NovelToon NovelToon
Ustadz Idaman

Ustadz Idaman

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:8.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: babydollll

seorang mahasiswi di salah satu kampus yang sangat hitz di kawasan indonesia timur tepatnya di kota Makassar, yg menjalani hari-harinya seperti biasa, dia mempuanyai 2 orang teman mereka ber 3 sangat nakal sehingga suatu ketika salah satu dari mereka di masukkan pesantren, karena mereka sudah lama bersahabat ke 2 sahabatnya pun juga ikut ke pesantren dari sini lah kisahnya di mulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon babydollll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 19

Setelah mengambil tempat pensil yang ketinggalan di asrama, Fiah pun langsung berlari ke arah kelas dan tanpa sengaja Fiah berpapasan dengan Gus Fauzan yang baru keluar dari ruangannya.

" Good morning ustadz " kata Fiah sambil berdiri di samping Gus Fauzan.

Gus Fauzan yang mendengar sapaan Fiah, langsung melangkah menuju kelas tanpa memperdulikan ucapan Fiah.

" Memangnya saya makhluk halus apa , yang nggak kelihatan wujudnya ? " gumam Fiah sambil berjalan di belakang Ustadz Fauzan.

" Mungkin saja, pasalnya para santri di sini selalu menyapa saya dengan mengucapkan salam " Kata Gus Fauzan berbalik ke arah Fiah.

Fiah yang mendengar penuturan Gus Fauzan langsung menepuk jidatnya, dan berlari ke arah belakang tepatnya di ruangan Gus Fauzan, lalu berlari kembali ke arah Gus Fauzan sambil mengucapakan salam.

" Assalamu'alaikum huffttt hufffttt " kata Fiah ngos-ngosan sambil berdiri di samping Gus Fauzan.

" Wa'alaikumsalam " jawab Gus Fauzan sambil geleng-geleng kepala melihat kelakuan muridnya.

" Udah bener kan Ustadz ? " kata Fiah tersenyum manis di samping Gus Fauzan.

" Hmmm " Gus Fauzan hanya berdehem menanggapi ucapan Fiah.

" Ngapain kamu masih senyum-senyum sendiri di sini ? kalau saya sudah ada di dalam kelas, murid yang terlambat sudah tidak boleh masuk " kata Gus Fauzan berjalan meninggalkan Fiah yang masih senyum-senyum sendiri.

Fiah yang melihat Gus Fauzan yang berjalan ke arah kelasnya, langsung berlari mendahului Gus Fauzan.

" Bilang aja sih, kalau Ustadz mau lihat saya jalan di depan Ustadz " kata Fiah sambil berjalan mundur tersenyum manis ke arah Gus Fauzan.

Karena keasikan memandangi Gus Fauzan sambil berjalan mundur, tanpa sengaja Fiah menginjak tali sepatunya sendiri sehingga terjatuh dengan sangat konyol.

Gus Fauzan yang melihat Fiah terjatuh langsung melebarkan langkahnya ke arah Fiah, namun Fiah yang melihat Gus Fauzan melebarkan langkah ke arahnya langsung berdiri dan berlari menuju kelas takut terlambat.

" dasar gadis nakal " kata Gus Fauzan terkekeh di ujung kalimatnya.

Setelah Fiah sampai ke dalam kelas langsung duduk di samping Nazwa dengan ngos-ngosan.

" Habis di kejar apa kamu Fi ? " tanya Nazwa.

Belum sempat Fiah menjawab pertanyaan Nazwa, Gus Fauzan sudah masuk ke dalam kelas.

" Assalamu'alaikum " kata Gus Fauzan memasuki kelas.

" Wa'alaikumsalam Gus " kata para santri dan santriwati serentak.

" Baiklah sebelum memulai pelajaran hari ini, silahkan siapakan kertas satu lembar, kita adakan ulangan harian hari ini " kata Gus Fauzan tegas.

Semua murid yang mendengar perkataan Gus Fauzan langsung mengeluh kecuali Trio Curut.

" Aduhhh Fi, gimana dong aku belum belajar sama sekali " keluh Nazwa pada Fiah.

" Udah sih Naz, kerjain sesuai kemampuan kamu aja " kata Fiah pada Nazwa, tapi pandanganya tetap ke arah Gus Fauzan.

" Kalau ada yang saya dapat melihat buku atau berdiskusi dengan teman sebangkunya, siap-siap saja dapat hukuman dari saya " kata Gus Fauzan mengedarkan pandanganya pada seluruh muridnya, kemudian beralih menuliskan soal ke papan tulis.

" Baik Gus " kata para santri dan santriwati serentak.

" Waktu kalian 15 menit, di mulai dari sekarang " kata Gus Fauzan setelah selesai menuliskan soalnya di papan tulis.

Semua santri dan santriwati yang mendengar ucapan Gus Fauzan, langsung mengerjakan soal mereka dengan fokus, berbeda dengan Trio Curut yang santai tanpa beban sama sekali.

" Eh lo berdua, udah belum ? " kata Fiah berbalik ke arah kedua sahabatnya.

" Udah dong, soal beginian ma kecil lagian kan kita udah pelajari semuanya waktu SMA " kata Airin terkekeh di ujung kalimatnya.

" Kalau lo dell ? " tanya Fiah pada Della.

Della hanya mengangguk merespon pertanyaan Fiah, sambil beralih menatap Hendra.

" Kalian bertiga, bukannya saya sudah bilang tidak boleh berdiskusi " kata Gus Fauzan dengan nada dinginya sambil menghampiri Trio Curut.

" Kami nggak berdiskusi kok Ustadz, malahan kita udah mau nyetor hasil ulangan kami " kata Fiah yang langsung memberikan lembar jawabanya ke arah Gus Fauzan dan di ikuti oleh kedua sahabatnya.

Semua santri dan santriwati pun langsung menoleh ke arah Trio Curut, pasalnya soal yang di kasih Gus Fauzan sangat rumit untuk tingkat SMA kelas 12.

" Wah gila, udah selesai aja tuh tiga bidadari " kata salah satu santri kagum pada Trio Curut.

" Palingan juga salah semua " kata Mita yang sejak awal tidak suka dengan Trio Curut.

" Iya Mit aku juga yakin, kamu aja yang selalu juara kelas belum selesai, apalagi mereka " kata Sifa yang juga tidak suka dengan Trio Curut.

" Sudah-sudah, yang lain fokus pada lembar jawaban masing-masing waktu kalian tinggal 5 menit lagi " kata Gus Fauzan, kembali berjalan ke arah mejahnya.

semua santri dan santriwati pun kembali fokus pada lembar jawaban mereka masing-masing.

" Baiklah waktu sudah habis, Hendra tolong kumpulkan semua lembar jawaban teman-teman kamu " kata Gus Fauzan.

" Baik Gus " kata Hendra sambil berjalan ke arah semua teman-temannya.

" Ihhh tau gini, gue nggak cepat-cepat kumpulin jawaban gue " kata Della kesal.

Airin yang mendengar ucapan Della hanya memutar kedua bola matanya malas menanggapi ucapan Della.

" Saya akan memeriksa jawaban kalian kurang lebih 10 menit, jadi bagi yang ingin ke toilet silahkan " kata Gus Fauzan.

" Gus, ngobrol sama teman sebangku boleh tidak ? " tanya salah satu santriwati.

" Silahkan, yang penting tidak terlalu berisik " kata Gus Fauzan.

" Baik Gus " kata santri dan santriwati serentak.

Nazwa yang mendengar penuturan dari Gus Fauzan langsung beralih menghadap ke arah Fiah.

" Kok kalian bisa cepat banget sih ngerjain soal dari Gus Fauzan ? " tanya Nazwa pada Trio Curut.

" Iyyalah kan kita udah pelajarin semu " kata Della yang langsung di potong oleh Fiah.

" Aduhhh naz, kan tadi aku udah bilang kerjain sesuai kemampuan aja " kata Fiah memotong ucapan Della.

" Iya Naz, lagian materi tadi kita udah pelajarin di sekolah kita yang lama, sebelum kita pindah ke sini " kata Airin yang di angguki Fiah dan Della.

" Nah maksud aku gitu Naz " kata Della.

Nazwa yang mendengar ucapan Trio Curut hanya mengangguk, sementara Gus Fauzan yang sudah memeriksa jawaban semua santrinya, kagum dengan kawaban Trio Curut yang mendapatkan nilai sempurna.

" Luar biasa, biasanya semua santri di sini, tidak pernah mendapat nilai sesempurna ini " Kata Gus Fauzan dalam hati.

" Perhatian semuanya, saya sudah selesai memeriksa lembar jawaban kalian dan sebelum saya memberikan soal kepada kalian semua saya sudah berniat dalam hati, bahwa yang mendapatkan nilai tertinggi akan saya kasih reward makan di luar pesantren nanti siang " kata Gus Fauzan yang langsung di sambut antusias oleh semua penghuni kelas.

Trio Curut dan Nazwa sangat antusias mendengar ucapan Gus Fauzan, terutama Fiah yang memang selalu mencari perhatian pada Gus Fauzan.

" Aku yakin banget, pasti aku yang mendapat reward dari Gus Fauzan " kata Mita dengan percaya dirinya.

" Aku juga yakin, kan kamu selalu juara kelas Mit " kata Sifa.

" Saya akan memberikan reward kepada 6 orang yang mendapatkan nilai tertinggi, yaitu Afiah salsabila dengan nilai 100, Airinia dengan nilai 100, Della dengan nilai 100, Mita dengan nilai 89, Hendra dengan nilai 87, dan yang terakhir Nazwa dengan nilai 87 " kata Gus Fauzan menyebutkan nama-nama yang mendapatkan reward.

Nazwa yang mendengar namanya dan ketiga nama sahabatnya di sebut sangat senang dan langsung mengucapkan selamat pada Trio Curut karena mereka mendapat nilai tertinggi, sedangkan Mita sudah sangat kesal karena biasanya selalu dia yang mendapat nilai tertinggi di kelasnya.

" Baik sampai di sini dulu pertemuan kita hari ini dan untuk 6 orang yang saya sebutkan namanya, kita berangkat setelah shalat ashar " kata Gus Fauzan.

" Baik Gus " kata para santri dan santriwati serentak.

" Assalamu'alaikum " kata Gus Fauzan membereskan bukunya dan berjalan keluar kelas.

" Wa'alaikumsalam " kata penghuni kelas serentak.

1
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru ceritanya 😃
Dewi Sulistiyani
biasanya di pesantren siswa putri dan putra di pisah la ini kok satu kls
Hazel Luvena arabella Putri
cemburu ya ustadz hahahaha
Muhammad Hasan
tanya shiren tor? bukan alisa
Muhammad Hasan
kata afkar tor.. bukan fahmi
Muhammad Hasan
what.. 70 JT.. sultan mah bebas
Muhammad Hasan
kyai Mansur tor 😴
Risma Farna
Bukannya acaranya sore yah kok takut kesorean jalan2nya???
Risma Farna
Kirain Fiah emang pake hijab.. kn diawal bab pas baru plg ngampus diblg Fifi bangun dri tidur dan buka hijab trus masuk kamar mandi.. atau Z yg salah ingat ya...🙏🙏🙏🙏🙏🤔🤔🤔🤔
Risma Farna
Wijaya thor.. Hamdan kan ayahnya Fiah...
Septiana Tri Rahayu
boleh ketawa Thor??🤣🤣🤣🤣g kuat tahan tawa
Alvika cahyawati
iya benar gantengan hendra itu cocok nya jd ustadz fauzan itu mah
Alvika cahyawati
aduh salsabilah ada2 sj km ini tingkah nya
Alvika cahyawati
benar nich mlm pertamanya d cut ngk seru ah....
Fitrah Fitrah: gila ajj lok
total 1 replies
Alvika cahyawati
waah kurang seru cerita nya saat mlm pertama nya ngk d ceritain.
Alvika cahyawati
wiih ternyata masih seru aja nich ceritanya pdhl aku udah baca nich novel buat y kesekian kali nya
Alvika cahyawati
wah jodoh nya fifi udah lg mau Otw nich pdhl aku nich baca novel udah tuk kesekian kali nya tp ngk bosen2
Ulum Udin
😊😊😊😊
Zian Alia
kocakkkk abis
Titin H.
Kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!