NovelToon NovelToon
Ibu Dari Anakku

Ibu Dari Anakku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:213.5k
Nilai: 5
Nama Author: zulfa Laeli Ahlina

"Ais, menikahlah denganku." pinta Arthur, berjongkok di depan wanita cantik yang dua bulan lalu telah dia renggut kesuciannya.

Ais Atsila, wanita berumur dua puluh tahun itu harus merelakan mahkotanya diambil oleh pria yang tidak dikenalnya waktu di kota tempat ia akan mendaftar kerja.

Arthur Wiliam Leonardo, pria berusia hampir berkepala tiga. CEO di perusahaan Alison Group milik ayahnya. Memilih rela meninggalkan segala kemewahan dunia, demi wanita bernama Ais, yang sekarang sedang mengandung anaknya hasil dari malam kelam dua bulan yang lalu.

Seakan dunia terbalik, Arthur yang biasanya berada di ruangan ber-Ac, setelah menikah dengan Ais, Arthur bekerja dibawah teriknya matahari. Belajar hidup sederhana di desa terpencil. Mulai dari makan sederhana, bekerja, dan masih banyak lagi.

"Ais, cara nyangkulnya gimana?" Arthur berteriak pada wanita yang duduk di gubuk sawah. Dirinya benar-benar tidak tahu cara mencangkul yang benar.

Yukkk baca. Jangan sampai terlambat lhoo. Yuk lihat keseruan Arthur dan Ais.

Hanya UP di Hari Tertentu. Karena harus bagi waktu. Makasih...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zulfa Laeli Ahlina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ikatan

"Mas, ayo tidur. Udah malem." suara serak Ais membuyarkan lamunan Arthur. Dia baru tersadar jika jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Setelah tadi dia melirik jam yang menggantung di dinding kamar. Berbentuk bulat dan berdetak.

Ais yang tadi tertidur, segera bangkit. Dia duduk sejajar dengan sang suami. "Tidur, mas." sekali lagi Ais mengajak.

Arthur menghembuskan napas berat. Lalu, memandang ke arah Ais yang juga sedang memandangnya. Satu kata kala itu, cantik.

"Aku ngga bisa tidur." ungkapnya.

Ais tersenyum saat mendengar ungkapan sang suami. Tangannya bergerak memindahkan tangan kekar sang suami ke atas perutnya. "Kenapa ayah ngga bisa tidur? Kan dede jadi ngga bisa tidur, yah?" dengan gerakan lembut, Ais mengusap-usap perutnya sendiri menggunakan tangan Arthur. Berharap dengan cara itu bisa membuat Arthur lebih tenang. Apalagi dia kembali menggunakan suara seperti anak kecil.

Seketika Arthur tersenyum. Rasa lega menghampiri. Entahlah, itu yang Arthur rasakan. "Maafin ayah, ya. Ayah lagi banyak pikiran. Yuk kita bobo." ciuman mendarat diatas perut yang masih rata itu.

Dengan gerakan lembut, Ais mengusap rambut lebat Arthur yang wangi. Kantuk yang tadi hinggap, hilang seketika. Ini yang dia mau. Kehangatan keluarga. Karena dengan kehangatan itu, bisa sedikit meredakan gemuruh yang datang tanpa diundang.

"Ais, maafin aku ya. Gara-gara aku, kamu jadi ikut terjebak kaya gini." Arthur menangkap tangan Ais. Menggenggamnya dengan erat.

"Mas, ini udah jalan yang Allah takdirkan buat aku. Seandainya aku harus memilih. Aku akan tetap di jalan ini. Menemani kamu dalam keadaan apapun. Pokoknya jangan merasa bersalah, kalau memang kamu ngga salah. Ada aku, sama dede yang ngga akan pergi kalau kamu butuh. Ya?"

Ais mengatakan itu bukan semata-mata dirinya gampang menerima apa yang terjadi. Namun, ini adalah cara untuk saling menguatkan.

Satu setengah jam yang lalu...

Kotak hitam terbuka dengan sempurna. Semua orang yang penasaran akan isinya mendekat. Secara bersamaan mereka melongok isi dari kotak hitam tersebut.

"Ini foto siapa?" bibi mengambil selembar foto yang diletakkan disebelah lembaran kertas yang diikat dengan pita hitam. Mengamati wajah cantik yang tertera difoto.

"Bukannya itu foto perempuan yang pernah ke Villa? Waktu pertama kali bapak ketemu sama kamu?" seloroh pak Anto saat melihat foto yang ada ditangan bibi.

"Iya, pak. Dia Kirei." jawab Arthur lirih.

Kertas putih berpita hitam diambil Danu. Dia membuka dengan cepat. Tak sabar ingin mengetahui apa isinya.

"Maksudnya apa ini? Kamu menikah hanya ingin bayi yang dikandung Ais?" pertanyaan menohok itu membuat Arthur terkejut. Tangan kekarnya merampas kasar kertas putih yang tadi diikat cantik dengan pita berwarna senada dengan kotak.

Arthur membacanya dengan sangat teliti, layaknya ketika dia sedang bekerja. Kata demi kata yang terangkai dengan ukiran rapih itu berhasil membuat amarah Arthur tertahan. "Dia memang licik." ucapnya dengan meremas kertas tersebut.

"Sekarang kedokmu sudah terbukti, kamu menikahi Ais hanya karena menginginkan bayinya kan? Ayo katakan!" tuduhan yang Danu lontarkan berhasil membuat amarah yang ditahan oleh Arthur membuncah. "Diam!"

Ruang tamu seketika menjadi hening. Menyisakan siratan amarah dari dua pria yang kini sedang beradu mata elang. "Aku menikah dengan Ais karena dia adalah ibu dari anakku. Bukan hanya karena aku menginginkan bayinya. Ingat itu. Surat ini berasal dari Kirei, mantan pacarku. Dia berusaha membuat hubungan aku, Ais dan kalian semua hancur! Kenapa? Karena dia tidak terima jika aku menikah dengan wanita lain selain dirinya." dengan penuh penekanan Arthur mengucapkannya didepan semua orang.

Ais mengusap lengan Arthur dengan lembut. Dia meneteskan air mata. Hormon ibu hamilnya kambuh. Jika ada suara gertakan sedikitpun walau itu bukan untuknya, Ais pasti merasa sedih sampai air matanya ikut menetes.

Amarah Arthur mereda, saat melihat wajah cantik Ais dihiasi genangan air mata yang mengalir. "Maaf." Arthur spontan memeluk Ais. Mendekapnya dengan erat. "Maafin aku." ucapnya lagi. Memberikan kecupan beberapa kali agar air mata itu tak kembali turun. Rasanya hati seakan tersayat ketika melihatnya.

Setelah dirasa keadaan jauh lebih baik, Arthur melepas pelukannya. "Ini sudah malam. Kita lanjut besok saja. Ada Ais yang sedang hamil juga. Tidak baik kalau suasananya kaya gini. Kasihan dede bayinya." bibi berbicara saat melihat Ais yang sibuk mengusap lelehan air matanya yang tak henti-hentinya turun.

Semua orang mengangguk setuju. Kecuali Danu. Dia diam sembari mengepalkan tangannya. Rasa tidak terima dengan ucapan penuh penekanan dari Arthur membuatnya hanya bisa bungkam. Terpikir jelas ada Ais. Tidak tega jika dia kembali adu ucapan dengan Arthur.

"Iya sudah kalau begitu. Arthur, kamu antar Ais ke kamar. Dia butuh istirahat. Ayo." perintah dari ayah mertua dengan patuh Arthur laksanakan.

Ais dan Arthur meninggalkan ruang tamu. Mereka berjalan menuju kamar tanpa adanya pembicaraan. Fokus dengan pikiran masing-masing.

"Kamu tidur duluan. Nanti aku nyusul ya." setelah membantu Ais merebahkan tubuhnya di atas kasur, Arthur memberikan kecupan singkat dikening Ais sebelum kembali ke ruang tamu.

"Ayah, paman, bibi, Danu, aku minta maaf atas ucapan tadi."

"Ngga papa. Kami memaklumi. Kamu sudah menahan amarah, tapi tetap kelepasan demi kebaikan. Jadi, kami tau semuanya." kali ini paman bersuara. Setelah tadi menerawang Arthur, dia jadi tau semuanya. Tentang segala yang bersangkutan dengan Arthur.

Arthur kembali duduk di kursi yang tadi dia gunakan. Kemudian menceritakan semua yang terjadi. Awal mula dia bertemu dengan Ais sampai cerita kotak hitam yang dikirim untuknya.

Semua orang mendengarkan dengan seksama. Cerita Arthur adalah fakta dan nyata adanya. Mereka jadi iba. Terutama dengan nasib yang menimpa pria tampan yang sebentar lagi akan menjadi ayah.

"Sebaiknya kamu pikir baik-baik sebelum kamu mengambil keputusan. Apapun keputusan kamu, jangan pernah lupa untuk dimusyawarahkan dengan kami. Kami ini keluarga kamu. Kamu bisa bercerita apa pun itu. Mungkin dengan cara itu, kamu bisa mendapat jawabannya. Dan selanjutnya kamu yang akan memutuskan." ucap pak Anto diakhir musyawarah pada malam hari itu.

Dua pilihan berat bagi Arthur. Satu, jika dia memilih tetap bersama Ais, maka seluruh keluarganya dan keluarga Ais akan dibantai. Mengingat betapa berpengaruhnya keluarga Kirei dimata hukum, maka tidak akan bisa untuk ditentang, termasuk keluarga Wiliam sendiri.

Kedua, jika dia memilih kembali bersama Kirei, maka dia harus rela meninggalkan semuanya, termasuk anaknya sendiri.

Dan dia, tidak akan pernah bisa meninggalkan apa yang dia korbankan dengan sepenuh hati. Istri dan sang buah hati.

Kembali lagi ke kamar, pada pukul setengah sebelas malam...

"Aku ngga akan pernah memilih Kirei. Dia udah berkhianat. Apapun caranya, aku tetap akan pilih kamu. Ku mohon, jangan pernah minta aku untuk kembali sama dia." dengan lembut, Arthur memohon pada Ais, istrinya. Agar wanita cantik itu tak memintanya untuk kembali pada Kirei, gadis yang sudah tak gadis lagi.

"Kalau kamu ngga kembali sama dia, lalu bagaimana dengan keluarga kamu dan aku, mas?" dengan bibir bergetar Ais bertanya. Ini juga adalah pilihan yang berat dan sulit. Tak mungkin dia akan rela melepas pria yang sudah membuatnya nyaman dan menghadirkan cinta. Apalagi untuk orang seperti Kirei.

"Ingat ucapan aku. Ini adalah jebakan. Apapun yang terjadi, ikatan kita ngga boleh sampai lepas. Tetap waspada dan jangan sampai lengah. Jika itu sampai terjadi, maka aku ngga akan pernah berjanji akan kembali lagi."

Mendengar itu, Ais langsung memeluk tubuh kekar Arthur. Bukan itu yang dia inginkan. Baru dua hari dia merasakan kehangatan keluarga kecil. Tapi badai datang lebih awal. Dia harus bertahan. Demi ikatan yang terikat dengan kesucian. Dilapisi dengan cinta. Dan digenggam oleh buah cinta mereka.

"Dengan ijin Allah ikatan ini ngga akan pernah lepas, mas. Seperti apa yang kita semogakan. Semoga Allah iyakan. Amin."

"Terima kasih, sayang." percakapan itu berakhir dengan kecupan singkat dikening Ais. Kemudian mereka tidur dalam dekapan kehangatan tanpa kembali mengungkit kenyataan yang menyakitkan.

*

*

*

Bersambung...

Jangan lupa like, koment dan masukan ke daftar favorite. Yuhuuu, bantu Author tambah semangat Up-nya ya gaes. Makasih semuanya. Lope buat kalian semua yang udah setia nemenin sampai episode 20.

1
Della Riyanti
duh dasar si kera sakti kok GK sadar"
Zavier Satria Liyandro
anjay diculik santan kara alias kirei😂
Zavier Satria Liyandro
anjay😂😂ceritanya seru, sukses selalu
ZULFA L.A. 🐣: hehe makasih kak
total 1 replies
Bembi Arkana
ditunggu seson keduanya thor... 💪💪💪💪
ZULFA L.A. 🐣: Shapp kak bismillah yaa
total 1 replies
Fitriyani
pasti itu Albert..
Fitriyani
santet aja si kirei itu..🤭
Fitriyani
Arthur sih yg bodoh,knp g mau jelasin yg sbnrnya,tu org2 jd LBH prcya SM si kirei,,,
bobo
masyaallah keren..pria sejati mskipun pernah brbuat zina tpi dia mau brtaubat dan brtgung jwb
bobo
critay bguz thor
Anonim
mantan mafia, mantan CEO dan seorang agen rahasia kok bodoh
are you kidding?
Zavier Satria Liyandro: ya namanya juga anjay ka😂😂😂
total 2 replies
macil
di sini yang paling bodoh menurutku justru albert yang katanya mafia tapi tololnya minta ampun.. masih mending artur..
Simon Petrus Tumika
mantap menarik dan makin penasaran
bungaAaAaA
wkwk aneh
wind_ari
tak tunggu season 2
ZULFA L.A. 🐣: Siap kak, tunggu eps selanjutnya yaa
total 1 replies
wind_ari
lanjutkan kaka ceritanya
wind_ari
lanjutkan sampai end ceritanya kl ada wkt senggang ja
wind_ari
aku mah nunggu dr kapan tau br hr ni ja buka notif dan baca
Reyhana Fitria Syarif
bagus
Siti Tamzis
baru baca satu bab aku pencet tombol favorit
ZULFA L.A. 🐣: Makasih kak, gassin baca sampe tamat yaa
total 1 replies
Ruby Talabiu
makasi Thor season 2 nya di tunggu smangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!