mata Alissa.

“Tadinya aku fikir kau gadis yang mudah di takut-takuti. Tapi siapa yang mengira kau lebih tenang dari yang aku bayangkan, bagaimana kau tahu dirimu tengah menjadi sandraan ku Nona Alissa” ucap Georgi seraya tersenyum getir kearah Alissa.

Membuat gadis itu terdiam atas perkataan Georgi yang bisa di katakan sangat rasioal baginya, sungguh pria licik dan penuh iri ini, sangat pintar dari yang Alissa bayangkan, bahkan ribuan orang yang Alissa kenali, hanya akan mengabaikan hal seperti itu darinya, sedangkaan Georgi Nero, amat teliti dan penuh perhitungan.

“Hah” decak Alissa ketika memalingkan wajah kearah Georgi, bahkan ia seperti menghina penuh sindiran hingga wajah tenang pria itu penuh akan suram. “Kau fikir kenapa?” tanya Alissa saat memandangi wajahnya, namun Georgi hanya diam lantaran enggan menjawab pertanyaannya. “Tentu saja karna aku sudah mengetahuinya” terus Alissa kehadapan pria itu.

Gadis itu melipat kedua tanganya seoalah bersikap angkuh di hadapan Georgi, ia bahkan memalingkan mata kearah samping ketika melihat dirinya tengah berada di ketinggian, semaksimal mungkin Alissa menyembunyikaan ketakutanya, dan menepis rasa sakit yang mendera. “Aku bukan wanita yang bisa kau sama ratakan dengan wanita lain Tuan Georgi, bahkan aku bisa mengetahui keseluruhaan dirimu hanya bertatap mata satu kali” ucap Alissa kepada pria itu, membuat Georgi menajamkan mata atas penuturan Alissa barusan.

“Siapa kau sebenarnya?” bentak pria itu dengan suara mengancam.

“Aku?” tunjuk Alissa kepada dirinya sendiri.

“Tentu saja Alissa Moon, aku hanyalah wanita biasa” jelasnya dengan sikap santai.

“Jangan bercanda dengan ku” geram Georgi saat mencengkram lengan Alissa, bahkan ia membuat gadis itu menegadah menatap gurat kesal di wajahnya. “Kau fikir aku bisa kau bodohi, Ha” bentaknya dengan pancaran mata tajam hingga membuat Alissa seperti hilang kendali, namun ia terus bertahan sebab hanya ini jalan satu-satunya untuk menyelamatkan Alrescha.

“Lalu? Apa kau fikir aku bercanda dengan mu” balas gadis itu dengan penuh pertentangan. “Aku tahu kau sangat iri terhadap Alrescha Nero, dan aku tahu kau memanfaatkan Arabella untuk membodohi pria itu, dan aku juga tahu Arabella sebenarnya mencintaimu, dan kau memanfaatkan gadis itu untuk menjebak Alrescha. Sekarang bagaimana rasanya tuan Georgi, saat rencana bertahun-tahun kau susun dengan rapi, pada akirnya kandas dan gagal dengan sia-sia, bahkan Alrescha mendapatkan saham keluarga Nero dan perusahaanya hampir menguasai setengah kekayaan Tuan Nero, sedangkan dirimu. Masih saja menjadi bawahan tanpa hasil apapun”

“Siapa kau sebenarnya” teriak pria itu hingga membuat Alissa terpaku oleh emosinya, bahkan lengan Alissa mungkin sudah memerah akibat cengraman tangan pria itu.

“Lepaskan tanganku” tegas Alissa hingga menepis tubuh Georgi. “Aku hanya mempergingati dirimu, untuk menghentikan tindakan ini terhadap Alrescha” ancam Alissa hingga membuat mata Georgi menyipit. “Kau tidak lupa bukan ayahmu sangat menghargaiku” tanya Alissa kearah Georgi, membuat gadis itu terkekeh saat wajah bingung lawan bicaranya mampu ia akses. “Bagimu aku mungkin seperti wanita yang bisa kau kendalikan, tapi bagiku, kau seperti musuh yang mudah aku lumpuhkan”

“Jangan banyak bicara dengan ku, aku bahkan tidak bertemu dua atau tiga orang sepertimu. Dan sudah banyak orang beromong kosong hingga pada akirnya mampu aku taklukan, bahkan untuk melenyapkan nyawamu saja adalah hal yang mudah” balas Georgi kepada gadis itu, namun sekali lagi Alissa bersikap santai seolah ia tidak takut sama sekali.

“Biar aku katakan padamu, membunuhku hanya akan membuat mu kehilangan semuanya, dan menyentuh Alrescha Nero akan membuatmu berurusan dengan diriku, dan aku bukan gadis yang akan memberi ampun pada siapapun yang menyentuh orang terdekatku”

“Orang terdekat” hina Georgi kepada Alissa, ia bahkan seperti tidak percaya wanita itu masih menyombong di detik kehancuran dirinya. "Apa alrescha mengangapmu sepenting itu?” terusnya sekali lagi.

Membuat Alissa terdiam, namun ia tidak boleh kalah oleh Georgi Nero. “Tentu saja, buktinya ia pergi ke tempat itu saat pesan ancaman kau kirimkan. Bahkan tanpa memikirkan nyawanya sendiri, ia mau berkorban untuk ku, tidakah kau fikir jika aku juga sesuatu untuknya” sontak perkataan Alissa membuat Georgi bungkam, bahkan ia terpana dengan penuh kaget jika wanita ini mengetahuinya.

“Aku adalah pengacara senior yang 10 tahun lalu pernah membantu ayahmu dengan sengketa lahan dan kasus pencucian uang yang menjerat namanya. Tapi lupakan tentang itu, aku memiliki akses pribadi dengan Tuan Besar Nero, bahkan aku memiliki izin resmi untuk memutuskan siapapun yang menjadi ahli waris selanjutnya dari keluarga Nero, bahkan tanpa tanda tanganku kau tidak akan bisa menjadi ahli waris itu Tuan Georgi. Dan sebelum kau melaksanakan aksi, apa kau fikir aku akan berdiam diri menerima dan menunggu, aku bahkan sudah menyiapkan bom waktu untuk kehancuranmu. Pembuhunah Alrescha Nero, Pengelapan Dana perusahaan, pengedaran obatan terlarang, permainan bawah tanah yang ilegal, hingga…” perlahan Alissa mendekatkan dirinya kepada Georgi. “Pelecehan Sexual terhadap siswi SMA ketika kau mabuk 3 tahun lalu” sontak mata Georgi membulat secara sempurna seolah ia tidak menyangka rentetan kejahatanya di sampaikan dengan sangat apik.

“Kau!” bentak Geogri dengan tidak terima.

“Kau harusnya sadar diri!” kejar Alissa dengan penuh perlawanan, ia bahkan menajamkan mata dengan jari telunjuk yang ia tancapkan dengan tegas tepadanya. “Aku masih menoleransi seluruh kejahatan itu, tanpa ikut campur dalam masalah mu, karna aku percaya Tuhan akan membalas semua kejahatan itu dan suatu saat kau akan menerima hukuman. Tapi ternyata aku salah, membiarkan orang sepertimu hidup, hanya terus merusak peradaban manusia” hina Alissa dengan mata menajam penuh akan ancama dan kejijikan.

“Dan saat ini, kontrol orang mu yang akan membunuh Alrescha, jika saja ia terluka maka aku tidak akan segan-segan lagi. Bahkan saat aku matipun, semuanya akan berjalan dengan buruk kearah mu, orang ku sudah bersiap-siap mengeluarkan seluruh rentetan kejahatan itu, akses pribadiku kepada Tuan Besar Nero sudah aku siagakan, dan bahkan seluruh bukti hampir saja sampai ke tangan ayah mu, jika ia tahu anak pertama dari pernikahannya dengan istri yang ia cintai di bunuh oleh anak pembantu yang tidak tahu diri, apa kau yakin hidup adik dan ibumu akan baik setelah itu”

Plak…..

Sebuah tamparan dengan tangan kosong di layangkaan ke wajah Alissa, bahkan sepercik darah mengalir segar di sudut bibirnya, pipi gadis itu sudah memerah dengan tamparan keras yang di berikan oleh Georgi padanya. Bahkan kaki Alissa hampir gemetar tak karuan saat lawan yang berbeda gender memainkan kekerasan fisik melawan dirinya.

Namun bukan Alissa yang tidak tahan akan siksaan ini, dan bahkan baru kali ini darahnya mendidih saat Alrescha di perlakukan seperti itu, bagaimana tida pria itu, adalah orang yang membuatnya mempercayai manusia, dan pria yang membuat Alissa menjelama menjadi dirinya. Dan saat ini, Alrescha di celakai oleh orang yang tidak tahu diri, sungguh Alissa tidak akan membiarkan keadilan tidak berjalan padanya.

“Kenapa tidak kau teruskan? Apa kau takut?’ tawar gadis itu ketika menatap penuh pertentangan kearah Georgi.

“kau-“

Dering ponsel di sisi kursi itu membuat Georgi mengurungkan niatanya untuk menyiksa Alissa, matanya menyipit ketika ponselnya berisi pangilan dari anak buahnya, bahkan rasanya Alissa tersenyum kecut jika apa yang ia rencanakan ternyata berjalan baik.

“Ada apa?’ tanya Georgi Nero ketika mengangkat panggilan itu.

“Tuan, sudah terjadi sesuatu yang bahaya” ucap pria itu dengan panik. “Tuan Lardo mengacak-ngacak markas dan meminta anda melepaskan Nona Alissa Moon, b-bahkan ia akan menghancurkan segala yang anda miliki jika saja anda menyentuh dirinya” terus pria yang kala itu berada di balik ponsel.

"Georgi nero!!!” teriak Lardo hingga menarik paksa ponsel dari tangan anak buah Georgi. “Apa kau gila menyentuh Nona Moon” bentaknya dari balik ponsel, membuat jantung Georgi berdetak kencang, siapa wanita ini sebenarnya, hingga pemimpin markas besar begitu murka saat mengetahui Alissa menjadi tahanannya.

“Jika saja Nona Moon, terluka sedikitpun, akan aku hancurkan dirimu tanpa sisa” ancam pria itu dengan begitu garang, bahkan mata Georgi hanya mampu menatap panjang pada wanita yang sudah ia tangani dengan tamparanya.

“Memangnya siapa wanita ini?” tanya Georgi kepada Lardo.

“Siapa wanita ini!! Apa kau mau mati. Dia adalah Nona Moon yang bisa menyeretku ke penjara jika saja ia mau, bahkan wanita itu merupakan orang kepercayaan VVIP di markas utama, yaitu keluarga mu, Tuan Besar Nero sudah memberikan dirinya penghargaan terbesar, jika ia merupakan orang yang tidak akan bisa di sentuh tangan oleh siapapun. Dan kau menyentuhnya, apa kau gila!! Tidak hanya aku yang akan membunuhmu, ayah mu juga!!” teriak Lardo saat urat-urat di pita suaranya hampir meledak meneriaki Georgi.

Hingga pria itu mematikan ponselnya sembari menatap nanar kepada Alissa, sungguh ia tidak menyangka jika Alissa Moon yaitu orang kepercayaan Alrescha ini memiliki tingkatan setinggi itu. “Apa mau mu?” tanya Georgi yang saat ini menyadari posisinya.

“Lepaskan Alrescha Nero, dan jinakan bom yang sudah kau tempatkan di gudang itu, dan antarkan aku kesana”

“Apa kau gila!!” teriak Georgi yang mulai kepanikan, lantaran bom itu tidak bisa di jinakan selain meledakanya di dalam gudang.

“Setidaknya kita bisa mengulur waktu dengan menempatkanya lebih jauh lagi” bentak Alissa sambil menarik baju pria itu di cengkraman tangannya. “Cepat antarkan kau kesana sebelum semuanya terlambat” tegas gadis itu hingga Georgi terpaku melihat gurat cemasnya.

“Aku tidak bisa” lirihnya kehadapan Alissa, lantaran jika seseuatu terjadi padanya maka Georgi tetap akan mati. “ Jika kau terluka maka aku akan kehilangan segalanya”

“Begitu juga jika Alrescha terluka karna ulahmu. Kau akan kehilangan dengan dua kalipat dari apa yang akan aku berikan” ancam gadis itu hingga membuat Georgi bungkam.

“Segera ke pergudangan” teriak Georgi hingga anak buahnya menjalankan sesuai perintah.

Sungguh mata pria itu terpaku melirik Alissa, ia sungguh tidak percaya gadis yang ia remehkan ternyata memiliki kekuatan sebesar ini, dan bahkan wajah cemas yang ia tampilkan untuk lrescha sungguh membuat Georgi kesal dan marah, kenapa ia merasa seperti ini? Bahkan pada Arabella yang berkorban saja tidak pernah ia merasa sesuka ini, apakah ini perasaan kagum semata bahkan sejak awal melihat Alissa, pria itu sudah menaruh perhatian yang tinggi.

“Alrescha, jika kau tidak bertahan aku tidak akan pernah memaafkan mu, aku akan membenci mu selamanya” gumam Alissa ketika berharap Alrescha akan baik-baik saja disana.

1
DeRe
thor balik dong
DeRe
bagussss
Yatie Triesye
ceritanya bagus.... tapi koq tak ada kelanjutannya
Devy ZoviaCarissa
Ni novel masih lanjut atau da END ksini thor? Q kangen tauuuuu plus penasaran dg kelanjutan ni novel.
Up dong thor🙏🙏🙏
Devy ZoviaCarissa
Baru kali ini q baca novel yg penuh sejuta misteri.susah banget untuk menebak akhir cerita novel ini. Semangat ya thor, q Sukaaaaaaaaaa banget dg novel mu in.
Flrna Rina
Thor ceritanya ni seruu, Misteri dan kisah Roman ya menyatu🥰
semangat Thor aku padamu🤗
arin
ngga tersa air matku ngalir...Rsnya nysek?
Martina Alfarizqi
2 like semangat up
alisha
2 like
Elisabeth Ratna Susanti
4 like👍
Elisabeth Ratna Susanti
hadir😍
Martina Alfarizqi
4 like semangat up
alisha
3 like
Elisabeth Ratna Susanti
4 like🤗
Elisabeth Ratna Susanti
hadir😍
Cindy Wulandari
semangat
Ika NcOm Ajee
apa kabar thor'y...ga up" kok udh lama penasaran
Shopee Hartono
kok lamaaaaaa
ety_
semngat
KHARDHA LOVE
Setulus itukah Alresca🙄 lanjut semangat terus ya salam dari Dokter Cinta Spesialis Hati"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!