NovelToon NovelToon
Mahar Kebebasan

Mahar Kebebasan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Salsabilah

Setelah 8 tahun mendekam dalam penjara, selama
8 tahun juga tidak pernah ada yang datang menjenguknya. Arlan, pria penuh kuasa yang haus akan balas dendam, tiba-tiba datang menjemputnya.

Bukan untuk menyelamatkan, melainkan untuk menjadikan Adira tawanan dalam ikatan suci pernikahan.

Arlan bersumpah akan menghancurkan hidup Adira hingga ayahnya muncul untuk menyerahkan diri. Dalam istana kemegahan yang dingin, Adira menyadari bahwa "Mahar Kebebasan" yang diberikan Arlan hanyalah awal dari hukuman mati yang berjalan perlahan.

Apakah cinta bisa tumbuh di atas tanah yang disirami kebencian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Adira Diculik

DOR! DOR! DOR!

CKIIIKKKK!!!!

Ban depan meledak seketika. Mobil yang dikendarai Zo oleng secara ekstrem, menghantam aspal dengan gesekan logam yang memekakkan telinga. Namun, ekspresi Zo tetap datar. Tak ada keterkejutan, apalagi ketakutan. Dengan gerakan yang terukur dan efisien, ia melakukan pengereman darurat hingga mobilnya berhenti dalam posisi melintang.

"Sial," gumamnya rendah, hampir menyerupai desis. Ia menarik senjata api dari balik jok dengan kecepatan kilat.

Zo membalas serangan tanpa membuang waktu. Satu tembakan presisi dari tangannya menghantam ban mobil pengejar terdepan. Kendaraan musuh itu terpelanting, menghantam pembatas jalan hingga ringsek dan meledak kecil.

Dor! Dor! Dor! Dor!

Rentetan peluru dari dua mobil lainnya menghancurkan kaca jendela Zo, namun ia tetap bergeming di balik pintu mobil yang dijadikannya tameng. Saat menyadari magasin senjatanya telah kosong, Zo tidak panik. Ia membuang senjatanya yang tak berguna itu dan keluar dari balik perlindungan dengan tangan kosong.

Para penjahat berjas itu segera mengepungnya begitu menyadari Zo sudah kehabisan amunisi.

"Bagaimana? Kau takut sekarang?" tanya pemimpin kelompok itu dengan tawa meremehkan.

Zo hanya menatapnya dengan pandangan kosong yang mengerikan. "Hanya bisa menang karena jumlah?" sahutnya dingin. Tak ada getaran dalam suaranya.

Penjahat itu menodongkan moncong pistol tepat ke kening Zo. "Sombong sekali kau! Kami dibayar mahal untuk menghabisimu karena kau terlalu sering mencampuri urusan 'si cacat' itu! Kau akan mati di sini!"

Zo justru melangkah maju, membiarkan moncong pistol itu menempel lebih dalam di kulit dahinya. Tatapannya tetap sedingin es. "Jadi kalian hanya anjing bayaran? Lain kali, suruh bosmu yang datang. Tidak perlu mengirim kecoak selokan seperti kalian."

"Bedebah! Serang dia!" teriak sang ketua yang murka karena provokasi Zo.

Seketika, anak buahnya merangsek maju. Pertarungan fisik pecah. Meski dikepung dari segala arah oleh pria-pria bersenjata tajam, Zo bergerak seperti mesin pembunuh yang terprogram. Ia meliuk gesit, menghindari setiap tebasan pisau dan belati dengan perhitungan yang sangat akurat.

Hanya dalam hitungan menit, jalanan itu dipenuhi tubuh-tubuh yang terkapar. Zo berdiri tegak di tengah mereka tanpa luka berarti. Ia melangkah menuju salah satu musuh yang merintih, lalu merampas senjata dari tangan pria itu dengan gerakan kasar.

Ketua dari kelompok itu memegang perutnya yang kesakitan karena mendapat tendangan maut dari Zo. Sial, ternyata dia kuat sekali! Batin ketua kelompok itu.

"Percuma datang berbondong-bondong jika kalian tidak tahu cara bertarung," ucap Zo tanpa emosi. Ia berbalik, berniat pergi seolah-olah pertarungan barusan hanyalah gangguan kecil.

"Berani sekali kau... Kau akan menanggung akibatnya!" teriak sang ketua dengan sisa tenaganya. Tiba-tiba pria itu tertawa penuh arti. "Dan asal kau tahu, kami telah menangkap Nyonya Adira!"

Langkah Zo terhenti. Ia menoleh perlahan, tatapannya tetap tajam tanpa menunjukkan kepanikan. "Jangan coba-coba membohongiku. Dia berada dalam perlindungan suaminya."

Penjahat itu tertawa mengejek dari atas aspal. "Kau yakin dia aman? Kami sudah mengawasinya sejak ia keluar dari rumah sakit."

Senyum miring yang mematikan muncul di wajah Zo. Ia mendekat, lalu tanpa ampun menginjak tangan pria itu dengan sepatu pantofelnya yang keras. Terdengar bunyi tulang yang retak, diikuti jeritan histeris yang membelah keheningan. Zo terus menekan, wajahnya tetap datar seolah-olah ia hanya sedang menginjak serangga.

"Katakan! Di mana dia?!" geram Zo.

"Bu-bukan aku! Bosku yang melakukannya!" sahut pria itu terbata-bata menahan sakit yang luar biasa.

1
partini
tuh berani ga kamu ar,,
Salsabilah: dia mah cemen 😆
total 1 replies
Salsabilah
Terima kasih pada semua yang mampir di novel author ya🥰🙏🙏😊 salam hormat pada kalian semua🥰
partini
kasih bantuan dikit temanmu Sean biar bisa hamil secara alami 🤭
Salsabilah: waduh 😆
total 3 replies
Azka Putra
bagus ceritanya, bikin greget dan penasaran 😁😁😁
Salsabilah: makasih rate nya say🥰 terus membaca karya recehan aku dan beri support ya say 😘😘
total 1 replies
partini
Arlan shine Dira Charlotte
Anbu Hasna
Arlan ngaku2 jadi Zo...
Salsabilah: "Makasih banget ya udah mampir dan support karya aku, say! 🥰 Jangan bosen-bosen ya kawal terus karya aku sampai kelar nanti. 😘 Btw, salam kenal ya! 🙏🙏🤭"
total 1 replies
kartini aritonang
lanjuut thor...
Salsabilah: makasih udah mampir, dan support karya aku say🥰🥰🥰🥰 sekalian, salam kenal ya say🙏🙏 jangan lupa terus beri dukungannya ya say🥰
total 1 replies
partini
dihh tuan kepo kali kau mau gagal ke berhasil ke is nothing to do with you Bang Ke ,,aku ga panggil zo lah Thor kurang ngena BangKe aja Kenzo 🤭
Salsabilah: kejam kali bha sama si bangke😆😆😆
total 1 replies
partini
posisi nya kaya duduk di pangkuan zo ya Thor ini kalau ad visual anime keren 👍👍👍
partini: iya aku juga tau siapaa penulisannya banyak cewek kan Thor, imajinasi lunarrrr binasaahhhhhh and then yg baca langsung otaknya traveling 🤣🤣
total 12 replies
partini
saya juga curiga 🤭🤭
partini
Dira ini agak" Ono dikit apa terlalu sayang sama ayahnya ya Thor
Salsabilah: kamu pasti tahu kan say, dimana kita akan tidak bisa menerima kenyataan bahwa orang tua kita salah, kalau yang selama ini kita kenal mereka adalah sosok yang sangat penyayang.😥
total 1 replies
partini
bab ini aku bingung,,
Salsabilah: tunggu aja kelanjutannya say.
total 1 replies
partini
dorr dorr paling ujung tenyata
partini
wah berani sekali dira
partini
sepupu bisa mirip Banggt ya Thor
Salsabilah: bisa dong say 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
partini
wkwkkwkwk berani buka ga yah
ahhh ga berani dia Cemen 🤣🤣
Salsabilah: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
partini
aihhh berharap Dira mati rasa saja lah
partini
duhhh apes kamu Dira
partini
Kalimat yg sama yg di ucapkan suami mu kan,,
ko aku jadi negatif thinking sana ayah nya dira jangan" ayah lucknat dia" kalau pengorbanan mu Dira kalau ayahmu ayah' durhakim
Salsabilah: makasih sudah mampir, dan mendukung karya aku kak😘 jangan lupa tinggalkan jejak lagi ya kak🥰
total 2 replies
partini
kecacatan yah,,Dira luka kaya gitu mah bisa di bikin
i hope sih beda orang buka satu orang
Salsabilah: Wah, tebakannya menarik Terus ikuti bab selanjutnya ya untuk tahu jawabannya. Terima kasih dukungannya!"🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!