NovelToon NovelToon
Hello, Mr. Kordes

Hello, Mr. Kordes

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Siapa sangka moment KKN mampu mempertemukan kembali dua hati yang sudah lama terasa asing. Merangkai kembali kisah manis Meidina dan Jingga yang sudah sama-sama di semester akhir masa-masa kuliahnya.

Terakhir kali, komunikasi keduanya begitu buruk dan memutuskan untuk menjadi dua sosok asing meski berada di satu kampus yang sama. Padahal dulu, pernah ada dua hati yang saling mendukung, ada dua hati yang saling menyayangi dan ada dua sosok yang sama-sama berjuang.

Bahkan semesta seperti memiliki cara sendiri untuk membuat keduanya mendayung kembali demi menemui ujung cerita.

Akankah Mei dan Jingga berusaha merajut kembali kisah yang belum memiliki akhir cerita itu, atau justru berakhir dengan melupakan satu sama lain?

****

"Gue Aksara Jingga Gayatra, anak teknik..."

"Meidina Sastro Asmoro anak FKM, kenal atau tau Ga?"

"Sorry, gue ngga kenal."
.
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu dan Modus

Hampir menuju sore, bahkan Jovi yang pengerjaan prokernya banyak saja telah kembali hari ini. Namun Jingga justru resah karena Mei dan Lula belum jua kembali ke posko.

"Jadi rencananya besok, bapak-bapak sama anak tarka mau bantuin proker kincir air lo?" Jovi mengangguk, "gue bingung, Ga....masa iya cuma kasih ucapan makasih doang."

"Ya lo kasih salam tempel lah, mo nyet. Hari gini cap makasih aja mana sudi, yang ada abis itu lo di jadiin baut kincir." Mahad buka suara sambil mengotak-atik ponsel apel digigitnya, "Ga, besok gue ijin nyari kota, lah....beli perlengkapan, sekalian jajan."

"Gue ikut lah!" tukas Arshaka. Namun Jingga masih belum mengiyakan, "terus acara lo sama Zaltan gimana?"

"Besok ditemenin Senja, dia."

Sejenak rehat dari kegiatan masing-masing, para anggota lelaki kkn 21 ini menjatuhkan segala beban dan rasa lelah di beranda depan.

"Awww, anj irrr ampun, Vi...ampun ih!" teriakan Arlan membuat mereka yang diberanda menoleh sejenak ke arah gawang pintu demi mendapati Arlan yang dijambak Vio.

"Lo mah rese ih!" omel Vio dengan tangan yang masih mencengkram rambut Arlan.

"Udah Vi, nanti tuh mo nyet satu botak lo jambakin begitu." ujar Mahad.

Zaltan berdecak, "heh, bang sat! Lo malah asik godain Vio, ini buruan bantuin gue ngedit video!" omelnya pada Arlan.

Belum lagi Senja yang misuh-misuh sambil merengek, "gue ngga mau ikut Alby! Kapok gue...masa disuruh ngubek-ngubek pupuk, berasa lagi ngorek-ngorek an us embek sekandang tau ngga! Huwaaaa, berasa jadi manusia paling berlumur ta i tau ngga!" gadis itu membawa sebaskom air dan merendam kedua tangannya dengan air berlarutkan cairan dettol.

Syua tertawa mendengar itu.

"Elah Nja, lebay banget, itu kan kering. Ya kali lo bilang ngorek-ngorek liang ta i. Komposisinya ngga kotoran kambing dan kelinci semua, Nja...ada bahan organik juga." Ia meringis malas, cukup dibuat malu siang ini oleh Senja yang ogah-ogahan meramu tanah dengan pupuk di depan para petani.

Syua masih saja tertawa tentang perdebatan mereka, "anjirr banget, gue lagi nyuap kue begini, loe berdua ngomongin ta i."

Jingga menggeleng mendengar perdebatan itu, 4 hari disini kupingnya berasa pengang dan sakit mendengar keributan mereka, untung saja jarak posko dari rumah terdekat lumayan berjarak meski mungkin, bu Sri akan tetap bisa mendengar kegaduhan mereka.

"Ga, ini disusun secara matriks aja? Apa di narasikan, diagram, atau tabel?" tanya Arshaka dan Maru yang mengerjakan laporan.

"Matriks aja. Nanti di bawah dikasih note." Jawabnya resah menatap jauh ke depan posko, "Ka, Mei sama Lula kemana jam segini belum balik?" tanyanya menyadarkan semua yang ada di beranda.

"Eh iya, gue baru sadar Mei sama Lula belum balik." Jovi masih anteng rebahan dengan kaus yang basah oleh keringat.

Jingga mengotak-atik ponselnya.

Meidina

Dimana?

Namun pertanyaan lewat kolom pribadi itu tak jua mendapatkan balasan.

KKN 21

(Aksara Jingga) Mei, Lula posisi dimana?

(Arshaka Mandala) Balik oyyy girls. Udah sore begini anak gadis masih keluyuran.

(Nararya Zaltan) kau masih gadis apa sudah janda?

(Raras Nalula) Iya bentar, Ga. Ini gue sama Mei lagi di jalan...abis dari rumahnya Arika.

(Aksara Jingga) Arika, who?

(T. Zioma Arlan) Jingga : Arika, who?🔪🔪😡 bukan calon-calon saingan lagi, kan?

(Raindra Jovian) Jingga : T. Zioma Arlan-jing. Dengan nada lembut. Lo tau aja isi hati gue, bang sat.

(Nagara Kertamaru) Kenapa ngga ijin atau info dulu girls, kita khawatir.

(Aksara Jingga) Posisi masih dimana, biar gue jemput?

(Lengkara Savio) La...jauh banget engga? Ini buat makan malam aku proses sekarang aja ya...dibantuin Senja.

(Raras Nalula) oke, nanti apa yang ngga bisa gue yang lanjutin.

(Aksara Jingga) Mei, are you oke?

(Sultan Tri Alby) Mei : oke abang. Abang ngga usah khawatir, aku dianter kang Hamzah.

(Purwangga Mahadri) Jauhkan Jingga dari godaan setan-setan yang terkutuk 🤲 seperti setan bernama Arlan, Arshaka, Alby, dan Jovian.

(Lengkara Savio) pake diperjelas nama-namanya 🤣

(Meidina Sastro) Aku oke, Ga. Ini sebentar lagi udah nyampe posko, kok.

(Raindra Jovian) Alhamdulillah Mei muncul, Cikalong ngga jadi kena badai.

Dari kejauhan Mei dan Lula terlihat kembali dengan wajah lusuhnya. Mei bahkan sudah mengikat rambutnya dengan cepolan asal yang bahkan ikatannya sudah longgar dan melorot-melorot.

Sergapan pandangan para anggota kkn di beranda menyapa keduanya. Terlebih tatapan Jingga pada Mei.

Mei cukup tau sorot mata mencecar Jingga itu, namun ia dengan kalemnya menunjukan ekspresi yang sama dengan Jingga jika dalam mode datar.

"Lo berdua darimana saja sih, berkabar dong...buat apa ada grup?" Maru bersuara.

"Iya sorry, gue sama Mei lupa." Lula lantas menoleh pada Mei, "tapi tadi aslinya, jalan ke rumah Arika curam banget, ekstrem...pantes aja ibunya Arika jatoh waktu hamil Arika..."

Mei menggidik, "bukan cuma itu aja sih kalo menurut gue. Nutrisi sewaktu beliau mengandung Arika juga kayanya tidak terjamin. Tadi beliau bilang kan, ada minum obat warung waktu kandungannya masih kecil..." Mei dan Lula melakukan gerakan yang sama, melepas sepatu yang membelenggu mereka seharian.

Lula mengangguk, "tadi lo liat kan, astaga itu kakaknya Arika makannya...kasian gue."

Dan mereka yang disana hanya melongo tak paham saja dengan pembahasan kedua gadis ini, namun dengan bo dohnya masih menyimak dengan seksama.

"Jadi solusi yang tepat apa, kira-kira? Soalnya gue rasa, Arika ngga akan bisa menyamai anak-anak lain di tk."

"Terapi. Nutrisi yang tercukupi, kasih sayang, kegigihan, semangat juga."

"Itu otomatis ya kalo gitu, Arika jadi speech delay begitu?" tanya Lula lagi diangguki Mei, "nanti gue coba tanyain kang Hamzah."

"Yaaa, kang Hamzah lagi! Udah lah...siap-siap warga Widya Mukti, mesti sedia payung sebelum hujan! Kalo bisa bunker sekalian badainya bakalan dahsyat...." seru Arshaka memantik mereka yang semula diam jadi bersuara.

****

Mei masih berkutat dengan log booknya, sementara Vio, Senja, Lula, dan Syua justru sedang menonton film drakor dari layar laptop mereka. Disusul Arlan dan Arshaka yang bergabung dengan mereka.

Sementara sisa anggota laki-laki justru bermain kartu uno dan saling mencoret wajah dengan lipstik milik Senja, dimana gadis itu menghibahkan lipstiknya.

Secangkir minuman bersereal instan hangat tersodor di depan wajahnya. Aroma vanilla yang menguar membuat Mei mengalihkan pandangnya ke samping. Untung saja, Mei memilih mengerjakan log booknya di beranda dengan maksud agar terbebas dari keriuhan di dalam.

Mei tersenyum, "makasih." Ia menerimanya dan sejenak menyingkirkan laptop dari pangkuan, menyeruput minuman itu.

Jingga berjongkok tepat di depan Mei, mengambil alih laptop dan melanjutkan kerja Mei dengan badan yang bersandar di kaki Mei kemudian kepala yang ia tidurkan di pangkuan Mei.

Cukup terkejut, namun kini kedua tangannya terulur untuk mengelus-elus kepala Jingga.

Tak ada obrolan, hanya kedua tangan mereka kini saling berinteraksi. Oke, kesampingkan pekerjaan di laptop, kini Jingga membawa tangan Mei ke depan bibirnya untuk ia kecup sejenak lalu menaruhnya lagi di kepala, "iya disitu. Kepalaku pusing banget."

"Emangnya abis ngapain tadi di bale desa bareng tarka?" tanya Mei mendengus sembari tangannya kini beralih memberikan pijatan-pijatan lembut hingga Jingga memejamkan kedua matanya.

"Bukan rapat bareng tarka nya yang bikin aku mumet. Tapi aku mumet mikirin kamu yang telat balik ke posko."

Mei tertawa kecil, "bener kata Jovi, sebentar lagi Cikalong badai..."

Jingga hanya menyunggingkan senyumnya saja, "besok mau kemana?"

"Emh, ketemu bu kades sama ibu-ibu pkk. Terus ketemu kang Hamzah juga." Jawab Mei sukses membuat Jingga langsung membuka kelopak matanya, "ngapain?"

"Loh, kok ngapain...aku kan mau jalanin prokerku. Sebentar lagi weekend, ada posyandu...pertemuan konseling gizi di lapang Widya Mukti sekalian cek kesehatan gratis bareng kang Hamzah. Nanti juga, ibu-ibu pkk bakalan bikin pmt buat anak-anak balita, dengan porsi nutrisi yang tepat."

"Aku ikut."

Mei mengangkat kedua alisnya, "bukannya kamu harusnya lagi sibuk bantuin Jovi? Kan katanya Jovi dibantu bapak-bapak sama anak tarka juga. Masa di proker inti, pak kordesnya malah nyatu sama ibu-ibu pkk...lagian aku rapat bukan acara utama. Nanti kamu sama yang lain bisa datang juga pas hari H nya."

Jingga menegakan kepalanya dan memutar badan, "ada kang Hamzah disana.."

Alis Mei mengernyit, "kan emang pertemuannya di rumahnya dia."

Jingga menggeleng, "nah aku ngga percaya dia. Aku curiga kalo rapat cuma buat modusnya dia aja..."

Mei mengu lum bibirnya kencang-kencang, "modus? Modus tuh kaya kamu yang ngumpetin piring di atas rak bumbu, bukan?" tanya Mei.

.

.

.

1
Kim_Nia⁹⁶ 💞
habis baca keluarga ananta di pertimuran langsung loncat kesini ke bandung dong tempat ku sendiri berasa sodaraan Ama KA sin 🤭🤭🤭
Kim_Nia⁹⁶ 💞
aduh Cikalong bandung barat KA sin.. aku di Padalarang nih 🤭🤭🤭
Kim_Nia⁹⁶ 💞
kampus UNJANA satu kampus dong sama pravita nya Abang nji 🤭🤭🤭
Dina Okta
Hallo teh aku baca mei-jingga lagi kalo di Drakor remake hmm kangen sama bang kordes dan mei soalnya♥️☺️
Munas Tuti
keren ceritanya mengibur bikin ngakak, mksh teh author....sukses sll ditunggu cerita selanjutnya yg bisa bikin ketawa sendiri 😍👍
Triana Oktafiani
Ceritamu yg ini bener2 diluar nalar, bikin sakit perut,pipi mengembang dan gigi kering 🤣🤣 saking sengkleknya, makasih min ceritanya menghibur sekaliiii 👍👍sangat kereeeen
Triana Oktafiani
ya ampyun minnnn aku berasa ikutan syaravvv 🤣🤣🤣 ketawa ngakak sendiri🤣🤣🤣👍
Triana Oktafiani
ya ampyun minnnn aku berasa ikutan syaravvv 🤣🤣🤣 ketawa ngakak sendiri🤣🤣🤣👍
liyute_281
bukannya 5 yakk... mei, cicu, vio, lula, senja..
liyute_281
bener... pas aku kkn dulu.. didaerah magelang, ada kasus.. ada 1 warga kedapatan ngintip kita yg kkn pas lg mandi... ngintip naik keatas genteng km mandi posko... ngeri..
nrmla
selesai nih kak serius? bonus chapter ngga ada gitu? satu satunya novel yang ngga mau ku tamatkan sebenarnya kakkk. aku ngga suka cerita perpisahan giniii, kek benci ajaa makanya aku berenti bacaa lamaa bangett, ngegantung nih novel. pdhl udah kepo mampus sama kisah Arlan. tapii aku deluan baca kisah Maru-Senja, yaa aku termasuk orng yang kemakan omongan singkat Maru. apaa yaa kakk, Jingga dan Mei. hmm definisi cinta itu harus di perjuangkan ada di kisah ini, ngeliat betapa gigihnya mereka saling tekan ego masing masing di kala hati masih saling bertaut satu sama lain, saling membohongi hati, sakitnya barengan jugaa. miskomnya mereka tentang hubungan. benar, hubungan mereka ngga putus selama 4 tahun itu, hanya sajaa renggang untuk waktu yang cukup lama. di novel ini mengajarkan arti keikhlasan, persahabatan, dan kekeluargaan. kekompakan anggota KKN 21, suka bangett. suka duka bareng, ngejalanin nya begitu kompak tanpa adanya rasa canggung satu sama lain, dipertemukan dalam keadaan asing dan tidak pisah sampe skrng mereka masih saling berhubungan. jiwa kepemimpinan nya Jingga sdh ngga usah di ragukan lagi yaa, cocok banget beliauu, kayaa ekspektasi ku soal kepemimpinan tuh dibayar lunas ngeliat karakter Jingga ini. congratulations untuk KKN 21 berhasil menempati kelompok terbaik KKN. udahh pokoknya the besttt, aku bakal nunggu kisah kisah anak KKN 21 lainnya. maaf kepanjangan yappingnyaaa
nrmla: iya nihh kak, lagi baca kisah Arlan
total 3 replies
Diaz Nayla Az Zahra
jovi mah kalo kata orang Jawa "ngelulu" 😁
💕Rose🌷Tine_N@💋
ikutan mewek otor😭😭
💕Rose🌷Tine_N@💋
yaaa...Maru kesalip nih...mknya ngomong dong Ru...jgn meneng2 bae🤪
💕Rose🌷Tine_N@💋
ngakak lagi guweh🤣🤣🤣🤣🤣
💕Rose🌷Tine_N@💋
tiada hari tanpa kehebohan🤣
💕Rose🌷Tine_N@💋
masyaaAllah..keren banget mrk ya guysss....
yg lebih kerennya sih otornya ini mah....sampe merk umkm nya aja unik unik
keren tingal dewa lah👍👍👍👍
💕Rose🌷Tine_N@💋
pokonya...otor keren sekeren kerenya aja..👍👍👍👍😘😘
💕Rose🌷Tine_N@💋
🤣🤣🤣🤣
💕Rose🌷Tine_N@💋
rasain...mknya jgn ngeremehin kerjaan cewek...emang enak bangun subuh2 trs langsung masak buat sarapan..?...blm ntar siang sm malem...puas luh pada!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!