NovelToon NovelToon
Yohana

Yohana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Fantasi
Popularitas:381
Nilai: 5
Nama Author: Dutta Story_

Hana Wanita yang di Hamili mantanya, namun dia menikah dengan anak SMA yang patah hati di tinggal nikah,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dutta Story_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

-

Mereka berdua bertemu dengan kedua orang tuanya yang sedang asyik mengobrol. Kedua orang tua Hana langsung bertanya kepada Hana.

"Kamu mau berangkat kerja, sayang? Ditemani Aldo?" tanya ibu Hana.

"Iya, Bun. Hana mau berangkat sama Aldo. Ayah, Bunda, Hana sama Aldo pamit, ya," ucap Hana.

"Ayah, Bunda, Aldo pamit," ucap Aldo sedikit malu.

Mereka berdua melangkah menuju halaman rumah. Aldo langsung menyalakan motornya, dan setelah berada di atas motor, Hana pun naik. Aldo pun melajukan motornya menuju ke tempat kerja Hana. Karena Aldo tidak tahu jalan, Hana mencoba memberikan arahan menuju hotel itu. Jaraknya lumayan jauh.

Sampai di depan sebuah gedung yang begitu tinggi, Hana mencoba berbicara agar Aldo menghentikan motornya.

"Sayang, berhenti," ucap Hana.

"Kenapa, sayang?" tanya Aldo sambil menghentikan motornya.

"Ini sudah sampai, sayang," ucap Hana.

"Aku kira belum sampai, sayang. Aku sampai sini saja, ya. Hati-hati, sayang, aku langsung pulang," ucap Aldo.

"Iya, sayang. Hati-hati di jalan, langsung pulang ke rumah, ya," ucap Hana.

Hana pun berpamitan dan masuk menuju ke hotel tempat kerjanya, sedangkan Aldo menyalakan motornya. Dia pergi meninggalkan tempat itu.

Saat masuk ke dalam lobi, Leni sempat melihat ke arah Hana yang sedang melangkahkan kaki masuk. Leni pun bertanya sambil tersenyum.

"Hana," panggil Leni.

"Iya, Len. Aku baru bisa masuk sekarang," ucap Hana.

"Tidak apa-apa, kok. Eh, iya, Pak Bos menanyakanmu. Kamu langsung ke sana dulu," ucap Leni.

"Baiklah," ucap Hana.

Hana pun melangkahkan kaki menuju ruangan Pak Yosep yang berada di lantai bawah. Jaraknya lumayan dekat, sampai beberapa saat kemudian, Hana sudah berada di depan pintu masuk. Sementara itu, Leni yang sedang duduk langsung mengambil telepon genggamnya untuk memberitahu Vino jika saat ini Hana sudah mulai masuk kerja lagi di hotel. Dengan telepon genggam yang dipegangnya, Leni pun mengirimkan pesan kepada Vino.

"Vino... Aku dapat kabar bagus. Saat ini Hana mulai masuk kerja lagi," pesan dari Leni kepada Vino.

Sedangkan Hana yang saat ini masih berdiri di depan pintu masuk ruangan Pak Yosep, lalu mengetuk pintu ruangannya.

Tok... tok...

"Masuk," ucap Pak Yosep dari dalam.

Hana pun menarik pintu dan melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam ruangan. Saat dirinya terlihat oleh Pak Yosep, Hana pun dipanggil oleh bosnya itu dengan senyum yang tergambar.

"Duduklah sini, Hana," ucap Pak Yosep sambil tersenyum.

Hana pun melangkah dan mendudukkan dirinya di kursi meja tempat duduk untuk tamu. Setelah duduk berhadapan dengan Pak Yosep, Hana pun mulai berbicara.

"Mohon maaf, Pak, baru bisa masuk kerja sekarang," ucap Hana.

"Tidak apa-apa, Bapak mengerti kamu, kok. Bagaimana, tidak ada masalah, kan, setelah terjadi waktu itu?" ucap Pak Yosep.

"Tidak ada, Pak. Saya baik-baik saja," ucap Hana.

"Baguslah. Oh iya, Bapak dengar-dengar kamu sudah menikah, ya, Hana?" tanya Pak Yosep dengan senyuman.

"Bapak tahu dari mana, Pak?" tanya Hana terkejut karena bosnya itu bisa mengetahui jika dia menikah dengan Aldo.

Sedangkan Pak Yosep tidak ingin memberitahu dia tahu dari mana Hana sudah menikah dengan Aldo, melainkan Pak Yosep mencari alasan untuk memberitahunya.

"Bapak tahu dari teman. Selamat, ya, Hana... Kamu sudah punya niatan untuk punya anak?" tanya Pak Yosep.

"Begitu, ya, Pak. Kalau punya anak, saya belum tahu, Pak," jawab Hana.

"Semoga cepat, ya, punya anak," ucap Pak Yosep.

"Iya, Pak, terima kasih. Ya sudah, Pak, saya akan melangkah tugas dulu, ya, Pak," ucap Hana, mencoba untuk pamit.

"Baiklah, Hana. Kalau ada apa-apa, bilang sama Bapak," ucap Pak Yosep.

"Baik, Pak. Mohon pamit," ucap Hana lalu berdiri dan melangkahkan kaki meninggalkan tempat itu.

Hana pun kembali menuju lobi. Sampai di lobi, Hana mulai duduk di kursi, sedangkan Leni bertanya kepada Hana.

"Kamu habis apa, Han?" tanya Leni.

"Tidak ada, kok, Len," jawab Hana.

"Emm, yakin tidak ada yang dibicarakan sama bos?" ucap Leni.

Saat ini, Aldo sedang melaju dengan motornya di jalanan dengan santai. Dari belakang motor Aldo, Lexy sempat memanggil dan mencoba mengajak Aldo untuk berhenti.

"Aldo, ke pinggir dulu," ucap Lexy.

Mereka berdua pun menepikan motornya ke arah pinggir jalan. Saat terhenti, Aldo pun bertanya kepada Lexy.

"Kenapa, Lexy?" tanya Aldo.

"Al, ayo ikut kumpul sama yang lain," tanya Lexy.

"Ke mana, nih? Kamu habis dari mana?" jawab Aldo.

"Aku dari basecamp mau ke rumahmu," ucap Lexy.

"Ehh... memang ada apa? Kayaknya penting banget," tanya Aldo.

"Tidak terlalu, sih... cuma ya kita punya rencana saja buat jalan-jalan," ucap Lexy sambil tersenyum.

"Tapi aku kayaknya tidak bakalan bisa ikut, deh. Aku harus menjaga Hana," ucap Aldo.

"Bisa, kan, diajakin saja? Kita nikmati suasana di luar sana," ucap Lexy sambil tersenyum.

"Tidak mungkin, sih. Hana masih sibuk kerja sekarang. Sekolah juga belum libur, kan?" ucap Aldo.

"Terus bagaimana, dong? Lo mau pulang, kah, Al? Mending kita ke teman-teman dulu," ucap Lexy.

"Iya, mau langsung pulang. Ya sudah, ayo kita ke teman-teman," ucap Aldo.

"Ayo," ucap Lexy.

Mereka berdua pun kembali menyalakan motornya masing-masing, lalu melajukan motornya menuju tempat basecamp. Mereka berdua begitu tenang melajukan motornya. Setelah sampai, Aldo dan Lexy pun memarkirkan motornya. Mereka berdua melangkah dan bergabung bersama Alex.

"Kita tunda healing-nya," ucap Alex kepada semua teman-temannya.

Lexy pun bertanya kepada Alex yang baru saja datang dan duduk di depan Alex. Aldo hanya diam dan mendengarkan ucapan Alex dan Lexy.

"Kenapa ditunda?" tanya Lexy.

"Kita ditantang sama sekolahan sebelah," ucap Alex.

"Haa... benarkah?" Lexy terkejut.

"Benar, tuh. Jadi, barusan pas lagi asyik-asyiknya bahas, tiba-tiba ada yang datang bertiga mengusir kita. Hampir Alex ngamuk... tapi mereka menantang buat satu lawan satu sama mereka," ucap Fian.

"Bagaimana, kalian sudah siap melawan mereka? Bagaimana, Al, siap, kah, melawan?" ucap Alex sambil bertanya kepada Aldo.

"Demi persahabatan, aku siap," ucap Aldo.

Hari kini terus berjalan hingga akhirnya Aldo pun pulang jam setengah sepuluh malam. Dia pulang ke rumah orang tua Hana. Sebenarnya, Aldo merasa malu karena belum dekat dengan orang tua Hana, tetapi kedua orang tua Hana begitu baik sama Aldo. Hingga bangun pagi pun, Aldo dibangunkan oleh kedua orang tua Hana. Selesai mandi dan memakai seragam sekolah, Aldo diajak untuk makan sebelum berangkat sekolah. Kebetulan, karena Hana baru saja sampai rumah, Aldo merasa tenang karena ada istrinya. Hana tidak langsung menuju kamarnya, melainkan Hana mengajak Aldo untuk makan bersama kedua orang tuanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!