Nadia adalah gadis pintar, penurut dan ceria, tetapi sejak mama nya meninggal dunia, ketika nadia ditinggal papanya sebentar kejadian demi kejadian membuat nadia frustasi dan membuat kesalahan besar. sehingga ia harus menikah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mumtazah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan bersama
nadia masuk kedalam dapur pesantren, dengan memastikan wajah bahagia dan tersenyum kepada semua orang disana.
Tasya yang melihat ada nadia sangat kesal, wajahnya terlihat sangat marah.
Tasya mendekati nadia "assalamu'alaikum nadia"
"waalaikumsalam" nadia masih sibuk membersihkan ikan lele
"perkenalkan, aku tasya. aku santriwati yang paling pintar disini. bahkan gus alif pun dekat dengan ku"
siapa dia, mengapa dia sangat sombong sekali. mana mungkin alif dekat dengan wanita seperti nya. sedangkan alif saja sangat menjaga jarak dengan wanita. apa mungkin dia cemburu ya karena alif akan menikah dengan ku. aah.. abaikan nadia fokus masak saja. batin nadia
nadia tetap diam dan memilih untuk tidak menjawab nya.
"apa bisa aku membantumu?" Tasya menawarkan bantuan dengan sedikit menaikan bibirnya
"maaf tasya, Terima kasih. mas alif mau aku masak untuknya hari ini" nadia mencoba membalas kesombongan nya
idih... aku panggil alif dengan sebutan mas, tapi gappa biar tau rasa kamu tasya. sombong saja terus.
tasya pergi dengan wajah kesal. semua pengguni dapur menertawakan tasya.
____
setelah masak nadia meminta beberapa santriwati membantunya membawa semua masakan nya ke rumah alif
"Terima kasih ya, taruh semua nya disini ya"
"iya sama-sama ning"
nadia menelpon papa nya, karena hampir seharian papanya tidak pulang.
"assalamu'alaikum pa, papa ada dimana sekarang"
papa "papa masih sibuk nak, jangan tunggu papa ya, kamu makan saja dulu. mungkin papa akan pulang nanti malam."
nadia "padahal nadia sudah masak buat papa dan alif, ini sudah siap di depan tv"
papa "sudah kamu makan saja sama alif, sisakan buat papa, kalau papa lapar nanti malam akan papa makan masakan kamu, sudah ya nadia papa ada di jalan, assalamualaikum" papa menutup tlpn nya
nadia "waalaikumsalam"
_____
di rumah gus ilyas
alif "umi, alif akan makan dirumah sama nadia, alif juga mau lanjut ngobrol dengan nadia"
umi "iya umi sudah tau, sudah kamu pergi sana, nadia pasti sudah nungguin. jangan lupa juga besok ajak nadia belanja barang barang rumah. biar dia bisa masak dirumahmu. biar dia tidak repot masak di dapur pesantren."
alif "oke umi, alif berangkat dulu ya"
umi "tunggu alif, abimu sedang keluar, jamaah maghrib dan Isya kamu yang imami ya"
alif "siap umi"
____
dirumah alif
alif "assalamualaikum nadia"
nadia "waalaikumsalam, masuk lif aku sudah menunggumu"
alif "ayo langsung saja makan, kayak nya enak ini, perutku sudah lapar"
setelah berdoa, mereka makan tanpa bicara. mereka terlihat sangat lahap dan menikmati
selesai makan alif keluar rumah dan memanggil beberapa santriwati untuk membereskan semua piring-piring.
santriwati yang melihat mereka makan hanya berdua menjadi perbincangan hangat disemua pengguni santriwati.
alif "nadia besok kita akan belanja"
nadia "belanja apa?"
alif "belanja barang-barang rumah. terutama isi dapur, biar kamu bisa masak sendiri disini."
nadia "hmm.. baiklah"
alif "kamu besok boleh membeli apapun, kamu bisa merubah semua rumah ini. jika kamu tidak suka dengan kursi atau apapun belilah besok sesuai keinginan mu"
nadia "emang gappa aku ngerubah semuanya"
alif "gak papa, kamu kan akan jadi istriku. rubah semua sesuai keinginan mu"
apa dia sudah berani bilang istri, aku kira dia laki-laki pemalu, ternyata dia cukup tegas juga ya. dan aku lihat-lihat alif lumayan juga. badan nya yang tinggi, tidak kurus dan juga tidak gemuk, ditambah matanya, bibir nya, dan juga kacamata nya, dia terlihat sangat cool. astaghfirullah nadia sadar sadar
alif "kata umi, besok disuruh beli beberapa seprai, ingatkan besok. aku orang nya pelupa. oh iya.. pernikahan kita tinggal beberapa hari lagi, kamu minta mahar apa ?"
nadia "hmm apa ya? terserah kamu saja lif"
alif "baiklah, biar nanti aku pikirkan juga. aku akan berangkat ke masjid karena abi belum datang, jadi malam ini aku yang memimpin. besok kita lanjut lagi"
nadia "baiklah, aku sebentar lagi menyusul"
ko lama up nya...🙃🙃