Karena di sukai oleh kakak ipar nya membuat Aulia hidup dalam kegelisahan.
Aulia yang masih berstatus anak kuliahan bingung dengan kehidupan nya saat ini,dia ingin pergi dari rumah kakak nya tapi dia tak memiliki tempat tinggal bahkan uang sepeser pun selama ini kakak ipar nya lah yang membiayai hidup Aulia hingga membuat kakak ipar nya semena-mena pada diri nya.
Aulia memutuskan untuk mengajak Rendy sang kekasih menikah tapi saat mendatangi apartemen kekasih nya ini justru dia melihat perselingkuhan Rendy dengan teman kampusnya sendiri membuat Aulia kecewa berat.
Bagaimana kisah hidup Aulia selanjutnya akan kah dia bisa lari dari kejaran kakak ipar brengseknya itu atau dia justru menjadi madu untuk kakak kandungnya sendiri?
Yuuk baca kisah nya hanya di Nt🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masalah
Langit malam yang gelap seolah ikut merasakan beban yang menekan dada Arya saat ia memarkirkan mobilnya di halaman rumah. Pintu mobil dibanting dengan keras, suara denting logam itu memecah kesunyian suasana malam, tanda bahwa hari ini bukan hari yang baik baginya.
Langkah kakinya berat menaiki tangga menuju teras. Keringat bercucuran membasahi kerah kemeja yang sudah kusut, namun yang paling terlihat jelas adalah wajahnya. Dahi berkerut dalam, rahang mengeras, dan kedua matanya memancarkan amarah yang tak jelas sumbernya. Lelah yang menguras tenaga seharian bekerja telah berubah menjadi asap yang siap meledak kapan saja.
"Baru pulang mas"sapa Erika lembut dengan wajah tersenyum menyambut kepulangan sang suami.
"Hmmm" sahut Arya enggan.
"Mau mandi atau makan dulu mas?" tanya Erika
Alih-alih menjawab dengan lembut, Arya justru melempar tas kerjanya sembarangan ke sofa. Suara benda itu menghantam sofa membuat Erika tersentak.
"Kamu nggak bersihin rumah! Lihat tuh, berantakan sekali,aku capek-capek pulang kerja, yang dilihat malah kekacauan seperti begini!" bentaknya tiba-tiba.
Erika terdiam, menatap sekeliling ruangan yang sebenarnya sudah bersih hanya ada beberapa mainan Marsha yang berserak di atas karpet ruang keluarga,Namun ia tak berani membantah.
"Maaf, Mas sudah bereskan kok,itu beberapa mainan Marsha"
"Alasan terus!" potong Arya kasar lalu melepas kan dasi nya dengan gerakan kasar.
"Kamu itu apa enggak bisa mikir? Hari-hari cuma di rumah, apa susahnya sih bikin suasana enak? Selesai Marsha main langsung di bereskan biar nggak bikin pemandangan rumah jadi sumpek!"oceh nya
"Ma-af mas lain kali ak-an langsung aku rapihkan"sahut Erika.
Arya tak sadar bahwa setiap katanya seperti pisau yang mengiris perlahan. Ia hanya merasa ada api yang membakar dadanya dan satu-satunya cara meredakannya adalah dengan meluapkannya keluar, meski pada orang yang salah. Ia duduk di kursi makan dengan wajah masih mendongak tinggi, napas memburu, menunggu alasan lain untuk marah lagi.
"Kamu mau makan mas?" tanya Erika lagi
"Kalau suami pulang dan duduk di meja makan itu tanda nya ingin makan,kamu ini bodoh atau gimana sih Erika sudah beberapa tahun menikah masih saja tidak tau keinginan suami" jawab Arya lagi membuat Erika cepat-cepat menyajikan makanan untuk sang suami, biasanya Arya pulang selalu mandi terlebih dahulu tapi kali ini sang suami benar-benar berbeda.
Hari ini Arya benar-benar lelah dengan semua pekerjaan nya terlebih Arlan marah pada dirinya karena ada beberapa mesin yang luput dari pengontrolan nya hingga mengalami kerusakan padahal mereka sedang kejar target untuk launching beberapa hari lagi.
Arya sudah menghubungi tukang untuk memperbaiki nya tapi memerlukan waktu hingga malam hari sehingga pengerjaan jadi terhambat,hal ini murni kelalaian Arya sebagai manager produksi yang tidak mengecek alat-alat produksi sebelum di gunakan.
Jika menambah alat lagi justru akan menambah pengeluaran sedangkan anggaran semua nya sudah tersusun rapi.
"Ka-mu lagi ada masalah mas?" tanya Erika memberanikan diri, lagi-lagi Arya tak menjawab dia hanya mengaduk-aduk nasi di dalam piring nya dengan sendok.
"Mas makan dulu setelah itu mandi dan istirahat" ingat Erika.
Arya meletakkan sendok nya lalu segera pergi membuat Erika benar-benar tak mengerti dengan sang suami hari ini.