vino salvatrucha
adalah ketua mafia paling kejam dalam dunia gelap, vino adalah pemimpin yang tak mengenal ampun saat melawan musuhnya, bahkan disaat ada yang menghalangi bisnisnya vino tidak akan segan untuk membunuh dan membuang jasadnya ketengah laut sebagai santapan hiu
vira lauren
adalah gadis bercadar yang sangat cantik dalam balutan pakaian panjangnya, vira dikenal sebagai gadis yang ceria dan ramah sehingga disegani oleh orang orang terdekatnya, meski menggunakan cadar vira sangat ahli dalam bela diri, menembak, memanah dan masih banyak lagi hal istimewa dalam diri vira,, meski lahir dari orang tua yang berbeda keyakinan kehidupan vira sangat bahagia karena mereka tidak menyangkut pautkan agama dalam berinteraksi.. ayah vira menganut agama Kristen sedangkan ibunya menganut agama islam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Yulianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 20
"dari mana kau mengetahui benda ini yang bernama sajadah?" tanya Vira dengan polosnya
"siapa lagi kalau bukan Andre,"
"dan tasbih?" ucap Vira mengangkat tasbih dengan tangan kanannya
"oh itu hanya sebagai bonusnya karena membeli sajadah paling bagus di toko," jawab vino lagi
"aaa suami terbaik," ujar Vira diiringi senyum manis.
deg
jantung ku memang harus diganti dengan yang baru sepertinya jantung ini sudah benar benar rusak. batin vino.
"terimakasih telah memberikan hadiah untuk ku"
Vino mengangguk dia melihat kebahagiaan yang entah datang darimana diwajah Vira
saat wanita lain tergila gila dengan harta gadis ini tersenyum bahagia hanya karena kain tebal dan kalung itu eh bukan namanya tasbih, dia sangat berbeda dengan gadis lain pada umumnya. batin vino.
****
15 hari setelah mendaftar akhirnya Vira lulus dan hari ini hari pertama masuk kuliah untuk Vira. gadis itu bersiap siap dan turun kebawah untuk sarapan disana sudah ada vino yang menunggu.
"Vira ingat pulang tepat waktu dan kalau pulang terlambat beritahu aku," ucap vino membuka pembicaraan
Vira hanya mengangguk dan melanjutkan sarapan.
"jangan hanya mengangguk tapi juga dengarkan dan lakukan," tegur Vino agar Vira tak lagi melakukan kesalahan.
"baiklah aku melakukannya,"
"dan jangan berteman dengan..."
"laki laki karena jika aku berteman dengan mereka kau akan marah bukankah begitu" Vira melanjutkan kalimat Vino.
"bagus jika kau sudah paham,"
"hehe doakan saja iman ku kuat" ucap Vira cengengesan
"kau!"
"dengan ini Vira menyatakan bahwa Vira tidak akan berteman dengan laki laki karena laki lakinya Vira sangat kejam jika mengetahui Vira berteman dengan laki laki jadi perempuan saja sudah cukup" tutur Vira sambil mengangkat sendok nya seperti sumpah anak kecil
vino tersenyum mendengar ucapan istrinya, gadis pendiam dan feminim yang dilihatnya saat pertama kali bertemu ternyata gadis yang banyak bicara dan sesekali menampakkan sikap manjanya didepan Vino.
"hey aku tidak pernah melihat mu bekerja apa pekerjaan mu?" tanya Vira penasaran
"mafia", jawab vino enteng.
Vira terkejut dan menghentikan makannya lalu menatap Vino
"kau seorang mafia?" tanya Vira memastikan
"hmm" Vino mengangguk
"kenapa? kau takut pada ku jika aku adalah seorang mafia?" tanya vino balik.
bukannya menjawab Vira malah bertepuk tangan yang membuat vino semakin bingung dengan sikap gadis itu.
prok...prok...prok
"kau mafia paling tampan yang pernah kulihat," ucap Vira dengan polos nya.
vino mengerutkan dahi masih tidak mengerti
"kau tidak marah?" tanya vino.
"untuk apa tapi jika kau sudah bosan dengan pekerjaan itu buatlah pekerjaan baru dan tinggalkan dunia gelap," jawab Vira santai
"kenapa?" tanya vino lagi.
"aku tidak ingin jadi janda muda karena pekerjaan berbahaya mu itu jika kau tertembak terus mati bagaimana? oh tidak secepatnya kau harus meninggalkan dunia itu,"
tentu saja karena pekerjaan mu sangat tidak baik, batin Vira.
Vino mengulum senyum dibibir nya, gadis ini terlalu merendahkan kemampuan suaminya dalam bertarung dan bertahan.
"aku akan mengantarmu,"
"tidak perlu"
"tidak atau iya" ujar vino dengan nada ancaman
"tidak jika aku sudah bosan hidup dan iya jika aku masih ingin menikmati udara dibumi dan karena aku masih ingin menikmati udara dibumi aku akan memilih iya ayo jalan" ucap Vira menjelaskan sendiri sesuatu yang sudah sangat ia hafal
"kau semakin pintar," vino tersenyum sambil mengelus kepala istrinya.
keluarga somplak