NovelToon NovelToon
PAHLAWAN ERA KEKACAUAN

PAHLAWAN ERA KEKACAUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Perperangan
Popularitas:603
Nilai: 5
Nama Author: erik riswana

Setelah terlibat menggulingkan kekuatan kaisar Shu , Yan Qin sebagai jenderal harimau kiri mendapatkan penghargaan, berharap penghargaan itu membuat dirinya menjadi seorang panglima perang ibukota yang sudah lama di cita citakannya sejak dahulu, namun saat penganugerahan penghargaan, harapan keinginan itu tidak terkabul ,tatkala kaisar baru memberikan mandat yang sangat menghina dan merendahkan dirinya sebagai seorang jenderal harimau kiri .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 19

Setelah membersihkan tiga mata mata yang menyusup ke dalam rombongan dan juga mengetahui maksud dari tujuan mata mata datang menyusup ke dalam rombongannya.

Yan Qin dan semua rombongannya kembali berjalan, kali ini menuju Barat, yaitu jalan Jushan, salah satu benteng terkuat milik Da Qian yang ada di provinsi Qingzhou .

Jalan Jushan sudah ada sejak awal kaisar kedua memerintah, sekitar dua ratus tahun yang lalu , di mana pada waktu itu kaisar Liu Yongxi berhasil menyatukan Qingzhou dan Youzhou saat perang menghapus sisa sisa kekuatan Dinasti lama yaitu Dinasti Yan .

Matahari yang terik tidak berlangsung lama , setelah memasuki area jalan pegunungan yang teduh dan cukup curam , para prajurit mulai menarik kembali perisai kayu yang sebelumnya di jadikan sebagai pelindung dari terik matahari panas yang menyengat.

Celah pegunungan yang mengarah ke jalan Jushan cukup untuk sekitar sepuluh hingga dua belas orang untuk berjalan bersama sama , tapi tidak cukup untuk dua atau empat kereta , sehingga barisan rombongan semakin memanjang dan juga di beberapa barisan rombongan, para prajurit mulai keluar, mereka mendapatkan tugas untuk naik ke atas bukit, guna melihat keadaan di depan dan memastikan keselamatan semua orang yang ada di bawahnya .

Yan Qin secara perlahan membaca peta dalam hatinya, ia mengingat arah dan juga petunjuk tentang jalan yang telah dia lewati sejak awal .

Rombongan terus berjalan seperti semut, tanpa ada komando untuk berhenti , semua orang terus berjalan perlahan, hanya anak anak yang terus menerus bermain di sekitar jalan .

Mata Yan Qin menatap ke arah jurang dalam di sampingnya, ia memperkirakan bahwa bilamana hujan deras datang, jalan celah pegunungan menuju jalan Jushan akan runtuh atau longsor ke bawah dan menutup aliran sungai dalam di bawahnya .

" jurang ini memiliki kedalaman sekitar seratus meter, dan Sungai kering di bawahnya seperti ular mati raksasa yang berwarna putih " gumamnya mengalihkan pandangannya ke depan.

Hingga beberapa jam kemudian , cahaya matahari secara total tidak lagi menyinari area sekitar pegunungan dan secara cepat obor obor api mulai di nyalakan.

Yan Qin bertanya kepada perwira bawahannya yang ada di samping kanan bawah.

" Cai Mu , anggota rombongan di belakang apakah masih ada di celah pegunungan?"

Cai Mu menoleh ke arah belakang dan sedikit menyipitkan matanya , guna untuk memastikan rombongan melewati celah pegunungan.

" tunggu sebentar tuan ..!"

Cai Mu berbalik dan berjalan menuju barisan paling belakang rombongan , setelah beberapa menit , akhirnya ia sampai di ujung rombongan , di mana sekitar seribu pria yang memakai pakaian biasa berjalan pelan , di belakang tampak kosong dan jurang gelap seperti mulut iblis kematian , siap menerkam kapan saja .

" ternyata sudah lewat beberapa meter " gumamnya kembali ke depan.

Cai Mu melaporkan bahwa semua rombongan sudah melewati celah pegunungan gelap, dan Yan Qin menghela nafas lega saat mendengarnya.

Ia takut bilamana ada beberapa orang dalam rombongannya masih berada di celah pegunungan, terutama ia melihat saat sore tadi, struktur batu yang sangat goyah diatas celah jalan pegunungan, sedikit saja terkena sentuhan akan langsung terjun bebas dan bisa saja menimbulkan kepanikan hingga korban jiwa yang tidak bisa ia terima .

Tidak berfikir terlalu larut , ia kembali memfokuskan pandangannya ke depan, di mana, sebuah padang rumput kering kekuningan terhampar luas dalam jangkauan pandangan matanya.

" tuan , bagaimana kalau kita bermalam di sini ?"

" tidak Li , di sini terlalu beresiko, Padang rumput kering ini seolah sengaja di buat sedemikian rupa, bila kita berkemah di sini, musibah besar akan datang!"

" jadi kita semua terus berjalan ?"

" ya , sampai menemukan bukit batu yang tidak memiliki satupun pohon atau rumput kering " kata Yan Qin menegaskan.

Beberapa pengintai datang dari arah depan dan samping kiri , mereka melaporkan bahwa kota jalan Jushan sudah terlihat samar , namun masih sekitar dua jam perjalanan.

" tidak perlu terburu buru , kita semua cari tempat yang cukup tinggi !"

Rombongan terus berjalan, beberapa anak anak mulai kelelahan dan ikut naik ke atas kuda atau gerobak dorong kayu yang di mana juga di tarik oleh kuda bagal,( sejenis kuda campuran antara kuda asli dan keledai).

Kretek

Kretek

Udara dingin yang lembut mulai menyapa masing masing anggota rombongan, semua orang langsung memakai kain tebal yang sempat mereka beli di beberapa kota persinggahan, walaupun tidak selembut kain wol , namun memiliki kehangatan , cukup untuk di jadikan sebagai pengganti selimut.

Yan Qin merasa nyaman saat lehernya di selimuti oleh kain tebal yang di buat oleh Liu Yongning beberapa waktu lalu , ia berbicara beberapa kalimat basa basi dengan perwira bawahannya , guna untuk mengusir rasa kantuk dan bosan .

Walaupun malam sudah tiba , bola putih bulat di langit memancarkan sinar yang lembut , memperlihatkan samar petak petak sawah kering di sisi kanan dan kiri .

Yan Qin memerintahkan penjaga obor untuk mengarahkan obornya ke arah kanan dan kiri , ia ingin melihat apakah benar sawah atau hanya ladang biasa .

Gemetar .

Mata Yan Qin sedikit melebar saat melihat beberapa puluh patok kayu besar berdiri di tengah atau tepi sawah kering , ia melihat sesuatu yang membuat dirinya waspada .

" pasukan siap siaga... !"

Para perwira bawahan segera memerintahkan pasukannya untuk bersiap , segera dalam sekejap sekitar lima ribu prajurit siap untuk bertarung .

Mata mereka juga melihat hal yang begitu menakutkan, terutama yang ada di depan, sedangkan di barisan paling belakang menjaga area belakang bilamana terjadi hal yang tidak diinginkan.

Patok patok kayu hitam besar itu berdiri dengan masing masing satu tubuh manusia yang sudah kering dan lebih menyerupai tengkorak manusia .

Mereka diikat dengan kejam dan di ikat menggunakan kain tebal yang begitu erat hingga setiap lengan dan kaki terlihat tulang putih dari luar.

Yan Qin dan beberapa puluh prajurit mendekat turun ke sawah , setelah beberapa meter mendekat , bau busuk tercium begitu kuat , hingga beberapa prajurit muda tidak kuat untuk memuntahkan isi makanan yang baru saja di makan saat sore tadi .

" jenderal apa yang harus kita lakukan?"

" cari beberapa petunjuk dan hitung berapa mayat yang ada di sawah ini !" Perintahnya jelas .

Setelah beberapa saat , dua prajurit melaporkan bahwa ada sekitar lima puluh patok kayu besar dan sekitar empat puluh lima mayat yang di temukan.

" kemana lima mayat lagi ?"

" jenderal , lima patok kayu yang tidak ada mayatnya sepertinya masih baru dan tidak ada bekas mayat di paku!"

" apakah ada yang lain ?"

" ada sepuluh mayat yang masih baru dan lainnya tinggal tengkorak!"

Yan Qin berfikir sejenak, matanya menatap ke arah bulan purnama di atas langit terang, ia memikirkan tentang apa yang terjadi." Baiklah semua hal ini jangan di sentuh dahulu, dan semua rombongan bermalam di atas bukit itu " kata Yan Qin menunjuk ke arah bukit yang hanya memiliki jarak sekitar lima ratus meter dari patok kayu yang jahat .

" kita harus melihat siapa dalang yang bertindak kejam ini !"

1
Aisyah Suyuti
good👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!