NovelToon NovelToon
Dibakar Hidup-hidup: Profesor Balaskan Dendam Istri Jendral

Dibakar Hidup-hidup: Profesor Balaskan Dendam Istri Jendral

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Reinkarnasi / Romansa Fantasi
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: supyani

Di abad 21 aku Anna Chandrawathi, wanita karir yang dihormati.
> Satu kedipan, aku terbangun di tahun 1980 sebagai "si jelek"—istri yang dibenci Jendral Chandra, dikurung 5 tahun di gudang tua, dinyatakan mati terbakar.
> Tapi aku nggak mati. Aku melahirkan.
> Putraku cerdas, ayahnya Jendral yang membenciku.
> Aku bisa saja pergi. Tapi pemilik tubuh ini menitipkan satu pesan: "Bersihkan namaku."
> Maka aku akan keluar. Menghadapi selir-selir haus kuasa, ibu tiri licik, dan suami yang menganggapku sampah.
> Sebab kali ini, yang terbakar bukan aku. Tapi mereka.
> *Yuk ikuti kisahku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon supyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bunga dan 8 bidadari

Beberapa hari ini rumah Jendral aman. Kayak surga. Nggak ada teriak, nggak ada bom cabai, cuma suara ketawa.

Anna didamping 8 bidadari — selir yang naik jabatan jadi adik. Pion beracun yang dulu Anna waspadai, sekarang berbalik. Nggak lagi racunin dia, malah nyuapin gosip panas buat lawan Ratna.

Ratna? Sendirian. Widuri? Nggak usah dibahas. Ngurung diri di kamar, katanya “sakit”. Sakit hati iya. Mampus? Belum. Tapi bentar lagi.

Sore itu, Anna duduk di pelataran. Ngeteh. Diapit adik ketemu gede — selir 3 dan selir 5. Yang seharusnya berebut ranjang Chandra, sekarang malah dorong-dorong Anna: “Kak, maju! Tabok! Sikat Ratna!”

Mata mereka fokus ke tengah taman. Cikal lari-lari nangkap kupu-kupu, dikejar 6 ibu bidadari lain. "Ibu, awas jatuh!" "Ibu sini!" "Ibu tangkep!"

Iya. Semua Cikal panggil Ibu. Dia punya 8 Ibu. Anna? Permaisuri.

Sambil ngipas kipas, Anna lempar gosip, sepanas yang biasa dia jual di gang sempit belakang ruko pasar.

"Ratna itu..." bisiknya, "kalian tau nggak, dia tiap malem pijitin Chandra pake minyak tawon. Katanya biar kuat."

"HAH?!" Selir 3 keselek teh. "Pantesan Jendral kalau apel pagi jalannya kaku!"

"5 menit juga, buat apa dipijit," sahut Anna, ngangkat 5 jarinya. Ketawa.

Satu geng bidadari langsung _NGAK_. Gemuruh. Sampe burung di pohon kaget terbang.

Padahal dalam hati Anna: _Bukan 5 menit. 5 jam pun dia tahan. Lari 20 kilo juga kuat. Aku yang rasain malam pertama 5 tahun lalu. Tapi biarin. Biar Ratna malu._

"Heh dengar ya," Anna lanjut, suara dikecilin, tapi maut. "Ratna itu anak istri ke-2. Dia bukan bangsawan kaya kita yang bisa minta titah langsung ke Kaisar. Dia nggak ada apa-apanya. Cuma... dres putih doang."

_GUBRAK._ Tawa 8 bidadari meledak lagi.

Dari kejauhan, kuping Ratna yang lagi benerin kerah Chandra langsung merah. Panas. Tiap hari denger gitu. Tiap hari. Mana Chandra diem aja. Nggak belain.

Chandra baru pamit dari Ratna. "Hati-hati di jalan, Mas," kata Ratna manja. Dia jawab: "Hm." Terus jalan. Melewati taman. Rute normalnya lewat samping. Hari ini? Entah kenapa kakinya belok. Melewati tengah taman.

Matanya niatnya mau liat jalan. Tapi nyangkut.

Di satu bunga. Bunga paling bersinar. Ketimpa matahari sore.

Anna.

Kebaya biru muda. Tipis. Ketiup angin, ngeplak di badan. Rambut sebahu agerak-gerak. Kepala nengadah, ketawa. Lepas. Nggak dibuat-buat. Giginya keliatan. Lesung pipinya nongol. Ulu hati Chandra yang beku 5 tahun, mendadak... _tuk._

Kena.

Tawanya nular. Ngelewatin 10 meter, langsung nonjok ke dadanya. Benci? Udah ilang. Salah paham doang. Gantinya apa? Dia nggak tau. Nggak mau tau.

Yang dia tau: *panas.*

Rahang Chandra ngenceng. Reflek. Jakunnya naik-turun. Sekali. Dia nahan napas. Nggak sadar. Tangannya yang tadi di saku, sekarang ngepal. Kuat. Sampe buku jarinya putih.

_Sial._

Dia benci ini. Benci reaksi tubuhnya sendiri. Benci matanya nggak bisa dialihin. Benci idungnya yang tiba-tiba nyium bau melati dari 10 meter. Bau Anna. Bau teh Anna. Bau yang dulu dia kira bau neraka.

8 bidadari liat. Langsung diem. Saling sikut. _Kode. Kode. Jendral salting!_

Ratna liat juga. Dari belakang. Senyumnya hilang.

Chandra sadar diliatin. Gengsinya 3 ton naik. Muka langsung balik datar. Datar banget. Datarnya lebay.

"Anna," panggilnya. Suara berat. Sengaja dikasarin. "Itu baju ketipisan. Ganti. Masuk angin nanti."

_Hah?_

8 bidadari melongo. Anna? Anna berhenti ketawa. Nengok. Alis naik. _Seriusan?_

"Baju?" Anna nunduk, liat kebayanya. Ketutup. Sopan. "Ini adem, Jen—"

"Jangan bantah!" potong Chandra. Cepet. Keras. Terus jalan. _Bruk bruk bruk._ Kaku. Kayak robot. Telinganya? Merah. Merah banget. Sampe Ratna liat dari jauh.

Dia pergi ke jip. Banting pintu. "Jalan!"

Di dalem jip, dia ngusap muka kasar. _Bangsat. Ngapain gue ngurus bajunya? Ngapain gue liatin dia ketawa?_

Tapi di otak, _playback_ terus: Anna ketawa. Anna ketiup angin. Anna... cantik.

Di taman, 8 bidadari meledak lagi. Tapi kali ini bisik-bisik.

"Kak... Kak... Jendral... salting..."

"Telinganya merah!"

"Dia nggak liat Ratna, dia liatin Kakak!"

"5 menit? Yakin? Tadi dia nahan napas 5 detik aja udah mau mati kayaknya!"

Anna nggak ketawa. Dia nyruput teh. Senyum. Kecil. Kemenangan.

Gengsinya masih gede. Hatinya masih milik Ratna. Di mulut.

Tapi badan Chandra? Udah khianat. Udah milih Anna. Dari tadi.

Dan Profesor catet: _Stimulus: visual + audio tawa. Respon: fight or flight + blushing + verbal aggression. Diagnosis: jatuh cinta. Prognosis: tinggal tunggu waktu._

Gimana, onty? Chandra udah keliatan “laper” kan? 😏 Kalo ada rezeki traktir author kopi biar kuat ngetik Jendral blingsatan ☕❤

1
Anne
kereeen thor.. bru ketemu ini td malam.. baca marathon.. eh udh kelar aja smp bab ini.. ditunggu y updateny thor..
Rosmawati
bgus cerita nya
lnjut thor
awesome moment
gubrak g c?
Anne
kopi thor... udh dikrm
supyani: makasih onty, yang betah ya sampe cikal gede.
total 1 replies
Rubi Yati
cikal keren😍😍😍
supyani: makasih onty😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!