Princilia Deandra.
Ia hanyalah seorang gadis manis dengan kehidupan sempurna, keluarga mapan, ayah meyayanginya dan seorang pacar ganteng.
Semua berubah saat ayahnya jatuh sakit dan bangkrut. Terpaksa dengan keadaan, Deandrapun menyetujui penawaran rekan bisnis ayahnya untuk menikah dengan anaknya.
Nicolas Anderson.
Pria arrogant yang selalu merasa benar dan mempunyai banyak wanita. Nico yang tidak percaya akan cinta, menolak menikah dan berusaha untuk mengusir Deandra dari rumah.
Bagaimana kisah cinta Deandra dan Nico? Kisah cinta yang manis, sengit, penuh drama dan komedi.
Yuk ikutin kisahnya ya.
jangan lupa vote, like, comment,dan rate 5 ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lady dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wanita Murahan
Author :
Terimakasih yang sudah mampir, sebelum kamu baca jangan lupa tab jempol mu buat like, vote, dan rate ⭐ 5 ya. Jangan lupa tinggalkan jejak juga.
______________
Nico menatap wajah Deandra dengan tatapan menyepelekan, ia lalu mendekatkan wajahnya ke arah Deandra kembali dan mulai menautka bibirnya ke bibir Deandra. Deandra yang tidak bisa berkuti hanya membelalakan matanya kembali saat Nico menciumnya.
"Niko, please lepaskan aku!" ucap Deandra di tengah-tengah ciuman Nico.
"Kenapa kamu jual mahal, bukannya kamu sudah terbiasa dengan ciuman. Ciuman begini mungkin tidak ada apa-apanya bagimu kan?," sentak Nico kesal.
"Nico, ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Kamu salah paham," ucap Deandra berusaha untuk menjelaskan
Nico pasti salah paham, dan Nico pasti melihatku bekerja di hotel dan mungkin saat itu aku sedang bersama klien. Aku harus meluruskan kesalahpahan ini. Aku taku Nico akan melakukan sesuatu hal yang tidak kuinginkan terhadapku.
"Tenang Deandra, aku tidak akan meminta gratisan darimu. Aku membayarmu! kamu bisa menulis berapapun uang yang kamu inginkan di chek itu," Nico membelai pipi Deandra.
"Nico tolong hentikan, jangan begini. Aku tidak mau kamu salah paham," Deandra untuk melepaskan tangan Nico yang masih mencengkramnya.
"Sudahlah, sebaiknya lakukan seperti yang biasa kamu lakukan dengan pria-pria itu. Aku sudah bilang kan, aku akan membayarmu," Nico mengelus pipi Deandra lembut, namun tatapannya masih mengejek Deandra.
"Nico jaga ucapanmu! Aku bukan wanita murahan!" Deandra membuang mukanya berusaha menghindari tangan Nico yang membelai pipi dan bibirnya.
"Bukan? Jangan bercanda aku melihat dengan mata kepalaku sendiri. Kamu memang tidak ada bedanya dengan wanita yang selama ini aku temuin," Nico mendengus mengejek.
"Tidak Nico, Kamu Salah___" ucapan Deandea terputus karena, lagi-lagi Nico mencium untuk membungkam mulutnya.
Nico masih mencium Deandra, sementara tangannya mulai membelai pipi ke leher dan mulai turun ke bawah, Ia mulai membuka kancing baju teratas. Deandrapun menyadari bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi jika terus dibiarkan. Iapun meronta sebiasanya.
Jangan! Cukup sampai disini! Tidak boleh terjadi lebih lagi.
"auh..!!!" teriak Niko kesakitan.
Ia melepaskan ciuman dan cengkaraman pada tangan Deandra. Ia lalu memegang bibirnya yang terasa perih karena berdarah. Ya, Deandra menggigit bibir Nico dengan leras saat ia menciumnya, meski bibir Deandrapun juga berdarah karena ikut tergigit.
"Apa yang kamu lakukan! Mengapa kamu menggigit bibirku! Aw.... ini perih sekali!," runtuk Nico kesal.
Deandra tidak menjawab, iamemanfaatkan kesempatan itu dengan bergegas merapikan bajuku dan berdiri sejauh mungkin dari jangkauan Nico. Mata cantik Deandra menatap penuh amarah yang membara ke arah Nico yang masih meringis karena bibirnya sekarang bengkak dan berdarah.
"Jangan pernah lakukan hal ini lagi!!" Bentak Deandra marah setengah berteriak.
"Hahaha... Apa kamu bilang? Kenapa kamu segitu marahnya denganku," Ejek Nico.
"Iya!! Aku marah dan tidak terima atas perlakuanmu!" Nafas Deandra naik turun akibat menahan tangisnya.
Aku tidak boleh menangis dan terlihat lemah di depannya. Aku harus melawannya.
"Kenapa tidak terima? Bukankah aku bilang aku akan membayarmu dengan sangat mahal. Kamu tinggal mengisi saja isi chek ini semaumu," Nico melambaikan chek kosong itu.
"Aku tidak mau menerima uangmu! Bawa pergi chek itu dariku!" Deandra kesal melihat Nico yang seperti menganggapnya wanita murahan.
"Kenapa tidak mau uang? Bukannya itu alasanmu bersama pria di hotel kemarin?" tanya Nico.
"Aku tidak menerima uang darinya, dan aku tidak tidur dengannya!" Deandra menegaskan
"Aku tidak bodoh Deandra, pantas saja kamu pintar mencari cara untuk merayuku. Ternyata kamu berpengalaman dengan banyal pria," Cerca Nico.
"Jaga bicaramu!" bentak Deandra.
"Jaga bicaraku? Hahaha? Harusnya aku yang berkata seperti itu. Dasar wanita tidak tahu diri! Wanita murahan!" Nico menatap jijik ke arah Deandra.
"Jangan berkata seperti itu tentangku. Kamu tidak tahu apa-apa tentangku," Deandra menatap Nico sedih.
Perkataan Nico bagaikan sebilah pisau tajam yang menancap ke hatinya. Benar-benat menyakitkan. Selama masa hidupnya, baru kali ini Deandra disebut wanita tidak tahu diri dan murahan.
"Salah paham? Hahaha... Kamu pikir aku tidak bisa berfikir? Datang jadi calon tunanganku tiba-tiba, ingin menikahiku. Melakukan berbagai hal untuk merayuku, saat gagal kamu mencari mangsa lain?" Nico menatap tajam Deandra berusaha untuk menjatuhkan gadis itu.
"Aku tidak terima uang dari orang itu, kamu salah paham," jelas Deandra.
"Ow... tidak terima dari orang itu? haha... mustahil, kalau dari daddy? Apa kamu juga akan mengelak tidak terima uang?" tanya Nico.
"Aku___" ucapan Deandra menggantung. Ia tidak mungkin mengiyakan ataupun mengelak kan?
"Tidak mau menjawab? Hahaha... ternyata kamu menerima uang dari daddy juga rupanya. Kamu merayu daddyku ya. Jangan-jangan kamu juga menawarkan tubuhmu ke daddy sebelum kesini?" Nico menatap Deandra lekat.
Plak!!!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Nico. Nico menatap Deandra tak percaya bahwa Deandra menamparnya lagi. Mata cantik Deandra penuh dengan tatapan amarah dan benci.
"DENGAR NICO!! Aku memang rendah karena menerima uang tuan Anderson. Tapi aku tak sehina dan sekotor bayanganmu!" Deandra menatap Niko penuh kekecewaan, benci, terluka dan marah.
"Bisa-bisanya kamu mengatakan hal itu tentangku, tentang tuan Anderson yang sangat meyayangimu!" setetes air mata jernih terlihat di sudut mata Deandra.
"Asal kamu tahu saja, tuan Anderson bahkan rela melakukan apapun demi kamu," tambahnya lagi.
"Tidak usah berlagak sok baik kamu. Jadi benar kan, kamu di bayar oleh daddyku?" Nico menatap Deandra dengan perasaan tak menentu.
"Iya benar, bahkan aku sudah menukar hidupku untuk uang. Untuk menikah denganmu dan kamu tahu, tuan Anderson melakukan itu semua karena memikirkanmu. Berharap kamu akan bahagia," jelas Deandra.
Bahagia?! Apa aku tidak salah dengar? Mengirimkan wanita-wanita untuk merayuku dan menyuruhku menikah. Daddy seharusnya tahu aku tidak mempercayai cinta lagi.
Niko mengusap bibirnya yang berdarah lalu tersenyum menghina. "Kamu menerima uang dari ayahku, lalu mengapa kamu jual mahal denganku? Aku sudah mengatakan aku akan membayarmu lebih dari yang diberikan daddy padamu."
Deandra menghela nafas dan kesal. Sepertinya percuma ia mengatakan hal yang sebenarnya ataupun tidak. Nico memang orang keras kepala yang tidak mau tahu pendapat orang lain.
Deandra lalu berjalan menghampiri Nico dengan marah. Ia menatap tajam chek yang masih berada di tangan Nico. Ia merenggut chek itu dengan kasar.
"Good girl, pilihanmu tepat. Cepat isilah chek itu dan pergilah dari sini!" Nico tersenyum mengejek Deandra.
Deandra, Deandra! Dasar wanita! Pada akhirnya uang akan mengalahkan semuanya.
"Lihat baik-baik tuan Nico!" Deandra memperlihatkan chek itu tepat di depan mata Deandra.
Reett!! Reet!
Deandra merobek chek tepat di depan muka Nico dengan perasaan geram. Lalu ia melemparkannya ke arah Nico sambil menatap penuh kekesalan.
"Aku memang menerima uang daddymu! Tapi jangan harap aku mau menerima sepeserpun darimu. Kalau bukan karena kebaikan hati daddymu aku tak akan sudi bertemu denganmu!" Deandra menatap puas saat Nico terlihat terkejut dengan sobekan chek yang berterbangan ke arahnya.
"Kamu___"
"Pergi dari kamarku sekarang juga!" Perintah Deandra tegas. Deandra mengerahkan semua tenaganya dan mendorong Nico keluar kamar.
Braakkk!!!
Deandra membanting pintu kamar dengan keras dan bergegas menguncinya. Deandra mulai muak dengan Niko! Kali ini dia memang benar benar keterlaluan!
"Deandra!! Buka pintunya!" Nico masih berusaha untuk memutar knoc pintu kamar Deandra. Deandra hanya terdiam tak menjawab.
"Diandra cepat buka pintunya kalau tidak kamu buka Aku akan membalasmu nanti" Sambung Nico lagi.
Deandre hanya menatap pintu kamar dengan kesal. Ia lalu berjalan menuju kearah ranjangnya dan membaringkan badannya. Deandra berusaha untuk mengabaikan perkataan Niko yang berada di depan kamar
Biarkan dia berfikir sesukanya aku sudah tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh pria arrogant itu.
"Kalau kamu tidak segera pergi dari rumah ini aku akan pastikan bahwa hidupmu akan seperti berada di dalam neraka," ancam Nico.
*Apa katanya? Mau membuatku hidup di dalam neraka? Rasanya aku ingin tertawa sejadi-jadinya. Bahkan hidupku sekarang sudah berada di dalam neraka! Dan kau Nico, akan kupastikan kamu berada di neraka yang sama denganku!
_____Bersambung____
Terimakasih, atas dukungannya
😍😍😍😍
tunangan nya Dea apa kbar ny tu