Chelsea Cellina Stefani adalah seorang gadis cantik dan juga pintar dia adalah sahabat baik Earlyn.
Mereka telah bersahabat semenjak kecil.
Darielle Abrisham Nathaniel atau yang biasa dipanggil Ziel adalah sahabat kecil mereka.
Ketika lulus SMA Ziel melanjutkan kuliah di Harvard University sehingga mereka terpisah selama beberapa tahun. Namun walau begitu mereka masih tetap saling memberi kabar.
Ziel tidak mengetahui bahwa diantara Celline dan Earlyn memendam perasaan yang sama pada orang yang sama. Akankah Ziel memilih salah satu diantara mereka ataukah dia menjatuhkan pilihan pada gadis lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ThaRoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Celline
Tok...tok...tok...bunyi meja diketok dengan sendok.
"Kenapa kamu Queen?" Tanya Ziel.
"Aku kangen suasana dulu kak, sekarang kita sudah punya acara masing-masing" ucapnya sambil meletakkan kepalanya di meja makan.
"Aku kangen Celline...aku ingin jalan lagi sama dia. Naik busway....jajan di emperan...makan disaung. Aku ingin kaya gitu lagi kak, aku bosan jalan sama Earlyn dia belanja baju terus tapi Celline sibuk banget sekarang nanti aku mau ajak dia jalan ahh....kalau sudah selesai turnamennya" ucap Queen lalu mengangkat kepalanya dengan semangat lalu dia segera menyendok salad sayur dipiring saji dan memakannya dengan lahap.
"Jangan ganggu Celline dia sudah menemukan dunianya. Biarkan dia hidup sesuai keinginannya" Ziel segera meminum susunya lalu mengambil roti dan mengoleskannya dengan saus strawberry.
"Semua ini terjadi karena kalian salah mencinta" Queen
"Apa maksud kamu" Ziel
"Cinta segitiga diantara kalian tau. Aku kira Celline menyukai Axel tapi ternyata dia malah mencintaimu kak" Queen.
Ziel tertawa mendengar celotehan adiknya itu.
"Siapa yang mengatakan hal ini kepadamu?" Tanyanya
"Ada deh...kakak gak perlu tau" Earlyn
"Apa Earlyn yang mengatakannya kepadamu?"Ziel
"Ihhh....kok kakak tau?tebakan yang jitu, kakak dapat permen kojek dariku" canda Queen kepada kakaknya.
"Aku juga kaget kak waktu pertama kali mendengarnya. Rasanya itu tidak mungkin tapi ternyata benar Celline menyukaimu" ujar Queen laku dia mengambil air mineralnya dan meminumnya.
Axel yang sedari tadi hanya duduk diam dipojokkan langsung bangun begitu mengetahui kenyataan yang ada.
"Jadi...Ce-Celine mencintai kak Ziel?" Tatapan tajam dan membunuh diarahkan kepada Queen kembarannya itu.
"Ohh...Axel...aku...aku bisa jelaskan" lalu Queen berusaha untuk menenangkan Axel dan menyuruhnya segera duduk.
"Dengar Xel....aku tidak mempunyai perasaan apa-apa kepadanya. Kamu jangan salah sangka dulu denganku" Ziel berusaha memberi penjelasan kepada adiknya itu namun tampaknya Axel tidak bisa menerima kenyataan yang ada dengan kencang dia segera menggebrak meja hingga membuat seisi rumah berhamburan pergi ke dapur untuk mengetahui apa yang terjadi.
"Ada apa dengan adikmu Ziel?" Tanya mommy Al.
"Ahh...ada sedikit kesalahpahaman mom tapi aku akan segera memperbaikinya" terang Ziel kepada mommynya.
"Heyy....apa yang terjadi diantara kalian" tanya daddy Niel.
"Sedikit kesalahpahaman dad. Aku akan mengatasinya" Ziel segera bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar adiknya itu.
"Sayang....Queen ada apa sebenarnya nak?" Mommy Alma.
"Oh...ini masalah anak muda mom. Percintaan....cinta segitiga diantara kakak, Celline dan Axel" Queen.
"Hah....apa?" Alma segera mencerna kata-kata anak gadisnya itu.
"Mommy taukan jika Axel sangat mencintai Celline namun ternyata Celline malah mencintai kak Ziel. Axel marah dengan kak Ziel tampaknya. Ini salahku terlalu comel mom. Harusnya aku diam saja menyimpan rahasia ini" Queen.
Daniel segera duduk diantara anak dan istrinya. Masalah anaknya membuatnya ingat kembali kepada masa lampau dirinya. Akankah kisahnya akan terulang kembali kepada anak-anaknya? God....semoga semuanya baik-baik saja. Hanya satu harapannya agar tidak ada yang terluka diantara semuanya.
"Listen....daddy tidak akan memihak kepada siapapun karena semuanya berhak untuk bahagia. Hanya saja harus ada yang mengalah salah satu diantara kalian. Dan kalian harus terima apapun hasil akhirnya. Celline gadis yang kuat dan mandiri daddy tidak masalah jika salah satu diantara kalian memilihnya hanya saja daddy tidak suka jika kalian menjadi bertengkar dan marah hanya karena seorang wanita. Cinta memang tidak dapat dipaksa tetapi tidak ada salahnya juga jika diantara kalian ada yang mau mengalah dan mencoba mencari gadis lain toh diluar sana masih banyak gadis tangguh yang seperti Celline. Apa daddy harus turun tangan dengan masalah percintaan kalian? Apa daddy harus memanggil Celline agar segera memilih salah satu diantara kalian?" Ujar daddy panjang lebar.
"Daddy bukan seperti itu dad ceritanya. Masalahnya kakak tidak suka sama Celline sedangkan Axel cinta banget sama Celline dad" Queen menjelaskan kembali duduk perkaranya kepada ayahnya.
"Ooww...i see...i see....ini masalah hati sebaiknya daddy tidak ikut campur hanya saja saran daddy jangan ada pemaksaan lakukan semua dengan ikhlas. Agar kalian bisa seperti daddy n mommymu. Bagaimana menurutmu sayang?" Daddy mulai mengunyah sarapan yang sudah disiapkan oleh istrinya itu.
"Aku tidak ingin ada yang terluka bie biarkan saja mereka menyelesaikan masalah hati mereka. Aku akan mendukung apapun keputusan mereka"
"Good wife...ibu yang sangat bijaksana sekali. Aku selalu dan selalu mencintaimu sayang...cup" Daniel mencium pipi merona istrinya itu.
"Hooo.....kalian so sweet banget sih. Mom...daddy sangat mencintaimu jangan pernah tinggalkan daddy mom. Walau daddy sudah tua tetapi sisa-sisa ketampanannya masih sangat terlihat mom" Queen.
Mendengar perkataan Queen membuat mommynya tertawa.
"Dengar nak...mommymu yang mengejar daddy terlebih dahulu jadi bisa dipastikan jika mommy tidak akan pernah meninggalkan daddy" jawab Daniel penuh percaya diri. Alma gemas dengan perkataan suaminya lalu dia segera mencubit pinggang Daniel hingga membuat Daniel sedikit meringis.
"Benarkah itu mom? Kenapa mommy suka dengan pria yang jauh lebih tua?" Tanya Queen polos.
"Itu karena pesona daddy sayang. Ingat daddymu ini sangat tampan sewaktu muda dulu bahkan sampai saat inipun daddy masih sangat tampan manis, hingga bisa membuat mommymu yang masih bau kencur bisa tergila-gila pada daddy" ucap Daniel.
"Sudah bie membualnya?" Tanya Alma.
"Hahaha....oke sayang sudah waktunya aku harus ke kantor..cup..cup..i love you. Aku tunggu laporan anak-anak bujangku sayang" setelah mencium istrinya Daniel segera mencium Queen anak gadisnya. Baru saja akan beranjak dari ruang makan Mikhaela memanggilnya.
"Upss....sori anak gadis daddy baru bangunkah?" Mikhaela segera menghampiri daddynya dan memeluknya.
"Aku akan rindu daddy" ucapnya manja.
"Daddy harus ke kantor dulu sayang...daddy janji akan pulang cepat. Bukankah hari ini adalah hari ulang tahun kakakmu?" Tanya Daniel pada Mikhaela dan Mikhaela langsung menganggukkan wajah imutnya itu.
"Cup....bantu mommy jangan biarkan mommy-mu kelelahan sendirian oke sayang" Daniel langsung mengusap-usap kepala anak gadisnya itu.
"Bye dad i love you"
Daniel pun langsung melambaikan tangannya sementara anak-anak dan istrinya mengantar sampai depan pintu. Mobilpun sudah siap dan Tito sudah membukakan pintu untuk tuannya itu. Taklama mobil itupun segera meninggalkan rumah mewah itu dan segera membelah ibukota pergi menuju gedung pencakar langit untuk memulai aktivitas kantornya.
"Bro....dengarkan dulu penjelasanku. Aku tidak memiliki perasaan apapun kepada Celine. Aku mendukung hubungan kalian namun sepertinya tidak benar berita yang Earlyn berikan kepada kalian karena Celline ternyata sudah mempunyai pilihan tersendiri. Apa kamu ingat pria yang bersama Celline beberapa hari yang lalu?" Ziel segera menepuk pundak adiknya.
"Iya dia senior kami" jawab Axel mulai penasaran.
"Dialah pria yang Celline sukai jadi bukan aku ataupun kamu yang disukai Celline" Ziel segera duduk di sofa kamar adiknya itu.
"Darimana kakak tau jika dia pria yang disukai Celline?" Tanyanya dengan gusar.
"Tentu saja Celline yang mengataknnya langsung kepadaku. Jika bukan dari bibir dia lalu aku tahu dari mana?" Ziel.
"Itu sangat tidak mungkin dan sangat tidak masuk di akal. Karena aku tahu Celline tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun" Axel.
"Hahaha... jangan bodoh bro. Kamu tidak mungkin mengawasi Celine selama 24 jam. Apa kamu tahu isi handphonenya? Apa kamu tau isi kepala Celline? Apa kamu tau saat sedang tidak bersamamu apa yang dia lakukan? Jangan naif bro dia juga gadis normal seperti kebanyakan gadis lainnya" Ziel.
"Aku tau Celline kak....tahu semuanya dia itu gadis keras kepala, gila kerja dan gila prestasi hanya itu yang dikejarnya selama ini. Dan mengenai Yudha aku tidak yakin jika dia mencintainya. Tapi tidak tahu juga saat-saat sekarang ini. Aaarrgg...Celineeeee....kenapa aku harus bertemu dengan perempuan batu macam kamu hahhh!!!" Sambil mengepalkan tinjunya Axel kembali menghantamkan tangannya ke karpet.
Ziel menghampiri adiknya dan kembali menepuk-nepuk punggung adiknya itu.
"Masalah kita clear jadi jelas bukan aku yang di cintai Celline" Ziel bangkit berdiri dan berjalan menuju arah pintu.
"Kak...bagaimana seandainya jika dia benar-benar mencintaimu?" Tanya Axel.
Ziel segera menghentikan langkahnya dan dia memutar tubuhnya melihat ke arah Axel.
"Aku tidak mencintainya aku akan mendukung hubunganmu dengannya dan aku akan membantu kalian jika kamu menginginkannya" Setelah berkata seperti itu Ziel segera keluar dari kamar Axel. Entahlah apa benar atau tidak apa yang dikatakan Ziel itu.
Axel diam dikamarnya entah sedang memikirkan apa dia. Mengetahui Celline mencintai Ziel semangat hidupnya sudah sudah tiada lagi. Begitu mendengar keterangan kakaknya jika dia mencintai seniornya maka semakin habis sudah semangat hidupnya. Sepertinya saat ini dia butuh ruang khusus dan tanpa ada siapapun. Dia segera mempacking beberapa pakaiannya dan siap untuk berangkat sepertinya. Dia sudah rapi berpakaian namun karena perutnya berisik maka dia putuskan untuk sarapan terlebih dahulu. Di ruang makan tampak ibunya sedang sibuk mengatur tempat dan dekor didampingi oleh beberapa orang nampak sedang bercakap-cakap. Dia segera menghampiri adiknya yang sedang sarapan sup cream.
"Mikhaela ada acara apa hari ini? Kenapa mommy sibuk sekali dan rumah kita mau diapakan lagi? Apakah akan menambah ruangan kembali?" Tanya Axel.
"Hari ini adalah ulang tahun kak Ziel dan mommy akan mengadakan pesta kecil hanya makan malam keluarga sama mengundang beberapa teman mommy" terang Mikhaela.
"Shitt....nampaknya aku tidak jadi pergi hari ini" Axel
"Kakak mau kemana? Ke kampus?" Mikhaela.
"Tidak dek....kakak ingin liburan dulu sendiri"Axel
"Ikut kak....aku mau ikut kakak jalan-jalan" Mikhaela.
"Kamu harus sekolah dek....nanti kakak dimarahi daddy. Next time pasti kamu kakak ajak liburan" Axel
"Janji kak?" Mikhaela
"Sure....i promise baby" Axel mengambil tangan adiknya dan menciumnya.
"Kakak bantu mommy dulu ya" setelah berkata seperti itu Axel segera menghampiri mommynya dan membantunya.
Tak berapa lama nampak mobil parkir didepan rumah dan Celline segera memasuki rumah Ziel.
"Hai cantikku Mikhaela....mommy dimana sayang" Celline
"Kak Celline....kemana saja aku kangen kak" Mikhaela.
Begitu Mikhaela menyebut nama Celline sontak saja Queen dan Axel langsung berlari untuk melihat keberadaannya.
"Cellineeeee" teriak Queen lalu dia berlari ke arahnya dan memeluknya.
"Kamu kemana aja sih udah lama gak pernah datang kemari? Kamu marah sama aku?kamu benci sama aku?" Tanyanya bertubi-tubi.
Celline langsung memeluk Queen.
"Rugi aku marah sama kamu Queen. Nanti gak ada yang ngasih aku hadiah dari LN....hehehe" canda Celline.
"Eehh...Kamu mau ketemu siapa Line? Ziel atau Axel? Hahahhaa" Queen nampak menggoda Celline.
"Tidak kedua-duanya" jawab Celline tegas.
"Wooohhh....kakak-kakakku itu pujaan cewek-cewek sw dunia loh...rugi kamu kalau sampai menolaknya" Queen.
"Biarin aja...aku nggak napsu dengan kakak-kakakmu" jawab Celline bergurau.
Axel kesal mendengar jawaban Celline ingin rasanya dia mencubit bibirnya itu namun dia segera mengurungkan niatnya itu.
Sementara Ziel melihat Celline dari tangga dan nampak masam wajahnya begitu mendengar perkataan Celline.
"Queen aku mau ketemu mommy-mu. Ada berkas dari mamaku buat tante Alma" Line
"Ayo aku antar" Queen segera menarik tangan Celline dan segera menemui mommynya itu.
"Ehh..Celline...ada berkas ya untuk tante? Duh..repot amat sampai kamu yang mesti ngaterin" Alma segera menerima berkas itu dan mulai menelitinya.
"Iya tan....mommy sibuk lagi ngurus pesanan tumpengnya" Celline.
"Iya....maaf ya sudah merepotkan mamamu. Nanti malam kamu datang ya kita makan malam bersama" ujar Alma berbisik.
"Kak Ziel ulang tahun hari ini" Alma
"Oh...iya insya allah tan" jawab Celline
"Jangan sampai kamu ngga datang soalnya mamamu yang mengurus semuanya hihihi" Alma
"Hehehe....iya tan siap. Aku permisi ya tan aku harus ke kantor lagi" Line
"Ohh....oke sayang...terima kasih ya jangan lupa nanti malam Line" ucapnya
Celline langsung membungkukkan tubuhnya.
"Iya tan" jawabnya singkat lalu dia segera berpamitan kepada Alma.
Baru keluar dari ruangan Alma, Queen segera menarik tangan Celline.
"Ayo kapan kita nongkrong lagi aku kangen ingin makan diemperan" Queen.
Celline nampak berfikir sejenak.
"Bagaimana kalau minggu depan. Aku akan kosongkan jadwalku seharian untuk menemani kamu" Line
Queen langsung memeluk Celline. "Oke...oke....aku mau....jangan sampai nggak loh Line. Aku akan samperin rumah kamu" Queen.
"Hahahah....iya...iya...aku janji. Sekarang aku pamit dulu ya mau balik gawe aku Queen.
"Oke....mau aku anterin?" Tanyanya
"Gak usah Queen kaya apa aja aku ini" Celline
"Bye" pamitnya lalu Celline bergegas keluar rumah Queen namun sampai didepan pintu Axel segera menghalanginya.
"Kamu tidak pamit padaku?" Tanyanya. Celline segera menengadahkan wajahnya menatap wajah Axel dan menarik nafas panjang.
"Aku pamit Axel" Line
Axel segera memenjarakan tubuh Celline dan berusaha mendekatinya Celline diam tidak bergerak namun saat bibir mereka hanya tinggal berjarak 10 inchi Axel segera menarik tubuhnya dan mengibas-ngibaskan tangannya sebagai tanda 'pergilah sana'.
Celline diam mematung melihat punggung Axel setelah hilang dari pandangannya lalu dia segera menghampiri mobilnya dan mulai meninggalkan rumah kediaman Daniel sementara Ziel melihat kepergian mobil Celline dari atas tingkat rumahnya.
********
Holaaa genks telat update nya 😂 tapi mending telat ya yang penting masih bisa update😁
Jangan lupa like vote n komennya genks 🤗
Maaf kalau banyak typo ngejar waktu genks cuma buat up untuk kalian🤗
Love you all😘😘😘😘😘