NovelToon NovelToon
Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU

Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Anak Genius / Tamat
Popularitas:9.2M
Nilai: 5
Nama Author: Rozmine

Halo readers, author ucapkan terima kasih karena sudah berkenan membaca karya author. Semoga kalian suka😊

Cerita ini hanyalah karya fiksi semata. Kalaupun ada kesamaan nama dan jalan cerita, itu hanyalah sebuah kebetulan yang tidak disangka. Semoga kalian suka.

Rosaline Ariana Hadinata, seorang anak hasil perselingkuhan yang terpaksa menumpang hidup pada ayah kandung dan saudara tirinya. Hidup Aline yang kacau karena terus dicaci dan dihina, menjadikan wanita itu kuat, mandiri dan sulit ditindas. Penderitaannya semakin memuncak saat dia dijebak dan harus terenggut kesuciannya oleh lelaki asing yang tidak dia kenal. Kekasihnya membatalkan pertunangannya dan menyebabkan ayahnya mengalami serangan jantung. Ibu tirinya mengusirnya dari rumah sebab ia dianggap sebagai aib bagi keluarga.

Seketika hidupnya hancur. Dua bulan kemudian ia dinyatakan hamil. Axello adalah putranya yang cerdas menjadi penyemangatnya. Bagaimana kisah Aline selanjutnya?

Apakah Axel bisa bertemu ayah kandungnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rozmine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20

Ancaman Zayn

"Selamat datang Nona Rosaline Ariana. Apa kabar Aline, My Cherry?" ucap Zayn dengan senyum menyeringai.

Deg.

Seketika tubuh Aline membeku dan wajahnya memucat.

"Zayn? Ka-kau adalah Zayn?" tanya Aline dengan bibir bergetar.

Zayn berdiri lalu melangkahkan kakinya dan berhenti di hadapan Aline.

"Ya, aku Zayn, Aline," ucap Zayn.

Aline tercekat, lidahnya terasa kelu. Tubuhnya seperti kehilangan keseimbangan dan limbung. Zayn segera menangkap tubuhnya sebelum terjatuh. Zayn memapah Aline yang masih gemetar untuk duduk di sofa dan mengambilkan air minum.

"Ini minumlah dulu." Zayn menyodorkan gelas berisi air untuk Aline.

Aline menerimanya dengan ragu dan takut.

"Tak perlu khawatir itu murni air, tanpa campuran apapun," ucap Zayn.

Aline pun meminumnya dan perasaannya sedikit lebih baik.

"Jadi kau adalah Zaidan Maliq Alvaro, pria yang bersamaku malam itu?" tanya Aline tak percaya. Tapi wajah Zayn benar-benar mirip dengan putranya Axel.

"Benar, itu aku," sahut Zayn.

Darah Aline memanas, emosinya pun meluap tak terbendung.

"Gara-gara perbuatanmu hidupku menderita. Kau sudah mengambil kebahagiaanku. Kau sudah menghancurkan hidupku." Aline tak kuasa lagi menahan rasa sakit yang ia rasakan selama ini.

"Aku minta maaf karena aku telah merenggut kehormatanmu. Tapi tidak sepenuhnya salahku. Seandainya waktu itu kau tidak keras kepala dan segera pergi, semua itu tidak terjadi. Meski begitu aku benar-benar meminta maaf," ucap Zayn memohon dengan tulus.

"Kau pikir semudah itu. Kau tidak tahu bagaimana menderitanya aku selama ini. Aku harus sampai meminum obat agar tidak selalu mengingat kejadian itu. Dan semudah itu kau datang dan meminta maaf. Kau juga tidak tahu bagaimana rasanya ha...." Aline menghentikan ucapannya. Dia tidak ingin Zayn tahu kalau dia hamil dan memiliki anak. Aline tidak mau Zayn sampai mengambil putranya.

"Bagaimana rasanya apa? Bagaimana rasanya hamil tanpa suami?" tanya Zayn dengan wajah datarnya.

Aline terkejut, matanya melebar dan napasnya tercekat.

"Tidak mungkin Zayn tahu kami memiliki anak dari hubungan satu malam itu," gumam Aline dalam hati.

"Apa kamu terkejut? Aku tahu semuanya Aline. Aku tahu saat kamu hamil, bahkan aku juga tahu kau telah melahirkan bayi laki-laki bernama Axel yang memiliki wajah yang mirip denganku dan bernetra safir yang sama dengan milikku," ucap Zayn.

Aline tidak bisa beralasan lagi.

"Apa maumu sekarang? Apa semua ini rencanamu? Kau sengaja mengajukan kerja sama dengan DńA Fashion dan menyuruhku datang ke sini," cerca Aline sambil menghapus air matanya. Hatinya semakin panas dan marah mengetahui Zayn mempermainkannya.

"Aku akui benar aku sengaja merencanakannya. Karena aku ingin bertemu denganmu," jawab Zayn.

"Untuk apalagi? Kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan pada malam itu," ketus Aline.

"Kau. Kau yang kuinginkan. Mengapa kau pergi? Bukankah aku sudah memintamu menungguku, agar aku bisa menebus kesalahanku padamu," ucap Zayn.

"Apa yang kau inginkan dariku? Apa kau ingin menjadikanku sebagai wanita murahan simpananmu, kemudian menggunakan black card unlimited sebagai bayarannya? Maaf Tuan Zaidan aku tidak serendah itu," ucap Aline dengan wajah merah dan tangan mengepal menahan marah.

"Aku tidak bermaksud menganggapmu sebagai wanita murahan. Aku sengaja meninggalkan kartu itu agar aku bisa melacak dan mengetahui keberadaanmu. Sehingga saat aku kembali, aku bisa menemuimu," jawab Zayn.

Aline menghapus air matanya yang terus mengalir.

"Aku mohon ijinkan aku menebus semuanya. Menikahlah denganku," pinta Zayn.

Aline tercengang dan rahangnya terkatup. Aline tidak menyangka seorang Zaidan Maliq Alvaro memintanya menjadi istrinya. Tapi Aline sadar diri, Zayn melakukannya karena rasa bersalah saja, tidak mungkin Zayn benar-benar menginginkannya.

"Kau tidak perlu melakukan hal sampai sejauh itu Tuan Zaidan. Jika memang kau benar-benar menyesal dan merasa bersalah, aku sudah memaafkanmu. Masalah kita sudah selesai," jawab Aline. Seketika wajah Zayn mengeras.

"Apa kau tidak memikirkan putra kita, Axel? Kau jangan egois Aline," tanya Zayn.

"Selama ini Axel baik-baik saja bersamaku. Kamu tidak perlu khawatir. Aku sanggup memenuhi kebutuhan putraku. Dia bisa tumbuh dengan baik tanpamu," tegas Aline.

"Apa kau tahu? Bertahun-tahun aku mencari kalian. Bahkan aku hampir gila karenamu. Aku tahu dengan bantuan seseorang kau menutup semua akses datamu agar tidak ada yang bisa menemukanmu," bentak Zayn.

Zayn menarik napas panjang.

"Baiklah jika itu keputusanmu. Aku tidak akan memaksamu. Tapi jangan salahkan aku, jika aku akan mengambil langkah melalui jalur hukum. Aku pastikan hak asuh Axel akan jatuh ke tanganku. Dan aku tidak akan mengganggu hidupmu lagi," lanjut Zayn dengan wajah dinginnya dan rahang mengeras.

Aline tidak terima. Apa yang dia takutkan akhirnya terjadi, dia tidak ingin dipisahkan dengan putranya.

"Kau tidak bisa melakukan itu. Aku ibunya, aku yang mengandung dan melahirkannya. Kau tidak bisa seenaknya mengambilnya dari aku," ucap Aline tidak terima.

"Apa kau lupa? Kita membuatnya bersama-sama. Itu artinya Axel juga anakku. Dia terbentuk dari benihku," ucap Zayn tidak mau kalah.

"Axel membutuhkan aku, ibunya. Kau tidak bisa memisahkan kami," ucap Aline semakin marah.

"Kau tidak perlu khawatir. Tidak sulit bagiku untuk mencarikan ibu pengganti untuknya. Putraku membutuhkan keluarga yang lengkap," ujar Zayn.

"Tidak. Putraku tidak boleh tinggal dengan ibu tiri. Aku tidak mau Axel merasakan apa yang aku rasakan selama ini. Tapi mustahil aku menikah dengan pria yang tidak mencintaku dan hanya ingin menebus kesalahannya." Batin Aline terus bertarung. Ekspresi wajah Aline tak luput dari perhatian Zayn.

"Kau pikirkan dulu semua perkataanku. Semua keputusan ada di tanganmu. Dan jangan coba-coba membawa lari putramu lagi, aku tidak akan pernah membiarkanmu. Dan ini surat kontrak perjanjian kerja sama Alvaro Group dengan DńA Fashion. Dalam urusan kerja aku selalu profesional. Dan DńA Fashion memiliki potensi yang luar biasa," ucap Zayn.

"Aku mohon jangan lakukan itu, Zayn. Jangan pisahkan aku dengan putraku. Axel adalah hidupku," mohon Aline.

"Dia juga hidupku," sahut Zayn.

Zayn menekan tombol pemanggil otomatis. Tak lama Arya dan Nadine masuk ke ruangannya.

"Nadine, antarkan Nona Ariana ke depan," perintah Zayn. Nadine segera menghampiri Aline.

"Aku mohon Zayn," pinta Aline dengan memelas. Tapi Zayn tak bergeming, dia berdiri menghadap kaca besar yang mengarah ke luar dan membelakangi Aline.

"Mari silahkan Nona, saya antar Anda sampai ke depan," ucap Nadine sambil mengajak Aline meninggalkan ruangan Zayn, tak lupa juga membawa surat kontrak kerja sama yang sudah ditanda tangani oleh Zayn. Aline segera beranjak keluar dengan perasaan campur aduk.

Nadine mengantarkan Aline sampai ke depan dan memastikan Aline masuk ke dalam mobilnya, Lamborghini keluaran terbaru. Dia juga tak lupa memberikan surat kontrak kerja sama mereka. Aline pun segera melajukan mobilnya.

"Apa dia sudah pergi?" tanya Zayn saat Nadine masuk ke ruangannya.

"Sudah. Aku sudah memastikan Nona Aline masuk ke dalam mobilnya," jawab Nadine.

Zayn masih fokus melihat ke depan kaca.

"Maafkan aku Aline. Aku terpaksa melakukan semua ini agar kau bisa berada di sampingku. Aku ingin kita hidup bahagia menjadi sebuah keluarga yang utuh bersama putra kita," ucap Zayn dalam hati.

"Tuan, ini semua informasi nona Aline yang Anda inginkan," ucap Arya.

Zayn beranjak lalu duduk di kursinya dan membaca berkas yang dibawakan oleh Arya.

"Nama asli nona Aline adalah Rosaline Ariana Hadinata, anak ketiga dari Robby Hadinata dari istri keduanya, yang menurut kabar merupakan wanita selingkuhan Tuan Robby. Sejak ibunya meninggal, Nona Aline hidup bersama keluarga ayahnya, Tuan Robby. Sejak kecil Nona selalu disiksa dan ditindas oleh ibu tiri dan saudara tirinya," terang Arya.

Mata Zayn terbelalak, dia tercengang mengetahui detail kehidupan Aline.

"Kirim anak buah untuk mengawasi dan menjaga keselamatan Aline dan putraku," ucap Zayn.

"Baik Tuan," jawab Arya.

Terdengar suara ribut dari luar ruangan. Pintu ruangan Zayn terbuka dan masuklah seorang wanita cantik berambut panjang diblonde dan memakai mini dress yang menunjukkan keseksian tubuhnya.

"Zaidan...," panggil wanita itu dengan manjanya dan melangkah ke arah Zayn.

Arya segera menahan wanita itu agar tidak mendekati Zayn.

"Minggir kau, jangan halangi aku." Wanita itu berusaha melepaskan diri dari pegangan Arya.

"Mau apa Anda kemari Nona Almira?" tanya Arya.

Wanita itu adalah Almira Wicaksana, anak dari Rahman Wicaksana pemilik PT. Wicaksana Abadi, salah satu rekan kerja Alvaro Group sejak di bawah pimpinan Tuan Alexander Alvaro. Almira pertama kali bertemu Zayn empat tahun lalu di acara perayaan ulang tahun Alvaro Group, dia datang untuk mewakili perusahaan ayahnya. Almira langsung jatuh hati dan terus mengejar Zayn tapi selalu gagal. Almira bahkan berusaha mendekati Nyonya Savira agar bisa dekat dengan Zayn, tapi Nyonya Savira tidak pernah bergeming sama seperti Zayn.

"Zaidan, aku membawakanmu kue. Aku membuatnya sendiri dengan penuh cinta untukmu dan aku ingin kita makan bersama," rayu Almira.

"Lancang! Pergi dari sini!" hardik Zayn.

Almira terkejut tapi tetap tidak menyerah.

"Ayolah Zaidan, mamamu sudah setuju aku dekat denganmu. Beri aku kesempatan," paksa Almira.

"Nadine!" panggil Zayn.

Nadine segera mendekati Almira. Dia menjambak rambut Almira dan menarik tubuhnya keluar dari ruangan. Nadine mendorongnya keluar dari pintu. Almira jatuh tersungkur ke lantai.

"Lancang sekali kau, dasar wanita sialan!" umpat Almira sambil menahan sakit. Nadine hanya tersenyum mengejek.

"Bawa dan lempar wanita ular ini keluar dari perusahaan ini! Atau kalian akan dipecat. Jangan biarkan dia menginjakkan kakinya di sini lagi," Nadine memerintahkan para penjaga membawa Almira keluar. Mereka segera membawa Almira pergi dari sana.

"Kalian jangan kurang ajar. Aku ini calon Nyonya Zaidan Maliq Alvaro. Lepaskan aku, dasar pelayan." Almira terus meronta dan berteriak.

Nadine pun segera masuk lagi ke ruangan Zayn.

"Bagaimana wanita itu bisa masuk ke sini?" tanya Zayn dengan marah. "Nadine cari tahu siapa yang berani berkhianat padaku dan bekerja sama dengan wanita itu. Dan Arya panggilkan OB untuk segera membersihkan lantai ruanganku. Aku tidak mau ada jejak kotoran menempel di ruanganku."

Nadine dan Arya segera melaksanakan perintah Zayn.

Sedangkan di luar perusahaan, begitu sampai di luar pintu para penjaga segera mendorong Almira keluar dan berjaga di depan itu.

"Sialan. Para penjaga k****g a**r, berani sekali mereka mempermalukanku," gerutu Almira.

Almira berjalan menuju parkiran dan di sana sudah ada seorang wanita yang tak lain adalah salah satu resepsionis Alvaro Group, Lisa, yang menjadi mata-mata Almira di sana.

"Nona, saya sudah mengetahui informasi tentang wanita yang menemui Tuan Zaidan. Dia adalah pemilik DńA Fashion. Alvaro Group menjalin kerja sama dengan butik tersebut," terang Lisa.

"Kerjamu bagus, Lis. Ini bayaran untukmu. Oke kamu laporkan terus apa saja yang terjadi di perusahaan ini terutama yang ada hubungannya dengan Zaidan." Almira memberikan amplop berisi sejumlah uang kepada Lisa. Lisa pun menerimanya dengan hati senang.

Tapi kesenanganan Lisa tak berlangsung lama. Nadine sudah menunggunya di lobby perusahaan. Saat melihat Nadine, Lisa segera kembali ke tempat kerjanya.

Nadine menghampirinya.

"Plak! Plak!" Nadine menampar wajah Lisa. Lisa pun terkejut dan ketakutan.

"Itu hukuman kecil dariku untuk pengkhianat sepertimu," ucap Nadine. "Penjaga, lempar sampah ini ke jalanan! Perusahaan ini tidak butuh sampah seperti dia."

Para penjaga segera membawa dan mengusir Lisa dari Alvaro Group.

TBC....

Jangan lupa dukung author dengan meninggalkan comment, like, vote dan favorite.

Terima kasih🙏🥰

1
Hasna Nursyafah
alexa...alexa 🙄
Dandelion
wahhh bar2 si savira tp aku suka 😁
Hasna Nursyafah
cie cie aline 😂
Dandelion
...
Nitnot
Luar biasa
Astri
yuhu
Astri
adakah novel kusus rio thor??
Astri
rio kau pria yg baik semoga dsna nanti kau menemukan kembali cinta terakhirmu
Astri
woow suka sm keluarga yg tggal saling berdekatan
Astri
waduuww masalah apa it
Astri
wahh kira kira dendam apa yah😀
Astri
aku juga😆
Astri
akhirnya tiba jg d bab yg kutunggu2
Astri
🤣🤣🤣😀
Astri
alamak
Astri
zayn spertix kalian tdk akan mudah bertemu untuk beberapa tahun
Astri
yuhu the the best emang kamu dea
Astri
untung saja ayah robby mengerti posisi anakx
Astri
menurut ki klo ad di posisi ryo wajarlah dia marah bmnpun dia it kekasihnya dan smoga saja rio td jadian dgn alexa kedepanx.. rio adalah pria baik
Astri
omegott zayn sudah saling bertukar nama, mgkin dia audah trtarik sm aline walau tak jelas melihat wajah aline😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!