NovelToon NovelToon
Mengandung Benih Mantan Suamiku

Mengandung Benih Mantan Suamiku

Status: tamat
Genre:Cerai / Penyesalan Suami / Lari Saat Hamil / Tamat
Popularitas:103.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia_Ava02

Delia Aurelie Gionardo hanya ingin mengakhiri pernikahan kontraknya dengan Devano Alessandro Henderson. Setelah satu tahun penuh sandiwara, ia datang membawa surat cerai untuk memutus semua ikatan.

Namun malam yang seharusnya menjadi perpisahan berubah jadi titik balik. Devano yang biasanya dingin mendadak kehilangan kendali, membuat Delia terjebak dalam situasi yang tak pernah ia bayangkan.

Sejak malam itu, hidup Delia berubah arah—antara rasa ingin bebas dan kenyataan bahwa Devano tak pernah benar-benar rela melepaskannya. Cinta, luka, dan rahasia yang terkuak perlahan justru menyeret Delia kembali ke sisi pria yang seharusnya ia tinggalkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia_Ava02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MBMS - Bab 20 Hatimu Masih Milikku

Di ruang keluarga Devano duduk di sofa panjang dengan kepala tertunduk. Tangannya yang berbalut perban bergetar menahan rasa sakit yang bukan hanya dari luka fisik, tapi juga dari batin. Di hadapannya Mama Raisa duduk dengan wajah pucat, sedangkan Papa Bryan berdiri menyandar pada tembok, dan Kakek Arthur duduk di kursi kebesarannya sambil menatap tajam.

Devano sudah menceritakan semuanya tanpa ada yang ia sembunyikan lagi. Tentang Giselle, tentang surat perceraian, tentang kecurigaannya pada Delia, bahkan tentang malam-malam ia mencoba menyakiti hati perempuan itu. Ia sudah siap jika semua orang akan marah. Ia pantas menerimanya.

Kakek Arthur menepuk tongkat kayunya ke lantai, suara kerasnya menggema di ruangan itu.

"Sekarang kamu menyesal, Dev?!" bentaknya tajam. "Apa yang kamu pikirkan? Delia selama ini hanya memanfaatkan keluarga kita, begitu?!"

Suasana hening. Mama Raisa menahan napas, Papa Bryan mengeraskan rahang, Liam yang berdiri di sudut menundukkan kepala. Tak ada yang berani menyela kata-kata sang kakek.

Kakek Arthur mencondongkan tubuhnya, sorot matanya menusuk Devano.

"Dengar, Devano… kamu sudah salah kaprah!" suaranya bergetar menahan emosi. "Delia… dia adalah putri dari Tuan Gionardo. Pemilik setengah saham perusahaan yang sekarang sedang kamu pimpin!"

Devano mengangkat wajahnya perlahan, matanya merah, tidak percaya dengan yang baru saja ia dengar.

"Aku dan mendiang Tuan Gionardo, sudah berjanji akan membesarkan perusahaan itu bersama-sama. Dia sosok pria yang baik dan juga pekerja keras," lanjut Kakek Arthur. "Tapi kecelakaan tragis merenggut nyawa kedua orang tuanya. Sejak itu Delia hidup sendiri."

Kakek Arthur menahan napas sebentar, kemudian menunjuk Devano dengan jarinya yang bergetar.

"Tapi lihat sekarang… dia bahkan pergi tanpa membawa sepeserpun uang dari perusahaan, tanpa menuntut haknya, tanpa menarik setengah aset yang menjadi miliknya. Dan kamu… kamu justru menuduhnya, menyakitinya…"

Mama Raisa terisak pelan mendengar kenyataan itu. Papa Bryan menunduk dalam-dalam, tidak berani menatap.

Devano memejamkan mata. Kata-kata Kakek Arthur terasa seperti pisau yang menguliti dirinya satu per satu.

'Aku brengsek… aku benar-benar brengsek,' batinnya. Tangannya mengepal di atas lututnya hingga buku-buku jarinya memutih.

Mama Raisa akhirnya bergerak mendekat, meraih wajah putranya dan mengusap air mata Devano yang jatuh. "Nak… carilah Delia. Bawa dia pulang. Jangan biarkan dia sendiri di luar sana," lirihnya.

Devano mengangguk, matanya menatap kosong ke lantai. "Aku akan cari dia, Ma… Aku janji. Aku akan bawa dia pulang, apapun caranya."

Selama ini Giselle-lah yang telah meracuni pikirannya. Det kata-kata manis, ia selalu bilang jika Delia adalah gadis tak tahu diri, wanita yang hanya memanfaatkan kebaikan kakek Arthur demi mendapatkan kekuasaan dan segalanya. Giselle juga pandai bersilat lidah bercerita tentang Delia hanya seorang wanita murahan yang suka bermain laki-laki dibelakang Dev, termasuk Alvan.

Lalu semua informasi itu terus meracuni pikirannya pelan-pelan hingga menjadi keyakinan buta di kepala Devano. Tetapi kini, apa gunanya lagi menyalahkan orang lain? Bagi Devano, ia sendirilah yang paling bersalah di atas segalanya. Seharusnya ia mampu membedakan mana yang tulus dan mana yang tidak. Tapi logika dan egonya terlalu besar, menutup mata hatinya sendiri.

Devano memandang seisi ruang keluarga sekali lagi. Mama Raisa masih memeluk surat dokter itu erat-erat seolah sedang memeluk cucu yang belum lahir. Papa Bryan berdiri kaku di dekat jendela, menatap jauh keluar halaman. Kakek Arthur bersandar pada tongkatnya, wajahnya letih namun tatapannya tetap tegas.

"Ma… Pa… Kek…" suara Devano lirih. "Aku harus mencarinya sekarang juga. Aku tidak bisa diam di sini."

Kakek Arthur mengangkat selembar kertas dari meja dan mengulurkannya. "Ini alamat rumah peninggalan orang tua Delia di kota kelahirannya. Mungkin dia kembali ke sana," ucapnya pelan.

Devano menerima alamat itu dengan tangan bergetar. "Terima kasih, Kek…"

Mama Raisa menggenggam pergelangan tangan putranya, air mata masih mengalir di pipinya. "Nak… jangan ulangi kesalahanmu. Kalau kau temui Delia, bicara baik-baik dengannya. Jangan paksa dia. Jangan sakiti hatinya lagi…"

Devano menunduk, mengangguk dalam. "Aku janji, Ma…"

Ia berdiri, merapikan jaketnya. Liam yang sedari tadi diam di sudut ruangan segera bersiap mengikuti. Devano menatap mereka bertiga terakhir kalinya. "Doakan aku menemukan dia," ucapnya sebelum melangkah keluar.

Begitu pintu ruang keluarga tertutup, Mama Raisa menutupi wajahnya. "Semoga dia tidak terlambat…" bisiknya.

Siang itu juga Devano dan Liam melaju meninggalkan kediaman utama keluarga Henderson. Mobil hitam itu meluncur cepat ke arah jalan tol, menuju kota yang menjadi tanah kelahiran Delia, berbekal alamat yang diberikan sang kakek. Hati Devano berdegup kencang, di dalam dirinya berkecamuk antara harapan, rasa bersalah, dan ketakutan… 'Delia, tunggulah aku. Kali ini aku datang bukan untuk menyakitimu.'

Sepanjang perjalanan Dev terus diam. Kedua tangannya terkepal di atas paha, jemarinya bergerak gelisah tanpa sadar. Dari kaca jendela mobil ia menatap keluar, jalanan berkelebat seperti kenangan yang menghantam satu per satu, bagaimana ia pertama kali bertemu Delia, bagaimana ia menghancurkan hatinya sendiri.

Hatinya bergetar, napasnya sesak. Ia ingin berteriak, tapi hanya bisa menunduk dan berdoa agar Delia benar-benar ada di tempat yang akan ia datangi ini. Jika tidak, ia sungguh tak tahu harus mencari kemana lagi.

"Kita pasti akan segera menemukan Nona Delia, Tuan," ucap Liam pelan, seolah bisa membaca isi kepala majikannya. Suaranya seperti selimut tipis yang mencoba menenangkan badai.

Dev mengangkat wajahnya sedikit. "Semoga saja, Liam… Aku tidak akan kembali sebelum bertemu dengan Delia. Aku akan mencari Delia walau sampai ke ujung dunia sekalipun." Ia menelan ludah yang terasa getir.

'Aku yakin Delia… jika hatimu masih milikku,' batin Dev penuh harap, hatinya bergetar.

Liam hanya mengangguk. Ia tahu di balik kata-kata itu ada rasa bersalah yang menggunung dan tekad yang baru terbentuk. Ia juga tahu, kali ini Dev benar-benar serius.

1
Ayu Galih
lanjuut kak
ayu cantik
suka
Keysha Aurelie
Ending nya memuaskan sekali , suka aku bacanya
Terimakasih untuk cerita nya
Dev❤️Del
Keysha Aurelie
Giselle belum ada kata terlambat untuk memulai kehidupan yang lebih baik, cinta tak harus memiliki , mengikhlaskan membuat hati lega dari perasaan kecewa dan kegelisahan
Keysha Aurelie
bacanya udah sampai sini aja aku , aku ikut baper dengan cinta mereka , Dev kamu bersyukur masih diberi kesempatan bersama wanita dan anakmu
Keysha Aurelie: iya kak sama sama
terimakasih kembali
total 2 replies
Keysha Aurelie
baru baca kak
menarik ceritanya
Ririn Nursisminingsih
mkanya klau didekatmu jg disia2in, disakiti sekarang mnyesal kan... jg mudah luluh delia biar tau rass devan
Ririn Nursisminingsih
cewwknya kok. lemah banget.
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Shifa Burhan
novel2 kayak gini hanya menunjukan betapa munafik nya cara berfikir kalian
*pelakor kalian laknat tapi pebinor kalian puja, ini jelas2 pemikiran wanita murahan
*interaksi suami dengan wanita lain kalian laknat tapi interaksi istri dengan pria lain kalian benarkan, ini jelas2 pemikiran munafik wanita
*istri jalan berduaan dengan pria lain, istri memberi harapan pada pria lain, istri berhubungan dengan pria lain, istri membela pria lain, istri mempermalukan suami didepan pria lain, istri pergi dan bahkan lebih percaya dan butuh pria lain dibanding suaminya, begitu banyak kesalahan menjijikan Delia yang kalian benarkan, ini jelas pemikiran wanita tidak bermoral
kesalahan devano kalian perjelas itu salah, tapi semua kelakukan menjijikan Delia kalian benarkan

apa2, kalian mau membela diri, INI HANYA NOVEL, JANGAN BAPER, INI HANYA HALU, KALAU TIDAK SUKA SKIP AJA

apapun alasan kalian tapi fakta ny novel ini sudah memperjelas karakter munafik kalian
Raou_Lee💕
yang sudah mampir, mohon untuk meninggalkan jejak ya...🥰🥰 komentar dari kalian adalah yang paling author tunggu..../Kiss//Kiss//Kiss/
Clarissa🌷
thor lanjut,😍
Niar Zahniar
semangat berkarya
Raou_Lee💕: terimakasih banyak untuk bintang sempurnanya Kaka....🤗🤗🤗
total 1 replies
ArchaBeryl
Lanjut kak🤭🤭🤭
ArchaBeryl: makasih kak🤗🤗
total 2 replies
Muchamad Ridho
ko gk ada cerita penyesalan ayahnya Giselle kak..
Dwi ratna
karyanya bagus kak
Raou_Lee💕: terimakasih banyak-banyak untuk bintang sempurnanya Kaka..../Kiss//Kiss/
total 1 replies
Ani Basiati
mksb thor
Raou_Lee💕: sama-sama Kaka..🥰🥰
total 1 replies
Atmita Gajiwi
/Determined//Kiss/
Raou_Lee💕: terimakasih banyak untuk bintang sempurnanya Kaka..😘😘
total 1 replies
ArchaBeryl
Karya yg sangat bagus dan gak ngebosenin,
banyak pelajaran yg bisa kita ambil dari cerita ini
terutama harus menghargai pasangan hidup kita
Raou_Lee💕: terimakasih banyak Kaka .. lope-lope youuuu sekandang kebon...🤣🤣🤣
total 1 replies
ArchaBeryl
Selamat hidup bahagia keluarga kecil Dev🤗🤗
terimakasih kak ceritanya bagus banget
akhir yg bahagia tentunya 🤭🤭🤭
Raou_Lee💕: siap kakak... di akun baru : Zhao_Xena yaaa.. terimakasih banyak 🤗🤗
total 8 replies
Raou_Lee💕
Bab selanjutnya adalah bab akhir ya teman-teman.. jadi mohon yang sudah selesai membaca ceritanya untuk memberikan bintang lima berserta ulasan terbaik kalian.. terimakasih 🙏🏻🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!