NovelToon NovelToon
Suci Dalam Noda

Suci Dalam Noda

Status: tamat
Genre:Anak Yatim Piatu / Tamat
Popularitas:12.5M
Nilai: 5
Nama Author: Senjahari_ID24

Karena nila setitik rusak susu sebelanga, itulah perumpamaan yang terjadi dalam kehidupan Khalisa Suci Kirani. Jejak noda yang tersemat padanya membawa lara. Cemoohan sudah akrab menyapa yang selalu ditanggapi Khalisa dengan senyuman. Bahkan secara tak terduga, orang-orang yang dianggapnya keluarga termasuk sang suami, bermain madu dan racun di balik punggungnya sebab jejak noda tersebut.

Namun, saat poros hidup yang menjadi kekuatannya terenggut dari sisinya, mampukah Khalisa tetap tersenyum kala noda itu menyeretnya hingga ke dasar nestapa?

Yudhistira Lazuardi, si pengacara muda yang memutuskan mandiri dan menjauh dari keluarganya demi meredam kisruh di dalamnya, alih-alih mendapat ketenangan, hidupnya mendadak tak lagi sama saat membiarkan sosok Khalisa yang dipenuhi problema masuk ke dalamnya.

"Dua ratus juta!"

"Dua ratus juta di muka sekarang juga, untuk dia!" Yudhistira mengarahkan telunjuknya tepat pada Khalisa. Dengan rahang mengetat dan sorot mata tajam tak terbaca.

Akankah Khalisa tetap suci semurni arti namanya? Atau justru tergerus noda yang tak pernah diinginkannya.

Ikuti kisahnya.

Jangan plagiat! Ingat Azab

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjahari_ID24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serpihan Janji

Bab 20. Serpihan Janji

“Jadi, Kak Dion bener-bener serius mau bantu aku keluar dari sini?”

“Iya, aku serius. Buat gadis secantik kamu apa sih yang enggak.”

“Tapi, aku hanya diizinkan keluar dari panti ini dengan persyaratan yang mungkin memberatkan. Apa Kak Dion enggak keberatan? Tahu sendiri bagaimana pandangan sekitar pada panti ini juga padaku.”

“Persyaratannya adalah menikahimu, iya kan? Aku sama sekali tak keberatan. Kalau aku enggak peduli sama kamu, mana mungkin aku nolong kamu di depan kelab malam waktu itu. Berbohong sama Bu Sera pemilik panti kalau aku pacarmu, sewaktu kamu mau dibawa si mucikari yang disebut Jordan itu.”

“Kalau boleh aku tahu, kenapa Kak Dion mau nolong aku? Padahal waktu itu kita belum saling kenal.”

“Karena kamu bersinar, Khal. Memikatku pada pandangan pertama. Juga, kamu lebih cocok jadi ratu, bukan jadi penjaja hawa n*fsu.”

“Ratu?”

“Ya, ratu di hatiku. Maukah kamu menjadi ratuku, Khalisa Suci Kirani?”

“Aku mau, aku bersedia, Dion Pramadana.”

Sepenggal kenangan manisnya bersama Dion berputar dalam memori Khalisa. Momen terindah dalam hidupnya itu kini dipenuhi retakan di mana-mana. Hancur berkeping-keping, berserakan, kala Dion mengungkit percikan nodanya yang selama ini dicemooh orang-orang, menjadikannya alasan mengapa dirinya dimadu mahligai rumah tangganya, diduakan cintanya, yakni tentang asal-muasalnya.

Sudah setahun terakhir, Dion memang tak lagi mesra, tak lagi punya waktu berdua dengannya, kian jarang meminta kehangatan padanya. Walaupun untuk perihal tunduk pada Wulan sejak awal memang begitu adanya.

Tidak ada kecurigaan sedikit pun dalam benak Khalisa, hanya berpikir positif mungkin Dion kelelahan sebab sibuk bekerja, karena suaminya naik jabatan cukup drastis di tempatnya bekerja, sudah pasti tanggung jawab yang diemban kian banyak juga berat. Sama sekali tak menyangka suaminya ternyata memiliki ladang hangat lain untuk disemai. Bahkan seluruh keluarganya pun tahu, membodohi dirinya yang lugu. Mengikat janji indah lain dengan yang katanya lebih terhormat, bukan sepertinya yang bermula dari lingkaran kubangan dosa.

“Apakah seluruh cinta tulusku selama ini tak cukup untuk menutupi noda asal usulku di mata suamiku sendiri? Kenapa satu-satunya tempatku berlindung di dunia ini tak lagi berpihak padaku? Noda yang tersemat ini bukan salahku kan? Tapi kenapa harus aku yang menanggung jejak hitam itu sejak aku dapat mengingat, sampai-sampai aku harus mengiba dan berupaya begitu keras hanya untuk dihargai oleh pria yang kucinta juga keluarganya. Pria yang dulu katanya menyayangiku, yang ingin menjadikanku ratu,” lirihnya terbata, terisak-isak dalam sedu sedannya.

Air matanya yang menggenang kembali luruh kala kelopaknya mengatup erat meraba kepedihan dalam dada, merasakan sayatan kalbunya yang berdarah-darah. Air bening berhiaskan luka hati itu meluncur deras membasahi wajah ayunya.

Masih sulit percaya, pria yang dipujanya, dicintainya, yang dulu pernah melindunginya, beberapa menit lalu melontarkan kalimat menyakitkan itu padanya. Sehina itukah dirinya sekarang di mata pria yang pernah berkata cinta padanya? Pria yang pernah memberi asa indah akan selalu menggenggam tangannya apa pun yang terjadi nantinya, kini mengoyak janjinya sendiri, menduakannya di belakang punggungnya.

Menyusut kasar air matanya, Khalisa membaringkan Afkar di atas kasur. Terdorong sulutan marah, ia keluar dari kamar, mencari-cari Dion yang ternyata berada di ruang makan, sedang membujuk mesra madunya agar mau meminum segelas susu.

“Aku enggak mau susu hamil rasa vanila, aku maunya rasa coklat,” rajuk Amanda, nada bicaranya khas nona-nona besar yang harus selalu diiyakan keinginannya.

“Besok Mas belikan, sekarang minum ini dulu ya, Sayang. Demi anak kita, mau ya,” bujuk Dion, sembari merapikan anak-anak rambut di pelipis Amanda.

“Ayo diminum, Manda cantik. Mumpung masih hangat. Besok pagi-pagi Ibu suruh Khalisa belikan susu hamil ke minimarket 24 jam di dekat persimpangan pom bensin. Tapi sekarang minum yang ini dulu ya.”

Robekan di hati Khalisa terdengar nyaring di telinganya sendiri, menganga kian lebar menyaksikan adegan yang menghantam jiwa tersaji di depan matanya. Suaminya, mertuanya semuanya memanjakan Amanda. Memaksa ingatannya kembali pada masa ketika sedang mengandung Afkar, hanya Dion lah yang peduli kala itu, itu pun hanya di sisa waktu selepas pulang bekerja. Sedangkan Wulan yang memang tidak pernah menyukainya kerap abai saja.

Tangan Khalisa terkepal kuat, gemetar, sudut matanya melirik pisau buah yang tergeletak di meja. Setan dalam dirinya berseru untuk mengambil pisau itu dan menikamkannya ke perut buncit Amanda atau ke punggung Dion untuk melampiaskan amarah dan nyeri di hatinya. Namun, akal sehatnya memeganginya erat, tak membiarkan dirinya termakan hasutan iblis.

“Mas, aku mau bicara penting berdua sama kamu, sekarang.” Suara Khalisa yang sedikit bergetar membuat tiga orang di ruang makan menoleh padanya. Tiada lagi raut manis yang terukir di wajah Khalisa, datar dengan rahang mengetat itulah ekspresinya.

Wulan berdecak malas menanggapi, sementara Dion menaruh segelas susu yang dipegangnya. “Manda sama Ibu dulu, ya. Mas mau ngomong sebentar sama Khalisa.”

“Kenapa harus berdua sih? Kalau Mbak Khalisa mau ngomong sama Mas, ya ngomong di sini saja, apa susahnya. Aku istrinya Mas Dion juga, berhak tahu apa yang kalian bicarakan,” cegah Amanda, mendelik tak suka.

“Aku bilang mau ngomong berdua saja dengan Mas Dion! sekarang juga!” tegas Khalisa, nada suara Khalisa yang disesaki amarah naik meninggi meski tanpa teriakan.

“Biarin saja mereka ngobrol berdua, mungkin otak Khalisa yang lemot masih butuh penjelasan dari Dion. Manda sama Ibu saja dulu, Ibu kupaskan buah jeruk buat Manda.” Wulan berkata lembut pada Amanda yang merajuk dan mengibaskan tangan menyuruh Dion pergi.

Bersambung.

1
Icha Arlita
keren pokok nya
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Icha Arlita
ga pernah banyak komen pokok nya cerita yg amat sangat menarik 👍👍
Icha Arlita
di bacanya ada kesel nya ada seneng ada terharu nya paket komplit, tp banyak greget ny
Icha Arlita
tolol tolol 🤦
Mini Amora
🩷🩷🩷
Mini Amora
Terima kasih tuk karya indahmu thor🩷
Mini Amora
abang Yudhis... pas bgttt kan momentnya tuk nikahin khalisa🤭
Mini Amora
masyaAlloh... papi Barata bijak bgttt.
Mini Amora
ouhhhhh... ternyata akhirnya Maharani hamil toh.. syukurlah jadi Barata punya 2 jagoan... yudhistira & erlangga
Mini Amora
erlangga anak kandung Barata??

apa Barata nikah lagi yaa thor?
kan Maharani mandul...
Ida Setiarti
lope lope sekebon bunga 🥀🥀🥀🌹🌹🌹🌹🌹🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Nur Inayah
aku jadi kangen baca lagi kisah Brama dan Selena🤭🤭
Lyana: bacanya dimana kak?
total 1 replies
Nur Inayah
aku udah baca ini entah yg keberapa kali, tetep aja candu dan gak pernah bosan, semua karya kak senja emang secandu itu🥰🥰
citra marwah
Aku udh baca yg kedua kali nya....tapi masih kurang huhuhuhu suka bgt dengan sikap dan sifat yudistira....senang juga dengan Khalisa yg skrg,kasihan dengan yg dlu...
citra marwah
hahahhahahahhaha pengen jdi khalisa yg sekarang bukan yg dulu😁
citra marwah
Cah gemblung gawe kaget ....syafa syafa
citra marwah
hahhahaha geli sendiri ya khal klo ingat itu pria nyuci cd😹
Hari Saktiawan
lope lope bang Yudis
Andy Mauliana
mengsedih
Andy Mauliana
Hanya ada nopel2 ya ges
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!