NovelToon NovelToon
Unexpected Love

Unexpected Love

Status: tamat
Genre:Mafia / CEO / Fiksi Modern / Tamat
Popularitas:38.9k
Nilai: 5
Nama Author: Blue Wii

Sinopsis

Disukai oleh seorang mafia tampan? Tak pernah terbesit dipikiran seorang gadis sholehah yang cantik dan sederhana ini. Dia Shifa Almadinah adalah seorang gadis muda berumur 19 tahun yang lembut dan cerdas yang sedang melanjutkan kuliahnya di negara asing. Gadis yang tak pernah disentuh oleh lelaki manapun.

Revano Alzano adalah seorang mafia muda yang tampan dan dingin. Dia berumur dua tahun lebih tua dari Shifa.

Cinta dari seorang mafia muda itu tak pernah ia harapakan. Akankah cinta dari seorang mafia yang tampan dan dingin ini terbalas? Akankah Shifa menerima takdir ini atau justru menolaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blue Wii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

Di kamar asrama, tampak Zainab yang khawatir karena sampai pukul 5 sore, sahabatanya itu belum pulang juga.

“Haduh Cel… Gimana ini ? Kenapa Shifa belum pulang juga. Ponselnya di telpon juga tidak aktif. Chat aku juga belum dibalasnya,” ucap Zai khawatir.

“Iya Zai. Aku juga khawatir dengan Shifa. Malah turun hujan begini lagi. Tapi kamu tenang dulu Zai. Kita do’a kan saja semoga tidak terjadi apa-apa dengan Shifa,” ucap Celine menenangkan Zainab.

Shifa yang baru saja melihat ponselnya terkejut melihat panggilan tak terjawab berkali-kali dari Zainab. Dia juga melihat isi chat dari Zainab.

“Astaghfirullah… Aku sampai lupa kasih kabar kepada Zai. Pasti dia khawatir sama aku,” ucap Shifa dalam hati.

Pada saat Zainab ingin menghubungi Shifa melalui ponsel pintarnya, tiba-tiba batrai ponselnya habis sehingga panggilannya terputus.

“Yah lowbet lagi,” ucap Zai.

“Yasudah Zai, charge dulu,” ucap Celine.

Namun saat Zai akan mengecharge ponselnya, tiba-tiba listrik padam. Kamar asrama menjadi gelap.

“Haduh listrik padam bagaimana ini Cel ?” tanya Zai yang sedikit takut.

“Aku tidak tahu Zai. Apa memang sering begini yaa di asrama ?” tanya Celine gugup ketakutan.

“Tidak Cel. Biasanya juga tidak pernah listrik padam. Mungkin karena cuaca hujan,” ucap Zainab sambil memegangi tangan Celine.

Mereka berdua berpelukan saling ketakutan karena tidak ada cahaya sama sekali.

“Coba pakai ponsel aku saja Zai,” ucap Celine.

Saat Celine membuka layar ponselnya tidak hidup, pertanda ponsel Celine juga habis batrai.

“Hah ? Lowbat juga..” Rengek Celine tak percaya.

“Kenapa Cel ? Lowbat juga yaa ? Bisa-bisanya kita tidak sadar kalau hp kita berdua lowbat,” ucap Zainab sambil ketakutan.

Mereka berdua saling berpegangan tangan sambil memikirkan keadaan Shifa yang belum pulang juga.

Di kediaman Black Wolf, Zano khawatir karena sepupunya itu tidak menjawab panggilan darinya.

“Huff.. Gimana sih Celine. Dia bilang sampai sore aja. Ini malah dihubungi tidak bisa,” gumam Zano pelan.

“Celine belum pulang juga Zan ?” tanya Marcel.

“Belum. Dia bilang dia notif kalau sudah mau pulang tapi sampai sekarang dia gak ada hubungi aku dan malah ponselnya gak aktif. Aku jadi khawatir sama anak itu,” ucap Zano.

“Memangnya dia pergi kemana Zan ? Kamu kok bolehin dia sih pergi ? Biasanya kamu tidak izinin dia pergi tapi sekarang ? Kamu tahukan Zan, Devil Horns sedang mengintai kita,” celoteh Marcel.

“Hishhh… ****.” Ucap Zano pertanda Marcel harus diam.

Kalau Zano sudah mengatakan seperti itu, Marcel langsung berubah menjadi patuh karena takut akan Tuannya itu.

***

Di halaman utama kampus, Shifa yang tampak sibuk memanggil Zainab melalui ponselnya namun panggilan selalu terputus pertanda ponsel sahabatnya itu tidak aktif.

“Yaa Allah.. Zai, kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi,” gumam Shifa pelan.

Shifa yang sudah takut karena saat ini dia sedang berdiri sendirian di halaman kampus karena dosen, staf dan para mahasiswa sudah pulang terlebih dahulu. Shifa tidak pernah sendirian sampai sore hari di kampus apalagi hujan deras begini.

“Haduh… Aku harus bagaimana ini ? Kalau aku terus menunggu hujan turun pasti akan lama dan bisa-bisa aku pulang malam. Tidak bisa tidak bisa. Aku harus melakukan sesuatu,” ucap Shifa.

Namun, hujan terus turun dengan derasnya. Shifa juga belum menemukan cara agar dia bisa pulang.

“Yaa Allah.. Beri hamba jalan agar hamba bisa cepat pulang. Beri hamba petunjuk Yaa Allah,” ucap Shifa dalam hati.

Shifa yang masih mencari cara agar bisa pulang, memasukkan buku yang dia pegang ke dalam tasnya agar tidak terkena hujan dan pada saat dia memasukkan bukunya, tak sengaja dia melihat sebuah name card yang berada di dalam tasnya.

“Hah ? Ini name card siapa ?” Shifa mengeluarkan kartu itu dari dalam tasnya.

“Kak Zano,” ucap Shifa terkejut.

Shifa tak menyangka kalau kartu nama Zano berada di dalam tasnya.

“Kenapa bisa berada disini ? Padahal kan kemarin aku gak menerima kartu ini ?” Shifa bertanya-tanya dalam hati.

Shifa yang berdiri sambil memegangi kartu nama Zano masih bingung terhadap apa yang akan dia lakukan agar bisa pulang.

“Apa aku hubungi kak Zano aja ya ?” gumam Shifa sambil melihat kartu nama Zano yang dia pegang tertera nomor ponsel Zano.

Sebenarnya Shifa ragu untuk melakukannya, namun melihat cuaca yang semakin gelap Shifa akhirnya menghubungi Zano melalui ponselnya.

Dalam Jaringan Telepon.

Tut tut tut…

Zano yang melihat panggilan masuk tanpa nama langsung mengangkat telponnya.

“Iya halo ?” Terdengar suara seorang lelaki dari ponsel Shifa.

“Assalamu’alaikum kak Zan,” ucap Shifa dengan suara lembutnya.

“Ehem.. Iya Wa’alaykumussalam,” jawab Zano.

“Ini Aku kak Shifa.”

“Oh yaa Madinah, ada apa ?” tanya Zano.

“Hmm… Begini kak. Aku bisa tidak meminta bantuan kakak,” ucap Shifa ragu.

“Iya ? Kamu tidak apa-apa kan ? Celine bagaimana ?” Tanya Zano.

“Hah Celine ?” Tanya Shifa balik.

“Iya, kamu sedang bersama Celine kan di asrama ?” Tanya Zano lagi.

“Hmm.. Maksud kakak apa yaa ? Aku tidak sedang bersama Celine. Tapi tadi Celine dan Zai pulang bersama,” ucap Shifa.

Zano yang mengerti ucapan Shifa kembali khawatir dengan keadaan gadis yang sedang menghubunginya itu.

“Jadi kamu dimana sekarang ?” Tanya Zano dengan nada khawatir.

“Aku masih berada di kampus sekarang kak. Aku terjebak hujan disini jadi tidak bisa pulang, jadi….”

Belum sempat Shifa melanjutkan perkataannya, Zano sudah mengerti dan memotong ucapan Shifa.

“Kamu tunggu disana yaa. Don’t go anywhere !” Ucap Zano dengan nada tegas.

Setelah itu, Zano menutup telponnya membuat Shifa menjadi bingung.

“Apa yang terjadi sebenarnya ?” Shifa bertanya-tanya dalam hati.

Di kediaman Black Wolf tampak Zano yang terburu-buru untuk menjemput Shifa yang masih berada di kampus. Marcel yang melihat tingkah Zano menjadi ikut khawatir, dia pikir terjadi sesuatu dengan Celine, gadis kesayangannya.

“Ada apa Zan ? Kamu kenapa terburu-buru begini ? Apa terjadi sesuatu dengan Celine ?” Tanya Marcel yang merasa khawatir.

Zano tidak menghiraukan ucapan Marcel berlari menuju mobil mewahnya dan langsung melaju dengan cepat.

Marcel yang tampak bingung dan bertanya-tanya hanya terdiam dan masih beridiri di depan pintu utama melihat Zano sudah meninggalkan kediaman Black Wolf.

“Selagi Tuan tidak meminta bantuanku, berarti tidak terjadi apapun dengan Celine,” ucap Marcel yang tadinya khawatir berubah menjadi santai.

Zano yang berada di dalam mobil menekan pedal gas sekuat mungkin dan mobil hitam miliknya melaju dengan sangat kencang. Dia sangat khawatir dengan Shifa yang masih menunggunya di kampus.

“Sabar Madinah, aku akan datang secepat mungkin,” ucapnya dalam hati dan tampak wajahnya sangat serius.

***

Di asrama, Zainab dan Celine masih saling berpegang tangan. Namun, tiba-tiba listrik kembali menyala. Zai dan Celine merasa lega.

“Alhamdulillah,” ucap Zainab yang diikuti oleh Celine juga.

“Akhirnya lampunya menyala lagi,” ucap Celine sambil melepaskan genggamannya dari Zai.

“Iya Cel… Ayo charge ponselmu segera,” ucap Zai.

“Iya… Kalau aku tidak mengangkat telpon dari kak Zano bisa gawat aku,” ucap Celine.

Zainab dan Celine mengecharge ponsel mereka masing-masing sambil menunggu ponselnya menyala agar bisa di aktifkan.

1
Toyiba Nadifa
ditunggu update selanjut x thor
Toyiba Nadifa
menarik
Toyiba Nadifa
knpa berhenti di tengah jalan thor?
kpn rencana up lagi?
Mukmini Salasiyanti
aisshhhhhh
sudah saling tembak menembak
si Author malah kabur...
😃🤣
Mukmini Salasiyanti
yoi...
shi-za..... 😍
Mukmini Salasiyanti
maybe yes, maybe not...
😁😀
hahahhiiihii author...
jgn ngeprank donk ah....
gk seru lah kl Syifa ma Arka.....
nangis kejer aqu...

Tetap dukung Zano!!!!
Mukmini Salasiyanti
Vote 4 Shi - Za.... 😍
Mukmini Salasiyanti
kpn up nya nih, Thorquuu???
Mukmini Salasiyanti
baru sedikit manisnya...
dukanya lbh byk....
Mukmini Salasiyanti
aihhhhh
mulai masuk bab membingungkan ni...


hihii
Anggi
kapan update lagi ?
Mukmini Salasiyanti
aaaa tidaakkkkk
shifaaaaaaa
Mukmini Salasiyanti
aqu yaqin deh..
itu visual syifa, foto Author tuh... 🤣
Indonesia buangetttt...
knp si zano org Korea yaa?? 😁
Lanjut dan semangat thorquu
Blue Wii: Author malu..🙈😂 Apakah menurut kalian author secantik itu🤭
Sebenarnya Zano berdarah korea, spanyol dan London. Namun, masa kecilnya tinggal di Indo. Begitu sahabat Blue Wii.. next chapter bakalan ada asal usul para tokoh 😊
total 1 replies
Mukmini Salasiyanti
aaaaaa
jgn pisahkan shi-za dong, thor...
😫😭😭
Blue Wii: Author harus bagaimana 😭😭
total 1 replies
Anggi
mana update nya ????
Mukmini Salasiyanti
kpn upnya, Kakakqu???
Blue Wii: insyaa Allah.. Author akan up dalam minggu ini yaa..
Terima kasih sahabat setia Blue Wii..🥰
total 1 replies
Mukmini Salasiyanti
MaasyaAlloh
ruarrr biasa, thor....
Ttp semangat!!
Mukmini Salasiyanti
Aktor timur Tengah aj, kak thor...
😍😄
maaf....
Anggi
visual nya bebas thor, dari negara manapun /Good/
Anggi
tidak sabar nunggu besok 😊
Blue Wii: Author jugaa hehehe😊❄️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!