SEASON 1
Tentang Azzahra yang memiliki kehidupan rumit dan dicintai banyak laki-laki sampai hampir kehilangan nyawa.
SEASON 2
Tentang kehidupan Azzahra setelah menikah dan kehidupan kakaknya yang telah mendapatkan jodohnya masing-masing. Juga cerita laki-laki yang mendapat cinta tulus dari wanita lain setelah patah hati karena Azzahra.
SEASON 3
Tentang perjuangan cinta Azam dan Aisha dengan anak-anak dari sahabat orangtua mereka.
Penuh suka duka, juga perjuangan yang kuat dan tangguh dari mereka.
***
Ig. Karlina_sulaiman
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karlina Sulaiman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Visual Salsabilla Azzahra.Dokter cantik , ramah namun penuh dengan teka-teki.
Visual Arvie Askandar.Kakak Azzahra yang ramah, cool, penyayang.
Ini aja ya visualnya yang lain InsyaAllah kapan-kapan.
****
Sudah selama lima hari Azzahra menjalankan hukumannya, hari ini Azzahra di rumah selain dengan para pelayan Azzahra juga di rumah dengan sang kakak.
Abdullah dan Aisyah pergi ke luar negeri untuk mengurus bisnis mereka.
Saat ini Azzahra sedang bersantai di kamar kakaknya, dia sedang menemani kakaknya melukis.
"Kak Arvie." panggilnya dari arah belakang sang kakak.
"Hmm."Jawab Kak Arvie masih tetap fokus kepada kanvas di depannya.
"Azzahra bosen nih Kak, ajakin Azzahra ke mana gitu biar nggak bosen." pintanya kepada kakaknya.
"Nggak mau, kakak males keluar, lagian kamu juga masih dalam hukuman. Dengerin kakak ya Azzahra, kalau bosen mending pijitin kakak sini, pegel nih bahu kakak."
"Nggak mau ah, dikiranya aku tukang pijit apa?" ucap Azzahra.
"Yaudah."
"Huu dasar nyebelin, Kak Arvie mau ngelukis apa sih?"
"Ngelukis Merpati De."
"Azzahra mau dong bantuin Kak."
"Yaudah sini lanjutin, kamu lukis satu merpati aja."
Azzahra mengiyakan kemudian mulai mencoret-coret kanvas di depannya itu.Hanya butuh waktu sekitar lima belas menit Azzahra menyelesaikan pekerjaannya.
***
Sore harinya setelah melaksakan sholat Ashar. Kak Arvie mengajak Azzahra untuk bermain musik. Kak Arvie bermain Piano Azzahra yang bingung mau bermain apa memutuskan untuk duduk saja di samping kakaknya.
"Kok nggak ikut main? kalau nggak mau main musik gimana kalau kamu nyanyi aja De."
"Nggak mau Azzahra lagi males Kak."
Azzahra bangun dari duduknya kemudian memeluk leher kakaknya dari belakang dan menopangkan dagunya di pundak kiri kakaknya.
"Kak Arvie Azzahra mau tanya. Di jawab ya dan harus jujur."
"Emang mau tanya apa?"
"Kenapa Azzahra bisa phobia sama Boneka Barbie?"
"Nggak mau jawab ah De, ngapain juga kamu tanya soal phobia kamu, kakak nggak suka, kakak takutnya kamu kaya kemarin lagi."
"Jahat banget sama adik sendiri." Azzahra mencium pipi kakaknya yang sebelah kiri.
"Jahat tapi di sun, kok yang kanan nggak sekalian?"
Azzahra mencium pipi kanan kakaknya.
"Nih udah."
"De kalau kamu nanti udah nikah, jangan manja lagi sama kakak ya. Nanti suamimu cemburu." ucap Kak Arvie.
"Kalau gitu Azzahra nggak usah nikah aja, biar bisa terus manja sama Kakak, dan nggak akan bikin cemburu orang lain." ucap Azzahra tidak serius.
"Coba aja kamu itu bukan adikku, pasti udah kakak nikahin De."
"Kenapa malah ngomongin soal nikah, ingat umur masih muda.Kak Arvie dulu waktu kecil Azzahra suka gangguin Kakak nggak?"
"Iya lah De, kakak tu paling kesel kalau pas di suruh jagain kamu waktu kamu masih baby, kalau nangis kakak bingung mau apain kamu, mau kakak gendong waktu itu kakak juga masih kecil, mau kakak kasih susu tapi kamu nya nggak mau, kan repot."
"Hehe... Azzahra sayang banget sama Kakak."
"Kakak juga."
Mereka bermain musik sampai waktu maghrib. Dan saat adzan mereka menyudahi aktifitas mereka.
Setelah sholat maghrib Azzahra dan Kak Arvie membaca Al-Quran sampai waktu Isya dan saat masuk waktu Isya mereka sholat kemudian setelah sholat mereka bersantai di ruang keluarga.
"Kak Azzahra pengen Nasi Goreng, masakin dong Kak."
"Kamu siapin bumbunya sana, nanti kakak yang masakin."
"Nggak mau, Kakak siapin sendiri lah bumbunya, Azzahra bantuin liat aja."
"Yaudah ayo, temenin kakak masak Nasi Gorengnya."
"Siap Kak."
"Kakak jangan nangis dong, kan Azzahra nggak ngapa-ngapain Kakak, kok malah nangis sih, cup... cup..." Azzahra menggoda kakaknya yang sedang memotong bawang merah.
"Perih banget mata kakak De, lebih perih daripada di tinggal pas lagi sayang-sayangnya." ucap nya bucin.
"Emang Kakak pernah di tinggalin cewe? kok aku nggak tau."
"Temen cewe aja nggak punya masa iya kakak di tinggalin."
"Kasihan jangan?"
"Janganlah De, cium aja sini De." Kak Arvie menunjuk pipi kanannya.
"Cup.Udah Kak sekarang buruan masaknya." Azzahra mengecup pipi kakaknya.
"Siap my honey."
Lima belas menit kemudian Nasi Goreng buatan Kak Arvie sudah tersaji di meja makan.
Azzahra mengambilkan Nasi Goreng ke dalam piring kakaknya, kemudian baru mengambil untuk dirinya sendiri.
"Azzahra coba ya Kak."
"Oke, jangan lupa berdo'a dulu."
"Kakak yang mimpin."
Kak Arvie memimpin doa makan kemudian mereka mulai memakan Nasi Goreng itu. Karena adab makan tidak boleh bicara Azzahra menepuk tangan Kak Arvie kemudian mengacungkan kedua jempolnya pertanda dia menyukai masakan kakaknya.
Kak Arvie tersenyum kemudian menepuk dadanya bangga, seakan mengatakan masakan aku gitu lho pasti enak.
Azzahra memicingkan matanya tanda meledek.
***
Kak Arta sekarang sedang menyetrika lantai dengan cara berjalan bolak-balik bahkan lebih nggak bisa diam daripada baling-baling.
Faza yang melihat kakaknya lama-lama jadi pusing sendiri.
"Kak nggak capek apa? mondar-mandir kaya setrikaan gitu, mikirin apa sih?" tanya Faza pada akhirnya karena sudah sangat penasaran.
Kak Arta menghentikan acara mondar-mandirnya kemudian melipat tangannya di dada sambil melihat ke arah Faza.
"Itu lho Za, Azzahra nggak ada kabar, nomor nya di hubungin nggak aktif, di chat nggak di balas, kakak jadi khawatir. Arvie juga di tanya cuma jawab 'kamu nggak perlu tau' kan kakak malah jadi tambah khawatir." ucapnya.
"Iya juga sih Kak, banyak yang nyariin Azzahra di grup chat aku, tapi Azzahra nggak pernah muncul di grup." Faza setuju dengan pendapat kakaknya.
"Ke rumahnya yuk Za, kakak mau pastiin kalau Azzahra baik-baik aja."
"Kak Arta kok aneh banget ya sikapnya, dulu dia nggak seperduli itu sama Azzahra, apa karena Azzahra adik dari sahabatnya?"
Faza cukup heran dengan tingkah kakaknya, dulu dia tidak seperduli itu kepada sahabatnya tapi kenapa sekarang sikap kakaknya berubah.
"Yaudah, kalau mau ke sana ya ayo berangkat."
"Yaudah ayo."
Mereka segera masuk ke dalam mobil kemudian melajukan mobilnya menuju ke rumah Azzahra.
Yang mengetahui bahwa Azzahra adalah anak dari keluarga konglomerat Dubai hanya orang-orang terdekatnya saja.
Jadi wajar kalau Kak Arta bisa dengan mudah pulang pergi ke rumah Azzahra, karena kedua orang tuanya telah menjalin persahabatan sejak lama.
#Jangan lupa like, komen, rate dan votenya...
Terima kasih 😘💕