"Tapi tahukah kau, bahwa semua itu adalah tipuan Georges semata. Pernikahan mu hanyalah panggung sandiwara agar dia bisa menikmati tubuhmu tanpa perlawanan." ucap Angela dengan nada menghina.
"Kau bukan wanita pertama baginya. Georges sudah banyak berhubungan dengan bayak wanita dan sebagaimana dia lari dariku, dia akan selalu kembali ke dalam pelukanku. Kau tahu kenapa? karena dia milikku."
"Pergi sebelum Georges mempermalukanmu dan hati mu semakin sakit."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon taurus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18. Cerita di malam hari.
Malam hari berlalu tanpa kekacauan. Tuan muda Georges memutuskan untuk makan malam di ruang kerja nya sedangkan Felicia menikmati makan malam bersama para pelayan di dapur.
"Nona Felicia, besuk ketika cuaca cerah, maukah kau ikut denganku ke pasar?" tanya bibi Ruth.
"Pasar? Benarkah? tentu saja aku mau bibi." Jawab Felicia dengan penuh semangat.
"Ruth, jangan lupa belikan aku kopi. Persediaan kopiku sudah hampir habis." Pinta paman Juan.
"Tenang saja aku sudah mencatatnya. Besuk aku akan menggoreng kopi untukmu." Sahut bibi Ruth.
"Kau memang istriku yang cantik." Goda paman Juan.
"Aduh. Sudah jangan bermain drama disini." Celutuk paman Chili
"Makanya Chili cepat sana cari istri." Goda paman Juan.
"Tidak ah, aku akan membujang seperti tuan muda." Celetuk paman Chili cuek sambil mengunyah tempe goreng.
"Kau menyumpahi tuan muda tidak menikah huh?" Mata bibi Ruth melotot kearah paman Chili yang menyeringai lebar.
"Bukan begitu. Aku akan mulai mencari istri apabila tuan mudah menikah nanti." Elak paman Chili.
"Catat ya! Tapi kalau tuan muda tentu banyak yang suka dan bersedia menikah dengannya. Kalau kamu, harus cari dari sekarang, takutnya tambah tua tambah tidak laku." Goda Paman Juan sambil menyeruput teh hangat.
"Jangan mengolokku. Kau tidak tahu pesonaku ketika muda." Suara paman Chili awalnya begitu bersemangat, tetapi melemah di akhir ketika mengatakan kalimat "ketika muda."
"Hahahaha tentu saja. Ketika aku masih muda banyak juga yang mengejarku, antriannya panjang." Timpal paman Juan sambil terkekeh geli.
"Ngejar mau tagih hutang?" Balas paman Chili yang juga terkekeh.
"Hush! Hutang kencan." Tangkis paman Juan dengan cepat membuat semua terbahak mendengar nya bahkan bibi Ruth istrinya tertawa.
"Kalau hutang kencan bukan kamu yang dikejar tapi kamu yang mengejar bukan?" Goda paman Chili lagi.
"Perasaan tadi kamu yang tersudut sekarang kenapa aku yang tidak bisa berkata - kata." Keluh paman Juan.
"Nona, tahu tidak duluuu ini si Juan sampai tidak bisa tidur semalaman ketika hendak mengajak Ruth ke pasar. Wakakakkaka bayangkan cuma mau mengajukan diri mengantar ke pasar saja butuh latihan lama di depan cermin." Cerita paman Chili yang segera dipotong oleh pama Juan.
"Hei Chili jangan bongkar kartuku." Paman Juan pura-pura marah.
"Kartu apa, aku sudah tau dari lama." timpal bibi Ruth. Paman Juan membungkam setengah cemberut. Wajahnya tampak sangat lucu ketika semua menggodanya.
"Paman Juan dan paman Chili masih tampan kok sekarang." Hibur Felicia.
Kedua pria setengah baya itu terkekeh girang.
"Aku yakin waktu masih muda banyak yang tergila-gila dengan kalian." Sambung Felicia.
"Benar-benar. Mereka mengantri." Kata paman Juan.
"Mengantri untuk menimpukmu." Celetuk bibi Ruth dengan nada kesal.
"Jangan manjakan mereka nona, mereka bakal melambung tinggi." Kata bibi Ruth sambil mengerdipkan matanya kearah Felicia.
"Jangan cemberut sayang, pillihanku hanya kau seorang." Rayu paman Juan pada istrinya yang mulai setengah cemberut.
"Haiss. Haisss. Mulai lagi drama." Paman Chili mengibaskan tangannya seraya bergidik.
"Hahahaha memang lebih nikmat berduaan dengan istri." Goda paman Juan.
"Cepat menikah lagi sana, supaya ada yang memanjakanmu." Goda paman Juan.
"Nanti aku menunggu tuan muda, sesama jomblo harus saling menghargai." Paman Chili mencari-cari alasan.
"Apakah tuan muda belum menikah atau dia sudah duda?"Tanya Felicia polos karena sedari tadi paman Chili selalu menggunakan tuan muda Georges sebagai tameng.
"Dia belum pernah menikah." Sahut bibi Ruth.
"Nah itu beda! Kalau kamu Duda." Goda paman Juan lagi.
"Aku duda keren. Hahahahha." Paman Chili tidak marah meskipun sudah berkali-kali digoda oleh paman Juan.
"Lalu apakah tuan muda memiliki teman dekat, kekasih?" Tanya Felicia lagi.
"Hmm. Bagaimana ya" Bibi Ruth terdiam sesaat sambil berpikir.
"Tuan muda Georges memiliki tunangan. Tunangannya nona Angela sangatlah cantik. Dia tinggi, anggun, rambutnya panjang kecoklatan dan sedikit berombak. Pokoknya seperti model." Cerita paman Juan. Felicia mendengarkan cerita mereka dengan serius.
"Dulu dia sering datang kemari. Sebulan sekali dia akan menginap dan menunggangi kuda bersama tuan muda. Terkadang mereka menuju perkebunan teh sambil menunggangi kuda." Bibi Ruth melanjutkan cerita pama Juan.
"Tapi semenjak kecelakaan itu dia hampir tidak pernah datang. Wusss menghilang." Paman Chili ikut membuka suara.
"Kecelakaan?" tanya Felicia.
"Iya. Kecelakaan yang membuat kaki tuan muda cacat." ujar Bibi Ruth dengan nada sedih.
"Apa yang terjadi bibi?" tanya Felicia.
"Entahlah, hari itu mereka bertengkar. Kemudian nona Angela memaksakan diri menuju ke istal kuda. Dan disana tiba-tiba kuda yang hendak dinaiki nona Angela marah. Kau tahu tuan muda berusaha melindungi dia, hingga akhirnya kuda tersebut menendang kaki tuan muda." Bibi Ruth tampak begitu sedih menceritakan semua.
"Maafkan aku." Felicia menitikan air matanya mendengar cerita mereka dan menyesal membuat mereka menjadi sedih karena bercerita.
"Kau tidak perlu meminta maaf nona." kata paman Chili.
"Wanita itu awalnya selalu datang dan melihat keadaan tuan muda, tapi lama kelamaan dia tidak pernah muncul." Sambung paman Chili.
"Mungkin dia sibuk paman." Kata Felicia sambil mengusap air matanya.
"Entahlah menurut kami dia tidak cocok dengan tuan muda. Dia begitu cantik dan selalu menunjukan kebangsawanannya. Dia berjalan bagaikan seorang Ratu dan tidak pernah mau bergaul dengan kalangan bawah. Sedangkan tuan muda yang merupakan tuan tanah pun tidak pernah berlagak bangsawan." Keluh bibi Ruth.
"Kamar yang aku tempati apakah" Felicia tidak melanjutkan perkataannya.
"Iya. itu adalah kamar yang selalu digunakan nona Angela bila menginap disini." sahut bibi Ruth.
"Oh. Pantas saja." Dari dulu Felicia sudah mengira bahwa kamar yang dia tempati adalah milik seorang wanita yang cantik. Semua pakaian disana merupakan pakaian yang indah dengan bahan yang sangat bagus. Belum lagi sabun mandi cair dan kosmetik perawatan tubuh yang tampak sangat mahal.
"Apakah tidak masalah aku menempati kamarnya?" tanya Felicia.
"Tuan muda yang memerintahkan kami untuk membiarkan nona menempati kamar itu. Tampaknya tuan muda sudah bisa merelakannya." Jawab Bibi Ruth.
"Nona Felicia, apakah kamu pernah berpacaran?" tanya paman Chili.
" Tidak seingatku paman. Siapa yang akan mau berkencan dengan anak penghuni panti asuhan." Wajah Felicia menunjukan beban besar yang dia alami semasa kecil.
"Nona tidak boleh merasa kecil hati. Nona cantik dan menyenangkan." Paman Chili memberikan semangat.
Felicia hanya tersenyum getir mendengar perkataan paman Chili.
"Apakah karena itu tuan muda menjadi pendiam?" tanta Felicia lebih lanjut.
"Tidak juga. Tuan muda berubah menjadi pendiam ketika tuan besar menjodohkan dirinya dengan nona Angela. Tuan besar mengancam akan mengambil alih semua perkebunan juga kampung nelayan apabila tuan muda menolaknya. Tuan muda akhirnya menerima perjodohan itu karena dia memikirkan nasib kami apabila perkebunan dijual ke orang asing." Paman Juan menceritakan awal mulanya.
"Benar, tapi seiring waktu tuan muda mulai terbiasa dengan kehadiran nona Angela. Meskipun mereka tidak pernah tertawa bersama setidaknya mereka jarang bertengkar." Bibi Ruth menambahkan.
"Saat ini entahlah apakah pertunangan mereka masih berlangsung atau tidak. Yang pasti dalam setahun nona Angela hanya berkunjung beberapa kali. Sedangkan tuan muda tidak pernah pergi jauh." sambung bibi Ruth lagi.
"Wanita sombonv itu pasti tidak dapat menerima keadaan tuan muda." Kata paman Chili.
"Mungkin lebih baik jika dia tidak kembali. Setidaknya tuan muda lebih tenang tanpa dirinya."
Felicia hanya mengangguk-angguk mendengar cerita mereka. Dalam hati dia begitu penasaran tentang nona Angela. Dalam kamar yang dia tempati pun tidak ada foto nona Angela.
Tapi langsung ambyar ketika relate sama makanan Thor .ini Eropa apa asia?😁