NovelToon NovelToon
Tawanan Cinta Sang Raja

Tawanan Cinta Sang Raja

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Cintapertama / Balas Dendam / Obsesi / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: renita april

Follow IG : renitaria7796

Aran Odelia Courtney seorang raja berkuasa yang menyukai gadis bernama Sara Helowit. Raja menginginkan Sara menjadi selir keempat puluh satu. Namun sayangnya Sara sudah memiliki seorang kekasih.

Bagaimana Aran akan menaklukkan Sara? Lalu mampukah sang kekasih menyelamatkan Sara dari belenggu Aran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon renita april, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hukum Gantung

"Pengawal!" seru Aran. "Tangkap wanita yang telah membuat ratu kehilangan bayinya."

"Baik, Yang Mulia."

Aran menghela napas panjang, lalu menyuruh dayang dan dokter untuk meninggalkannya bersama ratu Izzy.

"Tenanglah, Izzy. Aku yakin kamu akan bisa mengandung lagi," bujuk Aran.

"Apa kesalahan dari janin yang belum lahir itu? Aku juga tidak pernah mencari masalah dengan selir Sara, lalu kenapa ibunya memberi sapu tangan beracun itu?" isak Izzy.

"Kita belum tahu kebenarannya. Aku akan selidiki dulu keadaannya," ucap Aran.

"Yang Mulia. Hukuman bagi orang yang menghabisi nyawa anggota keluarga kerajaan, adalah hukuman mati. Orang yang telah melenyapkan anakku harus mati. Berjanjilah untuk menepatinya," pinta Izzy.

Aran mengangguk, "Aku akan menghukum orang itu sesuai dengan aturan kerajaan, tetapi setiap pembuat kesalahan harus mendapat pembelaan sebelum dieksekusi. Jika terbukti melakukan kesalahan, maka hukuman akan dijatuhkan."

Kabar mengenai ratu Izzy yang keguguran tersebar di dalam istana. Desas-desus mengenai siapa pelaku yang meracuni sang ratu juga berembus.

Sara yang ikut sarapan pagi bersama para selir merasa heran karena mereka melihat Sara dengan tatapan tidak dapat diartikan. Sara bergegas menghabiskan makanannya, lalu beranjak dari sana.

"Tuan Putri," sapa Dory.

"Dory, ada apa sebenarnya ini?" tanya Sara sembari menarik Dory ke tempat yang lebih sepi. "Kenapa mereka menatapku seperti itu? Mereka seperti ingin memakanku saja."

Dory mengalihkan pandangannya ke arah Esme dan Lily. "Kalian tidak memberitahu Sara?"

Sara berpindah pandangan kepada dua dayangnya. "Apa yang kalian sembunyikan dariku?"

"Maafkan kami, Putri. Lebih baik kita bicarakan ini di kamar saja," jawab Esme.

"Pergilah, Sara. Ingat, kamu harus tenang dalam menghadapi masalah ini," pesan Dory.

"Apa maksudmu?"

Dory tidak menjawabnya. Ia segera menyuruh Esme dan Lily membawa Sara ke dalam kamar. Entah siapa yang mengembuskan gosip jika ibu Sara yang meracuni ratu Izzy. Padahal wanita itu belum disidang dan belum jelas status bersalahnya. Selir-selir yang lain sudah menilai Sara dengan buruk, bahkan berharap Sara dan ibunya dihukum gantung.

"Cepat jelaskan kepadaku," pinta Sara kepada dua dayangnya saat mereka telah tiba di kamar.

Esme dan Lily saling menyikut. Mereka saling melimpahkan tugas untuk memberitahu Sara apa yang terjadi.

"Cepat katakan!" ucap Sara tidak sabaran.

Lily gugup untuk bicara, tetapi wajah Sara sudah mulai menunjukkan kemarahan. "Ratu Izzy diracuni dari sapu tangan pemberian seseorang, dan sapu tangan itu, adalah hadiah dari ibumu."

"Apa?!" kaget Sara. "Kamu yakin dengan apa yang kamu katakan? Mana mungkin ibuku meracuni ratu?"

"Kami dengar pengawal tengah menjemput ibumu untuk ke istana," sahut Esme.

Sara menggeleng, "Aku harus menemui raja."

Sara membuka pintu. Namun, di depannya sudah ada pengawal yang menghadang. Saat Sara masuk tadi, kedua pengawal itu tidak ada.

"Tuan Putri tidak boleh keluar kamar," ucap pengawal.

Salah satu dari mereka masuk ke dalam menyeret Esme dan Lily keluar, dan Sara didorong masuk, lalu pintu dikunci.

"Hei, lepaskan aku," teriak Sara sembari menggedor pintu.

Percuma saja berteriak. Mau suara Sara sampai habis pun, pintu kamar itu tidak akan terbuka kecuali atas izin dari sang raja sendiri.

"Petaka apa lagi ini? Ibu tidak mungkin dan mustahil meracuni ratu Izzy," gumam Sara. Ia menitikkan air mata. Sara membayangkan keadaan sang ibu yang pasti tengah ketakutan saat ini.

...****************...

Ibunda Sara berlutut di hadapan raja dan ratu. "Ampun, Yang Mulia. Saya tidak bersalah. Saya tidak berani untuk meracuni ratu."

"Pengawal! Bawa wanita tua ini ke penjara bawah tanah. Besok pagi ia akan disidang," kata Aran.

"Baik, Yang Mulia."

Wanita malang itu dibawa ke penjara bawah tanah. Besok, adalah penentuan hari di mana sang terdakwa dinyatakan bersalah atau tidak. Ibunda Sara memang menghadiahkan sapu tangan bersulamkan bunga Lily untuk ratu.

Pintu kamar dibuka. Sara berdiri memberi hormat kepada raja yang masuk kemudian berlutut.

"Ibuku tidak mungkin melakukan perbuatan itu," kata Sara.

"Besok ibumu akan disidang. Kita akan tahu apa dia bersalah atau tidak," tutur Aran.

Aran membawa Sara untuk bangun. Ia menepuk pelan pundak sang selir. "Jika ibumu tidak bersalah, maka jangan takut."

Sara mengangguk, "Kuharap kamu memberi keadilan pada kami."

"Pasti. Aku tidak pernah membedakannya. Besok, kamu boleh ikut menyaksikan persidangan itu."

Mata Sara berbinar mendengarnya. Ia mengangguk, terharu karena Aran mengizinkannya. "Terima kasih, Yang Mulia."

Aran membawa Sara ke atas tempat tidur. Melakukan tugasnya sebagai seorang pria perkasa, dan Sara melayaninya dengan penuh kelembutan.

...****************...

Sidang dimulai. Hakim sudah duduk di atas kursinya. Raja, kedua ratu, saksi, dan juga Sara ikut menyaksikan sidang itu. Sedangkan terdakwa berlutut dengan tangan serta kaki dirantai.

"Apa sapu tangan ini milikmu?" tanya Hakim.

Ibunda Sara mengangguk, "Iya, itu sapu tangan milik saya. Saya yang memberi racun kepada ratu Izzy."

"Ibu!" teriak Sara.

Sara ingin meraih ibunya, tetapi pengawal mencegah hal itu. Telinga Sara pasti salah dengar jika ibunya memang meracuni ratu. Untuk apa, mengapa, sang ibu berani berbuat begitu?

"Apa alasanmu?" tanya Hakim lagi.

"Dendam saya kepada raja. Dia mengambil apa yang bukan miliknya. Mengambil putri secara paksa dari ibunya. Mengambil kekasih secara paksa dari orang yang dicintainya. Sekarang dia rasakan sendiri bagaimana kehilangan calon pewarisnya," ucap sang Ibu.

"Lancang!" murka Aran. "Pengawal! Gantung wanita ini!"

"Tidakkk!" teriak Sara. "Kumohon, Yang Mulia. Ini pasti salah."

"Bawa putri kembali ke kamarnya!" perintah Aran.

"Yang Mulia!" seru ibunda Sara. "Sebelum saya dihukum gantung, izinkan saya memeluk putri untuk terakhir kalinya."

"Sebutkan kata-kata terakhirmu wanita tua!" kata Aran dengan mengangkat tangannya.

Pengawal membiarkan Sara menghampiri ibunya. Sara memeluk sang ibu dengan erat dan menangkup wajah tua itu.

"Katakan ini tidak benar, Ibu."

"Dengarkan aku, Sara. Kamu harus membalas apa yang terjadi kepada kita. Ibu tidak akan tenang jika kamu belum membalaskan dendam kepada orang-orang yang memanfaatkanmu."

"Putuskan sekarang, Hakim," ucap Aran.

Sara dijauhkan dari sang ibu. Hakim memutuskan hukuman gantung karena ibunda Sara telah mengakui segala perbuatannya. Hari itu juga eksekusi dilaksanakan di depan para rakyat.

"Hukum dia, hukum dia," ucap rakyat beramai-ramai.

Ibunda Sara dicap pembunuh, pengkhianat dan tubuh tuanya dilempari batu oleh mereka yang menyaksikan eksekusi itu.

Algojo dengan memakai topeng hitam siap untuk melakukan tugasnya. Kepala ibunda Sara dikalungkan tali tambang dan algojo bersiap memotong tali agar pijakan tempat wanita itu berdiri terbuka.

Dalam beberapa menit, nyawa wanita malang itu lenyap. Matanya terpejam dan lidahnya sedikit keluar. Dalam kerajaan Whiteland, tubuh yang sudah tidak bernyawa itu akan dibiarkan selama tiga hari. Burung pemakan bangkai akan memakannya, setelah itu barulah jasad yang tidak berbentuk dibakar.

Bersambung

1
Mei TResna Rahmatika
😭😭
Fnny_meiydha
suka sekali alur cerita nya aku udah baca berulang kali ga bosen samsek,udah baca dari tahun ke tahun tetep syukaa poll alurnya😍😍😍🤭🙏
akukaya
kau kn raja utk rakyat... kau tak mahu dimiliki .. hanya mahu memiliki... padahal aku dah tahu jln cerita ini... saling serunya... aku ulang baca ..🤣🤣🤣
akukaya
kihkuhkihkih... sama sama pengkhianat... sesuai
akukaya
kau masih belum tahu.... Jessica nikah dgn kau kena nk merebut takhta kau... diorg dah rancang lama... huhuhu...( aku kn mata mata )
akukaya
,kau pun jahat... menutup kejahatan Jessica... bukan selidik dgn benar... Raja Bodoh... Sex saja yg dia tahu.. bongok .. geram aku
akukaya
lalim lalim lalim lalim lalim lalim lalim lalim lalim lalim lalim lalim lalim lalim
Nur Aini81
🤭🤭🤭 gill kaget ya 🤣🤣🤣
Nur Aini81
kalo menurut sy Aran sebenarnya baik hati tp ya namanya laki-laki apalagi Aran itu raja pasti marah dan cemburu kalo denger pacarnya mesra" an Ama cowok lain. 🤭🤭🤭
Nana Niez
raja model aran memang hrs diberi pelajaran yg setimpal
Nana Niez
sara lemah,,
💖 sweet love 🌺
mau dibilang sara kejam, nyatanya beginilah hidup dalam istana kan..
Krn istana bukan cuma rumah utk suami, istri dan anak, tp ada bnyk kehidupan didalamnya yg saling menjatuhkan utk bertahan hidup
💖 sweet love 🌺
visual 👍👍👍
💖 sweet love 🌺
keren
💖 sweet love 🌺
pinter kamu Thor.. tau cara2 dan seluk beluk intrik utk cerita istana..
💖 sweet love 🌺
karma utk Jessica, Krn dia yg udh menghasut Izzy utk membunuh anak yg dikandung sara..
Jessica juga yg jadi penyebab kematian ibunya sara
💖 sweet love 🌺
seperti nya author nya terinspirasi dari cerita abad kejayaan dan Jodha Akbar
💖 sweet love 🌺
bener sih vibes nya kyk cerita film nya kerajaan turki
Rere
persis Kya cerita nya king Sulaiman
Reanny Wijaya Oesin
satu kata untuk Sarapan👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!