NovelToon NovelToon
Gadis SMA Milik Sang Duda

Gadis SMA Milik Sang Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Vava olive

Seorang gadis sma yang berpura-pura sudah kuliah dan mengajar les kini terjebak dalam sebuah hubungan yang membuat hidupnya berubah menjadi nyonya besar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vava olive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Film pun di putar dengan volume yang tak terlalu berisik,

Meskipun sang anak berada di kamar yang kedap suara,dan para asisten tidur di rumah belakang.

Dengan sinar lampu yang tak terlalu terang membuat saga bisa melirik nadia tanpa diketahuinya.

"Aku akan mengambil sedikit cemilan.." ucap saga bangkit dari duduknya.

Sepertinya ia tau adegan apa selanjutnya yang di putar di film tersebut,

Meskipun masuk kategori film action tetap saja ada adegan yang membuat keduanya akan canggung.

Mata nadia tak berkedip begitu adegan tersebut berjalan,ia menggigit sedikit bibir bawahnya,

Ia juga merasakan detak jantungnya lebih cepat dari biasanya.

Begitu saga datang ia langsung pura-pura cuek kembali,

Ia membantu saga menurunkan piring kecil tapi bukannya membantu,justru salah satu bantal di sebelah nadia terjatuh dan menimpa piring tersebut.

"Ah maaf-maaf-maaf.." ucap nadia buru-buru memungut beberapa buah yang terjatuh.

Saga yang kedapatan juga ingin membantu justru jidat mereka saling berbenturan.

Keduanya saling tatap untuk sesaat sampai akhirnya saga mencium bibir nadia.

Ini bukan kali pertamanya,ini sudah kedua kalinya saga lakukan kepada nadia.

Nadia memejamkan matanya ketika bibir keduanya menyatu,lalu dengan sangat pelan membuka mata ketika saga melepaskan ciuman itu.

Ia menyentuh bibir bawahnya sendiri yang belepotan akibat ciuman panas tersebut.

Melihat hal itu justru saga merasa nadia semakin menggoda,ia meraih tubuh nadia dan menuntunnya ke atas sofa,ia merebahkan tubuh dan menindihnya.

Berkali-kali ciuman panas terjadi,tangan saga pun mulai tak mau diam,tangannya mulai meraba dua bukit kembar nadia yang belum tumbuh sempurna.

"Hmmm..." lenguhan pun keluar begitu saja dari mulut nadia.

"Ahh tolong sudah pak.." pinta nadia.

"Boleh aku melakukannya nad?.."

Nadia pun menggelengkan kepalanya,berharap agar saga menurutinya.

Ini adalah ciuman kedua kalinya bersama seorang pria.

Ia tidak ingin menyerahkan semuanya sebelum ada ikatan pernikahan.

Saga pun bangkit lalu mengambil tisu untuk membasuh bibir nadia.

"Mau minum lagi.." saga kembali menyodorkan minuman anggur kepada nadia.

Nadia pun meraih minuman tersebut,meskipun umum di keluarganya minum anggur,sebenarnya ia belum pernah sama sekali melakukan itu.

Jadi ia menengguk pelan,sedikit demi sedikit.

Saga merangkul pinggang nadia dan kembali menonton film yang hanya tersisa beberapa menit lagi.

Ia juga menyandarkan kepalanya ke pundak nadia.

"Aku tidak akan melakukan itu jika kamu tidak mau.."

Nadia menatap layar lebar didepannya dengan sangat fokus,ia ingin sekali film itu segera berakhir,

Tapi semakin ia menunggu,waktu semakin berputar lambat.

"Oh iyaa pak..ini milik.." nadia meraih dompetnya dan mengeluarkan kartu hitam milik saga yang tempo hari ia gunakan untuk membayar belanjaannya.

"Dan nanti pembayarannya potong gaji aja gapapa.."

"Ciihhh..kamu pegang saja kartu itu,kamu juga bebas menggunakannya.." ucap saga kembali memasukkan kartu itu kedalam dompet nadia.

Ia tak sengaja melihat foto kecil yang ada di dompet tersebut.

"Ini kamu?.."

Nadia menyerobot dompet tersebut karna ia takut saga akan menemukan kartu murid miliknya dan mengetahui identitas aslinya.

"Ih ga sopan tau.."

"Hhahaha baiklah..aku minta maaf.."

"Tapi yang barusan kita lakukan apa itu termasuk sesuatu yang ga sopan juga?.." ledek saga dengan tatapan mata seperti elang yang menemukan mangsanya.

Uhuk uhuk uhuk..

"Aku mau minum.." ucap nadia mengalihkan pembicaraan lagi.

"Datanglah seperti biasa,kamu tidak perlu memikirkan kejadian yang baru saja terjadi.."

"Aku tidak akan mengganggumu lagi.." saga menaiki motor nadia,dengan badan yang tinggi mencapai 180cm tentu saja membuat motor itu nampak pendek untuknya.

"Baik,aku akan datang seperti biasanya.."

Nadia pun berpamitan lalu mengendarai motornya dengan pelan menuju rumahnya.

"Hal gila macam apa ini.."

"Kedua kalinya dia menciumku.."

"Apakah seperti itu cara lelaki menyatakan perasaannya?.."

"Atau memang semua lelaki pemikirannya mesum.."

"Ga habis fikir aku.."

"Bahkan jika dia mengetahui umur kita yanh selisih hampir 20 tahun,apakah dia akan memperlakukanku seperti anaknya?.."

"Atau memang..iiiii..geli aku.." oceh nadia.

"Kok aku lewat sini yaa.." ucap nadia ketika melewati rumah mikayla.

"Apa dia sudah tertidur.."

"Apa dia di kosan?.." ia pun menghentikan motornya tepat di depan gerbang dan mengintip sedikit keadaan rumah.

"Heeii..siapa kamu.." teriak seseorang yang melewatinya.

"Ah saya nadia pak,teman mikayla.." ucap nadia yang setengah terkejut dengan teguran tersebut.

"Jangan macam-macam yaa.."

"Benar pak,saya teman mikayla.."

"Nah itu dia pak.." ucapan nadia meyakinkan bapak-bapak tersebut dengan datangnya mobil dari arah yang sama dengannya.

"Eh nadia..ada apa?.."

"Kirain saya sama mikayla om..tadi hanya ingin mampir..tapi seprtinya mikayla sedang tidak di rumah.."

"Oh iyaa benar,dia tadi ijin sama saya katanya mau menginap di rumah temannya.."

"Mau masuk dulu?.."

"Engga om,sudah malam saya pulang saja.."

"Sebelumnya saya juga belum ngabarin mikayla sih om.."

"Yaudah kamu hati-hati yaa.."

"Apa mau saya antar?.."

"Kalau mau saya ambil motor sebentar.."

"Engga om,engga usah..nadia bisa sendiri.."

Nadia pun meninggalkan ayah mikayla yang masih berdiri mematung menatap dirinya pergi,sesekali ia melirik ke spion lalu teringat dengan mikayla.

"Apa mungkin dia sedang bersama.."

"Aku harus ketemu dengannya.."

Motor kembali berjalan ke arah pulang,

Ia pulang sedikit lebih larut dari biasanya,dengan hati-hati ia membuka gerbang dan memarkirkan motornya.

Sesampainya dirumah ia berlali ke dapur dan meminum air putih hangat.

"Weekk ga enak banget mulutku.."

"Nad.."

"Kak fahmi.."

"Kok kaget gitu si..darimana kamu selarut ini.."

"Ingat,jangan main terus.."

"Hmm iyaa iya kak..tadi abis ketemu mikayla,belajar bareng kok.."

"Bener yaa..harus fokus,tinggal beberapa bulan lagi kan.."

"Iyaa kaka.." ucap nadia menghampiri sang kaka yang tengah mengambil air minum dan memeluknya dari belakang.

"Aku pengen banget kuliah biar bisa kaya kaka.."

"Aku pengen buktiin ke mamah kalau pendidikan itu sangat penting.."

"Buktiin ke diri sendiri dulu bahwa kamu bisa tanggung jawab dengan segala sesuatu yang kamu lakukan.."

Nadia melotot menatap kakanya yang mulai memberikan ceramah untuknya,

Ia memang mengiyakan setiap ucapan kakanya,dan keduanya pun memang mempunyai hubungan yang bagus.

"Wleeeee.." nadia menjulurkan lidahnya lalu berlari meninggalkan kakanya.

Kini ia sudah siap untuk tidur,besok dia masih harus pergi kesekolah dan sore harinya memberikan les aldo.

Mengingat aldo,seketika ia memejamkan matanya dan mengingat kembali kejadian dimana ia membiarkan tangan saga meraba tubuhnya.

"Mungkin kalau tadi dia ga nanya dulu sesuatu itu pasti akan terjadi.."

"Tapi apakah itu bisa di sebut paksaan,sedangkan aku saja tampak menikmatinya.."

"Aarrhhh.."

********

"Hai nad.."

"Nanti istirahat kita makan bareng yaa.." ajak vino.

"Jangan mau nad..nanti disuruh bayarin.." teriak salah satu teman vino.

"Hahaha iri aja sii.."

"Mmm..boleh,tapi ga janji yaa.."

"Soalnya aku juga udah janji sama mikayla.."

"Kabarin yaa.." ucap vino berlari meninggalkan nadia dan kembali bergabung dengan teman-temannya.

Kalian pernah juga kan ditaksir sama teman satu sekolah,atau kamu yang naksir

semoga dengan cerita-cerita seperti membuat kalian mengenang masa sekolah kalian😍

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!