NovelToon NovelToon
NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL

NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Abai Shaden

Ribuan tahun setelah Kaisar Primordial Wang Tian menghilang ke dalam keheningan dimensi untuk menjaga keseimbangan alam, silsilah darahnya telah bercabang menjadi klan-klan besar yang menguasai berbagai penjuru dunia.

​Istri pertama, Lin Xuelan, melahirkan garis keturunan Penjaga Samudra. Istri ketiga, Mora, melahirkan klan Bayangan Langit. Istri keempat, Lin Xia (setelah menjadi manusia sepenuhnya), melahirkan garis Pedang Dewa. Namun, cerita kita kali ini bermula dari garis keturunan istri kedua, Sui Ren, Sang Permaisuri Angin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abai Shaden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20: Matahari Merah dan Bangkitnya Sang Penguasa Tanpa Nama

Langit di atas **Benua Pasir Merah** tampak seolah-olah sedang terbakar secara abadi. Dua bulan berwarna hijau pucat masih menggantung rendah di cakrawala saat matahari raksasa yang berwarna oranye kusam mulai naik, menyinari hamparan pasir merah darah yang luasnya tak berujung. Udara di sini tidak mengandung kelembapan sama sekali; setiap tarikan napas terasa seperti menghirup serbuk besi panas yang membakar tenggorokan.

**Wang Jian** terbaring telentang di atas gundukan pasir yang keras. Jubah hitam naga jurangnya kini hanya tinggal compang-camping, menempel pada tubuh yang penuh dengan memar biru keunguan—bekas sisa energi dimensi yang menghantamnya. **Inti Primordial Ganda** di Dantiannya berdenyut lemah, hampir padam, seolah-olah tercekik oleh ketiadaan *Qi* angin yang biasa ia hirup di Benua Tengah.

"Meiling..." bisiknya. Nama itu adalah satu-satunya hal yang mencegah kesadarannya hanyut ke dalam kegelapan abadi.

Ia mencoba menggerakkan ujung jarinya, namun rasa sakit yang tajam menusuk langsung ke otaknya. Meridiannya tidak hanya hancur, mereka seolah-olah tersimpul oleh tekanan dimensi. Ia telah jatuh dari puncak kejayaan sebagai penghancur klan kembali menjadi sosok yang bahkan lebih lemah dari seorang pelayan.

### **Pertemuan dengan Klan Pemulung: Suku Garis Darah Besi**

Suara gemerincing rantai logam dan deru mesin bertenaga *Qi* rendah terdengar dari balik bukit pasir. Sebuah konvoi kendaraan yang terbuat dari rongsokan baja dan tulang hewan raksasa mendekat. Di atas kendaraan itu, berdiri sekelompok manusia dengan kulit berwarna perunggu gelap yang dihiasi tato-tato kasar.

"Lihat! Seekor tikus dimensi terdampar lagi!" teriak seorang pria bertubuh raksasa dengan kapak besar di pundaknya. "Kulitnya halus, rambutnya perak... dia pasti dari dunia 'Atas'. Dia akan laku mahal di pasar budak **Kota Karat**!"

Pria itu, yang merupakan pemimpin kelompok pemulung dari **Suku Garis Darah Besi**, melompat turun. Namanya adalah **Tarkas**, seorang praktisi **Ranah Pembersihan Tubuh Bintang 9**. Di Benua Pasir Merah, kekuatan adalah segalanya, dan pendatang baru yang sekarat adalah harta karun.

Tarkas menendang rusuk Jian, membuat Jian terbatuk darah merah pekat. "Masih hidup? Bagus. Ikat dia dengan Rantai Penekan *Qi*!"

Saat rantai logam hitam yang dingin melilit leher dan tangannya, Jian merasakan sisa-sisa energinya terkunci sepenuhnya. Ia tidak melawan. Bukan karena ia menyerah, tapi karena ia sedang mengamati. Di dunia baru ini, kemarahan tanpa kekuatan adalah bunuh diri.

### **Penghinaan di Kamp Perbudakan**

Selama tiga hari, Jian diseret di belakang kendaraan Tarkas, dipaksa berjalan menembus badai pasir merah yang tajam. Ia melihat bagaimana suku ini memperlakukan tawanan mereka—mereka yang tidak kuat akan ditinggalkan untuk dimakan oleh **Cacing Pasir Raksasa**.

Di dalam kamp, Jian dilemparkan ke dalam kandang besi bersama puluhan budak lainnya. Di sana, ia bertemu dengan seorang pria tua bernama **Mbah Garu**, yang telah kehilangan sebelah kakinya.

"Jangan menatap matahari terlalu lama, Anak Muda," bisik Mbah Garu sambil memberikan sisa kerak roti kering. "Di sini, matahari tidak memberikan kehidupan, ia menghisapnya. Kau punya aura yang berbeda. Kau bukan milik pasir ini."

Jian menelan roti itu dengan susah payah. "Aku mencari seseorang. Seorang gadis dengan cahaya bintang."

Mbah Garu tertawa getir. "Bintang tidak bersinar di sini. Hanya ada debu dan darah. Jika kau ingin bertahan, kau harus belajar bernapas dengan 'Napas Pasir'. *Qi* di sini tidak mengalir, ia menusuk."

Jian memejamkan mata. Ia mulai bermeditasi di tengah kebisingan dan bau busuk kamp. Ia menyadari bahwa teknik **Sembilan Putaran Angin** miliknya tidak bisa digunakan di sini karena tidak ada angin yang murni. Namun, ia memiliki **Seni Pelahap**.

Secara perlahan, Jian mulai menyerap energi panas yang membakar dari pasir merah di bawah kakinya. Itu adalah energi yang kasar, penuh dengan kotoran dan aura haus darah, namun itu adalah satu-satunya bahan bakar yang tersedia. Ia memaksakan energi panas itu masuk ke dalam meridiannya yang rusak, menggunakannya sebagai palu untuk menghancurkan simpul dimensi yang mengunci kekuatannya.

### **Pertempuran Epik: Pemberontakan di Padang Merah**

Hari yang ditunggu tiba. Tarkas memutuskan untuk mengadakan hiburan bagi sukunya sebelum mereka mencapai Kota Karat. Ia melemparkan Jian ke tengah arena yang dikelilingi oleh tombak-tombak tajam.

"Hari ini, kita akan melihat apakah 'Pangeran Perak' ini bisa bertahan melawan **Kadal Berduri Bintang 2**!" seru Tarkas disambut sorak sorai sukunya.

Seekor reptil raksasa dengan sisik yang mengeluarkan cairan asam dilepaskan. Monster itu mendesis, lidahnya yang panjang menyambar udara, mencari bau ketakutan.

Jian berdiri dengan kaki gemetar. Rantai Penekan *Qi* masih melilit tangannya. Saat kadal itu melompat dengan mulut terbuka lebar, Jian tidak menghindar. Ia melakukan sesuatu yang membuat Tarkas terbelalak.

Jian mencengkeram rantai besi yang melilitnya, dan dengan raungan yang memecah kesunyian, ia melepaskan **Putaran 4: Kompresi Atmosfer** yang telah ia kumpulkan dari energi panas pasir selama tiga hari.

*BUMMM!*

Rantai penekan itu hancur berkeping-keping karena tekanan dari dalam. Jian melesat maju, bukan dengan kecepatan angin, tapi dengan ledakan energi panas. Ia menghantam kepala kadal itu dengan tangan kosong.

*KRAAAKK!*

Tengkorak monster itu hancur seketika. Namun, Jian tidak berhenti di situ. Ia menoleh ke arah Tarkas dengan mata yang kini berpendar merah bara bercampur petir biru yang meredup.

"Budak? Aku adalah badai yang akan meratakan suku kalian!"

Tarkas menggeram, merasa terhina. "Hanya karena kau menghancurkan rantai murahan itu, kau pikir kau raja?! Matilah!"

Tarkas melompat dengan kapak besarnya. Pertempuran epik dimulai. Seratus anggota suku Garis Darah Besi mengepung Jian, menghujani dengan tombak dan tembakan *Qi* mentah.

Jian bergerak seperti hantu di antara badai pasir. Meskipun meridiannya masih terluka, setiap serangannya kini mengandung **Hawa Panas Neraka Pasir**. Ia menggunakan **Putaran 6: Pelahap Badai** untuk menyerap setiap serangan tombak lawan, lalu mengembalikannya dalam bentuk gelombang panas yang menghanguskan kulit.

*SLASH! DHUAK!*

Darah merah membasahi pasir merah. Jian bertarung dengan keganasan yang belum pernah ia tunjukkan di Benua Tengah. Tanpa Meiling di sisinya, tidak ada lagi rem bagi sisi iblisnya. Ia mematahkan leher setiap orang yang mendekat, matanya tidak menunjukkan belas kasihan sedikit pun.

Tarkas mengayunkan kapaknya, menciptakan tebasan energi berwarna perunggu. Jian menangkisnya dengan lengan telanjang, yang kini dilapisi oleh sisik energi transparan hasil dari kompresi panas.

"**Seni Orisinal: Pukulan Penghancur Gurun!**"

Jian memusatkan seluruh sisa energinya ke tinjunya. Saat tinju itu bertabrakan dengan mata kapak Tarkas, sebuah ledakan energi meledak, menciptakan lubang besar di tengah kamp. Kapak baja itu hancur berkeping-keping, dan Tarkas terlempar hingga menabrak kendaraan utamanya, tewas seketika dengan dada yang hangus.

### **Bangkit di Atas Reruntuhan**

Sisa anggota suku yang masih hidup menjatuhkan senjata mereka, bersujud ketakutan di hadapan pria berambut perak yang kini bermandikan darah tersebut. Mereka tidak lagi melihat budak; mereka melihat **Iblis Pasir**.

Jian terengah-engah, luka-lukanya terbuka kembali, namun ia merasakan sesuatu yang luar biasa. Di bawah tekanan pertarungan hidup dan mati ini, **Inti Primordial Ganda**-nya telah menyerap energi Benua Pasir Merah dan berevolusi.

Ia tidak lagi hanya mengandalkan angin dan petir. Ia kini memiliki fondasi energi ketiga: **Api Pasir Merah**.

"Bawa aku ke Kota Karat," perintah Jian kepada anggota suku yang tersisa. "Dan siapa pun yang berani menghalangi jalanku... akan menjadi pupuk bagi pasir ini."

Ia berjalan menuju kendaraan Tarkas yang paling besar, lalu duduk di kursi pemimpin. Di tangannya, ia memegang liontin Meiling yang kini mulai berpendar merah redup—sebuah tanda bahwa Meiling mungkin masih hidup di suatu tempat di dimensi ini, dan ia juga sedang berjuang.

"Tunggu aku, Meiling. Aku akan membakar dunia ini jika itu yang diperlukan untuk menemukanmu."

### **Status Kultivasi Akhir - Bab 20:**

* **Nama:** Wang Jian

* **Ranah Kultivasi:** **Pemurnian Qi Bintang 4**

(Status: **Pulih 40%**, Meridian direkonstruksi dengan Energi Pasir Merah).

* **Fisik:** Tubuh Dewa Angin-Petir-Api (Evolusi Tahap Awal).

* **Lokasi:** Wilayah Luar Benua Pasir Merah.

* **Pencapaian:** Membantai Suku Garis Darah Besi, Menguasai Energi Pasir Merah.

* **Tujuan Selanjutnya:** Menuju Kota Karat untuk mencari informasi tentang "Retakan Langit" dan keberadaan Meiling.

1
evelyn Syaquita
new saga
adalah bacaan wajib bagi penggemar genre kultivasi yang mencari cerita dengan kedalaman emosional dan aksi yang memukau. Meskipun memiliki beberapa kiasan (tropes) klasik genre Xianxia, eksekusinya tetap terasa segar dan membuat ketagihan.
evelyn Syaquita
Tahapan dari Qi Condensation hingga [Tahap Tertinggi] dijelaskan dengan detail yang memuaskan, membuat pembaca ikut merasakan jerih payah sang protagonis dalam bermeditasi dan menerjang kesengsaraan langit (Heavenly Tribulation).😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!