NovelToon NovelToon
Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyelamat / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Elfesya terjebak perjodohan paksa dengan Ravion Arshaka, CEO angkuh yang terus menghinanya. Luka semakin dalam saat Elfesya tahu ayah Ravionlah yang menghancurkan bisnis ayahnya. Ia melarikan diri ke pesisir, hidup nestapa sebagai buruh ikan demi harga diri.
Sadar akan dosanya, Ravion melepaskan kemewahan demi menyusul Elfesya ke gubuk reyot. Di tengah bau laut dan kemiskinan, ego sang CEO runtuh demi meraih kembali hati sang sekretaris. Ini adalah kisah tentang pengkhianatan korporasi, penebusan dosa yang perih, dan cinta yang akhirnya berlabuh di dermaga ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meja kayu dan penyesalan yang mengenyangkan

Malam di pesisir Brebes membawa udara yang lengket dan suara deburan ombak yang konsisten. Ravion, yang biasanya tidur di atas kasur king size dengan sprei sutra, kini duduk di atas kursi plastik di teras rumah sewa sederhananya. Tubuhnya terasa remuk. Otot-otot yang tidak pernah bekerja kasar itu kini berteriak protes, namun ia mengabaikannya.

Pikirannya hanya tertuju pada gubuk kecil yang berjarak tiga rumah dari tempatnya berada. Gubuk tempat Elfesya dan Elric tinggal.

Dengan langkah sedikit tertatih karena kakinya yang lecet akibat sepatu kulit, Ravion berjalan pelan. Di tangannya, ia membawa sebuah kantong plastik berisi beberapa botol air mineral dan buah-buahan yang ia beli dari pasar sore tadi. Ia berhenti di depan pintu kayu yang sudah rapuh, lalu mengetuknya pelan.

"Elfesya?"

Pintu terbuka. Elfesya muncul dengan kaos bersih namun sudah pudar warnanya. Aroma masakan sederhana—bau terasi yang digoreng dan tumisan sayur—menyeruak keluar. Perut Ravion mendadak keroncongan. Ia belum makan sejak pagi.

"Mau apa lagi?" tanya Elfesya, matanya menatap lelah pada penampilan Ravion yang masih mengenakan celana kain mahal yang kini penuh noda lumpur.

"Aku... boleh aku makan di sini?" tanya Ravion, suaranya terdengar sangat canggung. "Aku lapar. Dan aku ingin mencicipi masakanmu."

Elfesya terdiam sejenak, menatap pria di depannya seolah pria itu baru saja bicara dalam bahasa asing. "Bapak lupa? Ini 'makanan murahan'. Masakan saya tidak selevel dengan koki bintang lima Arshaka. Tidak ada daging wagyu atau saus truffle di sini."

Ravion menunduk, menatap ujung sepatunya yang kotor. "Aku sudah membuang lidah sombongku itu di tempat penjemuran ikan tadi siang, Elfesya. Aku hanya ingin makan masakan istriku. Apapun itu."

Elfesya menghela napas panjang. Ada rasa kasihan yang terselip melihat betapa menyedihkannya sang CEO sombong ini sekarang. Wajahnya yang biasa klimis kini ditumbuhi bulu-bulu halus, dan matanya tampak sangat merindukan sesuatu yang tulus.

"Masuklah. Tapi jangan komplain soal rasanya," ucap Elfesya sambil membuka pintu lebih lebar.

Di dalam, Elric sedang duduk di depan meja kayu pendek yang dialasi koran bekas. Di atas meja itu hanya ada sepiring besar nasi putih, semangkuk sayur kangkung, dan beberapa potong tempe goreng serta sambal terasi. Sangat kontras dengan meja makan Arshaka yang panjang dan penuh perak.

Elric mendengus melihat Ravion masuk, tapi ia tetap diam karena melihat tatapan peringatan dari kakaknya.

Ravion duduk bersila di lantai, sesuatu yang belum pernah ia lakukan seumur hidupnya. Kakinya yang panjang terasa kikuk, namun ia berusaha menyesuaikan diri. Elfesya menyodorkan sepiring nasi dan lauk padanya.

Ravion mengambil sepotong tempe dengan tangan gemetar—tangannya masih kaku karena bekerja tadi siang. Saat suapan pertama masuk ke mulutnya, ia tertegun. Rasa gurih tempe dan pedasnya sambal itu meledak di lidahnya. Ini bukan soal bumbu mahal; ini adalah rasa rumah. Rasa yang selama ini tidak pernah ia temukan di meja makan besar yang dingin di Jakarta.

"Enak?" tanya Elfesya datar, meski matanya terus memperhatikan reaksi Ravion.

Ravion tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru makan dengan lahap, mengabaikan rasa perih di tangannya. Air matanya hampir jatuh, bukan karena pedasnya sambal, tapi karena ia menyadari betapa banyaknya waktu yang ia buang untuk membenci hal yang seharusnya ia syukuri.

"Maafkan aku," ucap Ravion tiba-tiba di sela makannya. Ia menatap Elfesya dengan pandangan yang sangat dalam. "Aku dulu menghina makanan ini karena aku takut. Aku takut jika aku menyukai kesederhanaan, aku akan kehilangan kendali atas duniaku. Tapi sekarang aku sadar, dunia yang aku banggakan itu tidak ada apa-apanya dibanding meja kayu ini."

Elfesya terdiam. Ia melihat Ravion menghabiskan nasi di piringnya sampai butir terakhir—pria yang dulu bahkan akan membuang steak mahal jika tingkat kematangannya salah sedikit saja.

"Makan saja yang kenyang," bisik Elfesya pelan, suaranya sedikit melunak. "Besok pekerjaan di gudang akan lebih berat. Jika Bapak ingin tetap di sini, jangan sampai pingsan dan merepotkan warga."

Ravion tersenyum kecil—sebuah senyum tulus yang pertama kalinya Elfesya lihat dalam waktu yang sangat lama. Di bawah cahaya lampu bohlam kuning yang remang-remang, dinding keangkuhan Arshaka Group benar-benar telah runtuh, digantikan oleh seorang pria yang kini hanya ingin mendapatkan kembali kepercayaan istrinya melalui setiap butir nasi "murahan" yang ia telan dengan penuh syukur.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
merry
Terima ajj el wlpun sakit hncur tp dr pihak musuh ada yg mau kembalikan milikmu ywd trma ajj aset aset emng milik ayah trs kembangkan buktiin pd org org yg hina kmu, buktiin kmu pengusaha hebat biar gk diremehkan lgg,mau lari kmn pun klo dh takdir tetap akn balik ke kmu
falea sezi
moga g meninggal
Nurjana Bakir
wanita kuat😍
falea sezi
lanjut donkk😍
falea sezi
laki bekas kayak. lu g cocok lu sama. bapak lu sama aja sama sama sampah.. g ada bedanya lu ma bapak lu yg main jalang ampe ibu lu meninggal😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!