NovelToon NovelToon
Pamanku Suamiku

Pamanku Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Balas Dendam / Mafia / Poligami / Duda / Tamat
Popularitas:141.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nahya

YOSHIDA HANA.Gadis 25 tahun , seorang cucu angkat dari seorang pemimpin mafia.

Gadis cantik dan kaya raya dengan berbagai bisnis dan berkemampuan khusus.

Hidupnya hancur dan bahkan menjadi pelakor. Kisah itu berawal dari masa lalunya yang memalukan.Hana diperkosa saat usia remaja dan selang beberapa tahun kemudian , Hana dijadikan budak seks oleh pamannya sendiri sampai Hana hamil dan terpaksa harus menikahinya.

Kisah yang berawal dari dendam dan berakhir menjadi cinta yang sulit untuk diuraikan.

Kecelakaan kedua orangtuanya semakin menambah pilunya nasib hidupnya.

Ini adalah novel pertamaku.Selamat membaca dan terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nahya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep .21 Bertindak

Hana, seorang cucu dari ketua mafia yang disegani dan ditakuti.

KEDIAMAN YOSHIDA.

Tuan Yoshida dan Ben sedang sarapan pagi . Suasana terasa sunyi karena Hana tidak ada bersama mereka.

Cucu dan keponakan yang jahil masih berkutat dengan pekerjaaan barunya. Sibuk mengurus perusahaan almarhum papanya dan juga bisnis-bisnis yang lain.

Pagi ini adalah pagi yang cerah , sang mentari bersinar dengan sangat terang dan indah, semburat cahaya pagi yang mampu menghipnotis setiap mahluk yang bernyawa. Mengawali hari dengan penuh makna.

Hana mengirim sebuah video kepada sang kakek ,sebagai obat rindu. Ia sengaja tidak menelepon karena tahu , saat ini adalah waktu mereka sarapan pagi. Hampir setiap pagi Hana melakukannya,bahkan hanya sekedar berkirim kabar.

KEDIAMAN RONALD.

Hana sudah berpenampilan rapi dengan make up tipis natural. Rambut di ikat tinggi , yang memperlihatkan leher jenjang serta tulang selangkanya.Dengan setelan baju kantor warna hitam.Sepasang celana panjang warna hitam dan kemeja satin warna putih ,dengan kancing bagian atas dibiarkan terbuka sedikit.Dipadukan dengan blazer hitam yang pas melekat di badannya.

Membuat lekukan tubuhnya terlihat sempurna. High heel warna senada menambah anggunnya penampilannya. Postur tubuh ramping tinggi ,membuat dirinya seperti seorang model. Sangat sesuai menjadi seorang wanita karir.

Dirinya berdiri di depan cermin,memperhatikan dirinya sendiri sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.

"Haha perasaan tidak jelek , jelek amat. Hmmmm lagian juga si amat saja belum tentu jelek." Hana berguman tidak jelas.

"Ok siiap."Sambil menyemprotkan parfum favoritnya. Lalu menyambar tas pouchnya tak lupa benda pipih yang selalu menemaninya.

"Pagi Bu." Hana menyapa Bu Ros yang tengah menyiapkan sarapan pagi.

"Pagi non silahkan !" Bu Ros mempersilakan Hana .

"Terimakasih. Nanti suruh Wiji sarapan dulu ya Bu!"

"Iya non."

Tak lama kemudian Wiji tiba untuk menjemput Hana. Hari ini mereka akan mendatangi kantor Robert.

"Nona Hana dimana Bu?" Tanya Wiji.

"Non lagi sarapan Mas , silahkan." Menyuruh Wiji untuk sarapan dulu.

Hana memilih sandwich dengan tuna dan susu coklat hangat. Dirinya sangat menyukai hal-hal yang berbau roti dan mi.

Pandangannya tertuju kepada derap langkah kaki yang mendekatinya.Wiji tersenyum hangat sambil menggeser kursi tepat dihadapan Hana.

"Panggil Bu Ros,jika kamu butuh sesuatu Wij !"

"Dont worry aku bisa buat sendiri Han." Wiji beranjak ke dapur, disaat Bu Ros menghampirinya.

"Mas Wiji mau minum apa, biar ibu buatkan."

"Sama seperti Hana Bu." Wiji menjawab sembari mengoles roti bakar dengan selai kacang dan coklat.

"Oh ya tunggu sebentar ya!"

"Siap."

Hana tersenyum melihat tingkah Wiji. Benar-benar sebelas duabelas dengannya .Yang ditatap buat masa bodoh dan dengan asyik menikmati roti bakarnya.

"Ini Mas , silahkan." Bu Ros memberikan susu coklat pesanan Wiji.

"Terimakasih banyak Bu."

"Sama-sama Mas."

Mereka asyik menikmati sarapan dalam diam. Sebuah tradisi yang akan selalu dijalankan dalam keluarga. Pantang mengeluarkan suara di meja makan.

Sekitar 25 menit mereka menikmati sarapan pagi dengan santai dan damai.

"Terimakasih atas makanannya Bu, Hana pergi dulu Bu."

"Sama-sama non, hati-hati di jalan." Hana berpamitan dan bergegas berangkat ke kantor. Hari ini ada pertemuan dengan Robert .

Kali ini Wiji yang mengendarai mobil, Hana duduk disebelah kemudi sambil sibuk bermain dengan laptopnya.

"Kita bereskan secepatnya ,aku sudah jengah dengan pria mesum itu. Dan bawa perempuan genit itu kepadaku!" Perintah Hana kepada Wiji.

"Ok Bu Bos." Jawab Wiji sambil tetap fokus mengemudi. Hana memutar bola matanya dengan malas.

Perjalanan memakan waktu sekitar 40 menit menuju kantor, Hana berencana akan membereskan tikus-tikus yang masih bersarang di kantor almarhum papanya.

"Tidak akan aku biarkan, mereka menari-nari diatas penderitaan papa dan mamaku. Hutang nyawa harus dibayar dengan nyawa." Hana berguman tetapi masih mampu didengar oleh Wiji. Dan siapapun itu yang mendengarnya akan berpikir banyak kali sebelum menyakiti seorang Hana.

Drrrrttttt

Drrrrrrrtt

Drrrtttttt

Sebuah panggilan dari Ben untuk Hana. Hana tersenyum simpul melihat layar pipihnya.

"Tumben." Hana berguman

Panggilan VC tersambung antara Hana dan Ben.

"Good morning uncle" Hana menyapa Ben dengan ramah.

"Hmmmmmm."Ben menjawab dengan suara khasnya.

"Tumben nih."

"Kangen berat sayang." Menatap Hana dengan sorot mata penuh kerinduan , sambil merapikan rambutnya yang menutupi wajah tampannya.

"Omo hahahhaa ada-ada saja uncle ni. Hmmmmm pasti habis hung over kan? Muka kusut begitu. "

"Tahu saja kamu Han. Ia masih terasa berat kepalaku."

"Faktor U itu, makanya jangan kebanyakan minum , tepar dah jadinya." Hana tertawa meledek Ben.

"Apa, masak setua itu ?" Ben melotot dikatain tua.

"Hahahahaaa iya kan? Dah tua gitu kok." Hana tertawa renyah membuat Ben pun ikut tertawa.

"Tidak masalah, masih tetap ganteng gini kok,banyak yang antri loh...." Dengan pedenya memuji dirinya sendiri.

"Alamak, jangan terlalu kepedean ." Hana mengernyitkan dahinya ,tidak percaya dengan tingkah laku uclenya itu.

"Hahahhahaa." Mereka tertawa bersama.

"See you soon."

"Yeach ,jaga diri baik-baik ,ada apa-apa segera hubungi aku,paham!" Ben mengingatkan Hana.

"Dengan senang hati, bye." Hana memutus sambungan karena sudah sampai dikantor almarhum papanya.

"Uhuk-uhuk." Wiji terbatuk mendengar percakapan keduanya. Hana menatapnya dan menaikkan bahunya sembari terus menatapnya dengan heran.

"Ada apa." Tanyanya.

"Hmmmmmmm sepertinya Tuan Ben sangat mencintaimu."

"Huuuush jangan ngawur kamu Wij." Hana menyangkal.

"Aku yakin sekali Han, jika Tuan Ben menyukaimu." Wiji meyakinkan Hana.

"Sudahlah jangan ngaco kamu ni." Hana tidak memperdulikannya.

Mereka memasuki loby dan menuju lift khusus CEO . Para resepsionis menyapa mereka dengan hangat.Hana melempar senyum kepada mereka.Sifatnya yang ramah dan murah senyum membuat banyak orang menyukainya.Menambah rasa segan para bawahan kepadanya.

Aura yang Hana pancarkan sangatlah berbeda .Sesuatu yang menenangkan jiwa sesiapa saja yang dekat dengannya atau beradu pandang dengannya.

Pintu lift terbuka, Hana masuk ke ruangannya dan begitu juga Wiji. Hana menatap sekilas sekretarisnya ,matanya memicing tajam seperti sebilah pedang yang siap menghunus lawannya. Wajahnya berubah datar dan dingin, seperti bongkahan es.

"Pagi nona." Sapanya .

"Pagi." Jawab Hana sekenanya .

Dalam kantor papanya itu ada beberapa sekretaris .Salah satunya adalah Sarah, yang merupakan sekretaris utama almarhum papanya.

Sementara sekretaris yang lain bekerja membantu Sarah. Mempunyai body yang aduhai, dengan dandanan super sexy dan riasan tebal. Rok mini dengan kemeja super ketat, seakan-akan dua bukit kembarnya berteriak ingin keluar.

Sudah menjadi rahasia umum ,jika dia ada hubungan dengan almarhum papanya. Tetapi Info yang Hana dapatkan dia juga bermain gila dengan Robert, Tuan Soekoco dan banyak pria kaya lainnya.

Bukti -bukti yang ia kantongi cukup kuat untuk melempar dia ke jalanan dan tidak dapat bekerja lagi. Sebelum ia mendapatkan senarai hitam darinya,Hana akan bermain-main dengannya sampai dia menyesal.

FLASHBACK 🔛

"Han, ini ." Carmen memberikan sebuah benda mungil kepada Hana.

"Pastikan kamu tidak sampai muntah dibuatnya hehehe." Carmen menambahkan .

"Hahahhaha.Kamu meremehkanku love." Hana bangkit dari duduknya dan menancapkan benda itu ke laptopnya. Beberapa detik kemudian nampaklah dua insan sedang bergumul mesra di toilet sebuah bar.

"What the hell, Oh dia benar-benar seperti cacing kepanasan love." Hana sampai melongo dibuatnya, melihat adegan demi adegan tanpa sensor itu.

"Thanks love, atas bantuannya ." Hana lalu mematikan video itu dan menatap tajam Carmen." Pastikan semua beres!"

"No worry jangan lupa imbalannya." Carmen menengadahkan tangannya,meminta sesuatu dari Hana.

"Dasar mata duitan." Ledek Hana sambil melempar kartu ATM kepadanya.

"Thanks sista." Carmen tersenyum puas.

FLASHBACK OFF.➡️➡️➡️➡️➡️

KEDIAMAN YOSHIDA.

"Damn hanya melihat leher jenjang dan tulang selangka Hana, adekku jadi tegang seperti ini. Ach benar-benar gila."Gumannya.

"Hadeeeh. Bagaimana ini." Ben segera berlari ke kamar mandi .

1
Rini Haryati
keren
Rini Haryati
ceritanya keren
sukses
semangat
mksh
Metha Sofia
win win solution
Nahya: terimakasih dah mampir🙏❤
total 1 replies
SoftMambo
Like and comment dulu, ntar lanjut bacanya. Semangat nulis!
Nahya: Terima kasih banyak🤗👍
total 1 replies
WillofWashington
Semangat menulis untuk karyanya yang luar biasa kak, sukses selalu嬉汳ェ剌
Nahya: terima kasih banyak 🤗
total 1 replies
pat_pat
mampir lagi ❤️

salam dari Cinta Satu Malam Ceo 🤗
Nahya: Terima kasih banyak 🤭👍👍👍.
total 1 replies
SnowySecret
next kak semangat, di tunggu update nya笘コク条泗
Nahya: iya terimakasih banyak 🤗
total 1 replies
stellarflower
sumpah!! thorr ceritanya seruu banget
Nahya: thank you so much 🤗
total 1 replies
Rahmat Emas
Tuh kan bersambung :( aku nungguinnya kaya nunggu doi yang turun dari langit #Ea sehari berasa seribu tahun‾
Nahya: Terima kasih dah mampir 🤗
total 2 replies
SugarGenius
Sip karyanya udah masuk rak buku! Lanjut thor‾
Nahya: Thank you so much 🤗.
total 1 replies
Rendam Bintang
Yok jangan kasih kendor updatenya!
Nahya: Ya sebentar ya. 🤗
total 1 replies
Mulya Damanik
Hiiii.. makasih loh thor karena udah bikin aku baper parah sama ceritanya hiks
Nahya: Terimakasih banyak ya 🤗
total 1 replies
VaLe~
like
Nahya: Thank you
total 1 replies
HotBabe
next upppppp総晶総晶nanti kalau lama UPP penggemar nya ilang Lo を沽
Nahya: Hadeh ada-ada saja. Jangan nakutin dong 🤗.Terimakasih masukannya ya.
total 1 replies
SweetWhimsy
Kiss jauh buat othor karena udah buat karya sekeren ini!
Nahya: Terimakasih banyak 🤗.
total 1 replies
Honeybee_🐝
Hadir thor ... semangat 💪
mampir juga ya ke karya aku ( Ayah dari calon anak sambungku )

Terimakasih 🙏
Nahya: Amin. Sudah mampir baru saja 🤗.Terima kasih banyak ya...
Saling follow 🤭
total 1 replies
Cyberworrior
Yo ayo thor! aku selalu mendukungmu dalam doa hehehe
Nahya: Amin. Terima kasih banyak 🤗
total 1 replies
SquigglyMunchkin
Aku pengen bisa buat cerita kaya kamu Thor. Kamu selalu bikin orang-orang bahagia karena karyamu dibaca orang lain :)
Nahya: Amin. Terima kasih banyak 🤗
total 1 replies
floufrouu
Thor udah ga tahan nih pengen baca bab baru hihi
Nahya: Sabar ya. Terimakasih banyak anyway 🤗
total 1 replies
skyeandstaghorn
Semoga kedepannya bisa makin bagus dan author ga pusing2 mikirin hal negatif ya. Fighting!
Nahya: Amin. Terimakasih banyak 🤗ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!