NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Mafia

Benih Rahasia Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Single Mom / Anak Genius
Popularitas:24.8k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Tujuh tahun lalu, malam penyerangan musuh menghancurkan segalanya.

Venus terpaksa pergi membawa rahasia kehamilan yang belum sempat diungkapkan pada suaminya—Dante.

Kini, Venus harus bertahan hidup bersama Sean, putra mereka yang memiliki tatapan sedingin es milik ayahnya.

Saat takdir mempertemukan mereka kembali, dunia Venus seketika runtuh. Dante telah menikah lagi dengan wanita yang menyelamatkan nyawanya.

Meski Dante tak pernah mencintai istri barunya dan terus mencari Venus, Venus memilih bungkam. Venus tak ingin menghancurkan rumah tangga pria itu.

Namun, saat mata Dante tertuju pada sosok Sean, rahasia tujuh tahun itu terancam

Akankah Dante berhasil menemukan Venus dan mengenali Sean sebagai putranya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 20 Buat Adik Untuk Sean

"Astaga, bagaimana ini? Dia malah mabuk hanya karena satu gelas wine?" gumam Leo dengan napas memburu menahan beban tubuh Bianca yang limbung.

Leo mendesah kesal. Niatnya hanya ingin menjalankan rencana Sean untuk membuat wanita ini lengah, tapi ia tidak menyangka toleransi alkohol Bianca serendah itu.

Sekarang, ia kewalahan membopong tubuh sosialita itu di koridor hotel yang sepi menuju kamarnya.

Bianca benar-benar sudah bukan seperti dirinya sendiri, rambutnya berantakan dan ia terus meracau tidak jelas.

"Dante... kenapa kau jahat sekali padaku?" racau Bianca dengan suara serak, tangannya meraba-raba dada Leo. "Aku cantik, kan? Aku punya segalanya... kenapa kau lebih memilih monster itu?"

"Diamlah, Nyonya. Kau mempermalukan dirimu sendiri," sahut Leo dingin, berusaha menjaga jarak wajahnya dari Bianca.

Tiba-tiba, Bianca berhenti melangkah dan menyentakkan tubuhnya hingga Leo terpaksa mencengkeram bahunya agar ia tidak jatuh.

Bianca mendongak, matanya yang sayu menatap Leo dengan tatapan yang haus akan kasih sayang.

"Kau..." Bianca mengusap topeng kulit Leo dengan jemarinya yang gemetar. "Kau selalu kasar padaku. Tapi kau ada di sini... kau tidak meninggalkanku seperti Dante."

"Aku hanya menjalankan tugas," balas Leo ketus.

"Tugas?" Bianca tertawa sinis, lalu tiba-tiba ia merapatkan tubuhnya ke dada Leo, melingkarkan lengannya di leher pria itu. "Sentuh aku. Aku ingin merasa diinginkan. Kenapa semua orang menjauhiku?"

Leo membeku. Ia merasakan napas Bianca yang beraroma anggur di ceruk lehernya.

Sementara punggung tangan Bianca mulai bergerak nakal, mencari kehangatan di balik jas hitam Leo.

"Cium aku," bisik Bianca pelan, matanya terpejam, bibirnya mendekat ke arah bibir Leo yang tertutup topeng. "Buat aku lupa kalau suamiku sedang bercumbu dengan wanita lain di luar sana."

Leo segera menyentakkan tangan Bianca dan mendorong bahunya hingga wanita itu bersandar di dinding.

"Sadar, Bianca! Kau benar-benar sudah kehilangan harga dirimu," bentak Leo.

"Kenapa kau menolakku?!" teriak Bianca histeris, air matanya mulai mengalir. "Apa aku begitu buruk? Apa aku lebih menjijikkan dari selingkuhan suamiku itu?"

Leo melangkah mendekat, namun bukan untuk memeluknya.

"Kau ingin tahu kenapa? Karena bagiku, kau tetaplah ular yang merusak rumah tangga orang lain. Kau membangun kebahagiaan di atas penderitaan Venus selama tujuh tahun. Apa kau pikir sentuhanmu berharga bagiku?"

"Aku mencintai Dante!" bela Bianca dengan suara parau.

"Kau tidak mencintainya, kau hanya terobsesi memilikinya sebagai trofi," sahut Leo tanpa ampun. "Sekarang masuk ke kamarmu dan tidurlah. Jangan harap kau bisa mendapatkan apa pun dariku, karena bagiku, kau tidak lebih dari sampah yang harus segera dibersihkan."

Leo membuka pintu kamar dengan kasar, mendorong Bianca masuk ke dalam, lalu menutup pintunya rapat-rapat.

Ia berdiri di depan pintu sambil mengatur napas, mencoba menghilangkan sisa aroma parfum Bianca yang sempat menempel di pakaiannya.

Baginya, tugas ini jauh lebih melelahkan daripada harus berhadapan dengan sekelompok pembunuh bayaran.

"Menjijikan!" gumamnya.

*****

Leo melirik jam tangan mewahnya berkali-kali. Sudah hampir satu jam ia meninggalkan Bianca yang tak sadarkan diri di dalam kamar hotel, namun sosok yang ia cari belum juga menampakkan batang hidungnya.

"Kemana Kak Venus? Katanya hanya sebentar, tapi ini sudah terlalu lama," gumam Leo kesal.

Pikirannya melayang pada Sean yang sendirian di rumah. Meski ia tahu bocah itu sangat mandiri dan cerdas, tetap saja ada rasa tidak tega membiarkan keponakannya itu menunggu terlalu lama.

Leo menyisir lorong-lorong sepi di lantai atas gedung pesta, menjauh dari dentum musik yang masih menggila di bawah sana.

Langkahnya terhenti saat ia mencapai sebuah balkon tersembunyi yang tertutup tirai beludru besar. Dengan perlahan, ia menyibak kain itu, bermaksud mencari udara segar.

Namun, mata Leo membelalak seketika. Jantungnya seolah berhenti berdetak melihat pemandangan di depannya. Di bawah cahaya bulan, ia menemukan Venus dan Dante sedang bercumbu mesra.

Pemandangan itu begitu intim dan panas hingga membuat udara di sekitar mereka terasa terbakar.

"Brengsek! Aku mencarinya setengah mati, dan mereka malah asyik begini?" Leo segera memalingkan wajah, pipinya memerah karena malu sendiri melihat adegan dewasa itu.

Dante nampak sangat posesif, tangannya mencengkeram pinggang Venus seolah takut wanita itu akan menghilang lagi. Di leher dan dada atas Venus, Dante sudah meninggalkan banyak tanda kepemilikan yang mencolok.

Bahkan, topeng kulit yang selama ini menjadi tameng Venus sudah tergeletak begitu saja di lantai, menyingkap wajah asli wanita itu yang sedang terbuai dalam gairah.

Dante kemudian mengangkat tubuh Venus, bermaksud membawanya menuju kamar hotel pribadi yang memang sudah ia siapkan sebelumnya.

"Kak, kau mau membawa kakak ipar ke mana? Bagaimana kalau ada yang melihat!" bisik Leo setengah berteriak saat Dante melintas di hadapannya dengan menggendong Venus.

Dante menghentikan langkahnya. "Kau mengintip kami, Leo?" geramnya dengan suara rendah yang mengancam.

"Bukan begitu! Hanya saja situasi kalian ini berbahaya, banyak mata-mata di sini—"

"Berjagalah di luar kamar dan jangan ganggu kami!" potong Dante dingin sebelum melangkah masuk ke dalam kamar.

"Dia sudah tidak waras!" gerutu Leo.

Venus sebenarnya sudah mencoba memberontak sejak tadi, namun sentuhan Dante, wangi maskulinnya, dan kerinduan yang membuncah selama tujuh tahun membuatnya luluh.

Dante tahu persis titik lemah istrinya ia terus menciumi tengkuk dan telinga Venus hingga wanita itu lemas tak berdaya di gendongannya.

Dante menjatuhkan tubuh Venus ke atas ranjang king size yang empuk dengan hati-hati. Tanpa melepas pandangan dari mata Venus, Dante mulai membuka kancing kemejanya satu per satu, memperlihatkan otot dadanya yang kokoh dan penuh luka lama. Luka yang juga menjadi saksi bisu penderitaan mereka.

Venus membelalak, napasnya tertahan melihat keintiman yang sudah begitu lama tidak ia rasakan. Ia merasa kecil di bawah bayang-bayang suaminya yang begitu perkasa.

"Apa kau sudah siap, sayang?"

Dante merangkak naik ke atas ranjang, mengurung tubuh Venus di bawahnya. Ia mengusap pipi Venus dengan lembut, menatap wajah istrinya tanpa peduli pada apapun.

"Mari kita buat adik untuk Sean," bisik Dante serak, tepat di depan bibir Venus.

"Apa kau bilang? Adik?!" pekik Venus dengan wajah memerah sempurna. Jantungnya berdegup kencang, antara terkejut dan desiran aneh yang kini menguasai seluruh akal sehatnya.

"Aku harus kabur dari sini! Bodohnya aku, kenapa harus tergoda dengan sentuhannya, sih?!" gerutu Venus dalam hati.

1
Nice1808
bacanya sambil mewek lihat sean yg menangis dlm pelukan dante😭.Ayolah sean terima dan maafkan papamu agar bianca gk ambil papamu lagi🤣
Senja: Peluk jauh kak🥰
total 1 replies
Arbaati
othooor...tanggung jawab...aku mewek ini
Senja: peluk jauh kak😚
total 1 replies
Sri Rahayu
ayolah Sean maafkan papa mu...karena semuanya itu bukan keinginan Dante...lanjut Thorr😘😘😘😘😘
Senja: Siapp
total 1 replies
tinie
akhirnya mulai luluh tembok dingin itu😭😭😭
Senja: huuhuhum
total 1 replies
Sri Rahayu
baru tau kamu Dante....anak mu Sean sangat cerdas, mulutnya pedas dan pemberani...lanjut Thorr😘😘😘
tinie
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/🤣rasakan kau dantee
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
tidak bergeming = tidak diam?
Senja: Beda2 ya kak, 🤣🤭
total 4 replies
tia
nikmati benih u dante 😁😁
🇧🇬
😆😆😆
D
infooo si Venus makan apa sih waktu hamil??
sampe punya anak seJenius Sean??
Eh tapi kayaknya Anak seJenius Sean cuma ada di Novel deh 🫪
D
tau tuh si Dante, loe mau anak istri loe kembali,
tapi loe masih punya istri lain???
Huweeeeekkkkkkk, Venus gak akan sudiii Oiiiiii 😠
D
Udah didalem kamar pun masih nyaut 🥸
Tiara Bella
papahmu itu Sean....
D
bener kata Sean Ve,,,,, Suami mafia mu itu,, Oneng nya tuh Ngoneng bangettt /Scream//Scream/
D
Wkwkwkkwkwkwk
Boleh juga idenya si Leo 🤪🤣🤣
lovely_day
ayo Sean.. makan with papa🤗
D
Ttttaaapiiiii ucapan Sean bener loh 😳
D
Sayangnya suami mamamu itu adalah papamu Sean 👀👀
gimana donk??
D
Tapi elooo juga punya istri baru dante,
kata² cinta loe 7 tahun lalu itu Beneran pretttttttt pada waktunya 🙎
Dew666
💃💃💃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!