Saat mantan suami istri di pertemukan kembali setelah sekian lama, dengan banyak perubahan dari masing-masing. Apa kedua orang itu masih bermusuhan? Atau malah saling jatuh cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Twenty
Vote sebelum membaca😘
.
.
"Hai sayang."
"Nenek?"
Mawar tersenyum lembut sambil mengusap rambut anak itu. "Ayo pulangnya sama Nenek."
"Tapi Mama.."
"Tenang saja, Nenek sudah bilang Mama kamu, ayo masuk mobil."
Finn pun duduk di kursi belakang bersama Neneknya. Ia begitu terkejut melihat wanita paruh baya itu menjemputnya saat pulang sekolah, setelah hampir satu minggu mereka tak kembali bertemu.
"Sayang Nenek belikan kamu baju, pas gak ya?"
Mawar membawa paperbags dan mengeluarkan baju bermerek yang cukup terkenal yang baru Ia pesan tiga hari lalu dari Singapura. Kemeja dan topi baret, Ia memesannya karena membayangkan akan terlihat bagus jika di pakai Cucunya.
"Ahh ternyata benar, kamu sangat tampan. Sini Nenek cium."
Finn hanya tersenyum tipis saat Neneknya itu menciumi kedua pipinya. Ia baru berganti pakaian dengan kemeja kotak-kotak, tak lupa topi lucu di kepalanya.
"Gimana sekolah kamu, seru? Mau pindah gak?"
"Tidak usah Nek, Finn senang kok di sekolah."
Anak itu tak berbohong jika Ia memang kini merasa senang dan betah di sekolah, awalnya Ia merasa bingung dengan perubahan sikap teman-temannga. Mereka mulai mendekati dan tak lagi menjauhinya. Mereka bahkan sangat baik padanya, tak lagi jahat atau berkata buruk. Aneh memang, tapi itulah faktanya.
Teman-temannya berubah sejak pesta ulang tahunnya itu. Apa karena Ia sudah memiliki seorang Papah, sehingga mereka tak lagi menjauhinya.
Mobil mewah itu berhenti di sebuah rumah makan terkenal di Jakarta. Mawar turun sambil menggandeng tangan cucunya, merekapun masuk bersama. Mawar tersenyum lebar melihat teman-teman seusianya telah berkumpul di meja bagian pojok, Ia pun ikut bergabung.
"Ahh siapa anak tampan ini." Ucap salah satu temannya sambil mencubit kedua pipi Finn gemas.
Mawar tersenyum sambil melepaskan cubitan temannya karena merasa kasihan. "Kenalkan Dia cucuku, namanya Finn Kailli."
"Wah benarkah?"
"Dia sangat tampan, seperti Putramu."
"Iya benar, mirip sekali dengan Arion ya."
Dan Mawar tersenyum bangga mendengar pujian dari teman-temannya itu, tak salah Ia membawa Finn kesini.
"Ekhem tapi seingatku Arion belum menikah lagi." Celetuk salah satu temannya.
Seketika itu juga Mawar terdiam, benar juga. Hah Ia lupa, apa yang harus Ia katakan?
"O iya, memangnya kapan anakmu menikah? Sepertinya anak ini sudah besar, apa Arion kebablasan di luar nikah?"
"Bukan!" Dengus Mawar. "Finn sekarang berusia tujuh tahun dan Arion menikah saat usianya masih delapan belas tahun, saat baru keluar dari sekolah SMA nya. Kalian tak ingat?" Lanjutnya meluruskan.
"Oh iya aku baru ingat, jadi ini adalah putra Arion? Benar-benar sangat tampan."
Mawar sama sekali tak malu mengatakan kebenaran itu, jangan sampai ada yang beranggapan buruk tentang keluarganya. Apalagi cucu kecilnya ini, sungguh Ia tak akan membiarkan itu.
"Ya sudah ayo pesankan makanan, biar saya yang traktir. Sekalian merayakan ulang tahun cucuku minggu kemarin."
***
From : Kelinci Galak😈
Malam ini Finn menginap di rumahku, apa kau juga mau ikut menginap disini? Kalau tidak bersiaplah, besok kita jalan-jalan.
Ara menghembuskan nafasnya lirih, malam ini Ia kembali tidur sendiri. Jika diingat Finn sering menginap di rumah Arion, sebenarnya Ia juga tahu kalau itu adalah permintaan mantan mertuanya. Jika tak sering, baginya tak apa. Tapi kini Finn jadi lebih sering tidur disana. Yang pasti tanpanya, karena Ara sadar kalau dirinya memang bukan siapa-siapa, Ia tak ada hubungan apapun dengan keluarga Arion.
Sedih, ya tak bisa di pungkiri Ara sangat sedih karena kini Finn lebih sering tak bersamanya. Ia Ibunya, tapi kini waktu bersama putranya saja jarang. Setiap akan menjemput Finn pulang sekolah, saat sampai disana anak itu pasti sudah pulang bersama Mawar atau salah satu pelayan rumah Arion. Lagi-lagi hembusan nafas lirih keluar, hatinya terasa sakit.
"Tak apa Ara, seharusnya bersyukur karena keluarga Arion sangat baik pada Finn." Ucapnya seorang diri.
***
Besoknya tepat pukul delapan pagi, Arion sudah menjemputnya di rumah. Ara kira hanya Ia, Finn dan pria itu yang pergi, tapi ternyata kedua orangtua Ariom juga ikut, hanya berbeda mobil.
Hari ini katanya mereka akan berlibur bersama ke PantaI Wediombo, lagi pula keluarga Mawar punya Villa disana dan tak perlu memesan hotel. Pantai yang ada di Yogyakarta, tempatnya masih bersih dan banyak spot wisata.
"Kau tak apa?"
Ara yang dari tadi hanya menatap jalan menoleh lalu menggeleng pelan.
Tangan Arion terulur mengusap rambut panjang wanita itu.
"Dari tadi hanya diam, apa ada masalah?"
"Dimana Finn?"
Akhirnya Ara mengucapkan itu, Ia benar-benar sudah sangat merindukan putranya. Hampir dua hari juga Finn tak bersamanya, siapa yang tak rindu.
"Dia ada di mobil Bunda, mau bagaimana lagi, Bunda sangat protektif padanya. Padahal kita orang tuanya, tapi ya begitu." Ucap Arion karena pusing harus melanjutkan apa. Ia saja aneh melihat orang tuanya sangat memanjakan Finn, Arion yang sebagai Papahnya saja tak seperti itu.
"Apa boleh Dia semobil dengan kita?"
Arion bisa melihat mata Ara yang menjadi sendu, mata bulat itu sudah berkaca-kaca membuatnya panik. "Hei kau tak apa? Baiklah Finn akan semobil dengan kita."
Pria itu pun memberhentikan mobilnya, sempat berdebat kecil dengan orang tuanya karena Finn akan duduk semobil dengannya. Ya Tuhan Ibunya seperti Ia akan menculik Finn saja, aneh dasar.
"Mama kangen banget sama kamu." Lirih Ara sambil memeluk putranya erat.
"Finn juga kangen sama Mama, maaf ya Finn ninggalin Mama sendiri."
Melihat itu membuat Arion terdiam, bahu Ara bergetar, apa wanita itu menangis? Mungkin karena saking merindukan Finn.
Hati Arion tercubit, jahatnya Ia yang memisahkan seorang Ibu dengan anaknya. Sepertinya Ara memang tak bisa berjauhan lama dengan Finn, wanita itu bahkan baru dua hari di tinggal putranya tapi sampai menangis seperti ini.
"Maaf ya, aku gak akan bawa Finn terlalu lama menginap di rumah lagi."
Arabelle mengusap air matanya lalu mengangguk, syukurlah ternyata Arion mengerti. Ia memang tak bisa berlama-lama di tinggal Finn, selama ini mereka terbiasa bersama dan saat berpisah sangat terasa.
Perjalanan itupun kembali dilanjutkan. Mawar dan suaminya telah tiba duluan, sedangkan mobil Arion baru tiba di Villa saat matahari sudah tenggelam.
Arion membawa barang-barang ke lantai atas Villanya, sedangkan kamar kedua orangtuanya ada di lantai bawah. Menurut Ara Villa ini terlalu besar, bahkan sangat besar seperti rumah mewah tapi bergaya untuk di daerah pantai.
"Kita tidur disini."
"Kita?" Tanya Ara bingung.
Pria itu mengangguj mengangguk. "Ya kita, aku, kamu dan Finn." Ucapnya lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sedangkan Ara berdiri dengan gugup, apa Ia akan tidur bersama pria itu lagi? Perhatiannya teralih pada Finn yang sedang melihat pemandangan pantai dari balkon kamar, wanita itupun menghampiri.
"Mama ini sangat indah."
"Iya, kita belum pernah kesini."
"Apa ini Villa milik Papah?"
"Iya."
Ya Finn mulai terbiasa memanggil Arion dengan sebutan 'Papah,' Lagi pula pria itu memang Papahnya.
"Ayo turun, kita makan malam bersama." Ajak Arion lalu diikuti kedua orang itu.
"Selamat malam, ayo duduk kita makan bareng. Ini Mama yang masak loh." Ceria Mawar. Wanita paruh baya itu mencium pipi cucunya sebelum membantu Finn duduk di kursi makan.
"Sayang mau apa? Nenek udah masakin semua masakan kesukaan kamu."
Finn menatap berbinar berbagai hidangan di meja, Neneknua benar, semua masakan di meja ini adalah makanan kesukaannya. "Terima kasih Nenek."
"Sama-sama."
"Mah kok tega sih, Papah aja belum disiapin makanan sama Mama." Rengek suaminya, jahatnya Istrinya yang lebih mementingkan cucunya. Ia tak marah, hanya iri saja.
"Papah udah besar ambil aja sendiri, kasihan Finn."
Ara diam-diam tersenyum kecil, Ia sangat bahagia karena keluarga Arion dapat menerima Finn. Jika dari dulu mereka tak berpisah, mungkin anak itu dapat hidup dengan baik. Tak seperti dulu, yang hanya ingin makan daging saja harus menunggu Ia gajian. Finn dapat hidup berkecukupan dan bahagia.
Maaf sayang, Mama belum bisa bahagiain kamu.
***
Teman2 ayo mampir ke ceritaku yang lain, banyak genrenya dan seru2. Ada romantis, action, remaja, sampai misteri. Semoga suka❤
hanya org bodoh yg mengagungkan cinta sampai mati, krn bertepuk tangan tdk bisa dilakukan sendirian
.