21+
Untuk mencintaimu adalah HAL YANG MUDAH tetapi untuk mendapatkan cintamu adalah HAL YANG PALING SULIT untuk aku lakukan"
-Kanaya Almira
"Aku tidak akan pernah memperlakukanmu sebaik itu, bahkan untuk menyakiti atau menyiksamu saja aku sanggup"
-Rendy Saputra
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Venita Ven-Ven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20
Sudah 3 hari berlalu tapi tidak ada yang berubah. Kondisi Kanaya masih tetap sama seperti sebelumnya, Rendy yang setiap hari menjaga Kanaya masih setia menunggu istrinya bangun. Dia percaya bahwa istrinya akan bangun, perlahan air matanya menetes jatuh membasahi pipi istrinya.
"Sayang bangun, aku menunggumu disini. " bisik Rendy sambil mengusap air matanya yang jatuh.
"Kak, aku bisa mendengar mu tapi mata dan badanku sulit digerakkan. Aku minta maaf tak bisa menjadi istri yang baik untukmu. " batin Kanaya.
Rendy menatap lekat wajah istrinya yang semakin hari semakin kurus, dia melihat bulir bening keluar dari kelopak mata istrinya itu.
Dia pun mengusap air mata yang keluar dari pelupuk mata istrinya itu.
"Kamu bisa mendengar ku sayang? Apa kamu tahu aku tersiksa melihatmu begini. " bisik Rendy diikuti kecupan di kening Kanaya.
Rendy terus menggenggam tangan mungil milik istrinya itu sembari mengelus rambut dan perutnya.
"Kamu istri ku yang paling cantik, nanti anak kita akan ada disini, bangun ya sayang. " pinta Rendy sambil mengelus lembut perut datar Kanaya.
Kanaya yang mendengar ucapan suaminya berusaha merespon. Dia menggerakkan tangannya yang kaku, dia ingin suaminya tahu kalau dirinya bahagia dengan semua perkataan Rendy. Rendy yang merasakan tangan Kanaya bergerak langsung kaget dan memanggil Dokter Frans.
"Frans, kesini sebentar. " teriak Rendy bahagia.
Dokter Frans yang mendengar teriakan Rendy bergegas lari menghampiri sumber suara.
"Kenapa? " tanya Dokter Frans panik.
"Dia, dia merespon perkataan ku. Ta, tangannya bergerak. " ucap Rendy kegirangan.
"Aku periksa dulu. " balas Dokter Frans dan mengeluarkan semua alat medis yang ia bawa.
"Ren, tidak ada yang berubah semuanya masih sama. Aku harus menyampaikan sesuatu yang penting. " ucap Dokter Frans dengan wajah yang serius.
"Dia jelas-jelas merespon ku, Frans. Bicaralah jangan ragu. " balas Rendy.
"Kita harus mencabut semua alat medis ini. Semua percuma saja, Ren. " jelas Dokter Frans.
Rendy yang mendengar ucapan Dokter Frans langsung mengangkat kepalanya dan turun dari tempat tidur. Mata yang tadinya bahagia berubah menjadi tatapan yang menyeramkan.
"APA MAKSUD MU? AKU AKAN MENUNGGU ISTRIKU SAMPAI DIA BANGUN. " teriak Rendy sambil mengangkat kerah baju Dokter Frans.
"Itu percuma, Rendy. Dia seperti mayat hidup, cepat atau lambat dia akan meninggal. " ucap Dokter Frans frontal.
Lia yang mendengar perkataan Dokter Frans langsung kaget dan menjatuhkan makanan yang dibawanya. Dia menutup mulut dengan kedua tangannya dan membeku diambang pintu.
Rendy yang melihat Bunda nya langsung menghampiri dan memeluk tubuh kaku itu. Air matanya sudah berjatuhan, tubuhnya gemetar membayangkan anak perempuan yang disayanginya akan pergi meninggalkan dia.
"Bun, dia kuat dia pasti akan bangun. Tadi dia merespon ku, Bun. " ucap Rendy dan memeluk hangat tubuh Bunda nya.
Lia pun berjalan menghampiri Kanaya, duduk disampingnya dan mencium kening Kanaya. Dia menangis sejadi-jadinya, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan saat ini.
"Sayang, jika kamu ingin pergi meninggalkan kami Bunda ikhlas. Bunda tahu kamu kamu kesakitan disini. " ucap Lia dengan bibir yang gemetar.
"BUNDA" teriak Rendy yang kesal mendengar perkataan Bunda nya.
"Dia akan baik-baik saja, dia akan bangun aku tahu dia kuat. " ucap Rendy dengan suara pelan dan lirih.
Tubuhnya ambruk, air mata nya jatuh. Dia tidak bisa mengubah takdir, dia pun menangis mengeluarkan semua rasa sakit yang dia rasakan. Tangannya terus memukul dinding meluapkan semua rasa bersalah dan kesal yang ada pada dirinya.
Seandainya dia bisa memutar kembali waktu, andai Kanaya tidak pergi menaiki taksi itu, andai dia bisa memberikan kebahagian pada istrinya. Kini dia hanya bisa mengandaikan semuanya, hatinya sakit mengingat itu semua.
masih bingung dengan kata² 'Kanaya langsung naik ke kamarku dan membersihkan tubuh ku' ? "ku" nya itu siapa?
ini cuman saran & kritik aja ya, bukan menjatuhkan..
sukses trs kak.
Fyi? aku bisa nemu tulisan kamu karena masuk Beranda di rekomendasi pilihan Editor. Itu udan clue banget artinya wajib di lanjut, kan?!
Ayo semangat Kakak Author🥰