Ecla Chasa Vanny adalah seorang gadis yang berusia 18 tahun. Seorang gadis malang yang melakukan bunuh diri setelah dijual kepada seorang rentenir oleh paman nya sendiri.
"Tuhan mendengarkan doa yang kau panjatkan dengan rasa putus asa......"
Reyhans De' Etrama seorang Ceo dari perusahaan ZR Group yang merupakan perusahaan terbesar dinegara S dan H. Memiliki wajah tampan dengan bentuk tubuh yang sempurna.
"Pertemuan yang seperti nya sudah ditakdirkan oleh Tuhan...."
"Tuhan memberimu kesempatan untuk me-RESET hidup mu....
Apakah kau akan memperoleh kebahagian di kehidupan mu yang baru........"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 20
“Tunggu! Kenapa kau mempunyai data dari gadis itu?” tanya Rey yang baru saja sadar mengenai informasi yang Daniel serahkan padanya pagi ini.
“Ouh… Tentang itu! Omah yang menyuruhku untuk mencari tahu mengenai gadis yang berada dikamar hotelmu. Sebenarnya mau aku laporkan pada Omah, tapi kupikir kau yang lebih membutuhkannya soal itu. Jadi kuberikan saja padamu!” jelas Daniel dengan sejujurnya.
“Pantas saja kau bisa mempersiapkan semuanya dengan sempurna!” ujar Rey yang menatap pada Daniel dengan tatapan tidak suka.
“Hehehe … aku memang seperti itu bukan? Prinsipku adalah sedia payung sebelum hujan, melakukan sebelum diperintah.” ucap Daniel dengan senyumnya.
“Kapan Omah menyuruhmu?” tanya Rey yang masih penasaran akan sesuatu.
Dan Rey juga berfikir mana mungkin Daniel bisa mendapatkan informasi tentang Vanny hanya dalam waktu sehari saja.
“Sepertinya sudah Dua minggu yang lalu, Rey!” Daniel mencoba mengingat-ingat kembali waktunya.
“Berarti dari awal Omah memang sudah mengetahui tentang keberadaan gadis itu. Dan pantas saja, Omah berhenti mengatur kencan buta untukku.” Kini semua pertanyaan yang mengganggu pikiran Rey, akhirnya terjawab juga.
“Tapi bukankah Omah selama dua minggu ini berada diluar negeri. Lalu darimana Omah tahu bahwa gadis itu masih tinggal denganmu, Rey? “
Belum selesai Daniel menebak siapa tersangka mata-matanya, sang tersangka pun keluar dari ruang rawat Vanny.
“Bagaimana dengan keadaannya, Lex?” tanya Rey yang melihat Alex keluar dari ruang rawat Vanny.
“Kita bicara diruanganku saja.”
Alex kemudian berlalu menuju ruangan kerjanya diikuti Rey dan Daniel yang berjalan disampingnya. Sesampainya mereka duduk disofa yang telah disediakan, sedangkan Alex mengambil beberapa kertas hasil laporan mengenai luka Vanny.
“Begini Rey, luka-luka ditubuh Vanny sepertinya cukup serius karena akibat dari pukulan benda keras ada retakan ditulang rusuknya.”
Alex menjelaskan sambil sesekali memastikan kembali dengan melihat hasil pemeriksaan yang dilakukan Vanny.
“Lalu, apa dia baik-baik saja sekarang?” tanya Rey lagi untuk memastikan lagi.
“Walaupun tidak membahayakan nyawa, tapi dia akan sulit beraktivitas seperti biasanya dalam sebulan ini dan akan pulih sepenuhnya dalam waktu 3 bulan.” jelas Alex lagi, dia terlihat sangat profesional kalau sedang mengenakan Jas dokternya itu.
“Sungguh malang nasibnya.” ujar Daniel tiba-tiba yang membuat Rey dan Alex menatap kearahnya.
“Tenang saja, dia baik-baik saja sekarang!” ujar Alex lagi.
“Maksudku bukan begitu, syukurlah kalau dia baik-baik saja sekarang. Tapi mungkin sekarang dia tidak punya tempat tujuan lagi!” ucap Daniel ragu. Padahal dia berniat untuk menarik rasa simpati Rey pada Vanny.
“Maksudmu, bicaralah dengan jelas?” desak Rey yang mulai penasaran, sekaligus kesal dengan basa basi dari Daniel.
“Begini keluarga satu-satunya saat ini adalah Paman dan Bibinya, namun kalian tahu sendiri keadaannya bukan. Sedangkan rumah peninggalan orang tuanya sudah lama dijual dan rumah pamannya disita oleh pihak bank. Jadi intinya saat ini dia sendirian dan tidak memiliki apapun.” jelas Daniel yang membuat Rey langsung menghela nafas panjangnya.
“Benar-benar malang nasibnya!” ujar Alex ikut bersimpati.
“Untuk sementara, rawat saja dia dirumah sakit. Kalau dia sudah membaik sampaikan saja kenyataan yang sebenarnya terjadi. Itu akan lebih baik untuknya!” perintah Rey pada Alex.
...****************...
Setelah itu dia meninggalkan Alex yang disusul Daniel dibelakangnya menuju ke hotelnya untuk beristirahat.
Setelah mengantarkan Rey kembali kehotel, Daniel menuju kekediaman De’Etrama untuk melaporkan informasi tentang Vanny yang tertunda kepada Omah Clarista.
“Omah, ini adalah informasi yang Daniel dapatkan!” ucap Daniel sambil memberikan sebuah map biru pada Omah Clarista. Dokumen yang sama dengan dokumen yang diberikan pada Rey tadi.
Omah Clarista pun menerima dan membaca semua dokumen yang diberikan Daniel dengan sangat serius. Dia juga merasa bersimpati dan kasihan dengan nasib yang dialami oleh Vanny.
“Sungguh gadis yang sangat malang!” ucap Omah Clarista setelah mengambil dan membaca isi dari map biru itu.
“Kalau begitu Daniel ingin pamit dulu, Omah!” pamit Daniel yang sudah merasa sangat lelah karena mengurus para gangster.
“Bagaimana menurutmu, Dan? Apakah Rey benar-benar tidak ada hubungan dengan gadis ini sama sekali?” tanya Omah Clarista yang membuat Daniel tidak jadi pergi dan kembali duduk ditempatnya.
“Sepertinya begitu, Omah! Rey memang hanya berniat untuk membantunya saja tidak ada hubungan apapun diantara mereka.” jawab Daniel dengan jujur.
“Hmmm…. ini sungguh disayangkan! Baiklah, Daniel kau boleh kembali sekarang.” ujar Omah Clarista yang akhirnya membiarkan Daniel pergi.
“Terima kasih, Omah! Selamat malam.” ucap Daniel lalu pergi dari kediaman De’Etrama.
...****************...
Keesokan harinya, seperti biasanya Rey bersiap menuju kantor miliknya yang sudah disambut oleh Daniel dan karyawannya. Rey berjalan menuju ruangan sambil mendengarkan Daniel yang sedang membaca jadwal kerjaannya hari ini.
Sampai Rey membuka pintu ruangannya, dia terkejut melihat Omahnya yang sedang duduk manis dikursi kekuasan miliknya.
“Ada apa Omah kesini?” tanya Rey dengan malasnya, karena ini pasti tentang perjodohan dan kencan buta lagi.
“Baca dan ingat ini!” titah Omah Clarista sambil memberi selembar kertas pada Rey.
“Apa ini, Omah?” tanya Rey yang mulai mengerti artinya.
“Omah tidak mau tahu! Kau harus menemui mereka yang ada di daftar ini dan putuskan kau akan menikahi yang mana!” perintah Omah Clarista dengan ekspresi yang berarti dia sedang tidak ingin menerima penolakan dalam bentuk apapun itu.
“Omah, sudah Rey jelaskan bukan? Rey ini ma…” ucapan Rey yang terpotong.
“Putuskan secepatnya!” perintah Omah Clarista, lalu pergi meninggalkan Rey diruangannya.
“Aakhh ….. sialan!” umpat Rey yang melempar kertas itu sembarangan setelah Omah Clarista pergi.
“Semangat boss!” ucap Daniel menggoda Rey dan langsung lari keluar dari ruangan Rey untuk menghindari terkena imbasnya.
Kali ini Rey benar-benar tidak bisa lari dari perintah Omahnya itu. Akhirnya dia terpaksa mengikuti kencan buta itu sesuai jadwal yang diatur untuknya.
sekali lagi maaf ya. 🤭