NovelToon NovelToon
Kehidupan Ke 2 (Sama-sama Terluka)

Kehidupan Ke 2 (Sama-sama Terluka)

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:19.5k
Nilai: 5
Nama Author: waya520

Semua bermula ketika Vanessa yang memaksakan keinginannya untuk mengikat Calvin dalam ikatan pernikahan, dengan harapan bahwa pria itu akan mencintainya. Tapi yang terjadi, pria itu malah membencinya dan berusaha selalu menjaga jarak dengannya, bertahun-tahun menikah, pria itu ternyata masih memikirkan mantan kekasihnya.

Sampai saat Vanessa sekarat karena kanker yang menggerogoti tubuhnya, dia melihat, suaminya yang menggandeng mesra tangan seseorang yang menjadi alasan kenapa pria itu tidak akan pernah mencintainya.

Di sisa nafasnya, dia pun menyesali keputusannya saat itu. "Andai saja aku tidak pernah memaksa Calvin menikah dengan ku, mungkin aku bisa merasakan sebuah kebahagiaan."

Karena sejak awal, hati pria itu memang bukan miliknya.

Dan yah, Tuhan pun mengabulkan keinginannya. Apakah Vanessa akan merelakan Calvin bersatu dengan mantan kekasihnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waya520, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sama-sama Terluka

*Jangan lupa like dan vote dulu sebelum lanjut membaca ☺️

.

.

Mengabaikan rasa pening yang mulai terasa. Vanessa dengan cepat keluar dari kamarnya, melihat seluruh isi rumah mewahnya yang sengaja dia siapkan untuk suaminya. Kenapa harus seperti itu. Anggap saja dia terlalu bucin dan bodoh.

Bodoh?.

Dia memang bodoh.

"Hiks."

Tubuhnya seketika ambruk, dan dia mulai menangis.

 Sekelebat bayangan masa lalunya muncul begitu saja.

Masih teringat jelas dibenaknya, saat dirinya sekarat, Calvin datang sambil menggandeng mesra tangan Aurel. Dan pria itu berkata.

"Matilah dalam kesepian Vanessa, dan terimakasih sudah membelikan ku rumah, aku akan tinggal dengan Aurel di sana."

 Dan genggaman Calvin pada Aurel, terlihat tulus dan penuh kehati-hatian, berbeda dengan dirinya. Pria itu bahkan tidak pernah menyentuhnya, apalagi menggenggam tangannya.

"Bodoh sekali kau Vanessa." umpatnya sambil mencengkram rambutnya. Selama ini dia terlalu naif, terlalu percaya diri hingga mengira bahwa dirinya akan berhasil menaklukkan Calvin.

Sayangnya itu hanya angan-angannya saja. Bahkan saat mereka sudah menua sekalipun, yang dicintai Calvin hanya Aurel.

Sejauh apapun dia memisahkan keduanya, pada akhirnya Tuhan yang akan mempertemukan mereka kembali.

"Aku akan memperbaiki semuanya." putusnya yakin.

.....

Calvin memejamkan matanya sejenak, dia baru saja selesai rapat dengan mertuanya. Hari ini rasanya sangat berat.

"Aurel dimana kamu sekarang?" tanyanya entah pada siapa. Matanya kembali terbuka, dia melirik sebuah bingkai foto kecil yang ada di atas mejanya, foto seorang wanita dengan senyum merekah. Tanpa sadar dia ikut tersenyum.

Sudah lama sekali dia tidak tersenyum seperti ini, semenjak menikah dengan Vanessa, hidupnya berubah menjadi abu-abu.

Tok... Tok....

Seseorang mengetuk pintu ruangannya.

"Masuk."

klek...

"Hey Vin ayo kumpul." dua orang pria yang merupakan temannya itu langsung masuk.

Siapa lagi kalau bukan Rian dan Deon. temannya saat SMA dulu, sekarang keduanya bekerja di perusahaan milik Vanessa yang sekarang dia kelola.

"Istriku sakit, aku tidak bisa keluar." ucapnya sambil mengeluh.

Jangan salah paham.

Calvin tidak memikirkan keadaan Vanessa, hanya saja dia risih karena wanita itu pasti menelponnya tanpa henti saat dirinya pulang terlambat.

Bukan sekali dua kali wanita itu melakukannya. Tapi hampir setiap kali dia telat pulang.

Vanessa bukan sekedar mencintainya, tapi wanita itu terobsesi hingga akhirnya mengekangnya.

Hidupnya benar-benar seperti burung yang ada di dalam sangkar. Dan itulah yang membuatnya muak.

"Aku heran denganmu Vin, kenapa kau mau menikahi Vanessa?, padahal kau sendiri sudah memiliki pacar." tanya Rian yang masih tidak habis pikir dengan keputusan temannya itu.

Dia tahu jika Vanessa memang menyukai Calvin dari dulu, tapi yang tidak dia sangka, wanita itu bisa mendapatkan sahabatnya itu, padahal yang dia tahu, Calvin sama sekali tidak menyukai Vanessa.

Deon menyimak sambil menyandarkan tubuhnya pada tembok.

Jujur keduanya masih penasaran, kenapa Calvin berakhir menikahi Vanessa.

Mata Calvin terpejam. Dia memang belum bercerita tentang masalah ini pada teman-temannya, karena ini sudah masuk ranah pribadi.

"Anggap saja sudah takdirku." ujar Calvin pasrah , dia berdiri, bersiap untuk pulang.

Tapi langkahnya terhenti saat Deon sengaja menghalangi langkahnya.

"Lalu kau mau melupakan Aurel begitu saja Vin?" tanya pria itu tidak percaya.

Rian ingin membungkam mulut sahabatnya. Yang dia tahu, Aurel tiba-tiba menghilang, bahkan sudah tiga tahun dia tidak pernah melihat atau bertemu dengan wanita itu.

Alis Calvin terangkat sebelah. "Aku tidak melupakannya, dia yang memilih pergi dariku."

Tangan Deon terkepal, matanya menajam tapi Rian segera menariknya sebelum dia memukul wajah tanpa dosa didepannya.

"Kau pria bodoh Vin, semua orang juga tahu bagaimana cintanya Aurel padamu, apa kau tidak curiga dengan istri mu itu?, siapa tahu dia adalah dalang dari hilangnya Aurel."

Mata Rian membola, dengan cepat dia membungkam mulut bodoh temannya ini.

deg....

Jantung Calvin berdetak kencang, wajahnya terlihat pucat. Kenapa ucapan Deon seperti ada benarnya. Selama ini dia terlalu sibuk mengurusi perusahaan milik Vanessa tanpa berniat mencari keberadaan Aurel.

Sebenarnya dia sudah menyuruh beberapa ahli untuk mencari keberadaan wanita itu sejak dua tahun yang lalu, tapi sampai sekarang tidak ada kabar wanita itu di temukan.

"Vin kuharap kau tidak mendengarkan ucapan bodoh Deon." ucap Rian yang langsung di pelototi Deon.

Tapi Calvin bertingkah seperti tidak perduli, tanpa berkata apa-apa dia langsung pergi meninggalkan dua temannya itu di ruangannya. Dia harus segera pulang untuk menenangkan pikirannya.

.....

Taman belakang.

Tanpa sadar Vanessa mengembangkan senyumnya saat melihat bunga yang dia tanam mulai bermekaran hari ini.

"Sudah lama ayah tidak melihat senyummu itu nak."

Vanessa langsung menoleh ke belakang, disana dia melihat ayahnya yang berjalan mendekatinya, wajah ayahnya terlihat lelah, juga cara jalannya yang sedikit tertatih karena usianya yang memang sudah sangat tua.

wanita itu langsung menghampiri ayahnya, mengapit lengan pria tua itu dan membawanya duduk di kursi taman.

"Wah, indah sekali bunga yang kamu tanam." puji Artur yang membuat anaknya senang bukan main.

Pada dasarnya Vanessa ini anak yang sangat di manja dan suka sekali di puji, dulu hal sekecil apapun itu, ayahnya selalu memujinya, tapi semenjak menikah, dia tidak pernah mendengar seseorang memujinya, sebaliknya, hanya umpatan kasar yang dia dapatkan dari suaminya.

Senyum Vanessa seketika hilang, dan Artur menyadarinya. Jujur, sebagai orang tua dia sedih melihat bagaimana kehidupan rumah tangga yang di jalani anaknya.

Sejak awal dia sudah menentang keinginan Vanessa yang ingin menikahi Calvin, karena dia tahu pria itu tidak menyukai anaknya. Bahkan dia sudah menyiapkan calon yang pantas untuk anaknya. Bukan berarti Calvin tidak pantas, hanya saja dari segi manapun, Vanessa dan Calvin itu berbeda.

"Ayah." panggil Vanessa lirih, wajahnya terlihat ingin menangis.

Dia benar-benar menyesal.

"Ayah aku ingin bercerai dengan Calvin."

Brak......

Keduanya langsung menoleh ke belakang. Mata Vanessa membola saat melihat keberadaan suaminya yang berdiri tidak jauh darinya.

Wanita itu langsung berdiri. Wajahnya terlihat gugup.

Dan Calvin berjalan mendekati tubuh istrinya. Artur mencoba menahan Calvin yang sudah diliputi emosi.

"Calvin jangan menyakiti Vanessa." pinta Artur yang berdiri tepat di hadapan Vanessa.

Mata Calvin berkaca-kaca, dia menatap lekat Vanessa. wanita yang menyandang status sebagai istrinya selama empat tahun ini.

"Kau!" tunjuknya pada wanita itu.

"Apa pernikahan ini hanya mainan untukmu?" tanyanya lirih.

Wanita itu menelan ludahnya susah. "Bukan begitu Vin, tapi aku, aku baru sadar kalau selama menikah , kita sama-sama terluka, sejak awal hubungan kita salah dan aku ingin segera mengakhirinya agar kau bisa menemukan kebahagiaan mu."

Pria itu tertawa sumbang. "Haha, tahu apa kau tentang kebahagiaanku?"

1
Wawasan Ilmu NgertiYuk
kok dikit kak bab nya😭
Ari Peny
tamatkah
Ari Peny
kadang malas liat kelakuan celvin terlalu klo habis nglakuin kesalahan tp ttp mudah d godain
Uthie
Wahhh .. Jake dah punya gandengan 😍😍
Uthie
Nahhh.. gitu dong Vanessa 👍😏
meowww
kesel aku sama Calvin 😭
Ari Peny
bagus ness jgn lemah calvin emang bodoh
Uthie
Iya juga sihh... kenapa si Calvin jadi sekhawatir sama cewek yg jelas-jelas berusaha lagi meneror istrinya lewat kerjasama dgn si Rico, walau akhirnya dia menyelamatkan si Calvin juga... harusnya yaa udah suruh anak buah nya kek yg ke RS nya mahh 😌😌
Uthie
Hahaa... usaha makanya Jake 😂
Uthie
Dasar Jake buaya buntung 😂😂😂
Uthie
Dasar cewek gak tau malu... udah gila itu 😡
Uthie
Kocak.... saat si Jake dikira sudah lebih baik mau membantu Calvin, ujung-ujungnya niat nya itu untuk bisa melihat para bule juga 😂
Uthie
Aslii kocak banget kelakuan si Jake.. bikin ngakak /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Uthie
😂😂😂😂
Uthie
sukur dehhh 😡
Uthie
Cieee .. lengketnya 😁
Uthie
Wahhh.... banyak pengganggu nya niiii 😡
Uthie
Wahhh... di Aurel masih sok pede, padahal si Calvin lagi indehoy itu 😂😂
Uthie
Wahhh.. si Aurel tidak sebaik yg di puja - puji 😡
Uthie
sweet 😁😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!