NovelToon NovelToon
Om Duda, Nikah Yuk?

Om Duda, Nikah Yuk?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: ummi asya

Usianya baru menginjak 20 tahun, dia masih kuliah semester empat. Kania Gabriela, gadis yang ceria dan manja itu bersahabat dengan Bella Anastasya yang memiliki seorang paman bernama Axel Niel Pradita Winata.

Laki-laki blesteran Jerman Jawa itu adalah seorang duda beranak satu. Kania mengenal Axel dari sahabatnya Bella yang juga blesteran Jerman Jawa dari mamanya.

Karena iseng sering mengobrol dengan Axel om dari sahabatnya, Kania justru mengajak laki-laki itu menikah.

"Om, nikah yuk?"

"Eh, bocah. Kuliah yang benar, jangan mikir nikah."

Begitulah ketengilan Kania pada

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummi asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Om Tampan

Tuuut.

"Halo? Ada apa?"

"Lo lagi santai kan di rumah?"

"Kenapa?"

"Gue boring nih di rumah terus, kita jalan yuk?"

"Ogah, gue ada urusan penting."

"Ih, urusan penting apa? Gue ikut dong."

"Kagak bisa, ini cuma acara keluarga aja. Orang lain ngga bisa ikut."

"Ish, jahatnya. Lo mau kemana sih?"

"Ada pokoknya, gue ngga bisa pergi sama Lo hari ini."

"Ya udah deh, gue kecewa nih."

"Sorry."

Klik!

Sambungan telepon terputus, Kania cemberut menatap layar ponsel yang sudah mati sambungan telepon pada Bella.

Ponsel di lempar ke atas ranjang, tubuhnya bergerak ke tengah kasur kemudian di rebahkan. Pandangannya pada langit-langit kamar sungguh membosankan karena setiap kali dia tidur pasti menatap ke atas langit-langit kamar dulu.

"Aah, Bella kenapa sih dia sibuk banget akhir-akhir ini. Udah dua Minggu ini selalu saja nolak kalau di ajak keluar hanya untuk melepas kebosanan. Gue kan jadi boring di rumah terus," ucapnya.

Matanya masih berkeliling di atas, tiba-tiba dia pun bangkit dan tersenyum lebar.

"Aha! Gue pergi aja ke kafe. Siapa tahu ketemu cowok ganteng dan bisa kenalan, biarin aja pergi sendiri. Gue rencananya mau menikmati life musik di kafe," ucapnya.

Kakinya turun dan melangkah menuju ruang bajunya, segera mengganti bajunya yang lebih santai dan modis. Setelah selesai ganti baju dia langsung berdandan natural, tidak menor dan juga tidak polos.

Selesai berdandan, Kania mengambil tas cangklongnya dan segera keluar dari kamarnya. Rambut panjangnya hanya di ikat separuh saja, rambut hitam itu melambai ke kanan ke kiri ketika kakinya menuruni tangga.

Di bawah, ibu Laras yang kebetulan lewat di depan tangga pun menatap anaknya yang sudah rapi kemudian menyapa Kania.

"Kania, kamu kemana?" tanya mamanya.

"Mau keluar ma, bosan di rumah terus," jawab Kania.

"Bosan? Hampir setiap hari kamu keluar ke kampus, kenapa bosan?"

"Ya ma, namanya bosan ya bosan. Pengen keluar jalan-jalan," jawab Kania lagi.

"Sama siapa?"

"Sendiri."

"Sendiri? Tumben, biasanya sama Bella," kata ibu Laras.

"Bella lagi sibuk dengan keluarganya, jadi Kania pergi sendiri aja ma."

"Kamu ngga janjian kan sama laki-laki itu?"

Kania diam menatap mamanya, bibirnya maju sesenti lalu tersenyum miring.

"Iya ma, janjian sama om Axel," jawab Kania.

"Apa?! Ngga boleh!" kata ibu Laras.

"Yaelah ma, Kania pergi sendiri. Mana tahu ketemu om Axel di jalan dan aku bisa jalan sama om Axel."

"Ngga usah keluar, mending bantu mama di kebun. Pindahin bungan ke dalam pot, cepat!"

"Ih, ogah. Kania mau pergi, daah mama."

"Kania!"

_

Kania jalan-jalan di sepanjang trotoar sendiri seperti orang kehilangan orang tua. Tapi wajahnya cukup ceria meski dia jalan sendiri, namun dia menikmati.

Dia terus berjalan hingga trotoar terakhir karena sudah jalan raya, Kania hendak menyeberang namun pandangannya ke arah sebuah bangunan yang cukup ramai dengan kendaraan roda dua dan roda tiga.

Kania baru melihat bangunan yang cukup ramai itu, mulutnya menyebut nama bangunan tersebut.

"Panorama kafe & resto, waah itu baru ya. Sepertinya lagi pembukaan kafe itu deh, gue ke sana aja y?" ucapnya masih menatap bangunan yang berjarak dua puluh meter dari tempatnya berdiri.

Kakinya pun melangkah, pandangannya ke kanan ke kiri untuk melihat apakah ada kendaraan lewat. Hingga beberapa detik dia menunggu kendaraan selesai lewat, gadis itu pun berlari kecil menyeberangi jalan raya yang cukup ramai kendaraan lalu lalang.

Dia terus berjalan menuju kafe dan restoran yang baru buka tersebut, banyak juga yang masuk ke dalam. Gadis itu penasaran dengan pembukaan kafe dan restoran tersebut.

Suara musik bergema di dalam, dan juga pembawa acara sedang bercengkerama dengan orang-orang di dalam kafe. Kania masuk, suasana kafe dan resto tersebut cukup ramai.

Kania masuk lebih dalam melewati orang-orang yang berdiri menyaksikan penampilan para penari di ruangan besar itu. Gadis itu memperhatikan para penari dan juga penyanyi, matanya terus berkeliling seakan mencari sosok pemilik kafe dan restoran tersebut.

Karena pastinya dalam pembukaan kafe dan restoran yang cukup besar itu ada pemilik dan juga keluarganya. Samar-samar dari jarak yang cukup jauh dari tempat di mana Kania berdiri, suara seseorang berbicara.

"Sahabatmu ngga kamu kasih tahu?"

"Ngga om, dia sibuk."

"Kamu kasih tahu ngga sih? Dia sahabatmu, om cuma ingin usaha om ini di doakan oleh teman dan sahabatmu agar lancar dan laris. Apa kamu ada masalah dengan Kania?"

"Ngga ada, katanya dia mau kencan sama teman cowok."

Laki-laki yang sedang berbicara dengan seorang gadis itu menggeleng kepala, dia tahu kenapa keponakannya itu tidak mengajak sahabatnya karena sahabatnya itu mengagumi dirinya.

"Bella, jangan seperti ini sikapnya. Om dengar kalian sudah sahabatan lama, jadi om pikir mengundang sahabatmu itu tidak salah."

"Iya om, Bella tahu. Tapi Kanianya sendiri lagi kencan sama cowoknya." ucap Bella lagi.

"Om tidak suka ya sama orang yang suka bohong, apa lagi dengan alasan yang aneh," kata Axel, laki-laki yang sedang bersama Bella.

Bella diam saja, meski dia juga merasa tidak enak tapi hatinya tidak suka jika Kania dekat dengan pamannya itu.

Sementara itu, Kania yang sedang melihat penampilan penari dan juga penyanyi kafe itu cukup terhibur. Dia pun akhirnya mencari tempat duduk untuk memesan minuman karena kebetulan dia harus.

"Mas, pesan dong."

Seorang pelayan pun datang dengan menyodorkan katalog makanan, Kania menolaknya.

"Ngga usah bukunya mas, aku mau pesan jus aja." ucap Kania.

"Jus apa mbak?"

"Emm, jus nanas deh. Kayaknya segar," jawab Kania.

"Oke, ada lagi mbak?"

"Cake tiramisu mas, ada?"

"Ada. Ada lagi?"

"Ngga, itu aja."

"Baik mbak, maaf kalau agak lama ya."

"Oke."

Pelayan itu pun pergi dari tempat Kania, gadis itu pun mengedar ke segala penjuru kafe. Matanya melebar ketika melihat dua sosok yang sedang mengobrol serius.

"Om Axel?" ucapnya tidak percaya namun senang.

Axel, laki-laki itu sedang berbicara dengan seseorang. Dan tak lama Axel di hampiri dia orang laki-laki dan perempuan, di belakangnya gadis yang sangat familiar bagi Kania.

Tiba-tiba gadis itu cemberut dan kesal melihat sosok gadis yang bersama Axel itu.

"Jadi dia ada acara itu sama keluarganya dengan om Axel juga?" ucapnya menatap kesal pada Bella, tapi kemudian menatap Axel.

Dia bangkit dari duduknya hendak menghampiri Bella dan Axel, namun seorang pembawa acara itu mendekati Axel dan berbicara sesuatu.

Tak lama pembawa acara tersebut berbicara pada hadirin pelanggan kafe dan resto tersebut. Kania menatap Axel cukup lama, tapi pandangannya beralih pada pembawa acara.

Beberapa menit pembawa acara itu berbicara, pendengaran Kania jadi menajam. Dia sangat terkejut ketika pembawa acara tersebut menyebut nama Axel sebagai pemilik panorama kafe dan resto tersebut.

"Waah, jadi kafe ini milik om Axel? Baiklah, gue udah punya cara untuk mendekati om tampan itu."

_

_

*******

1
Aditya hp/ bunda Lia
nah om Axel ajah suka kenapa kalian yang pada repot ...
Aditya hp/ bunda Lia
Thor bisa gak kalo Kania dibuat ngilang dulu gitu biar si bela ngerasa bersalah nyesel dan klimpungan nyari sama karyawan kafe juga yang gak suka sama Kania biar di marahin sama om Axel ... gemes aku emang Kania centil, genit kesannya gak tau malu tapi ya wajarlah yah yang dia kejar juga bukan suami orang. .
Aditya hp/ bunda Lia: 🫰🫰🫰🫰🫰
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
magang ikut magang kalo sampe Kania berjodoh sama Axel terus nikah kamu mau ikut nikah juga bela?
💗 AR Althafunisa 💗
Lanjut ka 🥰
Aditya hp/ bunda Lia
yang satu kekeh mau jadi Tante nya bela si bela kekeh gak mau ... terus gimana denganom Axel nya....
Aditya hp/ bunda Lia
ditilang pak pol .... lagian si bela emang gak suka banget yah kalo Kania suka sama Axel ke apa yah ... ? 🤔
Aditya hp/ bunda Lia
kepikiran omongan om nya tuh si bela makanya ngajak Kania
Aditya hp/ bunda Lia
ini si bela mati2an banget yang gak suka kalo Kania Deket sama om nya itu kenapa? cemburu atau apa?
Aditya hp/ bunda Lia
masih terus berjuang untuk dapet restu dari mamah mu yah .... mohon dulu sama othor ntar si mamah dibikin luluh 😁
Aditya hp/ bunda Lia
gak apa-apa juga bela Kania Deket sam.om mu udah duda juga ....jangan sensi gitu
Yanti Gunawan
nyebelin amat sie km bell sumpah ...
Aditya hp/ bunda Lia
👍👍👍
Aditya hp/ bunda Lia
eleeh .. eleeeh ternyata cuma mimpi 😂😂
Aditya hp/ bunda Lia
Hayo .. debat terus 😂
Yanti Gunawan
jgn lebay deh mah...yg seumuran jg blm tentu baik
Aditya hp/ bunda Lia
ya elah ... ganggu ajah siapa sih ... jangan bilang itu si bela 😂
Aditya hp/ bunda Lia
gak apa-apa dia jodoh mu ...
Aditya hp/ bunda Lia
dan aku berharap si Danish pria berengsek yang cuma mau harta emely ...
Aditya hp/ bunda Lia
Kaniaaaa ... duda is coming 😂😂
mama yogi
salah juga sih si kania ini,,,atau si bella naksir om nya juga,mungkin bukan om kandung 🤠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!