Perkenalkan Nama ku BUMI, aku penulis pemula. Kebanyakan orang menulis itu membosankan tapi bagiku menulis adalah teman yang bijak, teman paling setia.
Tempat berbagi cerita setiap kisah yang di rasa oleh hati, yang bisa kita baca kemudian hari. Aku selalu memotivasi diriku sendiri dengan setiap tulisan yang ku buat. Menulis adalah terapi terbaik saat kita mulai lelah berbicara. Tulisan ku adalah nasehat terbaik untuk diriku sendiri, semoga tuhan menggerakan hati seseorang untuk mampir kenovel pertama yang ku tulis.
Ini pengalaman pertama aku menulis novel.
Cerita ini mengisahkan kisah cinta mafia cantik untuk Ceo tampan.
Novel ini juga menceritakan pembunuhan percintaan dan misteri.
Banyak misteri di masa lalu antara Mila Louise dan Patir Angkara.
Aku hanya bisa membuat cinderamata untuk semua orang dan menulis puisi untuk orang yang senantiasa mendukung aku untuk tetap menulis. Meski jauh dari kata bagus dan sempurna. Setidaknya aku berusaha membuat karya untuk ku ceritakan pada dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putih gelap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Pertama Di Perusahaan
Patir pun mengabari Dika sahabatnya, untuk mempersiapkan para pekerja untuk berkumpul di perusahaannya.
Akhirnya Patir dan Mila sampai di perusahaan tempat Patir bekerja, saat Patir dan Mila keluar dari mobil dan memasuki keperusahaan.
Semua orang menatap Mila dan Patir, sungguh cantik dan tampan.
Layaknya pasangan kekasih, sangat serasi seperti Raja dan Ratu.
Yang turun dari langit.
Mila Louise pun masuk keruangan Patir, Patir pun mengabari Dika untuk menyiapkan meeting.
Untuk memperkenalkan Mila, kepada para pekerja yang ada di perusahaan Patir.
Patir pun berkata pada Mila Louise “Aku tidak mau ada yang mengganggu mu waktu di perusahaanku. Aku akan memperkenalkanmu pada semua orang bahwa kau adalah tunanganku, apa kau setuju Mila.”
Mila Louise yang mengerti bahwa pria yang ada di depannya menyukainya, pasti takut ada pria lain yang mendekatinya. Karena memang Mila pun mulai menyukai Patir, baiklah aku setuju.
“Jika itu untuk kebaikanku, tidak masalah,” ucap Mila Louise.
Terdengar suara ketukan pintu.
Tok ... Tok ... Tok ...
Patir pun berkata masuk, “Dika pun menyapa Mila Louise dan Patir.
Selamat pagi tuan dan nyonya Mila.”
“Sambil mengoda Mila dan Patir.
Wah sahabatku ini sangat tampan dan Nona Mila sungguh cantik.
Pasangan yang serasi.”
Bentak Patir pada Dika sahabatnya.
“Diam kau Dika jangan menggodaku dan Mila. Ini hari pertama Mila Louise di perusahaan, aku tidak mau harinya buruk karena mu.”
Ha ... Ha ... Ha .. Sang pahlawan membela kekasihnya, Dika pun sambil tertawa. Terus menerus.
“Dika kau diam,” Bentak Patir.
“Kenapa sih sipatmu ga ada bedanya sama si Raka yang tak pernah bosan-bosannya menggodaku. Apa kau ketularan si Raka,” seru Patir dengan penuh tanda tanya.
Ummmpat, Patir. Ah sial tau begini.
Aku tidak akan memanggil dia, Mila Louise yang melihat hanya tersenyum. Melihat kekanak-kanakan Patir,
Dika pun berkata pada Patir “Baiklah aku menyerah,” aku tidak akan menggodamu lagi tapi boong ha.. ha..
Tok ... Tok ... Tok ...
Pintu di ketuk dan menyadarkan Patir dan Dika, Patir pun berkata “masuk.”
Zahra pun masuk dan berkata pada Patir “Tuan semua orang sudah menunggu Anda di ruangan miting. Harap tuan segera kesana” Patir pun berkata Zahra “Baiklah aku akan segera kesana, kau duluan saja.”
Ada sesuatu hal yang harus ku urus dulu, akhirnya Zahra pun keluar.
tanpa melihat Mila Louise, karena memang Mila sedang ketoilet yang ada di ruangan kerja Patir.
Mila pun keluar setelah Zahra keluar dari ruangan kerja Patir dan menatap Dika dan Patir, “Apa kalian akan terus seperti itu. Seperti anak kecil,” ucap Mila Louise.
Sambil nadanya aga marah.
Dika pun berkata pada Patir “Kekasihmu sungguh menakutkan ketika marah. Di balik kecantikan Mila Louise, tersimpan wajah yang menyeramkan ketika Mila serius.”
“Baiklah aku keluar duluan menuju tempat meeting,” ucap Dika sambil membukakan pintu tempat kerja Patir.
Patir pun mau berkata pada Dika, namun Dika sudah keluar.
“Ummmmmpat. Patir ah sial ci Dika.
Dia bisa-bisanya meninggalkanku bersama gadis cantik yang menyeramkan ini, ketika marah sisi asli Mila terlihat.”
Patir pun berkata pada Mila Louise “Baik-baiklah. Maafkan aku, telah membuat pagimu berantakan.
Kau tidak perlu seserius itu padaku,
aku jadi aga merinding saat melihat kau seserius ini.”
“Baiklah sudah jangan banyak bicara lagi,” bentak Mila Louise.
“Kita kan sudah di tunggu di tempat meeting, mending kita menuju sana. Baiklah ayo kita kesana,” balas Patir.
Akhirnya mereka pun pergi keruangan meeting. Sesampai nya di ruangan meeting, semua mata memandang Mila Louise. Semua orang mengagumi kecantikan Mila Louise, beda dengan wanita yang ada di ruangan meeting. Mereka iri pada kecantikan Mila Louise.
Patir pun memperkenalkan Mila Louise pada semua orang yang ada di ruangan itu, perkenalkan dia Mila Louise. Sekertaris baru ku dan sekaligus tunangan ku.
Mila Louise pun memperkenalkan dirinya, perkenalkan nama saya Mila Louise sekertaris baru tuan Patir. mohon kerja samanya.
Dalam hati pria yang ada di ruangan itu, sirna harapanku. Untuk mendekatinya, ternyata dia kekasih bosnya.
Zahra pun berkata “Maaf tuan kan aku sekertaris tuan.”
Patir pun berkata “Iya sebelumnya kau sekertaris ku. Tapi sekarang kau di turunkan, bukan sekertaris ku lagi dan Mila Louise akan menjadi pengganti mu. Apa kau keberatan dengan keputusan ku?
Jika kau keberatan dengan keputusan ku, kau bisa angkat kaki dari perusahaan ini. Siapa saja yang keberatan atas keputusan ku, boleh angkat kaki dari perusahaan ku. Aku tidak butuh orang yang mempertanyakan keputusanku,
semua orang pun terdiam. Jika kalian tidak keberatan dan tidak ada lagi yang di bicarakan, meeting sampai di sini dan kalian boleh pergi keruangan masing-masing.”
Akhirnya Mila dan Patir pun kembali keruangan Patir, Mila pun bertanya pada Patir “Kenapa aku harus jadi sekertarismu,” ujar Penuh tanya.
“Aku tidak mau ada yang mengganggu dirimu Kau tunangan ku yang cantik ini, sambil mengoda Mila, Aku tau kau sedang menggodaku. Baiklah di mana ruangan ku, ruangan mu di sini bersamaku.”
Mila bergumam dalam hatinya
Ciiiiih aku seruangan bersama mu. Akan tiap hari aku melihat wajah tampannya.
Dalam hati Mila Louise, karna memang Patir menempatkan Mila di ruangannya. Karena ingin di dekat Mila Louise dan selalu menatap wajah cantiknya.
Patir pun berkata pada Mila Louise, “Tugas pertamamu buatkan aku kopi.”
Jawab Mila “Bukankah itu tugas pelayan atau OB.”
Gerutu Mila dalam hatinya. Aku ini sekertarismu, bukan pembantumu.
“Akhirnya Mila Louise pergi untuk membuatkan segelas kopi buat Patir bosnya. Mila pun kembali dengan segelas kopi untuk Patir bosnya. Ini tuan kopi-nya, kau simpan di meja ku,” ucap Patir dan mencoba kopi buatan Mila Louise.
“Saat Patir meminum kopi itu sungguh sangat enak.”
“Mila pun berkata bagaimana tuan rasa kopi-nya.”
Ucap Patir tidak enak. Tapi kau buatkan aku kopi seperti ini tiap hari, kau bilang tidak enak. Kenapa kau menyuruhku membuat kopi tiap hari kalau tidak enak. Mila Louise yang mengerti, sebenarnya kopi buatan Mila Louise sangat enak. Karena memang dulu Mila selalu membuatkan kopi untuk ayahnya, sebelum dia mengalami musibah itu. Saat hidup bahagia bersama orang tuanya, namun saat itu inggatannya masih mengingat segalanya.
Baiklah-baiklah aku akan membuatkan mu kopi yang jauh tidak enak seperti ini, tiap hari kata Mila Louise. Sebenarnya Mila senang kopi buatnya, Patir menyukainya. Patir hanya malu saja mengakui kopi buatan Mila sangat enak, jadi Patir beralasan seperti itu.
agar Mila Louise mengerti.
Sampai akhirnya Jam makan siang tiba.
Seperti biasa di akhir cerita aku buat puisi untuk para pembaca setiaku.
Yang berjudul:kitab suci
...“Kitab suci”...
Saatku berada di dekatnya
Panas membarapun sirna
Inginku mempelajari setiap katanya
Dan mengamalkan apa yang ada didalamnya
Memilikimu secara sempurna
Menggenggammu selamanya
Mempelajari yang ada didalamnya
Dan ku jadikan petunjuk hidup setiap ayatnya
Pasti dia syok
Semoga terlaksana dengan lancar
Ngga papa, yang penting berakhir dengan bahagia huwaaaa
Wah ada yang bantuin, ngga sia sia didik kalian.. Hehe