NovelToon NovelToon
Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Pengganti / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: aisyah az

Siapkan Tisue dan hati kalian ya untuk baca novel by Me!!!!
Jangan lupa Mampir Juga di karya Receh aku yang lain🙏


Bagaimana jika suami yang Bunga anggap baik dan setia, mencintai dia dengan tulus, ternyata hanya sebuah kedok untuk menutupi kebohongannya.

Bunga tak menyangka jika dia telah diduakan oleh Ilham, Suaminya. Apalagi Bunga memiliki Ibu mertua yang tak menyukainya sejak awal menikah.

Akankah Bunga bisa bertahan, dan memberi kesempatan pada Ilham? Dan mampukah Bunga untuk bertahan karena suatu tekanan, yang tak bisa membuat dia lepas dari Ilham.

Simak disini yuk🙃JANGAN LUPA TAP FAV, LIKE DAN KOMENTAR NYA....

SEBAB LIKE DAN KOMENTAR KALIAN SUNGGUH BERARTI UNTUK AUTHOR 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisyah az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Bunga

Happy Reading.......

Hari ini ilham pulang lebih awal, karena dia sudah merindukan Azzam dan Nara yang kini tinggal di rumahnya, membuat ilham seketika menjadi semangat untuk pulang. Karena ada sosok anak kecil yang menunggunya di rumah dan siap bermain dengan dia.

Bunga yang mendengar di deru mesin mobil Ilham, seketika bangkit dari duduknya dan menuju pintu utama untuk menyambut pria yang selama ini menjadi imam dalam keluarganya.

Dengan cekatan Bunga pun mengambil tas kerja Ilham, lalu mencium tangan pria itu. Kemudian Ilham pun berjalan dan duduk di ruang tamu, dan Bunga pergi ke dapur untuk membuatkan kopi kesukaan Ilham.

Saat Bunga telah selesai membuat kopi, dia kaget karena melihat Nara dan juga Azam sudah ada di ruang tamu, bahkan saat ini Ilham Tengah memangku Azzam, dan bermain dengan anak kecil itu.

Hati Bunga terasa sesak, saat melihat bagaimana perhatian yang Ilham berikan kepada Azam. 'Andai saja, yang kamu pangku itu adalah anak kita Mas. Tapi sayang, Allah belum berkehendak.' batin Bunga sambil membuang nafasnya dengan kasar, mencoba mengurangi rasa sesak di dadanya.

Nara tersenyum sinis saat melihat Bunga berdiri memandang ke arah dia dan Ilham. Dengan sengaja Nara bersender di bahu Ilham, sambil bermain dengan Azzam.

'Kita lihat saja, siapa yang akan dipilih oleh Mas Ilham. Aku, atau kamu wanita mandul!' batin Nara tersenyum penuh kemenangan.

Eekhmm...

Bunga berjalan mendekat ke arah Ilham dan juga Nara sambil berdehem kemudian dia menaruh kopi itu di hadapan Ilham dan duduk di seberang sofa, membiarkan Nara bergelayut manja di bahu Ilham.

"Sepertinya kamu sayang sekali ya sama Azzam?" Sindir Bunga sambil menatap Ilham.

"Tidak begitu sayang! Kamu kan tahu, aku ingin sekali punya anak, dan adanya Azam di sini setidaknya rinduku terobati." jawab Ilham sambil mencubit pelan pipi sang anak.

Bunga tersenyum miring mendengar jawaban Ilham. "Oh ya... Aku pikir karena kamu sudah dekat lama dengan Azzam, seperti ayah dan anak saja!"

Ilham yang mendengar itu pun seketika menatap Bunga, wajahnya menjadi pucat dan juga salah tingkah. "Kamu ini bicara apa sih, sayang? Azzam ini kan keponakannya aku," ujar Ilham dengan nada sedikit gugup dan itu mampu dilihat oleh Bunga.

"Mbak, Mbak... Makanya Mbak, cepet hamil. Jadi Mas Ilham nggak main sama anak orang! Lagian, emangnya ambak nggak Konsultasi sama dokter? Mbak nggak ngelakuin berbagai cara gitu, untuk hamil?" ledek Nara sambil tersenyum sinis ke arah Bunga.

Dia tahu jika Nara berucap seperti itu untuk memancing emosinya, dan membuat dirinya lepas kendali. Tapi Bunga tidak sebodoh itu, dia pun hanya menanggapi ucapan Nara dengan senyuman miring di wajahnya dan satu alis terangkat.

"Tidak ada, wanita yang tidak mau hamil. Hanya ada beberapa kemungkinan saja, karena wanita itu mandul, atau karena suami itu mandul? Atau karena Allah memang belum berkehendak, karena tujuan yang lain? Bisa saja kan, memang Allah tidak memberikan aku anak, karena Allah tahu, jika aku akan disakiti!" Sindir Bunga sambil menyandarkan tubuhnya di sofa, dan menatap dua orang yang ada di hadapannya itu.

Setelah mengatakan itu, Bunga pun berdiri dan hendak pergi meninggalkan ruang tamu. Tetapi, suara cempreng seseorang menghentikan langkah Bunga.

"Benar apa yang dikatakan oleh Nara, kamu itu seorang istri, eorang wanita. Tapi sayang, kamu itu tidak sempurna! Kamu itu mandul! Tidak bisa memberikan Ilham anak dan keturunan. Ya wajar saja sih, jika suatu saat nanti Ilham mencari istri lagi? Kalau Mama sih mendukung, karena untuk apa mempertahankan wanita mandul yang tidak sempurna seperti kamu! Nggak ada gunanya!" Sindir tante Farah sambil menjatuhkan tubuhnya di sofa.

Bunga memejamkan matanya, mencoba menetralisir emosi yang ada di dalam hatinya saat ini, karena mendengar ucapan dari Mama mertuanya. Membuat emosi Bunga benar-benar Ingin rasanya meledak, tetapi dengan sabar dia menahan itu semua, karena belum waktunya untuk Bunga membalas mereka.

Tanpa menjawab ucapan mertuanya, Bunga melangkah pergi ke kamar.

"Huuh... Dasar menantu tidak tahu diri!Menantu mandul! Mertua lagi bicara, bukannya dijawab malah pergi. Tidak ada sopan santun!" gerutu tante Farah dengan nada sedikit meninggi, agar Bunga mendengar ucapannya.

"Lihat saja! Aku akan membalas kalian sedikit demi sedikit." gumam Bunga sambil menaiki anak tangga satu persatu.

*************

Makan malam pun telah tersedia di atas meja makan, dan saat ini semua sudah ada di sana termasuk Mama mertuanya Bunga. Sebab malam ini mertuanya Bunga akan menginap di rumah itu untuk semalam.

Dengan cekatan Bunga mengambil nasi dan lauk pauk untuk Ilham, setelah itu dia pun mengambilkan makanan untuk Mama mertuanya, namun ditepis kasar oleh tante Farah.

"Tidak usah sok baik! Saya bisa sendiri. Lagi pula, nanti saya tertular penyakit mandul kamu lagi!" ucap Ketus tante Farah sambil menyendok nasi ke piringnya.

Bunga hanya menanggapi ucapan mertuanya itu dengan senyuman, kemudian dia pun mengambil nasi untuk dirinya sendiri dan menuang sayur ke dalam piring.

"Ya ampun, Nara... Anak kamu lucu banget ya! Doyan banget dia sama permen?" ucap tante Farah memuji Azzam.

"Iya tante, Azzam lucu kan?" jawab Nara sambil mengusap kepala putranya.

Bunga melihat bagaimana Interaksi kedua wanita yang ada di hadapannya itu tanpa mau menyahut ucapan mereka. Sementara itu Ilham hanya fokus pada makanannya, sambil sesekali tersenyum kepada Azam.

Bi Marti datang membawakan jus jambu kemeja makan, dan saat Bi Marti akan menaruh itu di meja, dia melihat kode dari Bunga, dan wanita itu pun mengerti.

Saat akan menaruh gelas yang berisi jus jambu itu, Bi Marti pura-pura tersandung, dan akhirnya Jus itu tumpah ke wajah Nara, dan membuat wanita itu menjerit.

"Aah... Bi, apaan sih? Kenapa menyiram saya? Bibi tidak punya mata ya! Saya minta buat diminum Bi, bukan buat ditumpahin ke wajah saya!"bentak Nara dengan nada yang begitu marah.

"Maafkan saya Nona! Saya benar-benar tidak sengaja. Tadi kaki saya kesandung, sekali lagi saya minta maaf Nona," ucap Bi Marti dengan kepala menunduk.

"Bi... Bibi punya mata nggak sih! Kenapa malah menyiram Nara!" bentak tante Farah menimpali dan membela Nara.

"Sekali lagi, saya minta maaf Nyonya. Saya benar-benar tidak sengaja, tadi kaki saya kesandung nyonya." jawab Bi Marti.

"Sudahlah Ma, Bi Marti kan tidak sengaja, dia juga sudah minta maaf. Tidak apa-apa Bi, nanti biar Nara mandi lagi," ujar Bunga membela Bi Marti dan langsung dibalas anggukan oleh wanita itu.

"Diam kamu, wanita mandul! Sudah jelas-jelas pembantu kamu itu salah, masih saja dibela?" Marah Tante Farah sambil menatap Bunga dengan Tatapan yang tajam.

"Sudahlah Ma, benar kata Bunga. Lagi pun Bi Marti tidak sengaja, dan kamu Nara, sebaiknya ke kamar mandi dulu, bersihkan badan kamu. Nanti baru makan malam lagi," ujar Ilham menengahi, karena dia tidak ingin ada keributan di meja makan.

Bunga sebenarnya ingin tertawa terbahak-bahak, saat melihat wajah Nara yang tersiram oleh jus jambu yang begitu kental. Tetapi dengan sekuat tenaga Bunga menahan tawanya.

'Itu belum seberapa wanita pelakor! Aku ingin bermain-main dengan kalian bertiga dulu, sebelum pada akhirnya aku pergi dari sini. Aku juga ingin melihat wajah kacau kalian, karena aku akan membalas sekalian satu persatu. Aah... Rasanya aku begitu menikmati permainan ini, dan aku juga merasa jika perasaan cintaku kepadamu Mas ilham, sedikit demi sedikit telah pudar.' batin Bunga sambil melirik ke arah ilham.

Bersambung. ........

1
Nathasa putri
nasib mentari sama Ardi gimana kak
Cicih Sophiana
Bunga mau bahagia dgn kamu dari hongkong kali Ilham....
Cicih Sophiana
klo Bunga dgn Bagas kasian dong ade yg udah suka Bunga bertahan tahu ...
Cicih Sophiana
semoga aja Bunga yg lebih dulu menyelamatkan bibi dan paman nya sebelum dibawa Ilham...
Cicih Sophiana
knp sekalian semuanya di buka Bunga biar mereka hancur sekalian
Cicih Sophiana
aq bingung ada yah mertua sejahat itu...
Cicih Sophiana
tenang aja pak Bagas... Bunga itu calon caljan..
Cicih Sophiana
Bunga dgn Ardi aja ya thor jodohin
Cicih Sophiana
Bunga kan udah mau cerai knp masih tinggal di situ sih... aq gak sabaran sama mertua nya sll ngatain perempuan mandul... siapa jg yg mau mandul ? tau nya si Ilham yg mandul...
Cicih Sophiana
tentu aja manusia bisa berubah klo terlalu di sakiti...
Cicih Sophiana
hati hati Nara jgn jahat rakus sombong sama Bunga... Bunga tau semua rahasia kamu dan anak kamu... klo Bunga nuka rahasia nya mati luh
Cicih Sophiana
keren Bunga... gitu dong🥰😍😍
Cicih Sophiana
mertuanya jg durhaka tuh sama menantu... semoga ada karma untuk mertua jg
Cicih Sophiana
👏👏👏👏nah ini baru aq suka gaya mu Bunga 👍 tinggalkan mereka
Cicih Sophiana
dah mertua suami dan pelakor jahan... tunggu aja karma itu ada... semoga aja anak itu bkn anak si Ilham
Cicih Sophiana
semoga aja itu bukan anak kandung si Ilham... krn si Ilham yg mandul
Cicih Sophiana
liat saja liat saja apa Bunga.. bukti nya kami diem aja gak membalas mereka
Cicih Sophiana
cape liat si Bunga udah di rendahkan mertua jg diam aja... udah tendang di tabok masih aja betah... mending klo gak di selingkuhin
Cicih Sophiana
Bunga terlihat rendahan banget di mata madu dan mwrtuanya... tp kok bisa betah bertahan walau di hina mertua... apa krn cinta? cinta macam apa itu anak jg blm punya untuk apa terus bertahan...
Cicih Sophiana
sabar ya tante soal nya Bunga belum cerai dgn suami selingkuh nya... tau tuh Bunga betah amat dgn suami pengkhianat nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!