( Revisi )
Yuni Astuti 23 tahun, terpaksa menerima tawaran Inggrid Bosnya untuk menikah kontrak dengan Angga Wijaya 35 tahun suami dari Inggrid. Inggrid memerintahkan Yuni untuk hamil dan melahirkan seorang anak untuk Angga karena Inggrid telah divonis mandul oleh Dokter.
Setelah Yuni hamil dan melahirkan seorang anak, Inggrid dan Angga akan mengambil anak itu dan meminta Yuni pergi jauh dari kehidupan mereka berdua.
Bagaimanakah kelanjutan hubungan Yuni dan Angga selanjutnya?
Akankah Yuni berhasil hamil dan melahirkan seorang anak untuk Angga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoungLady, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ulang Tahun Angga
Angga memberi kabar pada Yuni kalau dia tidak pulang ke rumah itu, hal itu Angga lakukan agar Yuni tidak menunggunya. Yuni merasa senang karena untuk beberapa malam ke depan dia akan bebas dari jerat serigala tua yang memiliki stamina bagus itu.
Sekar sedikit memasang wajah datar. Dia tau kalau hari ini adalah ulangtahun Pak Angga, sudah pasti keluarga besarnya merayakan pesta ulangtahun secara besar besar tapi Yuni tidak diundang oleh mereka.
Memangnya kenapa Yuni harus diundang? Dia hanya istri kedua yang dinikahi secara rahasia dengan maksud dan tujuan tertentu. Tapi tetap saja, Sekar merasa hal itu tidak adil bagi Yuni. Setidaknya pria itu mengirimkan makanan yang sama dengan yang dia nikmati bersama keluarganya dalam pesta.
"Kenapa kamu murung Sekar?" Tanya Yuni.
"Apa Nona tidak tau kenapa Pak Angga tidak pulang ke rumah ini?"
"Tidak, memangnya kenapa?"
"Hari ini Pak Angga berulangtahun, keluarganya mengadakan pesta besar dirumah mereka,"
"Oh..." Raut wajah Yuni berubah. Dia jadi ikut ikutan murung dan sedih seperti sekar.
Sesaat Yuni merasa iri kepada Inggrid, wanita itu bisa tampil sebagai istri sah didepan publik. Sementara Yuni? Dia bahkan tidak boleh berkata jujur pada orang luar kalau dirinya adalah istri kedua Angga. Padahal dia dan Inggrid sama sama dinikahi secara sah.
Dulu Yuni pernah bermimpi menikah dengan seorang pria sederhana yang baik. Kemudian mereka menjalani hari dengan bahagia sambil bekerja keras hingga derajat keluarga kecil mereka naik. Bayangan itu sungguh membuat hati Yuni bahagia, tapi harus pupus karena kehadiran Angga dalam hidupnya.
Setelah bercerai dari Angga kelak, mana ada pria yang mau menikah dengan mantan istri kontrak seperti Yuni. Sementara diluar sana banyak wanita baik, cantik dan berpendidikan yang jauh lebih unggul segala galanya dari Yuni.
"Nona kenapa?" Tanya Sekar.
"Tidak, aku tidak kenapa napa." Yuni tersenyum kecut.
Ting... Tong...
Bel rumah menggema, Yuni bergegas keluar untuk melihat siapa tamu yang datang. Ternyata yang datang adalah seorang kurir G** Food. Pria berseragam hijau itu mengirim beberapa kotak makanan kepada Yuni.
"Maaf Pak, dari siapa ya?" Yuni penasaran. Karena sebelumnya belum pernah ada orang yang mengirim makanan untuknya.
"Dari Pak Angga untuk Ibu Yuni." Sahut pria itu.
Yuni mengukir senyum, dia pikir Angga lupa padanya karena sedang bersenang senang saat ini. Tapi ternyata pikiran Yuni salah. Angga ingat padanya, buktinya dia mengirim banyak makanan enak untuknya.
Usai mengirim paket makanan itu, Yuni melangkah masuk ke dapur. Dia mengajak Sekar untuk berpesta bersama. Jarang jarang dua wanita itu bisa makan makanan enak sekelas restoran bintang lima.
"Kita doakan untuk yang sedang berulangtahun, semoga panjang umur, banyak rezeki dan sehat selalu," ucap Sekar.
"Amin. Dan semoga keinginannya untuk memiliki anak bisa segera terwujud." Sambung Yuni.
***
Tengah malam, acara pesta selsai. Inggrid langsung menggiring suaminya untuk masuk kedalam kamar. Malam ini, Inggrid ingin menghabiskan waktu bersama Angga. Dia ingin memberi servis plus plus khusus di ulangtahun Angga.
Mereka melakukan pemanasan sekitar dua puluh menit, kemudian melakukan permainan inti. Inggrid bermain dengan lincah dan hot, Angga tetap mencoba mengimbangi permainan istrinya meski dirinya merasa kurang puas.
Milik Inggrid sudah sedikit longgar, tidak menggigit seperti milik Yuni. Entah pria macam apa Angga itu, bisa bisanya dia memikirkan wanita lain saat sedang bergulat dengan istrinya.
Permainan panas selesai, keduanya sama sama terkulai lemas dibawah naungan selembar selimut. Tiba tiba saja Inggrid membuka sebuah kotak kecil berisi jam tangan dan memakaikannya kepada Angga.
"Suka tidak? Ini kado ulangtahun mu dariku," ucap Inggrid.
"Aku suka, kamu memang selalu pandai memilih barang," puji Angga.
"Tentu saja, Inggrid gitu loh.."
***
Dikamarnya, Yuni tidak bisa tidur. Otaknya terus menerus memikirkan tentang Angga yang mungkin saat ini sedang berc!nta dengan istrinya. Dada Yuni terasa sesak, kepalanya terasa pusing. Mungkinkah Yuni sedang cemburu pada hubungan Inggrid dan Angga?
"Ayolah Yuni, buang jauh jauh perasaan aneh ini dari hatimu. Dia sungguh tidak layak untukmu, begitu juga sebaliknya," Yuni merutuki dirinya sendiri.
Yuni berguling guling diatas kasur, berbagai upaya dia lakukan agar bisa segera tidur. Mulai dari membaca buku, mendengarkan musik keroncong hingga menghitung domba. Tapi hasilnya nihil. Matanya tidak mau mengantuk, malah semakin melotot lebar.
Sama seperti Yuni, Angga juga tidak bisa tidur. Dia kesal pada Yuni karena tidak mengirim pesan apapun padanya, padahal Angga telah mengirim banyak makanan untuknya.
"Dasar wanita angkuh! Awas saja besok, aku akan memberinya pelajaran," gumam Angga lirih.
Waktu menunjukan pukul 03.00 pagi, Angga masih saja tidak bisa memejamkan mata. Dia bangkit dari atas kasur dan memakai pakaian baru yang ada di lemari. Percuma terus menerus berada dirumah Inggrid, sampai siang pun dia tidak akan bisa tidur. Akhirnya Angga memutuskan untuk pulang kerumah Yuni pagi itu juga.
Bersambung...