Susan siswa baru kelas 10 yang baru saja menyelesaikan ospeknya ternyata disukai oleh cowok populer disekolahannya sejak berada dibangku SMP. Levy berpacaran dengan Susan secara diam diam, Levy yang didepan para penggemarnya bersikap dingin namun tidak apabila dia didepan Susan. Levy selalu perhatian pada Susan hingga ada konflik besar yang menimpa keduanya namun semua itu tidak menggoyahkan rasa sayang mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
aesthetic love
...Ketika mau siap siap untuk pulang, Levy ditelpon oleh pihak rumah sakit bahwa tantenya masuk UGD dengan rasa khawatir dia mematikan teleponnya langsung pergi menuju rumah sakit....
...“Ada apa Levy?”....
...“Tanteku masuk rumah sakit” ucap Levy berlari keluar basecamp lalu melajukan motornya dengan kencang....
...“Hati hati” teriak Rudy ikut khawatir....
...37 menit berlalu Levy sampai dirumah sakit, dia turun dari motor berlari masuk ruangan IGD “dimana Tante saya sus?” Ucap Levy gelisah....
...“Tante anda namanya siapa?”....
...“Rasti”....
...“Tante anda sekarang lagi di ruang operasi, ruangan ada disebelah sana lurus belok kiri”....
...“Terimakasih sus” ucap Levy sambil berjalan cepat menuju ruangan operasi....
...“Semoga Tante gak apa apa” gumam Levy....
...Setengah jam levy menunggu di depan ruangan operasi namun belum ada tanda-tanda tantenya keluar, “lama banget” gumamnya....
...Beberapa menit dokter keluar diikuti Tante Rasti yang terbaring diatas bed didorong oleh suster menuju ruang rawat inap, “bagaimana keadaan Tante saya dok?” Ucap Levy menghampiri dokter yang mengoperasi tantenya....
...“Anda….???”....
...“Saya keponakannya dok”....
...“Anda ikut keruangan saya”....
...Tanpa banyak bicara Levy mengikuti dokter dari belakang....
...Di Ruangan, dokter menjelaskan bahwa tantenya mengalami keguguran, dokter juga menjelaskan bahwa umur janin yang dikandungnya baru 3 minggu. ...
...“Tante anda mengalami keguguran, selain itu Tante anda mengalami patah tulang dibagian tangan kanan serta ada retak di tulang rusuknya”....
...“Tante keguguran?? Tante hamil?? Sama siapa??” Ucap Levy dalam hati, dia tak menyangka tantenya hamil....
...“Anda bisa menebus obat ini di bagian farmasi, Tante anda akan menginap di rumah sakit ini beberapa hari tergantung perkembangan badannya pasca keguguran. Dan jangan lupa beritahu suami Tante anda untuk berada disampingnya, yang pasti Tante anda butuh support karena kehilangan janinnya, mentalnya pasti sedikit terguncang” ucap dokter tersebut menjelaskan sambil menyodorkan resep obat pada Levy....
...Levy yang bingung dengan perkataan dokter hanya berjalan sambil bengong, “Tante Rasti” ucapnya dengan mata berkaca-kaca....
...Levy masuk ruang inap tantenya, dia duduk di samping tantenya sambil memegang tangan tantenya “siapa yang berani melakukan ini sama Tante?” Ucapnya dengan nada lesu bercampur sedih....
...“tante hamil dengan siapa? Tante bangun, jangan buat Levy sedih kayak gini. Hanya Tante yang Levy miliki. Bangun tan” ucap Levy menangis menundukkan kepala sambil menggenggam erat tangan tantenya....
...Di kamar Susan mengambil kartu nama yang diberikan oleh pengacara Rosa di dalam tasnya, dia mengetik nomor telepon yang berada di kartu nama tersebut. “Aku telepon gak ya?” Ucapnya dalam hati sedikit ragu....
...Mbok inem tiba-tiba mengetuk pintu yang membuat Susan mengurungkan niatnya untuk menghubungi tantenya, “masuk mbok” suruh Susan....
...“Non, saya bawakan susu untuk non” mbok inem meletakkan segelas susu diatas meja belajar Susan....
...“Mbok, aku boleh tanya gak?”....
...“Tanya apa non?”....
...“Menurut mbok apa papa selingkuh?”....
...“Non kok tanya seperti itu” ucap mbok inem sedikit terkejut....
...“Gak apa apa aku cuma tanya aja”....
...“Selama mbok kerja sama orang tua non, mereka tidak pernah sedikit pun bertengkar non. Bapak juga selalu romantis sama ibu non, selama ibu hamil non saja bapak yang jagain ibu terus non gak pernah sedikitpun ninggalin ibu sendirian”....
...“Satu lagi mbok, apa mbok pernah lihat mama nangis?”....
...“Seingat mbok, ibu gak pernah nangis tapi mbok lihat ibu nangis sebelum kejadian itu non. Bapak dan ibu berantem hebat”. ...
...“Ya sudah mbok terimakasih sudah cerita sama ku”....
...“Sama sama non”....
...Mbok inem keluar kamar, Susan tiba-tiba melamun membayangkan papa dan mamanya waktu kejadian itu....
...“Apa mungkin papa sama mama salah paham hingga akhirnya mereka berantem?” Ucap Susan dalam hati....
...“Tapi hal apa yang membuat mereka salah paham” bubuh Susan....