➦➣ISTRI RASA DEPKOLEKTOR 2↻
☔︎︎_FAV, LIKE, COMMENT_☔︎︎
🧨NO BOOM LIKE!🗡
Mencintaimu adalah kebahagiaan sederhana, tetapi memilikimu tuk jadi duniaku. ~Reyhan Aditya.
Rasa ini seperti baru bagiku, rindu yang membelenggu tak tau tuk siapa. Dia atau seseorang yang tak mampu ku ingat. ~ Asma.
Kamu hanya milikku, tataplah disisiku hingga akhir napasku. ~ Kendrick Al Zafran.
Antara rindu dan belenggu dalam cinta semu, kisah lalu merajut asa dalam penantian—perjuangan sang suami menyadarkan rembulan malamnya.
Bak kupu-kupu tak menemukan jalan pulang, langkahnya tertatih mengharapkan dekapan hangat sang kekasih halal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asma Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 20#Antara Al dan Si Dokter
Al semakin khawatir karena dokter tak kunjung datang sehingga ia berusaha untuk membangunkan Asma dari mimpi buruk dengan caranya sendiri. Pria itu menggoyangkan tubuh sang pujaan hati dengan perasaan tak menentu. Entah apa yang membuat gadis itu begitu terlihat menderita karena menikmati rasa sakit.
Hanya saja ia tidak tahu alasan penyebab keadaan Asma semakin memburuk. Bagaimana Al bisa memahami betapa tersiksanya sang kekasih hati yang berusaha untuk melupakan masa lalu. Tak seorangpun bisa mengerti pikiran dari orang yang kehilangan ingatan. Jika hanya mengingatkan terlalu mudah tuk dilakukan.
Namun tak semudah kenyataan dan emosi dari Asma sendiri yang menghadapi dan menjalani hari seperti terjebak di dalam labirin. Fakta yang menyadarkan akan kenyataan yang tak bisa diubah karena gadis itu memang tak bisa mengingat apapun tentang hari kemarin.
Namun hari ini telah terjadi sesuatu pada Asma. Dimana gadis itu mendapatkan serangan ingatan untuk yang kedua kalinya. Dimana saat ingin memasuki ruang ganti, justru melipir ke arah lain. Awalnya hanya ingin melihat saja, tapi sepasang kekasih yang saling berbagi rasa dengan sikap manja dan juga wajah cemburu. Berhasil menyita perhatiannya.
Tiba-tiba dia tertarik hingga memperhatikan apa yang sedang dilakukan pasangan itu. Begitu romantis dengan cinta kasih, lalu bergegas melanjutkan niat awal memasuki ruang ganti. Di saat ingin mengganti pakaian mendadak ada bayangan datang membayangi. Kenangan sama di dunia yang menjadi gambaran tentang masa lalunya.
Rasa penasaran yang semakin besar membuat Asma memejamkan mata. Gadis itu mencoba mendamaikan diri untuk mengingat apa yang harus ia ingat. Semakin mencoba mengingat justru kepalanya semakin berat seperti dihantam benda keras hingga tak mampu memikirkan apapun lagi.
Sakit yang mendera seketika menyambar kesadarannya. Disisa kesadaran ia melihat seseorang mengulurkan tangan mencoba menggapainya. Siapa orang itu dan kenapa ia ingin sekali meraih tangan yang tertuju untuknya. Hati menjerit mengharapkan kebenaran dan gambaran yang jelas.
Pertanyaan demi pertanyaan kembali hadir. Sayangnya ia tak bisa memahami apapun. Semua yang terjadi selama beberapa jam terakhir begitu mengusik pikiran. Sebenarnya bukan beberapa jam tetapi sejak ia sadarkan diri di rumah sakit yang berada di luar negeri. Sejak saat itu, setiap pertanyaan tanpa jawaban hanya tertumpuk di dalam benak pikiran.
Apalagi Al selalu mengalihkan obrolan ke topik yang lain ketika mendapatkan pertanyaan serius darinya dengan alasan dokter meminta ia untuk tetap menjaga pola pikiran dan juga kesehatan. Bukankah ketika seseorang yang dikasihi hilang Ingatan maka orang-orang terdekatnya akan berusaha untuk memberikan bukti agar bisa kembali ingat?
Lalu kenapa Al justru melakukan hal sebaliknya dengan tujuan agar tidak terjadi cedera yang lebih parah lagi. Merasa aneh tetapi hanya tetap berpikir positif tanpa ingin melakukan pencarian jawaban. Itulah yang dilakukan Asma selama tinggal dengan Kendrick Al Zafran.
Kekhawatiran Al semakin besar apalagi ketika dokter datang langsung memintanya untuk meninggalkan ruangan. Akan tetapi kali ini ia tak ingin menjauh dari Asma dan tidak peduli jika dokter melarangnya tetap berada di ruangan tersebut. Keras kepala sang tuan muda hanya bisa dibiarkan tanpa memperpanjang masalah.
Tak ingin berdebat dokter memilih melakukan tugasnya untuk menyelamatkan pasien yang mengambil trauma dan tekanan dari dalam pikiran. Tubuh pasien juga mengalami dehidrasi akibat dari tekanan mental yang membuat kondisi semakin menurun. Keadaannya semakin berbahaya ketika tidak segera ditangani.
Perlawanan antara pikiran, hati dan kenyataan sepertinya masih berlangsung hingga terbawa ke alam bawah sadar. Padahal gadis itu masih dalam pengaruh obat bius yang diberikan sejak siang. Kasus kali ini, membuat dokter semakin waspada.
Suhu tubuh pasien meningkat tetapi tangan dan kaki justru begitu dingin seperti memasuki ruang pendingin. Kondisi yang harus mendapatkan perhatian lebih. Sehingga setelah setengah melakukan pertolongan, sang dokter memutuskan akan menjaga pasiennya selama dua puluh empat jam ke depan.
Namun pria itu sadar bahwa tanpa dirinya menjaga. Maka Al pasti berusaha untuk melakukan apapun demi keselamatan sang pasien. Setelah memberikan obat ke selang infus. Si dokter membenarkan posisi selimut yang sudah diganti baru, lalu memeriksa denyut nadi sekali lagi untuk memastikan keadaan sudah lebih baik dan tenang.
Perjuangan singkat penuh ketegangan tlah berakhir. Kemudian pria berjas putih itu berjalan menjauh dari brankar untuk menghampiri Al yang berdiri tak jauh dari tempat brankar berada. Ternyata sang tuan muda juga khawatir dengan wajah lemah tak berdaya.
"Apakah Anda sudah memutuskan akan tetap membawa pasien ke luar negeri atau tetap berada di Indonesia?" tanya Si Dokter serius dengan tatapan mata melekat terpatri menatap mata sendu sang tuan muda.
Al tahu jika dokter itu hanya ingin memastikan sesuatu darinya, "Bukankah dokter mengatakan Shine tidak boleh bepergian? Aku ingin sekali egois membawanya pulang kembali ke London tapi aku tidak seegois itu hingga siap membahayakan keselamatan Shine."
"Aku memang keras kepala tapi dia lebih berarti dari apapun di dunia ini. Sekarang apakah Dokter bisa menjelaskan bagaimana kondisi Shine? Apa yang harus ku lakukan agar keadaannya membaik." tanya balik Al membuat dokter menghela napas lega.
Sang dokter terdiam sesaat mencoba merangkai kata di dalam pikiran untuk menyampaikan secara sederhana. Kira-kira apa yang harus dilakukan oleh keluarga pasien saat ini karena kondisi pasien sendiri cukup memprihatinkan. Sangat penting melakukan pengalihan penekanan batin yang bisa menambah penderitaan pasien.
Satu hal yang menjadi penyebab cedera otak kembali terbuka dan bisa lebih parah lagi. Menurut hasil laporan terakhir dari dokter yang menangani Asma di London menyatakan waktu dari hari kecelakan sudah cukup lama. Seharusnya gadis itu mulai mengingat sedikit tentang masa lalu karena pengobatan yang dilakukan sukses tanpa halangan.
Namun karena hal yang tidak bisa diduga justru cedera yang lama terbuka kembali. Dokter menatap Al serius tetapi tanpa menajamkan pandangannya, "Tuan, saya tidak akan berbohong tentang kondisi pasien yang saat ini tidak baik dikarenakan cedera di kepalanya terkena dampak tekanan mental."
"Secara singkat kita harus mencoba untuk memberikan pengertian dan juga bukti bahwa ia merupakan dirinya sendiri. Secara lebih jelas adalah Anda harus mencoba memberikan kehidupan masa lalu pada pasien agar ingatan sang pasien kembali. Setiap kenangan yang membangkitkan semangat dan bukan terus menyakiti dari dalam pikiran.
"Pertarungan yang tidak kita lihat tapi hanya bisa dirasakan oleh pasien. Justru itu yang menjadi faktor utama dan masalah besar yang membuat kita orang-orang disekitarnya tidak bisa memahami. Seperti yang terjadi pada hari ini, pasti ada pemicu yang memaksa ingatan masa lalu terus menyeruak menguasai hati dan pikiran."
Dokter berusaha menjelaskan sebisa mungkin kepada Al yang notabene seorang pebisnis tentang keadaan pasien yang tentunya hanya membutuhkan pengertian, kasih sayang dan juga kesabaran. Sedangkan Al hanya diam menyimak tanpa menyela, apalagi mengeluh.
Al hanya menjadi pendengar yang baik agar ia bisa mencari jalan apa yang memang harus dilakukan. Karena keselamatan dan kesehatan Asma jauh lebih penting dari apapun. Setelah sepuluh menit mendengarkan penjelasan panjang kali lebar, barulah si dokter menghirup udara dalam-dalam agar kembali bernapas dengan normal.
Pria itu menyudahi apa yang harus dijelaskan agar keluarga pasien tahu jalan mana yang akan dilakukan. Yah setidaknya bisa memikirkan dengan matang setiap mengambil tindakan yang menjadi keputusan. Sebagai seorang dokter pun, ia harus meminimalisir kemungkinan yang ada.
"Jadi apa yang harus saya lakukan sekarang? Berdiam diri atau melakukan sesuatu agar ingatan Shine kembali baik tanpa harus tersiksa seperti saat ini." tanya Al dengan nada tak kuasa menahan derita hati. Ia tidak sanggup melihat keadaan sang kekasih hati yang terdiam di atas brankar dengan mata terpejam.
"Anda bisa memberikan kehidupan masa lalunya agar mempermudah pasien mengingat setiap peristiwa. Seperti menjalani rutinitas yang sama karena itu secara tidak langsung akan menjadi pemicu ringan. Perlahan-lahan pasien mulai terbiasa hingga memori yang hampir terlupakan muncul kembali dalam bentuk flashback.
"Kita biasa mengatakan dejavu, nah ini yang harus dilakukan untuk mengembangkan daya ingat pasien. Hanya saja tunggu beberapa hari agar saya bisa memastikan perkembangan dari cedera yang dialami pasien."
Jawaban dokter terdengar begitu jelas bahkan sangat sadar terekam di dalam benaknya. Akan tetapi si dokter tidak tahu bagaimana ia mengharapkan pujaan hatinya agar tetap hilang ingatan. Sekali saja ia ingin egois menjadikan Asma hanya miliknya tanpa perlu kehidupan yang sudah berlalu.
Jika Asma kembali mengingat masa lalu, bagaimana denganku nanti? Apa masih bisa memiliki waktu dan tempat di dalam kehidupannya?~tanya hati Al membiarkan dokter berbicara seorang diri karena semua kesadarannya berlalu meninggalkan ia seorang diri.