NovelToon NovelToon
Selimut Tetangga Di Perantauan

Selimut Tetangga Di Perantauan

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:6.1M
Nilai: 5
Nama Author: picisan imut

(PERHATIAN!! bacaan ini akan membuat mu geram... skip saja bagi yang tidak kuat membaca, tentang perselingkuhan 😊🙏)

aku Adam Riansyah, pria berusia 32 tahun.
seorang operator alat berat, yang harus bekerja di kota yang jauh. dan terkadang berpindah dari satu kota ke kota yang lain.
meninggalkan seorang istri yang baru ku nikahi empat tahun yang lalu, juga seorang anak berusia tiga tahun.

kata orang hidup di perantauan itu mudah, benarkah begitu?

aku rasa tidak!
apalagi aku adalah pria yang sudah menikah, berusaha menahan hasrat berbulan-bulan sangatlah sulit bukan. godaan demi godaan sering datang menghampiri, dimana teman-teman ku bahkan lebih memilih untuk menikah diam-diam atau mungkin menyewa wanita demi memenuhi hasratnya.

hingga akhirnya aku bertemu dengan Andini, seorang janda yang baik hati serta ramah. wanita yang bekerja sebagai penjual nasi dan kopi di tempat ku bekerja. membuat ku merasakan kenyamanan saat di dekatnya...

di sinilah kesetiaan ku mulai di uji...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon picisan imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kenangan masa lalu

Malam ini Nesa agak kesulitan tidur, padahal tubuhnya terasa lelah. Entah sedang memikirkan apa? Dia hanya tidur terlentang sembari menatap langit-langit kamar milik suaminya.

Di kamar yang tidak terlalu luas itu, terdapat sebuah lemari dengan pintu yang terdapat cermin di depannya. Ada beberapa stiker kata-kata yang menempel di sana. Foto Adam saat masih sekolah di SMK bersama teman-temannya dulu. Atau mungkin Foto Vanesa saat pertama kali mengenal Adam.

Vanesa beranjak, dia pun mendekati jendela kamar itu, menatap keluar. Ke salah satu rumah milik temannya.

"Apa kabar mu di sana, Inggrid?" Gumam Nesa menatap ke jendela kamar yang gelap di luar.

Ya... Dulu Nesa memang mengenal Adam dari salah satu teman yang ia kunjungi, karena kebetulan rumah Adam dan temannya itu bersebelahan bahkan masih ada hubungan saudara.

Dan singkat cerita, Adam tengah menghampiri teman Vanesa itu mengambil sesuatu. Saat itulah keduanya bertemu, dimana tatapan Adam yang sesekali curi-curi pandang sudah menandakan bahwa Adam sedikit tertarik dengan gadis pendiam yang hanya menunduk dengan buku novel di tangannya, karena saat itu Adam tengah duduk di sofa yang tak jauh jaraknya dengan Vanesa.

(Flashback is on)

Adam tersenyum tipis, kala melihat Vanesa nampak salah tingkah saat duduk diruang tamu berdua dengan Adam, sementara Inggrid teman Nesa tengah mengambil barang yang hendak di pinjam Adam itu di kamarnya.

"Teman Inggrid ya?" Tanya Adam. Nesa yang tengah membaca buku pun mengangkat kepalanya.

"Iya mas." Jawabnya singkat.

"Oh... namanya siapa?" Tanya Adam.

"Aku, Vanesa."

"Owhhh..." Tersenyum lagi. Kala itu Adam melihat Nesa, benar-benar gadis lugu yang cantik. Sehingga ada ketertarikan yang membuatnya ingin kenal lebih dekat lagi.

Hingga akhirnya dia meminta bantuan pada Inggrid untuk memberikan nomor ponsel milik Nesa itu.

Karena Inggrid adalah teman baik Nesa, dia pun tidak bisa sembarangan memberikan nomor ponsel milik Nesa kepada Adam. Terlebih Sepertinya Nesa kurang menyukai Adam di awal.

Namun memang dasar Adam, dia adalah pria gigih yang tak mudah menyerah saat menginginkan sesuatu.

Hampir setiap hari dia menunggu di halte tempat Nesa biasa menunggu bus, dekat sekolahnya. karena dia dulu belum boleh membawa kendaraan sendiri oleh ayahnya.

Gadis itu duduk di sebelah Inggrid, bercerita kesana-kemari membahas hal-hal di sekolah tadi sembari bersenda gurau.

Hingga sebuah motor pun berhenti di depan halte itu, Nesa yang melihat Adam langsung berpaling. Sudah lebih dari seminggu pria itu datang terus, membuatnya kurang nyaman.

"Nggrid, tanyain temannya... Punya linggis nggak sih?" Tanya Adam.

"Apaan sih mas, tanya begitu memang teman ku kuli apa?" Jawab Inggrid terkekeh, sembari menyikut pelan lengan Nesa. sementara Nesa masih mendengus sebal, tidak mau mendengarkan pria bernama Adam itu.

"Ye... kali aja punya... Makanya aku tanya. Sssttt... Hei... Hei sweater hitam." Goda Adam karena saat itu Nesa memakai sweater berwarna hitam. Gadis itu melirik, terlihat senyum seringai di bibir Adam. "Punya linggis nggak?"

"Nggak...!" Jawabnya ketus.

"Gitu ya? Kalau linggis nggak ada, nomor hp ada dong ya?"

Mendengar itu Inggrid semakin ingin tertawa, dia baru tahu kalau Adam bisa semenggelikan itu. Padahal yang ia tahu sebelum ini yaitu? Adam adalah pria pendiam, bahkan dia tidak pernah terlihat dekat dengan seorang wanita manapun. Sementara yang di goda kini sudah beranjak, karena ada bus yang sudah berhenti di depan. Di ikuti Inggrid yang juga turut beranjak.

Ia pun melangkah, mendekati pintu bus itu dengan ponsel di tangannya. Melewati Adam yang masih duduk di atas motornya. Hingga tangan Adam pun merebut ponsel yang ada di tangan Nesa, membuat gadis itu terkesiap.

"Ponsel ku." Pintanya, hendak meraih ponselnya kembali dari tangan Adam.

"Pulang dengan ku ya, nanti ku balikin." Ucap Adam.

"Apaan sih... Sini nggak?" Hendak meraih ponselnya lagi, namun malah justru di masukan kedalam saku jaket yang di gunakan Adam. "Iiihh... Mas." Nesa semakin kesal. Dimana Inggrid sudah masuk kedalam busnya.

"iyain dulu..." Pinta Adam.

"Tolong dong mas, ih... Aku harus pulang." Nesa merengek karena bus sudah melaju dan menjauh. Sementara Adam hanya menyilangkan kedua tangannya di depan dada melihat ekspresi kesal Nesa yang membuatnya sedikit gemas. "Mas...!"

"Mas siapa, coba panggil yang benar dong."

"Ck...! Aku tidak tahu nama mu."

"Makanya kenalan." Adam mengulurkan tangannya.

"Apaan sih... Sini kan ponsel ku." Nesa menepis tangan Adam. Pria itu pun geleng-geleng kepala.

"Ya sudah kalau tidak mau, ponsel mu ku bawa pulang." Adam menyalakan mesin motornya, membuat Nesa meraih lengan Adam.

"Mas... Ya ampun, siniin ponsel ku." Merengek.

"Kenalan dulu."

"Kamu sudah tahu nama ku kan?"

"Tapi kamu belum tahu nama Ku." Ucap Adam. Nesa mendengus.

"Iya sudah... Siapa nama mu." Nesa menyerah.

"Aku Adam." Mengulurkan tangannya. Dengan ragu Nesa pun meraih tangan itu menjabatnya. Dan karena Adam tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, dia pun terus memegangi tangan itu.

"Lepaskan tangan ku mas." Nesa menarik tangannya.

"Naik..." Titahnya.

"Nggak!"

"Baiklah kalau begitu ponsel mu tidak akan kembali."

"Iiissshhh...! Ya sudah, lepaskan tangan ku."

"Iya..." Adam tersenyum senang, saat Nesa mulai berjalan sedikit dan naik ke atas motornya. "Pegangan ya..."

"Nggak usah pegangan... Aku nggak akan jatoh kok." Menjawab dengan sedikit ketus.

"Aku tidak mau jalan kalau kau tidak mau pegangan."

"Rese ya?" Semakin kesal.

"Cuma sama kamu kok aku resenya." Terkekeh, "pegangan Nesa."

"Ck...!" Tangan itu melingkar di pinggangnya, membuat Adam tersenyum senang.

Itu lah awal-awal perjuangan Adam untuk mendapatkan Nesa, tanpa gentar dia terus merebut hati Nesa. Walaupun hanya mengantarkan sampai depan gang saja, dia sudah senang.

Hingga tiba hari naas itu, dimana saat Nesa dan Inggrid mengendarai sepeda motor, selepas berkunjung ke salah satu kelompok belajar. Keduanya mengalami kecelakaan.

Motor milik Inggrid yang di bawa Nesa terserempet salah satu mobil yang menyalip keduanya dengan kecepatan tinggi, posisi Inggrid yang di belakang terpental kejalan, sedangkan motor yang di bawa Nesa rubuh ke bahu jalan, karena cidera kepala yang di alami Inggrid cukup parah dia pun tewas saat perjalanan kerumah sakit.

Dan dari kecelakaan itu, Nesa benar-benar merasa takut. Dia bahkan tidak henti-hentinya menangis di ruangan UGD. Di samping kondisi Inggrid yang tidak selamat, dia juga takut dengan ayahnya, karena diam-diam mengendarai sepeda motor.

Setelah dokter dan perawat memeriksa lukanya. Adam masuk menyibak tirai penyekat ranjang lainnya. Dia mendekati Vanesa setelah mengecek kondisi jasad Inggrid.

"Nesa..." Panggilnya dengan tatapan iba.

"Hiks, mas Adam... Inggrid mas... Inggrid Hiks..."

"Nes, sabar ya. Jangan takut ini musibah."

"Tapi aku yang bawa motornya mas, aku yang bersalah." Nesa benar-benar ketakutan. Hingga perlahan Adam meraih tubuh yang gemetaran itu, memeluknya.

"Jangan takut Nesa... Ini takdir Inggrid." Ucapnya berusaha menenangkan Nesa.

Hari itu, tidak ada yang lebih Membuatnya tenang selain pelukan Adam Riansyah. Rasa sedih akibat perginya Inggrid, dan ketakutan dirinya akan mendapatkan masalah setelah ini seolah sedikit berkurang.

1
Achiek
apa sulitnya utk menghindar.... bilang aja pergi kerja... tinggalin tuh sipuri.... dasar siadam tolol akar kuadrat....
Achiek
si adam itu tolol ++....
Achiek
preettt...
Achiek
tapi masih memberi ruang dg si adam....
Achiek
emang boleh rujuk kembali setelah talak 3.... ingat thor dlm hukum islam itu tidak diperbolehkan... kecuali talak 1 dan 2....
Achiek
si adam ini sifatnya bikin greget.... egois nggak punya malu.... si nesa terlalu lembek nggak punya prinsip....
Achiek
adam... adam.... /Joyful//Joyful//Joyful/.... loe itu pikun apa sich.... namanya jg pelayan warung....
Achiek
kelapa yg mana thor....
Gafita Almas
Luar biasa
Nur Janah
lagian knpa Andini nggak kabur pergi jauh aja sama anaknya
Nur Janah
aku udah ngerasain d selingkuhi suami waktu suami dpt proyek di Palembang sama janda punya warung juga,pdhal sebelumnya aku baca novel ini dan kejadian d aku juga.tp paling tidak tahu cara mengatasinya dari pengalaman baca novel ini,dan ini yg ketiga kalinya aku baca novel ini
Meryy4321
Lumayan
Meryy4321
Buruk
angel
kenapa sih setiap baca novel laki selingkuh pas istri berat di anak ...apa hrs gt? laki klu sdh gk bisa jaga hati dan nafsu lbh baik pisah . .klu pun dipaksa dan diteruskan rumah tangga yg ada sakit hati sendiri dgn jiwa keterpaksaan
Ira Suryadi
Luar Biasa
Aluh Alvrida
Aku suka cerita novel ni..bagus banget aku sampe baca tiga kali/Angry//Angry//Angry/
Aluh Alvrida
Biasa
Aluh Alvrida
Buruk
Aluh Alvrida
Aku baca udah dua kali..ini yg ketiga kali karena kangennn..bagus novelx kusukaaa banget/Angry//Angry//Angry//Angry/
Nur Janah: sama ini yg ke tiga juga tp yg kedua nggak sampai tamat😊😊
total 1 replies
Cis Siu
yey
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!