Areksa Rexander seorang selebriti yang bertemu dengan seorang gadis cantik pemikat hatinya bernama jesselyn stevania yang merupakan mantan pacar dari sang kakak.
bagai manakah kisah cinta Areksa dan Jesselyn???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Izza naimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3
pagi hari Alaska, teman-temannya beserta timnya bersiap untuk pergi ke kota lain. namun sebelum itu mereka menikmati sarapan di lantai 7 yang mana lantai itu khusus untuk tempat makan yang menyambungkan ke Rooftop. Hotel itu menjadikan pemandangan sekitar Hotel nampak terlihat jelas dan sangat indah.
tim mereka tidak membooking seluruh restoran itu karena hanya sekitar 15 orang. sudah plus Crew, Jadi mereka berbagi tempat dengan pengunjung Hotel lainnya.
Alaska dan teman-temannya sedang menikmati sarapan sembari diselingi oleh candaan.
" Sofia, jangan terlalu jauh sama Alaska. kita mau sambil live nih. biar fans kalian semakin menggila" seru salah satu crew.
" live di akun siapa bang?" tanya Alaska.
" di akun lo aja Al, biar banyak yang nonton" sahutnya.
Akhirnya Alaska memulai live gabutnya sembari menikmati sarapan pagi. di sampingnya ada Sofia. Iya, di manapun Alaska ada di situlah Sofia selalu ada.
"Gayss, kita ada di kota Bogor nih, tapi bentar lagi kita OTW ke kota Bandung. kita meet and great di sana, oke. orang-orang di sekitaran sana jangan lupa Tungguin kita ya" ucap Alaska. ponsel itu sesekali diputar mengarah ke arah timnya yang juga sedang menikmati sarapan. kemudian diletakkan ponselnya itu di depannya dengan ditahan oleh gelas.
" kak Al ganteng banget"
" Kak Al cocok banget sama kak Sofia"
"couple goal Guys"
" emang lebih cocok sama Kak Al sih Kak Sofia, ketimbang Kak Marcel"
" eh Marcel juga ganteng kok, tapi emang lebih ganteng Alaska sih"
" Kak Sofia cantik banget sih, pantes Kak Al sampai klepek-klepek"
" Demi apa mereka emang cocok banget, semoga langgeng ya"
" Kak Sofia cantik, I love you kak Sofia"
" boleh nggak sih culik Kak Al"
Alaska tertawa membaca ratusan bahkan ribuan komentar yang masuk saat dia sedang live. sekali live penontonnya selalu mencapai ribuan.
" Sofia, tuh lo dipuji-puji sama fans lo" ucap Alaska.
" Hai guys, Makasih yang sudah Setia ngikutin kita. Terima kasih juga yang udah nonton film kita. yang belum nonton pokoknya wajib nonton" seru Sofia.
Sofia Karlesta adalah seorang artis muda yang masih berusia 16 tahun dan masih duduk di bangku SMA, Dia begitu cantik dan memiliki banyak fans. pembawaan yang cukup ceria menjadikan dirinya banyak disukai banyak orang.
"Yups, bener banget kalian wajib nonton ya, Jangan lupa nonton rame-rame" seru Alaska melanjutkan ucapan Sofia.
tiba-tiba netra Alaska menangkap sosok yang ia kenal, orang itu lewat di hadapannya sembari membawa piring makanan di tangannya dan tangan sebelahnya menggenggam gelas minuman.
' kaka jessy' batin Alaska menyebut nama itu.
Jesslyn pun melirik sekilas dan tersenyum tipis ke arahnya, yang kemudian dibalas Senyuman juga oleh Alaska.
Jasmine duduk tidak jauh dari tim Alaska, namun tidak kembali melihat Alaska dan hanya fokus makan sembari melihat ponselnya.
' cantik banget deh, seandainya dulu bokap nyetujuin dia sama Kak Bian, bangga banget Pasti gue punya kakak ipar cantik kayak dia' batin Alaska dan dia kembali fokus ke layar ponselnya yang tengah melakukan live di salah satu media sosial.
" jir, tuh cewek cakep amat ya" celetuk Nando yang berada di samping Alaska. otomatis beberapa orang yang mendengarnya termasuk Alaska mengarahkan pandangannya ke arah dengan apa yang dilihat oleh Nando.
" cakep bener, bening cuy" sahut salah satu taman mereka.
" cewek-cewek Sunda mah emang Geulis"
" tapi kayaknya tuh cewek blasteran, Iya nggak sih?" suara mereka saling bersahutan memuji kecantikan wanita itu yang tidak lain adalah Jesselyn.
mendengar pujian-pujian terhadap Jesselyn membuat Alaska langsung mematikan webnya karena suara mereka yang terlalu beresik.
" gue ke toilet dulu" ucap Alaska yang langsung meninggalkan teman-temannya. dalam langkahnya Dia sedikit melirik ke arah Jesselyn, namun Jesslyn Tak sedikitpun terganggu dengan semua ucapan yang dilontarkan teman-temannya meski suara itu pasti terdengar olehnya.
di dalam toilet Alaska membasuh wajahnya di depan cermin.
" capek juga ya keliling-keliling kota kayak gini. Badan gue rasanya remuk, mana Nando dan Marcel ngajak begadang mulu kerjaannya" keluh Alaska. karena seminggu ini full berkeliling kota untuk mempromosikan film terbarunya.
Alaska memperhatikan wajahnya dan tersenyum menyadari betapa tampan wajahnya. Pantas saja banyak netizen yang memuji-muji dengan cara berlebihan, dia melihat ke arah matanya yang terdapat mata panda menghiasi di bawah matanya.
halaan nafas keluar dari mulut Alaska setelah mengeringkan wajahnya dengan tisu. kemudian Alaska keluar dari toilet sembari memainkan ponselnya.
Brak!
" eh sorry" ucap seseorang yang menabrak Alaska sampai membuat ponsel Alaska terjatuh.
" Oh Tuhan, HP gue" Alaska memegangi rambutnya dengan kedua tangannya sambil melihat ponsel yang ia baru saja beli beberapa waktu yang lalu dengan harga yang cukup fantastis kini HP itu jatuh ke lantai.
" Alaska" panggilnya.
"kak, Kak Jessy" Alaska cukup terkejut karena yang menabraknya adalah Jesselyn.
" Alaska sorry, aku nggak sengaja" ucapnya dan langsung mengambil ponsel Alaska yang tergeletak di lantai.
"aku ganti ya?" ucapnya lagi sambari memutar-mutar ponsel Alaska. Namun sepertinya tidak ada kerusakan karena ada pelindung case.
" Nggak usah Kak. kayaknya HP aku nggak apa-apa"
" masih bisa Nyalakan ini?" Jesselyn mengetuk dua kali layar ponsel Alaska dan ternyata masih menyala.
Jesselyn sedikit menaikkan sebelah alisnya, saat melihat wallpaper di ponsel Alaska sebuah foto couple Alaska dan seorang gadis cantik. Jesselyn dapat menebak kalau Gadis itu adalah pacar Alaska.
" aman kayaknya Kak" Alaska langsung merebut ponselnya dari tangan Jesselyn.
" sekali lagi aku minta maaf ya Al"
" nggak papa Kak, santai aja" sahutnya dan tersenyum kaku. padahal dalam hati sedikit dongkol. itu adalah ponsel hasil jerih payahnya selama bekerja, karena biasanya Alaska membeli ponsel menggunakan uang ayahnya.
" serius nggak apa-apa?" Jesslyn tetap merasa tidak enak, Dia sedikit ceroboh berjalan tanpa memperhatikan jalan yang akhirnya saat masuk ke toilet malah bertabrakan dengan Alaska.
" Iya Kak, nggak apa-apa kak" sahutnya meyakinkan, dia juga merasa tidak enak pada Jesselyn.
" kalau handphone kamu kenapa-napa nanti kamu hubungi Juan. Kamu kenal dia kan? biar dia nanti kirim ponsel baru buat kamu" ucap Jesselyn.
" Kakak nggak usah berlebihan gitu. nggak ada yang lecet kok, cukup berguna juga ini casenya" sahut Alaska sambil terkekeh pelan.
" Baiklah kalau begitu aku duluan ya" pamit Jesselyn dan segera masuk ke dalam toilet.
" emang bener ya ada istilah BEAUTY PRIVILEGE mau marah juga malah nggak jadikan gue. Untung aja HP gue aman" gerutu Alaska Seraya melangkahkan kakinya untuk kembali bergabung dengan teman-temannya.
hari ini Alaska dan timnya kembali melanjutkan perjalanan menuju kota Bandung yang mana akan kembali diadakan meet up dengan para penggemar film ataupun para cast di film itu.
di sisi lain Jesselyn kini akan kembali ke Belgia tempat di mana dia tinggal dan tempat di mana perusahaannya berada.
ayah dan ibunya mempunyai perusahaan di sana dan saat ini Jesselyn meneruskannya.
" sebelum kembali gue mau mampir ke makam nyokap bokap dulu ah. kangen banget sama mereka" gumam Jesslyn sembari mengendarai mobilnya dari Kota Bogor ke Kota Jakarta.
ayahnya orang Belgia asli dan ibunya orang Indonesia namun keduanya telah tiada sekitar 13 tahun yang lalu tepatnya saat dirinya baru lulus SMA. keduanya mengalami kecelakaan lalu lintas dan dari saat itu Jesselyn memutuskan untuk tinggal di Belgia dan meneruskan perusahaan ayahnya karena dia anak tunggal. sementara Juan yang anak dari kakak kandung sang Ibu memang sudah tinggal di Belgia sudah 3 tahun karena Juan bersekolah di sana. sedangkan Jesselyn jesselyn sendiri terlalu betah di Indonesia dan memutuskan untuk sekolah di Indonesia. Dia tinggal bersama kedua orang tua Juan dengan kata lain Mereka bertukar posisi karena Juan pun di Belgia tinggal dengan kedua orang tua Jesselyn.
" mas, Gue ke Jakarta duluan ya. elo entar nyusul aja barang Inara" ucap Jesslyn saat panggilan teleponnya dilakukan tersambung.
"oke"
sekitar 2 jam barulah Jesselyn sampai di Jakarta dan langsung ke tempat pemakaman umum. Mobilnya diparkirkan di sekitaran TPU. Jesslyn turun dengan menggunakan selendang yang Iya pakai di kepalanya dan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.
" seandainya waktu itu aku nggak maksa Mommy sama Deddy untuk datang di hari perpisahan sekolahku Mungkin kalian masih ada di sini sampai sekarang" lirihnya.
Jesselyn berjongkok di depan makam kedua orang tuanya dan mendoakan Mereka sebelum sesi keluh kesahnya.
" mom, dad. semoga kalian ditempatkan di tempat yang paling indah"
" kalian tahu, aku kangen banget sama kalian. aku kesepian walaupun selalu ada Mas Juan dan Inara yang menemaniku. tapi rasanya masih ada yang kurang. Maafkan Jessy mom, dad. di umur yang sekarang Jessy masih belum bisa memberikan kalian cucu. jessy-"ucapannya terjeda oleh air mata yang Luruh begitu saja.
dulu dia sempat berangan-angan akan menikah setelah lulus kuliah dengan pacarnya dan dia selalu bercerita kepada ibunya tentang semua hal walaupun mereka tidak tinggal bersama dan kenyataannya laki-laki yang menjadi pacarnya itu menghianatinya dan menghamili gadis lain. dari situlah dia trauma dengan Relationship walaupun Inara sebagai sahabat dan Juan sebagai kakak yang selalu berusaha menjodoh-jodohkannya dengan laki-laki lain, namun selalu gagal dengan berbagai alasan dan kini jesselyn terlalu membentengi dirinya agar orang lain tidak bisa masuk ke dalam hatinya.
"jessy selalu gagal dalam percintaan. Apa memang tidak ada yang benar-benar menginginkan jessy" lanjutnya.
"mom, dad. Jessy pergi dulu. nanti kalau jessy balik lagi ke Indo, jessy janji bakal tengokin kalian" ucapnya kemudian mencium batu nisan kedua orang tuanya.
" bye mom,Dad"
Jesselyn pun kembali berjalan menuju mobilnya.
"jessy" Panggil seseorang. suara orang yang masih dia ingat dan Jesselyn Pun menoleh ke arah sumber suara untuk memastikan.
"Arbian" ucapnya pelan.
laki-laki itu pun tersenyum hangat kepadanya dan menghampirinya.
' tadi ketemu adiknya sekarang kakaknya' batin Jesselyn.
dia adalah Arbian kakaknya Alaska.
"jessy apa kabar?" tanyanya.
"baik"
" long time on see jess"
"iya"
" kamu masih cantik, aku kang-"
"papaaa" teriak seorang gadis kecil yang masih mengenakan pakaian sekolah dasar. dia baru turun dari sebuah mobil sepertinya anak itu umurnya sekitar 8 tahun, dia berlari ke arah Arbian dan diikuti oleh seorang wanita cantik yang sedang mengandung yang juga turun dari mobil yang dikendarainya sendiri.
"sayang" sambut Arbian tersenyum kepada gadis kecil itu, memeluk dan mencium kedua pipinya.
" kamu udah lama nunggu mas?" katanya wanita yang sepertinya ibu dari anak itu lebih tepatnya Jesselyn bisa menebak itu adalah istri dari Arbian.
" baru sampai" sahut Arbian yang terdengar begitu dingin.
"jessy, kenalin ini anak aku arah dan ini Elisa" ucapannya memperkenalkan keduanya namun Jesselyn sedikit heran karena Arabian tidak mengucapkan wanita bernama Elisa itu sebagai istrinya.
"oh, Hai jessy, aku Elisa istrinya Mas Bian" siapa Elisa memperjelas.
" Hai Elisa aku Jessy temannya Arbian" Jesslyn menyahut dan tersenyum manis. Mereka pun bersalaman.
" kamu di sini abis jengukin siapa jess?" tanya Arbian.
"malam mom dan Daddy. kalian sendiri?" sahutnya.
" kita mau ke makam nenek dan kakek dari Mas Bian. sebulan sekali Kami memang selalu ke sini, biasanya sama mertua dan adik-adiknya Mas Bian. tapi kebetulan Mereka lagi ada kesibukan masing-masing" Elis yang menyahut.
" Oh iya kalau begitu aku duluan, kalian silakan lanjutkan" ucap Jesslyn Seraya tersenyum ramah dan undur diri dari pasangan suami istri itu.
" dasar Arbian aneh" jangan sedikit mengumpat Saat berjalan menjauh dari mereka. dia merasa tidak suka dengan sikap Arbian kepada istrinya.
.
.
.