NovelToon NovelToon
Mafia Order System

Mafia Order System

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:638.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Kyutoria

Nathan pria berusia 23 tahun harus menerima kenyataan pahit setelah dijebak oleh atasannya sendiri yang membuat dirinya harus mendekam dibalik jeruji besi.

Hal ini diperparah ketika kekasihnya yang sudah dia kencani selama 5 tahun mencampakan dirinya, dan diam-diam selama ini menjalin hubungan dengan atasannya sendiri.

Semua kenyataan pahit ini membuat Nathan merasa frustasi. Sampai suatu ketika kejadian di penjara membuat kehidupannya berubah 180° dari sebelumnya.

°

°

°

°

°

Jangan lupa like dan komen serta tekan tombol favorit untuk mendukung karya author. Terimakasih~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kyutoria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Balas Dendam

Malam hari saat semua orang sedang berkumpul di ruang tengah. Nathan tampak tidak bergabung dan sibuk dikamar yang membuat semua orang dibuat penasaran.

"Apa yang dilakukan Bos dari tadi di dalam kamar?" Tanya Joe kepada El Chapo, Harold, dan Sebastian yang sedang menonton televisi bersama dengan dirinya.

Tetapi tidak ada seorangpun di antara mereka yang mengetahui aktivitas Nathan di dalam kamar. Karena penasaran akhirnya mereka memutuskan untuk memastikan apakah anak muda itu baik-baik saja atau tidak.

Begitu membuka pintu kamar milik Nathan, mereka langsung dibuat penasaran saat melihat pria itu mengenakan pakaian hitam lengkap dengan topinya.

"Bos, kau mau pergi kemana?" Tanya El Chapo saat melihat Nathan sedang mengemasi pakaian ke dalam sebuah tas yang biasa digunakan oleh para pendaki.

Bukan tas pendaki yang membuat El Chapo dan anggota lain merasa penasaran, melainkan sebuah koper berbentuk persegi panjang yang tampak sangat mencurigakan.

"Aku akan pergi selama beberapa hari." Balas Nathan sambil menutup resleting tas setelah memasukan pakaian terakhir miliknya.

Nathan kemudian meminta mereka semua untuk membeli sebuah gedung menggunakan hasil merampok hari ini, dan memberikan secarik kertas berisi daftar perlengkapan yang harus dibeli.

Tidak lupa Nathan menitipkan sebuah alat pemicu kepada Sebastian yang membuat Joe, El Chapo, dan Harold merasa penasaran saat melihatnya.

"Untuk apa alat pemicu itu?" Tanya Joe sambil terus memperhatikan alat pemicu yang ada di tangan Sebastian, dan entah mengapa dia merasa tidak nyaman saat melihatnya.

"Oh... Alat itu untuk jaga-jaga jika kalian bertiga berniat meninggalkan tugas." Balas Nathan sambil tersenyum tipis yang membuat ketiga mantan narapidana itu menelan saliva.

Baik Joe, El Chapo, dan Harold tentu saja mengerti maksud dari perkataan Nathan. Sudah dipastikan jika mereka berkhianat maka tidak menutup kemungkinan mereka akan kehilangan kepala.

Nathan lalu menjelaskan kepada Sebastian fungsi alat pemicu itu yang akan bekerja jika Joe, El Chapo, dan Harold menjauh lebih dari 1 kilometer.

"Sepertinya kau terlalu berlebihan, Bos. Mana mungkin kami betiga akan kabur." Celetuk Joe sambil tertawa canggung yang hanya dibalas dengan tatapan datar oleh Nathan.

Untuk saat ini Nathan masih belum bisa sepenuhnya percaya kepada tiga mantan narapidana itu, melihat skor kepercayaan mereka masih di bawah 50 persen.

Setelah mengemasi perlengkapan yang harus dibawa, Nathan kemudian pergi dengan mengendarai sebuah mobil yang tadi siang dia beli di sebuah tempat penjualan mobil bekas.

Kini hanya tersisa Sebastian, Joe, El Chapo, dan Harold di rumah sewa tersebut bersama dengan tas-tas besar berisi uang tunai serta perhiasan bernilai tinggi.

Melihat Nathan sudah pergi, Joe dan El Chapo langsung mencoba membujuk Sebastian untuk memberikan alat pemicu itu kepada mereka.

Sementara Harold tampak tidak terlalu perduli karena mulai merasa nyaman dengan kehidupan barunya. Beda halnya dengan Joe dan El Chapo yang masih ingin hidup bebas diluar sana.

Tentu saja Sebastian tidak menggubris permintaan Joe dan El Chapo meski sudah diiming-imingi harta serta kekuasaan mengingat mereka merupakan pemimpin kartel besar.

Kesal melihat Sebastian mengabaikan mereka berdua. Joe dan El Chapo memutus untuk menyerang pria itu menggunakan senjata tajam untuk merebut alat pemicu.

Tetapi Sebastian dapat dengan mudah mengalahkan mereka berdua dan memberikan sedikit pelajaran dengan membuat beberapa luka lebam.

"Isi kepala kalian sepertinya sudah rusak sampai berani melawan pria itu..." Harold menggelengkan kepala lalu berjalan meninggalkan Joe dan El Chapo yang sedang merintih kesakitan dihalaman rumah.

Dengan langkah yang tertatih-tatih Joe dan El Chapo kemudian masuk ke dalam rumah untuk mengemasi barang mereka. Bukan untuk melarikan diri melainkan menjalankan tugas yang diberikan Nathan.

Mereka semua sekarang harus segera meninggalkan rumah sewa tersebut mengingat pihak berwenang pasti mulai melakukan penyelidikan.

Sebastian sendiri tidak berharap banyak kepada Daniel. Setelah mendapat laporan dari Daniel jika Unit pasukan bayaran yang dipimpin oleh Elizabeth.

Meski merupakan pasukan bayaran, tetapi Sebastian mengetahui jika Unit pasukan milik Elizabeth tidak mudah dibujuk menggunakan madu (uang) jika sudah membuat keputusan.

Sementara itu Nathan saat ini sedang menuju kediaman seseorang dengan bantuan petunjuk yang diberikan oleh System. Dalam prespektif Nathan, dia sekarang bisa melihat beberapa daftar nama pada layar mengambang yang ada dihadapanya.

Ada lebih dari 20 orang identitas yang ada di tangan Nathan. Mereka tidak lain merupakan orang-orang yang terlibat dalam skenario palsu dan membuatnya hampir mati.

Tujuan Nathan pergi malam ini tidak lain untuk mencari orang-orang tersebut dan membalas semua yang mereka lakukan kepada dirinya berkali-kali lipat.

Untuk mendapatkan identitas semua targetnya, Nathan meminta bantuan kepada System dan tentu harus membayar cukup mahal yaitu 1000 poin tukar.

Hal ini membuat poin tukar yang Nathan dapatkan dari misi sebelumnya hanya tersisa 9000. Masih terbilang sangat sedikit jika ingin membeli barang yang dijual di toko System.

Saat mengendarai mobil Nathan melihat postingan terbaru milik Roxy yang tampak melangsungkan pernikahan bersama dengan Alex.

"Bagaimana kalian masih bisa tertawa bahagia setelah membunuh seseorang?" Nathan tersenyum kecil dan terlihat layar ponselnya mulai retak.

Bagaimana Nathan tidak geram setelah dijebak dan mendapatkan perlakuan tidak manusiawi. Bahkan seluruh hartanya yang dia kumpulkan dengan susah payah, sekarang justru semuanya diambil alih oleh Roxy.

Nathan kemudian menyimpan kembali ponselnya dan melirik kearah tas panjang yang ada di sebelahnya. Tentu saja tas tersebut bukan tas biasa, melainkan tas yang berisi perlengkapan untuk menjalankan rencana balas dendam.

Sudah tidak ada kata mundur di dalam kamus milik Nathan. Bahkan jika semua targetnya meminta maaf, dia sudah tidak perduli lagi mengingat perlakuan mereka kepada dirinya saat itu.

*****

Beberapa jam kemudian saat tengah malam sebuah kendaraan lapis baja berhenti di depan sebuah rumah yang sebelumnya disewa oleh Nathan dan kelompoknya.

"Sepertinya mereka sudah sadar jika sedang dilacak dan pergi, Ketua." Ucap Jasmine sambil memperhatikan rumah sewa yang terlihat sudah kosong di tinggal penghuninya.

Mendengar perkataan Jasmine tentu Elizabeth tidak percaya begitu saja. Dia kemudian meminta semua orang untuk memeriksa rumah sewa tersebut dan mencari petunjuk mengenai para perampok itu.

Namun saat memeriksa rumah sewa mereka tidak menemukan siapapun bahkan jejak aktivitas di dalamnya yang seolah menunjukkan jika tempat tersebut belum dihuni bulan ini.

"Mereka tampaknya sangat berhati-hati, bahkan tidak meninggalkan satupun sidik jari." Gumam Teo saat memeriksa meja yang sebelumnya digunakan untuk menaruh berbagai macam makanan.

Tetapi sekarang meja tersebut tampak sangat bersih dan tidak ada satu remahan makanan yang bisa digunakan sebagai petunjuk.

1
bubur ayam
min, dah 2025 lohhh kok gak update, walau di lanjut pun pasti dah lupa juga nih Novel mau di bawa kemana, tapi tetap ku tunggu kelanjutannya min, /Determined//Determined//Determined/
Marlipus Cr Ronal
blng bljar bela diri mna cba
kIkI
Biasa
MOHAMAD MAHATIRA
luar biasa
Jasmin Melor
Luar biasa
Lumban Nenggolan
walaupun inti cerita ini misi jahat ada perlunya kita pelajari agar kita terhindar dari kejahatan.
lanjut baca !!
Lumban Nenggolan
mantap
lanjut baca
Lumban Nenggolan
ya ngawur ceritanya
deni syahputra
Luar biasa
okta Riansa
jauhin cewe yang bernama Roxy
Metal Soldier87
lanjut dong thor
miyamura kun~
Tolong lanjut Thorr
bubur ayam
Thor serius, udah hampir 1 Tahun loh dirimu gak up, are you okay? udah Thor jangan peduliin tuh kata orang, menurutku karya mu udah bagus kok, apalagi MC nya behh badas
miyamura kun~: iya padahal aku juga nunggu ni novel up seru banget cerita nya
total 1 replies
Shahriza Shahri Cizaeiko
Luar biasa
miyamura kun~
kaga up2
miyamura kun~
Thor Hiatus kah 🥲
Haru
oh gitu pantesan
dua bulan USG😂 USG setahuku kalau pertama sekitar 20minggu atau 4bln lebih
mochamad taufan
nih cacatnya lagi penulis .. Nathan... manusia yg digambarin mau mati di siksa di tusuk2, digebukin diancurin tulang iganya ditembak trus udah membunuh 20 orang.. eh nasih maen game. Uda gitu lucunya lagi jadi orang istimew no 1 di dept oertahanan AS kenal pejabat2 pemerintah malah dimarahin sm anak buahnya trus ngerajuk kayak cewe... hedeh otakmu ya Tor. kadang kadang lawak juga ya lu. knaoa ga buat cerita Upin Ipin aja sih .. sok Sokan bikin cerita begini.
Anjay123: wasu keselek fakta
total 2 replies
mochamad taufan
mang kocak ni penulis gua juga ga ngerti ngapain masukin karakter assisten jalang Deket Deket Nathan maksudnya apa coba . mo mancingvnuansa nuansa romantis gitu ceritanya. knaoa digambarin cewenya punya sifat gitu,...? trus si nathan kenapa lawan cewe lemah amat ya.. percuma ke gym mulu badan berotot punya ilmu beladiri tapi pingsan Ama cewe? goblok amat ni penulis buat cerita
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!