Elias merupakan sosok lelaki idola di kampus, dan ia adalah seorang playboy.
Cyara adalah mahasiswi baru di UI Kediri. Mereka bertemu saat Masa Orientasi Siswa baru. Cyara jatuh hati pada Elias.
Elias menjadikan Cyara kekasihnya, namun tidak lama kemudian putus setelah Cyara mengetahui bahwa semuanya adalah settingan.
Setelah putus dari Cyara, Elias baru menyadari jika dia menyukai Cyara yang juga masih memendam rasa untuknya. Mereka bertemu lagi di Rumah Sakit karena Elias terinfeksi corona virus. Akankah Elias sembuh, dan apakah dia menyadari kesalahannya di masa lalu, bisakah ia menaklukkan kembali hati Cyara dan bersaing dengan Fandy untuk mendapatkan hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruby kejora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.19 Wisuda Elias
Elias melihat kalender di mejanya. Ia mentargetkan sebelum akhir bulan, ia sudah menyelesaikan skripsinya sampai bab lima agar bisa ikut wisuda kelompok pertama.
Ia mengeluarkan semua materi untuk bahan skripsinya yang sudah sampai bab empat. Mengeluarkan laptop dan menaruh di meja. Dia menatap foto Cyara dalam pigura, kemudian membalik pigura nya menghadap belakang.
"Aku harus selesaikan dulu skripsiku, baru bisa memikirkan lainnya. Aku akan membuat diriku pantas mengemban tugas dari Ayah dan terlihat keren di depanmu Cyara."
Elias membuka catatan yang di buatnya, juga beberapa buku yang ia tandai sebagai bahan referensi. Kemudian ia mulai mengetik bab lima, menggabungkan materi dari buku dengan tulisan yang ia buat.
"Akhirnya selesai juga bab lima. Sekalian aku buat daftar pustakanya, tinggal menggandakan dan men jilid." kata Elias menghubungkan laptop dengan printer kemudian mencetaknya.
Elias menyusun materi dan menaruhnya dalam stop map, untuk di serahkan ke dosen pembimbing.
Cyara mengikuti materi kuliah seperti biasa nya. Dia duduk dan serius mendengarkan dosen memberikan mata kuliah Ilmu Dasar Keperawatan. Dia menaruh tas di samping ,dan lupa menutup resletingnya sehingga tas terbuka dan kunci motornya jatuh.
Rianti yang duduk di sebelah Cyara mendengar bunyi jatuh, lalu mengambil nya.
"Ini kunci mu jatuh." kata Rianti memberikan kunci ke Cyara.
"Untung saja tidak rusak gantungan nya."kata Cyara menerima dan melihat gantungan kuncinya.
"Sepertinya gantungan kunci itu unik dan bagus ya, kau membelinya dari mana ?"
Cyara hanya menggeleng melihat Rianti dan kembali menatap papan tulis.
"Apakah gantungan kunci itu dari Elias ?"
Cyara langsung menoleh ke arah Rianti, "bukan... sebenarnya ini gantungan kunci tak bertuan, aku menemukannya dan tidak ada yang mencarinya setelah dua minggu aku pakai."
Rianti tidak menjawab dan kembali menatap papan tulis.
Sore hari Elias ada janji dengan dosen pembimbing satu dan dosen pembimbing dua. Elias berangkat ke kampus dan memarkir mobilnya. Dia berjalan dengan terburu-buru, sehingga kunci mobilnya jatuh dari sakunya.
Petugas satpam melihatnya dan mengambilnya kemudian mengejar Elias.
"Tunggu... ini kunci mobilnya jatuh."
Elias menoleh, " Bapak memanggil saya ?"
"Iya benar, ini kunci mobilnya jatuh."
Elias mencari kunci mobilnya di saku, ternyata memang tidak ada. Kemudian dia menghampiri satpam dan mengambil kuncinya.
"Terima kasih, Pak."
"Sama-sama. Seingat saya dua minggu yang lalu ada seorang gadis yang menemukan gantungan kunci persis dengan gantungan kunci milikmu, dia menanyakan apakah ada yang kehilangan atau seseorang yang menaruh gantungan kunci itu di dasbor motornya.
"Apakah gantungan yang di bawa gadis itu milikmu ?"
"Bukan, Pak. Mungkin hanya kebetulan saja sama. Maaf saya buru-buru." kata Elias meninggalkan satpam kemudian berjalan menuju ruang Kepala Jurusan Fakultas Ekonomi Manajemen, untuk bertemu dengan dosen pembimbing.
Elias memasuk kan kunci mobil ke tas nya dan tersenyum, "berarti Cyara sudah memakai gantungan kunci dariku.
Elias menghadap dosen pembimbing nya. Dua jam kemudian dia keluar dengan wajah yang ceria dan berjalan menuju ke tempat parkir dan bertemu dengan Aldi.
"Elias, kau habis menemui dosen pembimbing ya ?" kata Aldi berjalan dari pintu masuk mendekat ke Elias.
"Dosen pembimbing sudah menyetujui skripsiku sampai akhir. Kau mau menghadap dosen juga ?"
"Aku baru mengajukan bab ke dua, kau sudah sampai bab akhir. Berarti kau ikut wisuda gelombang pertama dua bulan lagi."
"Jangan berkecil hati. Cepat selesaikan skripsimu biar kita ikut wisuda gelombang pertama."
"Aku tidak tahu bisa cepat selesai kurang dari dua bulan tidak, tapi sepertinya tidak keburu."
"Yang penting selesaikan skripsi mu dulu, ikut wisuda gelombang ke dua juga tidak apa, hanya selisih tiga bulan." kata Elias tertawa lebar.
"Dasar kau ini, teman lagi susah kau malah senang. Sudah dulu, aku mau ke gedung D menghadap dosen." kata Aldi pergi meninggalkan Elias.
"Semoga lancar. Aku juga mau mencari tempat untuk jilid skripsi." kata Elias kembali ke tempat parkir mobil melewati tempat parkir motor.
Elias melihat motor Cyara masih terparkir, "bagai mana kabar mu, lama aku tidak melihat mu...aku ingin bertemu dengan mu, tapi aku harus segera menyelesaikan skripsi ku terlebih dahiku."
Elias kembali ke mobil dan meluncur keluar dari kampus untuk men jilid skripsi nya. Lima menit setelah Elias keluar, Cyara berjalan ke tempat parkir dan menaiki motornya melewati parkir mobil. Ia memandang kosong tempat parkir, karena tidak menemukan mobil Elias.
"Bagai mana denganmu Elias, apakah kau sudah menyelesaikan skripsimu ?" gumam Cyara kembali melaju keluar gerbang dari kampus.
Dua bulan berlalu, Elias berhasil menyelesaikan tugas skripsinya lebih awal. Hari ini adalah hari wisudanya.
Pagi dini hari, Elias sudah memakai baju toga dan membawa topi serta tabung wisuda.
"Ayah... Mama sudah siap belum, ini pukul enam lebih tiga puluh menit."
"Mama masih di salon, kita tunggu sebentar lagi datang." kata Ayah berjalan mendekati El.
"El... kau sudah siap belum, sebentar lagi kita berangkat, tinggal menunggu Mama datang. Bagai mana dengan haura ?"
"Dia sudah selesai dan menunggu di pintu masuk kampus, Yah."
Lima menit kemudian Mama Elias datang.
"Ayo kita berangkat sekarang." kata Ayah berjalan menuju tempat parkir, dan di ikuti anggota keluarga yang lain.
Semua sudah masuk mobil, El masih bolak-balik memasukkan banyak barang ke bagasi.
"Sudah belum, apa saja yang kau bawa ?" tanya Elias melihat El menutup bagasi mobil.
"Sudah selesai, jangan cerewet. Aku masuk sekarang." kata El duduk di kursi belakang dengan Elias dan menutup pintu mobil.
Beberapa saat kemudian mereka sampai ke kampus dan tempat parkir penuh. Banyak peserta dan pendamping wisuda dari dalam dan luar kota memenuhi jalanan.
"Parkir di tepi jalan saja Yah, di sana." kata Elias menunjuk.
Banyak peserta wisuda lainnya yang memarkir di tepi jalan. Ayah menepikan mobilnya, kemudian mereka keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu masuk.
El mengeluarkan ponsel kemudian menelpon, "Haura... kau ada di mana, aku dan yang lainnya sudah di pintu masuk.''
"Kau tunggu di situ, aku bisa melihatmu dari sini. Aku akan jalan ke sana."kata Haura berjalan menuju El.
El mengajak Haura menemui keluarga nya, "kita jalan sekarang, Ayah."
Mereka berlima berjalan menuju aula kampus di gedung J. Mama Elias melihat Elias berjalan sendiri.
"Mama akan menemanimu, Nak. Apa kau tidak punya teman spesial yang kau ajak untuk berfoto di sebelah mu ?"
Elias melihat Mamanya dan menggeleng.
"Lalu siapa yang akan menemani mu ?"
"Kan sudah ada Ayah, Mama dan El."
"Tante, biar Haura saja yang pura-pura jadi ceweknya Elias." kata Haura.
"Tidak perlu." jawab Elias dan El bersamaan.
Mama Elias diam memandang mereka bertiga.
kok Elyas sama Cyara blom sampai pelaminan
maksud,y hubungan orang.
cerita,y keren 👍 semakin menegangkan
Penuh arti dan juga makna
Semua karyaMu kan kagumi
Jika memberi kesan sempurna
maaf ya Author cerita,y ku suka dan pengen kejutan. biar berasa nyata.
gemessss😁
👍
_ _ _
pikiran ku terhantut.
hrus,y kn klo cinta bahagia mlihat seseorang yg d cintai,y bahagia.
_ _
ak aj bahagia pdahal ak salah satu mantan Elyas🤫
🤫