NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Ratu Mafia Di Tubuh Istri Bodoh

Transmigrasi: Ratu Mafia Di Tubuh Istri Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Mafia
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Whidie Arista

Akira tewas terbunuh karena ledakan bom yang di pasang di mobilnya, oleh musuh. Namun keajaiban terjadi, dia terbangun di tubuh wanita bernama Elvira, seorang istri yang tak di anggap oleh suaminya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 - Permainan sang Ratu

“Vira!”

Zavian memanggil setengah berteriak. Saat melihat sang Istri naik dari lantai bawah menuju kamarnya.

Brak...

Pintu di tutup tepat di depan wajahnya.

“Vira. Buka pintunya, aku ingin bicara denganmu!” teriak Zavian sambil menggedor-gedor pintu kamar Elvira.

Sedang si pemilik kamar malah duduk santai sambil menikmati secangkir kopi dan camilan yang dia bawa dari dapur.

“Vira ada masalah penting yang ingin aku bicarakan denganmu,” dia mengulangi ucapannya.

Diam tak menyahut. Menaruh cangkir dengan anggun, dengan bibir tersenyum puas.

“Vira Aku butuh bantuanmu, ini soal perusahaan. Seseorang kembali meretas sistem keamanan data kantor, kalau sampai data itu bocor atau dijual ke orang lain, perusahaan akan rugi besar,” suara panik dan cemas.

Lagi-lagi Elvira hanya diam, kali ini dia malah sibuk dengan kuku-kuku jarinya, menggosok lalu mengecatnya, seakan suara Zavian hanya angin lalu.

“Vira!” suara memaksa sekaligus putus asa.

Pintu dibuka. Tampak pria itu, Zavian. Berdiri dengan wajah tegang, “Vira, tolong bantu aku sekali lagi.”

“Membantumu? Kenapa aku harus membantumu?”

“Karena aku suamimu. Tidak maksudku, karena kau pemegang saham perusahaan,” ralatnya.

“Apa aku tidak salah dengar, kemarin kau bilang aku tidak punya hak atas perusahaan, tapi disaat terjadi masalah kau ingin aku ikut andil menyelesaikan masalahnya, dasar licik.”

Brak...

Elvira kembali menutup pintu kamarnya dengan kasar.

“Oke, aku minta maaf, aku hanya bercanda. Aku akan mengembalikan semua hak mu, saham mu, uangmu dan semuanya, aku juga akan membayarmu berapa pun yang kau minta, tapi bantu aku buatkan aku sistem keamanan yang paling kuat.”

“Ini bukan hanya soal uang Zavian.”

“Lalu apa yang harus aku lakukan agar kau mau membantuku?”

“Memohonlah, siapa tahu aku akan luluh,” seringnya.

“Baiklah. Vira, aku mohon bantu aku,” Ucap Zavian, menahan geram, namun tetap menuruti ucapan sang Istri.

“Ck, sayang sekali permohonanmu kurang tulus, sepertinya aku tidak bisa membantumu.” Ucap Elvira sengaja mempermainkan sang Suami.

‘Dia sengaja. Wanita ini memang tidak ada niat untuk membantuku.’ Zavian mengepalkan tangannya, kemudian pergi.

Bima sudah berdiri di ruang tengah, dia menatap Zavian penuh harap, “Bagaimana Pak, apa Bu Elvira mau membantu kita?”

Zavian tak menjawab, dia berlalu dengan tubuh tegap, “cari orang lain, bayar berapa pun yang dia minta,” perintahnya pada Bima, “Dia pikir hanya dia yang bisa membuat sistem keamanan yang kuat, kita lihat bagaimana cara aku meruntuhkan ego mu Elvira.” Geram Zavian sambil masuk dan duduk didalam mobil.

Di jendela atas, Elvira tersenyum puas sambil menyesap cangkir kopi dalam genggamannya, “ego nya masih tinggi, dia hanya pura-pura memohon padaku.”

Siang harinya. Elvira kembali bermain-main dengan sistem keamanan data perusahaan Zavian, dia menyerangnya seperti sebelumnya, santai dan penuh perhitungan.

Tapi tentunya tidak dengan keadaan di kantor, Bima nampak tegang pun dengan Zavian. Mereka menyewa pekerja handal untuk memperbaiki sistem keamanan Data mereka.

Pintu ruang rapat tertutup rapat, menyisakan suasana hening yang terasa menyesakkan. Di meja besar yang terbuat dari kayu jati, terbentang berkas-berkas tebal beserta laporan teknis yang baru saja diserahkan oleh dua orang ahli keamanan siber yang mereka datangkan dari luar kota. Nama mereka, Arga dan Dito, sudah dikenal luas di dunia digital karena keberhasilan mereka menanggulangi berbagai kasus peretasan data perusahaan besar.

“Jadi, menurut temuan awal kami, celah utamanya ada di jalur akses cadangan yang sudah tidak diperbarui selama hampir dua tahun,” jelas Arga sambil menunjuk diagram di layar proyektor. Wajahnya datar, tidak menunjukkan ekspresi berlebihan, seolah ini hanyalah masalah biasa yang sering ia hadapi. “Ada malware tersembunyi yang dirancang khusus untuk mencuri data secara bertahap tanpa terdeteksi oleh sistem antivirus standar. Sepertinya ini bukan ulah orang sembarangan—mereka punya target yang jelas.”

Zavian mengepalkan tangannya di bawah meja. Ia bisa merasakan detak jantungnya berpacu lebih cepat dari biasanya. Selama sepuluh tahun membangun perusahaan ini, ia tidak pernah merasa selemah ini. Semua data klien, rahasia proyek, hingga catatan keuangan yang paling rahasia terancam jatuh ke tangan yang salah.

“Bisakah kita memastikan data yang sudah tercuri tidak disebarkan atau dijual?” tanya Pak Herman dengan suara rendah namun tegas. Sebagai direktur operasional, ia bertanggung jawab atas kelancaran seluruh sistem kerja, dan kegagalan ini terasa seperti beban berat di pundaknya.

Dito mengangguk pelan, lalu melanjutkan penjelasan rekannya. “Kami sudah memblokir jalur akses yang terinfeksi dan mengubah seluruh kode enkripsi utama. Namun, kami tidak bisa memastikan seberapa banyak data yang sudah berhasil diambil sebelum kami tiba. Yang pasti, peretas itu masih mencoba mencari jalan masuk lain—mereka belum menyerah.”

Zavian menghela napas panjang, lalu menatap kedua ahli itu dengan tatapan penuh harap sekaligus kekhawatiran. “Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperkuat seluruh sistem sepenuhnya? Dan berapa biaya yang harus kami siapkan agar ini tidak terulang lagi?”

“Kami butuh waktu minimal tujuh hari untuk merombak total struktur keamanan, memasang sistem deteksi dini yang lebih canggih, dan melatih tim internal Anda untuk waspada,” jawab Arga. “Tentunya dengan biaya yang tidak sedikit, tapi jauh lebih murah dibandingkan kerugian yang akan Anda alami jika data ini jatuh ke tangan pesaing atau pihak yang tidak bertanggung jawab.”

Percakapan itu berlanjut hingga sore hari, membahas detail demi detail yang terasa rumit namun penting. Di luar ruangan, para karyawan terlihat bekerja seperti biasa, namun samar-samar terasa ada ketegangan yang menyelimuti seluruh lantai kantor. Tidak semua orang tahu apa yang sebenarnya terjadi, namun mereka bisa merasakan ada sesuatu yang tidak beres.

Setelah perjanjian kerja sama disepakati dan kedua ahli itu berpamitan untuk mulai bekerja esok hari, Bima dan Zavian duduk berhadapan satu sama lain. Suasana yang tadinya dipenuhi pembahasan teknis kini berubah menjadi hening yang penuh pemikiran.

“Apa Bapak rasa ini ada hubungannya dengan tawaran yang ditolak kita bulan lalu?” tanya Bima tiba-tiba, memecah keheningan.

Zavian terdiam. Ia tahu persis tawaran apa yang dimaksud Bima. Sebulan yang lalu, sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang yang sama menawarkan kerja sama dengan nilai yang sangat menggiurkan, namun dengan syarat yang membuat mereka tidak bisa menerimanya—syarat yang memaksa mereka menyerahkan sebagian hak paten dan data riset terbaru mereka. Penolakan itu disampaikan dengan tegas, namun ia tidak menyangka bisa memicu reaksi seberat ini.

“Aku tidak punya bukti, tapi firasatku mengatakan hal yang sama,” jawab Zavian pelan. “Tapi kita tidak bisa menuduh sembarangan tanpa bukti yang kuat. Kita harus fokus dulu memperbaiki sistem kita, lalu mencari tahu siapa dalang di balik semua ini.”

Malam mulai turun, namun lampu di kantor direksi tetap menyala. Bima dan Zavian masih duduk di sana, membahas langkah-langkah selanjutnya, memastikan tidak ada celah yang terlewat. Mereka sadar, perbaikan sistem keamanan hanyalah permulaan. Di balik serangan ini, ada kekuatan yang berusaha meruntuhkan perusahaan yang telah mereka bangun dengan susah payah. Dan perjuangan mereka untuk melindungi apa yang mereka miliki baru saja dimulai.

1
partini
ko beleh ,aihh ada si Kunti bogel lah di dalam
Susi Akbarini
jreng3...


ikutan tegang

😍😍💪💪🙏🙏
Susi Akbarini
semoga elvira hk ketahuan...
😍😍😍😍💪💪💪💪🙏🙏🙏
Susi Akbarini
apa yg akan ekvira lakukan?
apa selama ini akira jga memanipulasi dana amal?
😍😍😍😍💪💪💪💪
Susi Akbarini
jadi mupeng deh zavian..
🤣🤣🤣🤣🙏🙏😍😍💪💪
Susi Akbarini
luar biasa kisah ini..
gk nyangka kalo hub akira dan calvin seperti itu awqlnya..
gk krtebak.

🙏🙏🙏😍😍😍😍😍💪💪💪
Susi Akbarini
ternyata ada hubungan ketulusan antara Dori dan caviar.
akankah mereka saling jatuh hati saat caviar tau kalo ebelyn adalah dori nya alias akira.?

🤣🤣😍🙏🙏💪💪
Susi Akbarini
lanjuuutttttttt..

😍🙏🙏💪💪
Susi Akbarini
siapkah calvin bagi akira dulu..

penuh misteri..
seruu..

😍🙏🙏💪💪💪
Susi Akbarini
apa yg akan calvin katakan pada elvira..

🤣🤣💪🙏😍😍
Susi Akbarini
calvin masih jadi mata2 zavian..
jadi dia masih ngitilin elvira..
jadi tau saat elvira brkanja senjata ...

🤣🤣💪🙏😍
Susi Akbarini
lanjuttttt

🤣💪🙏😍😍😍😍
Susi Akbarini
😄😄🤣🤣💪🙏😍😍😍

rencana raisa kalah telak sama elvira
Susi Akbarini
akankah zavian belain akiraaa...
daripada raisa..

🤭😄😄💪💪🙏🤣🤣😍
Susi Akbarini
waahhh..
tambah seru..
apa yg akan raisa lakukan...

bagaimna zavian menaggapi ..
apa yg akan akira lakukan..



🤣🤣😍😍🙏🤣🤣🤣😍😍😍
Susi Akbarini
good job Akira..
biar zelda kapok..
🤣😍😍🙏🙏💪💪
Yuni Alyssa
Elvira sepertinya cocok dengan ibunya zavian 🤣🤣🤣
Susi Akbarini
jreng2..

mulai..
🤣😍🙏🙏💪💪
Susi Akbarini
waaaahhhh...
jgn2 mantan tunangan Zavian...
😍😍😍😍🙏🙏💪
partini
siapa itu hemmm ulet pongpong kah ayo Elvira bantai dia dengan mutiara kata" yg pedas gila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!