Steven Grayson Addison seorang pengusaha muda yang sedang naik daun saat ini , hingga namanya di kenal di berbagai macam negara , tapi di balik kesuksesan nya itu Steven tidak mempunyai niat sedikit pun untuk menikah karena ia masih mencintai sosok wanita yang berasal dari masa lalunya .
hingga ia bertemu dengan seorang wanita cantik di sebuah club malam , wanita itu sangat membutuhkan bantuan karena di jebak oleh seseorang " aku akan membantumu tapi kau harus menikah dengan ku " ucap Steven kepada seorang wanita cantik yang terlihat sangat gelisah itu
" hhhmmm .... baik lah tuan ... aku menerima tawaran mu tapi tolong aku .... saat ini aku di jebak " ucap wanita itu penuh dengan permohonan tanpa berpikir sedikit pun, Steven tersenyum tipis seraya ia menatap wajah cantik wanita itu .
kira-kira seperti apa kelanjutan kisahnya ..!? yang penasaran mampir ya guysss 🤗🥰 .
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hanya Dengan Cara Itu
.
.
Steven melepaskan lengan Pricilla yang melingkar di pinggang nya karena tangan wanita itu mulia mengelus dadah nya , sebagai pria normal ia bisa hilang kendali jika terus di biarkan seperti ini .
" lepaskan " ucap Steven
Pricilla terjatuh begitu saja di atas lantai , wajah dan lehernya memerah , jantungnya berdebar tidak karuan , ia mulai sangat gelisah berusaha menahan sesuatu yang ingin segera ia tuntas kan .
Julian datang bersama dengan dokter Vico, , Steven segera membawa tubuh Pricilla keatas ranjang ,tapi lagi-lagi wanita itu kembali menarik pundaknya dan mencium bibirnya begitu saja .
tentu saja Julian dan dokter Vico yang melihat itu melotot kan matanya , sedangkan Steven ia segera mendorong tubuh Pricilla hingga terbaring di atas ranjang dan dengan cepat ia mundur seraya memperbaiki jas mahal nya yang berantakan .
" berikan dia suntikan penenang , aku bisa hilang kendali jika dia seperti ini terus " ucap Steven kepada dokter Vico
dokter Vico tidak berkata apapun lagi ia menghampiri Pricilla yang ada atas ranjang tetapi wanita itu tiba-tiba memeluk nya dan ingin mencium nya tentu saja dokter Vico sangat lah syok " ikat kedua tangan wanita ini jangan sampai di memperkosa ku , " ucap dokter Vico kepada Steven dan Julian yang berdiri di belakang nya
" ayo cepat .... istriku akan marah jika dia mencium ku " ucap dokter Vico lagi .
Steven berdiri dengan diam hingga Julian menyikut pinggang tuan nya itu " ikat tangan nya tuan , atau dia akan mencium dokter Vico " ucap Julian
" CK ... " Steven hanya berdecak saja setelah nya ia membuka dasi nya lalu mengikat kedua tangan Pricilla menggunakan dasi itu .
hingga kini Pricilla tidak bisa lagi menggerakkan tangannya ia hanya bisa terbaring dengan gelisah di atas ranjang.
Setelah nya dokter Vico memeriksa keadaan wanita itu dan kemudian ia menggelengkan kepalanya " dosis obatnya sangat lah tinggi , dan jika di berikan obat penenang wanita ini bisa tiada " ucap dokter Vico
Steven menatap dokter pribadi nya itu dengan wajah datarnya " jadi apa yang harus di lakukan supaya efek obatnya bisa cepat hilang " tanya Steven
Dokter Vico menarik napasnya dengan cukup panjang seraya ia berdiri di samping Steven " turuti keinginannya karena hanya dengan cara itu efek obatnya akan hilang " jelas dokter Vico
tentu saja Steven sangat syok mendengarnya begitupun juga dengan Julian bahkan Julian sampai membulatkan matanya .
" jangan konyol ,... Apa tidak ada cara lain. " Steven ia menatap dokter Vico dengan wajah kesal nya tapi masih terlihat sangat datar
" hanya dengan cara itu saja tuan , dan anggap saja ini adalah keberuntungan untuk anda tuan , kapan lagi anda bisa mendapatkan wanita cantik seperti ini " goda dokter Vico seraya menaik turun kan alisnya .
Julian ikut tersenyum mendengar ucapan dari dokter Vico itu seketika terlintas sebuah ide jail di otak nya " benar apa yang di katakan oleh dokter Vico tuan , dan anggap saja apa yang akan anda lakukan sebagai bentuk pertolongan anda kepada wanita ini " ucap Julian
Steven menatap tajam keduanya , " keluar dari sini " usirnya
" baik tuan ... tapi jangan memotong gajiku ya ... " ucap Julian seraya menarik jas dokter Vico untuk segera keluar dari kamar itu
" eeehhhh ..... Saya juga tuan jangan memotong gajiku , aku sudah memberikan saran yang akan membuat anda ketagihan " ucap dokter Vico seraya berjalan kerena jasnya di tarik oleh Julian
Steven menatap kedua pria itu dengan wajah datarnya ia tidak berkata apapun dan sebelum pintu tertutup rapat Julian memunculkan wajahnya " jangan lupa memakai gaya helikopter ya tuan " ucap Julian dengan tersenyum jail
Steven segera meraih bantal dan melempar bantal itu kearah Julian tapi dengan cepat pria itu menutup pintu kamar hotel dengan rapat seraya tertawa dengan keras .
Steven menghela napasnya dengan kasar setelah nya ia kembali melihat kearah Pricilla yang terlihat sangat gelisah di atas ranjang , bahkan wajah leher dan lengan wanita itu semakin memerah , keringat nya bercucuran di keningnya , suhu dingin AC yang ada di kamar ini tidak berhasil membuat tubuh panas Pricilla terasa dingin bahkan wanita itu merasa semakin panas .
" tolong ... Tolong aku ... Ini sangat panas .... aaahhh .... " gumam Pricilla dengan suara serak nya
Steven melangkah perlahan kearah wanita cantik itu , Pricilla dengan tatapan yang sangat sayu menatap Steven " aaahhh ... tuan ... Tolong aku ... " ucap nya dengan penuh permohonan
Steven ia masih berdiri dengan diam di sisi ranjang , ia sudah menawarkan sesuatu kepada wanita itu dan Pricilla menyetujui tawaran nya , tapi apakah ia akan melakukan hal itu bersama dengan seorang wanita yang baru ia temui di club , apa lagi selama lima tahun ini ia tidak pernah terlihat dekat dengan wanita manapun .
" tuan .... Ini sangat panas .... Tolong aku .... Tuan .... Aku bisa tiada " ucap Pricilla menatap Steven dengan mata sayu nya .
Steven beranjak naik keatas ranjang dan setelah nya ia membuka dasi yang mengikat kedua tangan Pricilla , dan setelah ikatan dari dasi itu terlepas Pricilla langsung memeluk Steven dengan erat ,
tentu saja Steven terdiam , bukan hanya itu saja tapi Pricilla mulai menciumi leher Steven , hingga membuat tubuh pria itu bereaksi .
Steven mengepalkan kedua tangannya dengan kuat " CK sial .... wanita ini , jangan salah kan aku " gumam Steven
Pricilla ia melepaskan ciuman dan pelukan nya dan setelah nya ia mendorong tubuh kekar Steven hingga terbaring di atas ranjang , dan setelah nya wanita cantik itu beranjak naik keatas tubuh Steven .
tanpa berkata apapun lagi ia langsung mencium bibir pria itu dengan sangat rakus , sebagai pria normal Steven tidak bisa bertahan lama , ia membalas ciuman Pricilla dan tak kalah rakusnya .
" jangan salah kan aku " bisik Steven setelah ciuman mereka terlepas , perlahan Steven beranjak bangun dan membaringkan tubuh Pricilla di atas ranjang
pria itu membuka jas mahal nya dan melemparnya ke sembarang arah , sedangkan Pricilla dress nya terbuka ke atas hingga memperlihatkan paha putih nan mulus nya .
Tidak sampai di situ saja satu persatu pakaian keduanya terlepas dari tubuh mereka , hingga kini tubuh keduanya tidak menggunakan sehelai benang pun .
" hhhmmm ... Tuan .... Aaahhh.... Aku tidak bisa menahannya lagi " ucap Pricilla entah sadar atau tidak wanita cantik itu membuka paha nya di hadapan Steven dan terlihat lah aset berharga yang selama ini wanita itu jaga dengan baik.
Steven yang melihat itu membuat tubuh nya memanas napasnya naik turun jantung nya berdebar tidak karuan .
perlahan ia mendekatkan wajah nya di telinga Pricilla " jangan salah kan aku Nona ini keinginan mu " bisik Steven dengan suara serak nya di telinga Pricilla
wanita itu tidak berkata apapun justru ia meraih salah satu tangan Steven dan meletakkan nya di atas gundukan indah nya , Steven tersenyum simpul , Pricilla mendesah nikmat saat tangan pria itu mulai bermain di gundukan indah nya .
" aahhh ... Tuan .... aku tidak bisa menahannya " ucap Pricilla lagi
Steven yang sudah di kuasai oleh hasrat nya pria itu segera memulai permainan nya , ia mulai menyatukan kebanggaan nya itu tapi sangat susah untuk menerobos gawan Pricilla .
Steven menatap wanita cantik yang terlihat sangat gelisah itu " apa dia masih .... " gumam Steven , tapi ia tidak bisa berpikir terlalu lama hasrat yang menguasai nya membuat tubuh nya sangat panas .
.
.
.