Setiap Pernikahan pasti memiliki ujiannya masing-masing.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhea Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. Bertemu Victoria
Sesampainya Queen ke rumah orang tua Fiona, dia langsung disambut dengan begitu hangat oleh keduanya. "Aku sangat berterima kasih pada mu Queen. Kau penyelamat anak ku," ucap Jennifer sambil mengusap kedua tangan Queen dengan begitu lembut, tatapannya begitu tulus dan saat kuliah dulu memeng Queen pernah beberapa kali main ke rumah ini dan kebanyakannya Fiona yang bermain di rumah Queen.
"Aku hanya ingin orang-orang yang aku sayangi selamat Aunty, Fiona satu-satunya orang yang selalu menemani ku di Kampus, walaupun dulu aku selalu membuatnya ikut ke dalam masalah ku," kekeh Queen pelan. Masih ingat saat Fiona ikut di panggil gara-gara Queen berkelahi dengan Selena? "Jadi aku tidak akan membiarkan Fiona dan Victoria sampai terluka," ucap Queen.
Jeniffer langsung meminta Fiona dan Queen duduk di ruang tamu lalu bergegas mengambil air untuk Queen, sedangkan Britt, ayah Fiona, langsung bergegas menuju sebuah kamar yang tak jauh dari mereka duduk. "Ayo, Mommy mu sudah pulang," terdengar suara Britt yang begitu lembut sedang berjalan membawa Victory yang baru berusia 4 tahun di pelukannya.
Gadis kecil itu tampak masih mengantuk dan seakan sedang mengumpulkan nyawanya terlebih dahulu. "Mommy!" pekiknya saat baru menyadari Fiona yang sedang duduk sambil tersenyum pada tingkah menggemaskan Fiona yang kini sedang berusaha melepaskan dirinya untuk bisa lepas dari pelukan Britt.
"Dia selalu seperti ini, saat aku disana, David hanya membiarkan Victoria bertemu dengan Abuelos-nya melalui Vidio call, David juga tidak membiarkan aku untuk pergi ke Mexico menemui Mommy dan Daddy ku sendiri," jelas Fiona yang kini sudah memeluk Victoria.
"Hai Victoria, kau sangat cantik sayang, Max pasti akan sangat senang jika mempunyai teman baru seperti mu," ucap Queen dengan lembut.
"Anak mu pasti sudah besar, kan?" tanya Jennifer sambil menyimpan sebuah gelas berisikan minuman segar di atas meja Queen.
"Tidak terlalu besar, Chloe berumur 7 tahun dan Max 5 tahun," jawab Queen yang membuat semuanya tertawa kecil karena kalimatnya 'tidak terlalu besar.'
Britt menghentikan tawanya sejenak, dia menarik nafas dan mengeluarkannya dengan perlahan. "Aku sangat senang bisa berkumpul seperti ini lagi, kadang aku hanya bisa bermimpi kapan akan bermain dengan cucu ku satu-satunya ini. Rumah terasa sangat sepi tanpa adanya anak kecil," ujar Britt.
Jennifer mengangguk setuju, dia sepertinya merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan Britt. "Ya itu benar, semenjak Fiona menikah mereka tidak pernah menemui kami lagi, padahal kami sangat merindukannya. Ingin pergi kesana pun kami tidak tahu caranya, mendapatkan alamatnya pun sangat sulit karena saling mengirim pesan dengan Fiona pun terasa dibatasi oleh pria itu, padahal Fiona anak kami sendiri!" ujar Jennifer sambil menghembuskan nafas kesal.
"Mom, Dad, maaf sudah membuat kalian tersiksa rindu seperti ini. Aku berjanji David tidak akan membawa ku lagi ke sana, kita harus bekerja sama untuk melindungi Victoria, karena Victoria adalah hidupku, jika David berhasil membawanya aku tidak tahu lagi apa yang bisa aku lakukan selain bertahan bersama pria kasar itu demi bisa bersama dengan anak ku."
Queen dengan cepat menggelengkan kepalanya protes. "Jangan bicara seperti itu Fiona, aku sudah berjanji akan melindungi kalian. Daddy ku tidak pernah gagal menjaga orang-orang yang baik pada kami, jangan mengkhawatirkan ini lagi."
"Aku percaya pada mu Queen, aku hanya takut, David terlalu menyeramkan dan membuat ku selalu berpikiran buruk, hidup ku tidak pernah tenang jika dia masih bisa menghubungi ku," ucap Fiona yang kini kembali tersenyum kecil namun masih terlihat raut cemas dari wajahnya.